AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 254


__ADS_3

langsung saja guys jangan bertele-tele katanya, padahal Mima ah itu ingin menciptakan sebuah ciri khas!!!!


lanjut***


Rivan terlihat gusar Bagaimana tidak ia harus ke luar negeri, entah kapan baru bisa kembali Ia pun bingung harus menolak atau kau tetap pergi demi para pegawai yang sedang bertahan di perusahaannya.


" Apa kamu tidak bisa mewakilkan diriku, soalnya sebenar sepertinya aku memang tidak bisa pergi? "tanya Rivan memastikan.


" Gimana bisa begitu Tuan, karena mereka membutuhkan anda dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun! "sahut Vigo serius.


" tapi di sini juga ada hal yang lebih penting dari apapun itu kamu tahu kan, setidaknya Tolonglah kasih pengertian ke mereka pasti mereka ini mengerti! " sahut Rivan kekeh dengan keinginannya itu.


" Astaga tuan yang punya urusan kan anda, kenapa harus saya yang pecah otak lagi sih kalau model begini terus Mau jadi apa perusahaan anda?" batin Vigo stres karena sikap tuannya itu yang selalu malas tahu.


" Kenapa diam kamu bisa tidak melakukan hal itu, aku memang benar-benar tidak bisa pergi jadi di Jangan memaksa lagi? " tanya Rivan memastikan.


Vigo menghembuskan nafasnya kasar, karena Biar bagaimanapun ia berusaha agar Tuan nya mau pergi melihat keadaan perusahaannya di Itali sana.


"maaf tuan saya tidak bisa membantu kali ini, Jika anda ingin perusahaan anda di sana tetap berdiri maka terpaksa dan harus anda sendiri yang berangkat ke sana! " ujar Vigo dan hanya terdengar helaan nafas dari seberang.


" ya ya ya terserah kau saja mau kau kirim aku ke Afrika juga sesukamu, percuma jadi asisten jika tak bisa diandalkan saat-saat Genting begini! Kamu kan tahu kalau lagi usaha PDKT akunya, Tapi tetap saja kamu menikung dengan segala macam pekerjaan yang tidak berfaedah itu? " tanya Rivan kesal.


"adalah PDKT istri orang dibilang berfaedah Astaga otak anda pasti miring sebelah nih tuan, Nanti lakinya Ngamuk baru sadar diri!" gerutu Vigo dalam hati Bagaimana tidak kesal melihat kelakuan bodoh tuannya yang tidak pernah pintar-pintar itu.


" kamu jangan mengumpat ku dalam hati ya, sebelum ku hajar kau keluar dari mobil!" sarkas Rivan tajam.


" Mana berani saya tuan mengumpat anda, Bahkan punya pikiran seperti itu pun tidak ada! " bohong Vigo Lagian mana orang lain tahu kalau ia memarahi Rivan tadi.


" Tuan bisakah saya tinggal di sini saja, Soalnya ada sesuatu yang belum beres!" minta Vigo karena tak ingin nantinya saat di Italia menjadi korban uring-uringan nya Rivan.

__ADS_1


" hohoho tidak bisa seperti itu bro, kamu pikir saya tidak tahu modus kamu? tidak ada kata tapi-tapian, kalau sampai kamu tetap di sini ini siap-siap saja kubur adalah rumahmu sekarang! " ujar Rivan tajam.


hanya bisa menghela nafasnya kasar ternyata menjadi seorang bawahan itu kesabaran adalah taruhannya, menyahut salah sedikit kalau bukan nyawa berarti gaji taruhannya.


"ah tuan anda selalu menang jika menyangkut hal beginian, Kapan saya bisa bebas dari anda Terus kapan juga anda laku biar saya tidak menjadi korban ketidak jelasan sikap Anda yang berlebihan?" gerutu Vigo frustasi.


Sementara itu di kediaman Roberto terlihat Selina sudah mengepak dua koper yang berisi pakaiannya dengan Alex, karena malam ini keduanya harus segera pergi ke Italy.


doakan saja semoga nanti di sana mereka tidak bertemu dengan Rivan, hanya saja autor sudah menyiapkan jodoh yang terbaik buat Rivan disana.


" sayang kita ke kantornya Rafa dulu ya supaya ngomong ke dia kalau kita mau berangkat nanti malam, nanti adiknya itu Abang saja yang kasih tahu! "ajak Alex kepada istrinya itu.


"sekarepmu saja toh Mas!" sahut Selina yang tak menghentikan kegiatannya.


" Lho kok gitu jawabannya, setidaknya jawab iya sayang aku setuju loh sama pemikiran kamu. Nah begitu kan bagus didengar Eh ini main ke terserah, soalnya wanita kalau sudah mengeluarkan kata itu berarti mereka sudah tidak ingin mendengar apapun lagi! " ujar Alex.


Selina menahan emosi karena suaminya itu selalu saja mengambil kesimpulan tidak jelas, ia menoleh kearah Alex dengan Tatapan yang tajam.


" Nah itu salah lagi kan akunya, padahal ini berbicara sesuai fakta! " ujar Alex tak mau disalahkan.


Selina yang tidak ingin berdebat memilih mendekati suaminya itu dan menciumnya, agar masalah segera terselesaikan tanpa ada namanya perang dunia ke-16.


Cup


" bisa diam kan soalnya kuping aku mau lepas nih? " tanya Selina sambil mengedipkan matanya sebelah.


Alex tersenyum penuh kemenangan Nah ini dia yang ia tunggu dari tadi, bukan kesempatan itu tidak boleh dilewatkan karena datangnya tanpa terduga?


Alex mendekati tubuh Selina menggendongnya ala bridal style, lalu menaruhnya di atas ranjang King size milik mereka.

__ADS_1


Selina waspada Ternyata apa yang dilakukan tadi sudah membangunkan singa jantan yang sedang tertidur, tanpa membuka pakaian istrinya yang kebetulan menggunakan dress selutut Alex hanya menurunkan pakaian dalam itu sampai teronggok tak jelas di mana dan melancarkan aksinya.


" Eh stop Kamu mau ngapain? " tanya Selina Waspada.


"quick s*x baby, cepat saja kok nggak terlalu lama diam dan Nikmati saja ya darling! " ujar Alex sambil tersenyum jenaka.


" Hello boy Aku menyesal nyosor lebih dulu setelah ini kamu ajakin aku mah sampai air mata darah mau lidah dasi Jangan harap!" kesal Selina.


" ya ya ya terserah mau kamu sayang yang penting ini dulu kita selesaikan. " Alex terus berpacu menikmati surga dunia membiarkan pakaian mereka yang hendak di-packing istrinya terbuang begitu saja.


Selina menatap nanar kearah pakaian yang berserakan di atas lantai kamar itu, ia menangis dalam hati ternyata membangunkan singa tidur itu konsekuensinya tidak main-main.


Alex sambil berpacu tangannya nya memegang ini dan meremas itu, ia ingin membangkitkan gairah Selina juga masa dirinya saja yang menikmati sedangkan istrinya wajahnya ditekuk begitu.


" Astaga Yang ekspresinya itu loh yang manis dikit napa, atau mungkin mengeluarkan ******* yang Ah Uh Ih begitu? kalau udah begini kan kesannya kayak aku lagi garap kamu tanpa izin, aku kan jadi malu gini-gini suamimu punya malu loh?" minta Alex sambil terus melakukan gerakan tambahan seperti push up atau salto begitu.


"ya memang itu kenyataannya kamu kan pemaksa, masa disentuh sedikit langsung meledak kayak Balloon!" ujar Selina sinis.


" Jangan marah-marah lah Yang kalau marah terus nanti lama keluarnya, dan mungkin bisa dipastikan nanti malam baru kelar!" sahut Alex santai.


Selina bisa menggelengkan kepala tidak bisa menang gitu perdebatan suaminya, soalnya pria itu kalau berbicara kelewat jujur jadi buat orang itu udara tingginya pada kumat.


ternyata bahasa yang tadinya cepat molor orang jadinya Lama, Jadi kalau orang ngomong bilang iya itu cepat saja jangan percaya Bro Karena itu adalah penipuan kelas kakap zaman sekarang.


Selina menggerutu kesal karena ia harus mandi lagi, ingin dihajarnya wajah suaminya itu hingga babak belur Tak dikenali agar masuk Icu selama setahun begitu tapi sayang ia tak tega sama sekali.


ia mandi dengan secepat kilat kira-kira 5 menit begitu biar habis , diangkatnya underwear nya yang sudah tidak berbentuk dan ingin menangis Sebab barang itu baru dibelinya 2 hari yang lalu.


" Ya Tuhan Lagi Dan Lagi tempat sampah aku penuh dengan benda-benda ini, sakitnya itu ya biasa tapi malu nya itu loh Aduh gusti Gusti! " batin Selina Lirih.

__ADS_1


sementara Alex tersenyum penuh kemenangan akhirnya ia mendapatkan vitamin tambahan di pagi hari ini, eh salah bukan pagi hari siang menjelang sore kali.


" hal ini yang membuat aku ingin selalu berada di rumah, biar dapat vitamin terus setiap saat Persetan dengan tulang pinggang encok tinggal diurut saja kelar masalahnya! " ujar Alex pelan.


__ADS_2