
Haiii READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
"Dasar wanita sok kecakepan,lihat saja aku bakalan buat perhitungan dengan kamu jika sampai menggoda Devan ku".Gumam Rebecca dalam hati.
Sedangkan Cindy tersenyum puas,Karena ternyata Rebecca yang selama ini merasa tercantik. Akhirnya punya saingan,Dan sepertinya bukan saingan yang mudah karena Devan sangat perhatian pada Selina.
Selina yang sudah berada di ruangannya Devan,hanya menundukkan kepalanya.Ia merasa canggung,ternyata pria yang menolong nya tersebut adalah pemilik sebuah perusahan dengan ribuan karyawan.
__ADS_1
Devan yang melihat sikap Selina,menjadi bingung.Padahal permasalahan tadi ia sudah selesaikan,Dan sekarang apalagi yang ada di dalam otak nya.
"Lina kamu kenapa lagi hemm"? Tanya Devan
"Ya ,ohh aku nggak papa kok.Jadi kira kira apa yang harus ku kerjakan sekarang "? Tanya Selina yang sudah mulai bosan karena hanya duduk saja.
"oh iya selagi ruangannya kamu belum siap,jadi kamu sementara pakai tempat sekertaris lama saya di depan. Dan setelah itu tolong pelajari berkas yang ada,Karena siang kita akan meeting di luar".Perintah Devan sambil tersenyum kearah Selina
Dan Setelah mendengar apa yang di suruh Devan,Selina langsung keluar dan duduk di tempat yang di maksud Devan.Setelah itu langsung membaca berkas yang ada di meja.
Namun kegiatan Selina harus terhenti,ketika seseorang wanita yang belum ia kenal berdiri sambil menatap sinis ke arahnya.setelah mengamati dengan jelas,barulah Selina ingat jika wanita yang di hadapannya kini adalah wanita yang selalu memandang sinis ke arahnya di ruangan meeting tadi.
"Jangan ikut campur,aku mau bertemu calon suamiku ".Sinis Rebecca
"Terserah anda nona,Tuan Devan ada di dalam ".Sahut Selina santai.
__ADS_1
Sedangkan Rebecca merasa di atas angin, karena telah berhasil membungkam mulutnya Selina. Dan ia yakin jika Selina kini ,tengah menangis sampai air mata darah ,karena kalah bersaing dengan nya.
Tanpa mengetuk pintu dahulu,Becca kini sudah berada di ruangannya Devan. Devan yang sedang seeius,mendengar pintu terbuka langsung menghentikan kegiatan nya ia tersenyum sebab mengira yang masuk adalah Selina.
Namun wajah nya berubah garang,dan dingin setelah tahu siapa yang berada di ruangannya kini.
" Apa anda tak punya sopan santun ,masuk kesini tanpa mengetuk pintu dahulu.Kamu pikir ini ruangan punya nenek moyang kamu apa,jadi keluar masuk sesuka hati ". Kesal Devan.
" Itu Tuan saya mau mengantarkan berkas,yang harus di tandatangani ". Sahut Rebecca terbata bata karena saking ketakutan nya.
" Selina kamu keruangan saya sekarang ". Teriak Devan yang ia tahu Selina pasti mendengar nya karena hanya berjarak beberapa kaki saja.
Selina segera bangkit dan masuk kedalam ruangannya Devan,ia melihat wajah Devan sangat tak bersahabat. Dan setelah menoleh ke arah Rebecca ,Selina langsung terkejut.pasalnya wajah Rebecca yang hanya tertunduk dan saling menakutkan kedua tangannya.
" Lain kali jika ingin menemui ,ataupun meminta tanda tangan. Berikan saja kepada sekertaris ku,karena hanya dia yang boleh memasuki ruangan yang ini.Dan ingat jangan pernah mengatakan ,jika aku adalah calon suamimu karena aku tak sudi mendengar hal itu lagi". Ujar Devan tajam dan tatapan nya seperti hendak menguliti orang yang di maksud.
Rebecca sangat ketakutan ,mimpi apa ia semalam hingga kena amukan bos nya pagi ini.
__ADS_1
" Kamu boleh pergi,dan jangan lupa pesan saya tadi sampaikan juga kepada yang lain.Dan kamu Selina ,siapkan berkas yang di perlukan karena kita akan keluar untuk meeting ". Ucap Devan