
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
" Uncle jika ingin memarahi Bunda,lebih baik pergi dari sini"! Teriak Alina menatap tajam kearah Alex.
Deg...
Alex merasakan sakit yang teramat di dadanya ,karena sang putri ternyata tak menginginkan kehadirannya. Ia bingung harus berbicara apa,sebab hatinya bingung untuk memikirkan semuanya.
Selina tak kalah terkejut mendengar perkataan putrinya barusan ,ia bahkan tak menyangka jika Alina sampai merasa seperti begitu.
" Nak kamu kenapa bicara seperti itu,ingat ya tak boleh bersikap begitu lagi ". Selina mengingatkan putrinya yang sempat berbuat sesuatu yang bisa membuat Alex sedih.
" Iya Alina jangan seperti itu lagi ya nak"! Ucap Rivan menimpali.
__ADS_1
" Ok Daddy". Sahut Alina sambil tersenyum.
Alex membulatkan matanya menatap kearah Rivan ,karena putrinya memanggil Rivan dengan panggilan tersebut.
Alex sepertinya tak menyukai panggilan untuk Rivan tersebut ,Rivan yang tak ingin memperkeruh suasana akhirnya mengalah dan keluar dari tempat tersebut.
" Lina ,Mas keluar dulu ya mungkin ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan .Dan untuk kamu Lex,jangan melakukan sesuatu berdasarkan emosi saja karna kalau sampai kamu melakukan itu.Lebih baik kita tidak usah kesini ,dan mengganggu mereka lagi". Ucap Rivan sembari menarik tangan Ben agar ikut dengan nya.
Selina menatap nanar kearah punggung pria yang rela melakukan apa saja untuk nya,bahkan Rivan rela menghilangkan egonya hanya untuk ia dan Alex.
Kini tinggalah dalam ruangan tersebut hanya Alex,Selina dan putri mereka Alina.Selina tak berbicara apapun ,ia hanya menundukkan kepalanya karena saking gugup nya.
" Maafkan aku jika pernah salah kepadamu ,maafkan aku jika selama ini sudah membuat mu sengsara. Percayalah aku sungguh menyesal karena telah melakukan sesuatu ,tanpa memikirkan sebab akibatnya ". Lirih Alex sambil menunduk.
Selina memandang kearah pria yang tengah menatap sendu kearahnya ,terlihat air mata membasahi pipi kurus Alex itu.
" Maafkan aku juga karena sebagai seorang istri pergi tanpa pamit ,maafkan aku juga selama ini tak melakukan tugasku sebagai seorang istri yang baik". Ucap Selina
" Tidak tidak kamu tidak salah,di sini aku lah yang paling bersalah karena menyakiti dan menghina kalian. Bahkan kamu sendirian yang membesarkan dia,tanpa ada aku sedikitpun di samping kalian". Sambung Alex lagi.
Selina sudah tak mempermasalahkan hal itu ,ia kini menghadap Alina dan memegang bahunya.
" Ana katanya mau ketemu Ayah kan"? Tanya Selina pelan .
" No Bunda,Ana tidak mau ketemu Ayah lagi,karena sekarang sudah punya Daddy". Tolak Alina sambil menggeleng kepalanya.
__ADS_1
Hati Alex terasa seperti luka tapi tak berdarah ,mungkin darahnya sudah beku kali ya..
" Ana nggak boleh ngomong seperti itu ,tuh lihat Ayah datang ". Tunjuk Selina kearah Alex,pria tersebut sangat terharu karena ternyata istrinya masih mau mengakui dirinya.
Padahal dulu pernah ia ragukan soal kehamilan nya Selina,namun sekarang wanita tersebut tak pernah mempermasalahkan nya.
Alina yang mendengar perkataan Selina menoleh kearah Alex,ia melihat seorang pria yang sudah sangat kurus dan wajahnya seperti sedang menahan sakit.
" Bunda Ayah kenapa"? Akhirnya pertanyaan tersebut lolos dari bibir mungil itu,Betapa bahagia ketika mendengar seorang memanggil kita dengan sangat sangat penuh perhatian.
Tatapan Selina pun beralih kepada Alex yang hanya tersenyum kearah keduanya ,ia pun mendekati nya tapi tetap menjaga jarak.
" Tuan anda baik baik saja kan,sebenarnya apa yang terjadi dengan anda? Sehingga bisa seperti ini,atau ku panggilan Mas Rivan saja"? Tawar Selina khawatir.
Alex tersenyum mendengar panggilan yang Selina kasih untuk nya,sedang Rivan terdengar sangat akrab.
" Boleh ku pangku putri kita ,maaf tak bisa gendong soalnya kalau itu terjadi mungkin besok akan menjadi hari pemakaman ku". Ujar Alex sambil tertawa tapi terlihat sangat terluka.
Mendengar perkataan Alex tersebut ,Alina pun mendekati nya dan memegang Pipi Alex.Gadis kecil tersebut tersenyum ,dan memang wajah nya sangat mirip dengan Ibunya..
" Kata Bunda Uncle adalah Ayah ku,baiklah aku akan memanggil Ayah.Tapi Maaf aku ingin bersama Daddy,apa Ayah mengijinkan nya"? Tanya Alina pelan.
Rasa sakit kita sebagai orang tua,ketika kehadiran kita seperti tak ada artinya. Bahkan mereka secara terang terangan menyukai orang lain ,saat itulah kebesaran hati kita di uji.
Alex tahu kesan nya tadi saat pertama sangat buruk,bahkan ia seperti mengintimidasi Selina .Hal tersebut yang membuat Alina tak suka,dan ia yang kena batunya kini.
__ADS_1