AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 253


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LANJUT ***


Rifan menghentikan makannya lalu menoleh ke Alex, terlihat pria itu sedang menahan tawa hingga wajahnya memerah. berbeda dengan Selina yang sedang menikmati sarapannya dengan Anggun, membuat hati Rivan yang ingin mengamuk jadi menghangat karena jantung dalam hatinya sedang duduk manis di hadapannya.


Alex yang melihat tatapan Rivan kepada istrinya itu langsung mendengus kesal, suami Mana yang ikhlas ketika melihat istrinya dipandang penuh minat oleh pria lain.


" eh mata kamu bisa dijaga tidak kenapa lihatin ke arah yang tidak jelas begitu, makanan kamu tuh depan biji mata yang harus kamu perhatikan sebelum kuhajar biar buta sekalian! " kesal Alex akibat ulah Rifan itu.


" memang Mataku kenapa perasaan ada di tempatnya deh tidak kemana-mana, kamunya saja yang terlalu sensi yang curiga tidak jelas! " ujar Rivan sinis.


" mana ada maling mau ngaku kamu pikir tadi Apa yang kamu lakukan tidak aku lihat begitu tidak aku perhatikan kan? Hei Aku ini seorang suami jadi selalu tahu ada bahaya yang mengintai, jadi tolong hargai aku dan juga hargai istriku Jika kamu masih ingin menjadi sahabatku! " apa yang Alex katakan itu terdengar santai akan tetapi tersirat sebuah nada sindiran yang cukup pedas.


Selina meletakkan sendoknya di atas meja dengan kasar sudah cukup kesabarannya pagi ini diuji oleh orang-orang dalam rumah, mereka seolah tak pernah menghargai usahanya mengurus segala sesuatu keperluan dalam rumah.


ia menatap Rivan juga dengan Tatapan yang penuh kekecewaan, pria yang dahulu ya kenal kalem tidak suka mencari masalah kini entah Hilang kemana menjadi orang yang penuh dengan Obsesi semata tanpa mau memikirkan perasaan orang lain.


" kalian bisa tidak diam barang sejenak saja, aku capek kalau tiap hari harus menyaksikan hal-hal yang tidak berfaedah seperti ini! setidaknya kalian pahami Walau sedikit saja," pinta Selina dengan wajah yang terlihat sangat emosi.


Rifan dan Alex yang tadi hendak berdebat langsung menghentikan aksinya itu, mereka menatap penuh rasa bersalah ke arah Selina yang terlihat kecewa kepadanya.


" sayang


" Lina


Alex dan Rifan sama-sama memanggil Selina secara bersamaan, namun Selina memilih diam dan tak peduli sama.


" abang sama adek lanjutkan sarapannya ya Bunda mau ke kamar dulu, nanti kalau mau pergi ke kampus sama kantor nggak perlu izin lagi soalnya Bunda gak enak badan! " ucap Selina lalu segera pergi dari tempat itu.


ia tak ingin berlama-lama lagi berada di tengah-tengah pria yang penuh dengan keegoisan seperti Rivan dan Alex.


" dasar sudah tua kelakuan tidak tahu berubah-berubah, dimana saja kalau ketemu seperti Tom and Jerry saja! " batin Selina kesal.


Alex menghentikan makannya karena dia sudah tak bernafsu, berlari menyusul sang istri yang terlihat sedang emosi. Padahal tadi ia tak bermaksud memancing keributan, Jika saja Rivan tidak memancing amarahnya.


" Kamu pulang saja setiap kamu datang pasti harus kejadiannya seperti ini, Bisakah kamu berpikir sedikit saja tentang rumah tangga kami apa kamu tega mau melihat kami seperti begini? " tanya Alex Tak habis pikir memikirkan sikap Rivan belakangan ini yang sangat bertolak belakang dengan yang dahulu.


Rivan menatap Jengah ke arah Alex, kenapa Lagi Dan Lagi dirinya harus disalahkan Memangnya yang melakukan apa. Bukankah dirinya tadi hanya mengekspresikan apa yang dia rasakan, tidak ada kata-kata melenceng atau apapun itu yang bisa membuat suami istri itu jadi bertengkar.


" loh Memangnya tadi aku buat apa Jadi kamu ngomong kayak gitu, perasaan tadi biasa-biasa saja tidak ada yang bagaimana begitu? " tanya Revan keheranan.


Alex memilih tak berdebat karena di situ masih ada Alina dan Rafa yang sedang menikmati sarapan mereka, ia tak ingin memberikan contoh yang kurang baik terhadap anak-anaknya itu.


" silakan lanjutkan makanan kalian ya Nak ya, soalnya ayah mau nyusul Bunda dulu! " pamit Alex lalu meninggalkan tempat itu dan berlari mengejar istrinya yang sedang berada di dalam kamar mereka.


Ceklek


Alex membuka pintu kamar Mereka terlihat sunyi, ketika mengedarkan pandangan mencari sosok yang ia cari terlihat seorang wanita cantik Tengah menatap keluar duduk di samping jendela.

__ADS_1


tatapan wanita itu kosong entah apa yang ada dalam pikirannya, Yang pastinya satu saja yaitu kegelisahan di dalam nya.


" sayang kamu ngapain di situ? " tanya Alex penasaran.


Selina menoleh ke arah sumber suara terlihat air mata sedang menggenang di kedua pipinya, Ternyata wanita yang tak pudar kecantikannya itu sedang menangis.


Alex berlari setengah kecil, hatinya tak karuan ketika melihat istrinya menangis seperti itu. ada rasa bersalah yang begitu dalam yang dirasakan pria itu, ketika melihat ekspresi wajah Selina kini.


" kamu kenapa kok menangis aku punya salah ya, Maafkan Aku jika membuat kamu marah Tapi jujur aku sangat menyayangi kamu! " lirih Alex sambil mengusap kedua pipi istrinya itu dengan ibu jarinya.


Selina menggelengkan kepalanya karena ia tak ada pemikiran sama sekali untuk memarahi sang suami, dirinya merasa ada sesuatu yang akan terjadi dalam hidupnya entah apa itu.


" aku nggak apa-apa Mas, kamu jangan pikiran yang aneh-aneh deh orang aku baik-baik saja! hanya saja entah kenapa aku kayak merasakan sedih begitu, tapi yang membuat aku bingung Sedihku itu karena apa? " sahut Selina sambil memaksakan senyuman di wajahnya.


" Maksud kamu apa yang aku masih gagal paham deh, Memangnya Apa yang membuat kamu sedih sampai menangis di pojokan seperti tadi? " tanya Alex memastikan.


Selina mengusap pelan wajah suaminya itu, pria yang sangat dicintainya itu ayah dari anaknya dahulu adalah pria egois Tapi kini ini ia lebih mengedepankan keluarga dibandingkan dirinya.


" aku nggak papa mas, Kapan kita pergi jalan-jalan Kata kamu kan kita mau honeymoon kedua? " tanya Selina agar suaminya itu lebih rileks dan dirinya tidak terlalu memikirkan kelakuan Rivan yang semakin menjadi itu.


" Kamu yakin mau pergi denganku, aku berubah pikiran loh Yang tidak ingin memaksakan kehendakku lagi jika nanti membuat kamu tidak nyaman di sana? " tanya Alex memastikan.


" Astaga kamu kok jadi orangnya lebay banget sih, bukannya senang aku malah ajakin balik eh kamu malah kasih pertanyaan yang seperti itu? kalau model kayak begini terus tawaran tadi aku cancel, soalnya bikin mumet! " Ketus Selina.


" hehehe Jangan begitu dong Yang masa tadi sudah diajak, kok sekarang main di cancel aja? " tanya Rivan cengengesan.


" ya Siapa suruh tanya yang tidak jelas kayak tadi, kamu ini ih lama-lama bisa ku cubit pipi kamu biar tembem kayak Mi Gorda Bella! " ujar Selina gemas.


" sayang kamu lihat nih,, yang lain ada lagi minta nih! " ujar Alex sambil menunjukkan ke arah bagian bawah tubuhnya itu.


Selina mendelik kesal kok bisa-bisanya dirinya sedang mewek suaminya malah berpikiran mesum, ada saja jalan pikiran orang selalu tidak sejalan dengan keadaan.


" Kamu itu kenapa sih kok bisa-bisanya ya punya pemikiran aneh-aneh seperti itu, Kamu pikir aku sekarang lagi gimana Jadi kamu ngomong kayak gitu? " kata Selina yang ingin bangkit dari duduknya akan tetapi ditahan oleh suaminya yang itu.


" Ayolah my honey bunny sweety, Sekali Ini Saja kamu main juga nggak papa deh!" minta Alex tanpa filter membuat Selina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Astaga kamu ini memang benar-benar sekali ya, Aku lagi pusing kamu malah travelling ke tempat lain! " ujar Selina yang gemas dengan suaminya itu.


" kan sekali-sekali itu juga...


" Stop jangan dilanjutkan lagi perkataan kamu itu, pasti hanya ngomong bilang sekali-sekali eh padahal nya berkali-kali malah sampai patah nih pinggang!" potong Selina akan perkataan suaminya itu karena ia tak ingin mendengarkan nya lagi.


" lho Memang iya kenyataannya anakku mah mana pernah aku bohong sama kamu aku ini kan suami paling Jujur sejagat raya tidak ada tandingannya!"Sahut Alex narsis.


Selina hanya bisa menggelengkan kepalanya, padahal ada orang masih di luar kamar mereka tapi Alex selalu berperilaku bagai dunia milik sendiri.


" nanti saja ya soalnya aku lagi PMS, tidak bisa diganggu gugat apalagi diajak *****!" bohong Selina membuat Alex memberengut kesal.


" Lah kok bisa gitu sih Perasaan tadi pagi aman-aman saja, kok sekarang tiba-tiba berubah seperti itu ya?" tanya Alex tak percaya.

__ADS_1


" namanya Tamu Tak Diundang Datang tak dijemput pulang tak diantar, jadi jangan kaget apalagi mengeluh lagian cuma seminggu doang! " bujuk Selina agar suaminya itu berekspresi yang sedikit manis lah.


" iya tapi setidaknya Jangan sekarang lah, aku kan lagi pengen masa dianggurin begitu saja? " ujar Alex frustasi.


" astaga kamu kok bisa ya sampai punya pemikiran seperti itu, sabar saja nanti juga selesai langsung bisa Gaspol? " Selina sudah mulai kesal dengan soalnya yang kayak anak kecil itu.


Selina mengambil pakaian kantor suaminya itu agar lebih bekerja, karena jika di rumah terus pikirannya akan negatif dan membuat dirinya yang kewalahan sendiri.


" Ayo ganti pakaianmu dan pergi bekerja cari uang yang banyak agar istrimu ini bisa puas puas belanja, Soalnya kalau di rumah terus otakmu kayaknya lihat miring terus deh! "perintah Selina sambil bersedekap dada tak ingin dibantah.


Alex mengernyitkan keningnya tak percaya kok bisa-bisanya dirinya sedang kecewa malah disuruh bekerja, apa tidak dapat niat sedikitpun dari Selina mengasihani dirinya itu.


" Hai sayang kamu mah tega, Aku sedang Dilema Eh kamu kamu malah dengan Teganya menyuruh aku bekerja, nanti kalau tidak fokus yang tanggung jawab siapa? " tanya Alex memberikan alasan yang tidak jelas.


" kamu tidak perlu kuatir kalau tidak fokus kan ada abang Rafa, dia nanti yang akan membantu kamu di sana. jadi tolong jangan pakai alasan yang tidak jelas untuk bermalas-malasan di rumah, soalnya alasanmu itu alasan klasik semua orang sudah tahu!" Selina memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi.


sedangkan Alex ditinggal mengacak rambutnya frustasi, gagal sudah impian dalam hidupnya yaitu menikmati hari tua bersama istri mengajaknya bermain sampai beberapa ronde terkapar lemas tak berdaya di atas ranjang.


dasar memalukan si aki-aki tua, untung juga autor orang baik kalau tidak sudah autor bikin juniornya masuk museum sampai tidak tahu jalan pulang.


" punya bini gue gini amat ya suaminya minta disayang-sayang tidak pengertian, masa aku malah disuruh pacaran sama dokumen? " gumam Alex monolog.


" Kenapa masih di situ belum ganti pakaiannya, Masa begitu saja harus aku bantuin? "tanya Selina sinis.


" Wah itu tawaran yang paling bagus Ya sudah ayo sini yang bantuin aku dong, soalnya aku bingung cara kancing baju itu gimana pakai celana itu gimana kan ada kamu!" sahut Alex semangat 48.


"Eh siapa yang bilang aku mau tawarin bantuin kamu, tadi itu hanya perumpamaan saja bukan tawaran jadi tolong di bedakan yang mana maksud yang benar atau yang salah!" ejek Selina harus segera keluar dari dalam kamar karena ia harus Bersihkan rumah.


Selina merupakan contoh istri pengusaha yang tidak pernah duduk Nyonya di rumah, dia selalu melakukan segala sesuatu seorang diri jika bisa dilakukannya.


uang memang segalanya membuat seseorang menjadi raja ataupun Ratu, akan tetapi hargailah benda yang menjadi Raja dunia tersebut kenapa karena Ia hanya milik duniawi tidak bisa di bawa mati.


menabunglah harta Surgawi Karena itulah bekalmu kemudian hari, janganlah engkau Melupakan hal itu wahai saudaraku Karena itulah yang bakal kita punya.


Sesampainya di luar kamar suasana sudah mulai sepi tidak ada Rivan ataupun anak-anaknya, Selina memilih tak ambil pusing karena ia tahu mereka sudah besar-besar dan bisa mengambil langkah yang terbaik dalam hidup.


Rivan memilih pulang soalnya yang punya rumah masuk ke dalam kamar dan tidak keluar lagi, ia merasakan cemburu karena dalam pikirannya sekarang Alex pasti sedang mengajak Selina berpetualang.


" dasar pria tidak ada akhlak bisa-bisanya menyusul Selina ke dalam kamar terus tidak keluar-keluar lagi, pasti dia sengaja melakukan hal itu agar aku marah? " kesal Rivan dan dilihat oleh Vigo namun pria itu tak peduli sama sekali.


Tadi saat keluar dari rumah Alex, Rivan sempat menelepon Vigo agar menjemputnya.Karena ia tak membawa mobil rencananya ingin nebeng barang Selina, akan tetapi wanita itu sedang marah kepadanya.


" nasib nasib jadi jomblo teraniaya dimana-mana selalu sendiri, niat hati Mau dekatin istri orang eh malah suaminya kelebihan galak! " batin Rivan.


" kita hari ini ada kegiatan apa saja? " tanya Rivan pada asistennya itu.


" Rencananya hari ini Tuan bakal bertolak ke Italia, karena harus mengurus anak perusahaan yang sedang bergejolak di sana! " sahut Vigo santai ketika melihat ekspresi terkejut tuannya itu.


" apa kamu bilang tadi, aku harus terbang ke Italia?"Tanya Rivan memastikan.

__ADS_1


" ya Anda benar-benar sekali tuan, dan itu sudah saya persiapkan semua berkas-berkasnya tinggal Anda siap berangkat saja. " Vigo berkata tanpa beban namun berbeda dengan Tuhannya terasa beban berat sekali.


__ADS_2