AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 142


__ADS_3

GUYS AUTHOR SEBENARNYA HARI INI ADA ACARA KOMUNI PERTAMA...TAPI INI DEMI KALIAN AKU RELA MOJOK UNTUK NULIS NASKAH...😭😭😭


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Leonard tersenyum smirk ketika melihat ekspresi wajah Rafa kini,ia yakin pemuda tampan itu sedang menantikan jawaban.


"Jadi gimana menurut kalian,Daddy menantikan jawabannya sekarang?" Tanya Leonard lagi.


Rafa merasakan hati nya seolah menciut,karena tak kunjung mendapatkan jawaban atas pertanyaan Kakeknya ini.


"Nanti tergantung jodohnya mereka berdua,kita tidak bisa memaksakan begitu saja karena bukankah semakin hari mereka semakin besar." Sahut Selina sambil tersenyum.


"Kalau aku kurang setuju karena nanti kalau mereka nanti bertengkar siapa yang bakal jaga Alina.Bukankah seharusnya dia yang harus menjaga Alina dari pria bejat,terus nanti kalau siAbangnya marah keadek kan kasihan." tolak Alex yang tak terima.


"Kamu itu sebebarnya antara sadar dan tidak mengatakan itu,kamu seakan meragukan putramu sendiri," ketus Leonard yang tak terima dengan jalan pikiran Alex.


"Ya bukan maksudku seperti itu,tapi kan aku hanya menyampaikan pendapatku saja," ujar Alex yang tak ingin disalahkan.


"Kamu itu keterlaluan mengatakan Abang seperti itu." Kesal Selina yang tak terima.


"Haishh Ayah dengan Bunda kenapa jadi berdebat sih,terus yang bilang aku bakal pacaran sama Adek itu siapa?" Tanya Rafa sambil tersenyum.


"Eh Abang kok ngomong gitu sih,awas saja nanti kalau adek sudah besar terus bisa dandan dan jadi cantik baru abang naksir bakal kucongkel tuh matanya." Kesal Alina.


Semuanya hanya tertawa melihat wajah menggemaskan gadis kecil itu,berbeda dengan Alex yang merasa tak suka.


"Ayah,Bunda,Kakek dan semuanya aku mau minta izin kuliah diluar negeri." pinta Rafa mengutarakan keinginannya.

__ADS_1


Selina langsung menghentikan makannya ia tak terpercaya tak ada angin maupun hujan tiba tiba minta kuliah diluar.


Apakah selama ini ia kurang memberikan perhatian hingga putranya memilih menjauh.


"Abang bercandanya nggak lucu." Bentak Selina yang memasang wajah kesalnya.


"Iya Bang kok malah mau pergi nanti perusahaan kamu disini bagiamana?" Tanya Alex yang tak mengerti.


Rafa bingung dengan perkataan Alex barusan,bagaimana anak yatim seperti dirinya dan kini berstatus anak angkat bisa memiliki perusahan.membayangkan saja tak mungkin apalagi sampai melaksanakannya.


Alex yang melihat wajah bingung putranya itu hanya tersenyum,ia memang memaklumi wajah kebingungan itu.


"Kamu pasti bingung kan,Perusahaan milik Ayah dan Kakek adalah milik kamu juga.Dan itu artinya kamu adalah penerus bisnis keluarga kita,karena Ayah sekarang ingin fokus dengan Bunda saja," ujar Alex menjelaskan semuanya sambil mengedipkan matanya sebelah kearah Selina.


Rafa antara kaget dan kebingungan serta sangat tak percaya,walaupun dirinya hanyalah anak angkat tapi sungguh disayang layaknya anak sendiri.


Selina ingin sekali membungkus wajah suaminya itu dikarung goni karena berlaku seenaknya saja.


"Memangnya kamu sekarang kenapa Bang,lagian disini juga banyak sekali universitas terbaik tak kalah dengan yang ada diluar negeri?" Tanya Alex yang kebingungan.


"Aku hanya ingin merasakan suasana baru." Sahut Rafa.


"Bang Nggak sayang lagi sama Bunda?" Tanya Selina yang tak ingin berpisah dengan putranya itu.


"Bukan begitu Bunda,Abang hanya ingin sekali kali merasakan suasana yang berbeda," bohong Rafa.


"Boleh juga Tuan permintaan anda memang kita para orang bebas harus wajib merasakan suasana baru sebelum terikat dan diikat." Ben sengaja menyindir Alex secara halus.


"Heii brengsek kenapa kau sengaja mengkontaminasi otak anakku dengan status sendiri tanpa belaian sepertimu," maki Alex yang tak terima.


"Kamu ikut kakek saja,jadi semuanya jangan coba menolak karena aku tak ingin dibantah," tegas Leonard yang sudah jengah mendengar perdebatan dimeja makan sedari tadi.


"Tapi Yah,dia putraku dan tak ingin berpisah darinya." Alex yang masih mencoba membujuk Daddynya itu.

__ADS_1


"sekali kali turuti kemauan Putra kalian bisakan,lagian selama ini dia juga kan tidak pernah meminta aneh aneh," ujar Leonard lagi.


Selina serasa ingin memeluk putranya itu dan menyulap dirinya kembali kemasa sepuluh tahun lalu.Ketika pertama menemukan dirinya dan yang selalu tak ingin berpisah darinya walau sedetik saja.


"Terus Adeknya gimana?" Tanya Alina yang seraya menahan tangisnya.


"Adek belajar yang benar agar menjadi anak yang berguna." Sahut Rafa.


"Abang Yakin?" Tanya Selina yang masih berusaha membuat Rafa mengubah keputusannya.


"Sangat yakin Bun." Sahut Rafa.


"Emang Abang bisa jauh dari Bunda?" Tanya Selina lagi.


"Harus bisa Bun karena aku bukan anak kecil lagi," balas Rafa.


"Baiklah Bunda ijinkan tapi ingat jangan nakal dan jangan sembarangan bergaul,ingat selalu kalau kami selalu menunggu kamu disini." Akhirnya Selina menyetujui permintaan Rafa meski terasa sesak didadanya tapi ia juga ingin putranya itu mengejar impiannya.


"Tapi kamu yakin Yang?" Tanya Alex kepada istrinya itu.


"Apapun keputusannya aku yakin Abang sudah memilih yang terbaik." Sahut Selina sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu Ayah juga akan mengijinkannya." Alex berat mengatakan semua itu.


"Terima kasih Ayah,Bunda aku janji tak akan mengecewakan kalian," ujar Rafa.


"Kapan kalian berangkat Dad?" Tanya Alex kepada Leonard.


"Besok." Sahut Leonard singkat.


"Ya kok secepat itu," Selina serasa tak rela.


"Ampun dah drama sekali kalian Bos dan Nyonya,anaknya pergi sekolah tapi diperlakukan seperti akan pergi perang saja," sindir Ben yang melihat semuanya dengan tatapan jengah.

__ADS_1


__ADS_2