
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
"Ditempat biasa ya!" Ujar Alina dari seberang.
"Hehe,Iya deh tapi ingat On Time ya! Kalau tidak jangan harap besok besok aku bakal mau diajak sama kamu,situ pikir aku orang yang tidak punya kerjaan apa yang Ok saja!" Sungut Lala panjang lebar membuat Alina tertawa ngakak.
Alina tahu bahwa dirinya sedang di cari Seseorang,akan tetapi yang namanya gengsi itu tidak ada batasannya tergantung orang itu sendiri.
"Nih orang kemana lagi,masa baru semenit yang lalu pergi kok main hilang begitu saja?" Gumam Rafa dalam hati.
Haha ,loe itu lagi dikerjain sama si doi. Jadinya jangan banyak komentar bikin sakit mata dan telinga.
Alina yang mengintip Rafa yang sedang kewalahan,memilih untuk pergi menemui Lala.
Kini kedua wanita cantik itu sudah bertemu,terlihat sangat heboh dan membuat semua orang heran kearah mereka.
"Wah akhirnya kita bisa habiskan waktu sama sama lagi,kalau begini terus aku bisa bisa lupa cari jodoh!" Ujar Lala sambil tertawa.
"Hahaee kamu pikir jadi jomblo itu enak apa,nanti tidak ada teman buat tidur buat ngobrol!" Ejek Alina.
"Ya tidak juga kali,aku kan ada Abang Mikael sang pujaan dalam hati!" Sahut Lala.
"Kita makan dulu ya!" Ajak Alina.
"Kamu kok tumben mau berduaan denganku sekarang,biasanya kan selalu menempel kaya perangko sama tuh Abang abang?" Tanya Lala heran.
"Aku lagi kerjain dia,jangan harap untuk kasih tahu dia aku sekarang ada dimana!" Sahut Alina santai.
"Kok bisa ya,kamu tumben tumbennya mau kerjain dia?" Tanya Lala penasaran.
"Ya di tumben tumbennya saja,sekali kali ada perubahan lah biar jangan terlalu monoton!" Ujar Alina santai.
Mereka menjadi tatapan pria lain yang terpesona dengan kecantikan mereka,bagaimana tidak sungguh sangat memanjakan mata.
Alina Roberto
__ADS_1
Lala Marlela
LANJUT
"Haii cewek!" Panggil Salah satu pria disitu.
Lala dan Alina menatap heran kearahnya,pria tinggi hidung mancung yang sedang tersenyum kepadanya.
"Ada perlu?" Tanya Lala menampilkan wajah penasaran.
"Boleh kenalan?" Tanya Pria itu.
"Tidak!" Tegas Alina lalu segera menarik tangan Lala agar pergi dari situ.
Pria itu menyugar rambutnya frustasi,karena gagal sudah kenalan dengan wanita cantik hari ini.
"Haisss rugi sekali hari ini,masa jodoh sudah didepan mata pergi lagi." Gerutu Pria itu.
"Ana,kita kalau begini terus lama lama bisa jadi Viral?" Goda Lala.
"Hehe iya juga sih,ayo kita makan daripada nanti jadi pingsan!" Ajak Alina lagi.
Setelah selesai makan,Alina mengajak Lala untuk jalan jalan sekedar menikmati waktu berdua.
Tak peduli sama sekali dengan kecemasan Rafa Kini,pria itu bak orang gila takut Alina pergi kemana begitu.
Pria tampan itu kembali ke ruangan Selina,dan terlihat suami istri yang Sudah berumur itu tertidur sambil berpelukan.
Alex bangkit dan menatap tajam kearah putranya itu,ia heran sebenarnya ada masalah apa dengan anak itu.
"Kamu kenapa jadi sensi?" Tanya Alex heran.
"Aku nanti mau pergi kalau tidak kembali jangan tanya tanya atau cari cari karena aku lagi ada urusan masalah hidup dan mati!" Jelas Rafa segera keluar dari ruangan itu.
Alex mengeryitkan keningnya karena bingung,memang benar anak muda jaman sekarang ada saja permasalahan yang dihadapai tapi sembilan puluh persen menyangkut percintaan.
"Ayah,tuh Abang kenapa?" Tanya Selina penasaran.
"Tau aku saja bingung!" Sahut Alex sambil mengangkat bahunya.
"Hadeuh,nanti besok kita pulang dari sini kasih kawin mereka saja daripada ribet terus urusannya!" Ucap Selina.
"Wah kamu yakin Yang,tidak mau kita pergi bulan madu dulu begitu?" Tanya Alex sembari menarik turunkan alisnya.
"Ih Nih orang sudah tua tapi tingkahnya bikin malu saja,ingat umur Bang kalau di pakai begituan terus lama lama saat main langsung koit!" Omel Selina ketus.
"Lho Sayang kamu kok tega sih,bukannya bersyukur punya suami masih joss eh ini malah di katakan yang tidak tidak?" Tanya Alex tak percaya.
"Iya soal nya makhluk macam kamu itu harus dibilang,kalau tidak mah lanjut terus!" Ujar Selina lagi.
__ADS_1
Pasrah ya iyalah,daripada nanti urusannya bakal berabe lagi kan ribet.
Didalam mobil Rafa mencari ke setiap sudut jalan,belum lagi Alina yang tak merespon sama sekali panggilan darinya.
"Sayang,kamu dimana sih kok main marah marah saja aku bingung tau tidak?" Gumam Rafa dalam hati.
Ia tak tahu jika Alina sedang berbelanja,so pasti pakai uang dari Rafa.
"Ana,kamu yakin mau beli semua ini?" Tanya Lala memastikan.
"Yakin lah Beb,memangnya kenapa?" Tanya Alina balik.
"Apa tidak habis tuh duitnya?" Tanya Lala lagi.
"Ya habis lah kalau setiap hari di pake belanja segila ini,tapi ini kan sekali kali jadi boleh lah?" Ujar Alina santai.
"Baiklah kalau begitu,karena aku juga tak kan berhenti mau belanja jadi hentikan jika uang kamu sudah habis!" Ujar Lala sambil tertawa.
"Hehe so pasti,tapi jangan kaget saja setelah belanja nanti ada yang bakal nyusul kesini." Sahut Alina Ambigu.
Ia tahu karena setiap transaksi kartu kreditnya,langsung terhubung ke ponsel Rafa secara otomatis.
"Aku menunggu kesempatan itu ,karena aku ingin melihat dia ngamuk sukanya gimana?" Ujar Lala antusias.
"Dasar teman tidak ada akhlak,suka sekali melihat sahabatnya menderita!" Sungut Alina.
"Hehe,jangan marah dong aku kan hanya bercanda kali bro!" Goda Lala.
Setelah selesai perdebatan kecil itu,keduanya memilih berbelanja dan Alina segera membayar barang belanjaan itu.
Ting
Rafa melihat notifikasi masuk,tertera transaksi kartu yang dipegang oleh Alina.
"Kena kamu!" Ujar Rafa langsung menuju ke tempat yang di maksud.
"La,kita tunggu dulu ya karena aku yakin pasti ada yang bakal datang!" Pinta Alina sambil melihat arah jalan masuk.
"Nah itu lihat,si pawang kamu datang!" Ucap Lala sambil menunjukan kearah Rafa yang memasang wajah emosinya.
"Hemm kamu kalau siap dengar ya stay tuned,tapi kalau tidak sanggup ya pergi saja sudah!" Ucap Alina.
"Aku menolak hal itu,karena kepo bagaimana seorang bule memarahi kekasihnya!" Ejek Lala.
"Sayang kamu kok tega sih,masa iya aku tunggu sampai bodok sudah begitu di cari kemana mana kaya orang gila taunya kamu terselip disini!"Omel Rafa.
"Terserah aku dong!" Ketus Alina.
"Apa kamu bilang,terserah begitu maksud kamu padahal aku boleh cari kaya orang gila?" Kesal Rafa.
__ADS_1
"Haii aku itu sekarang ada disini,bisa tidak jangan banyak bicara biarkan kami belanja sepuas hati dulu." Omel Alina.
"Pulang selayang!" Tegas Rafa tak ingin dibantah.