AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 289


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Keesokan di meja makan suasana begitu mencekam karena kata-kata yang terjadi semalam, berbeda dengan Selina yang memilih untuk tidak ikutan bergabung.


karena ia masih belum siap jika bertemu dengan Rivan, apalagi ada Alex juga di situ pastinya bakalan melebihi tidak menyenangkan lagi untuk dilihat.


Dinda yang sedang berada di meja makan ketika tak melihat Selina, ia memilih untuk menemui sahabatnya Soalnya di sananya ada kaum pria saja masa iya dirimu hanya wanita sendiri di situ?


Leonard yang melihat Dinda hendak bangkit dari tempat duduknya, merasa heran karena makanan yang berada di piring wanita itu pun belum tersentuh sama sekali.


" kamu mau ke mana, habiskan makanannya dulu baru beranjak nak?" ujar Leonard sambil tersenyum.


" Terima kasih daddy, tapi aku mau menyusul Selina saja nanti baru makan bareng sama dia!" seru Dinda lalu segera pergi dari situ.


Dinda Bukannya tidak sopan hanya saja ia merasa tak nyaman, daripada nantinya dirinya bakalan berubah jadi patung karena terdiam saja lebih baik ia beranjak dan memilih teman buat ngobrol.


wanita yang baru saja menyandang status sebagai janda muda itu itu dengan perlahan menuju ke kamar cs-nya, yakin Selina berada di dalam situ karena Alex yang berada di luar.


Tok tok tok


" Lina ini aku, kamu ada di dalam kan?" tanya Dinda dari depan pintu setelah mengetuknya.


Selina baru selesai mandi langsung membukakan pintu untuk Dinda, karena kamar dirinya dan Alex tepat berada di depan tangga sudah dipastikan apa yang terjadi di situ pasti lihat orang yang sedang berada di lantai bawah.


" aku boleh masuk tidak?" tanya Dinda pelan.


" mau ngapain di dalam, soalnya tidak ada yang spesial untukku palingan kamu mau ngerumpi?" ledek Selina kepada Dinda yang sedang menatap heran ke arahnya.


"Ih kamu mah tega orang lagi cari teman ngobrol kok dibilang mau ngerumpi, Lagian aku boring tahu tidak dibawa masa iya yang paling cantik cuma aku sendiri. nanti kalau suami kamu klepek-klepek gimana, aku janda loh masih muda lagi pasti bakalan cepat sold out!" goda Dinda sambil menaik turunkan alisnya membuat Selina ingin sekali menjitak kepala sahabatnya itu.


" Aduh kayaknya kamu bakalan kecewa deh, soalnya cinta suamiku tuh berat banget sama aku tidak bakalan berpaling karena udah mentok!" sahut Selina percaya diri dan ketika menoleh ke lantai bawah tatapannya bertemu dengan sang suami membuat dirinya tersenyum tanpa sadar jika ada orang yang sedang melihat keduanya dan terasa begitu panas pada hatinya'


" Kenapa senyum itu Bukan Untukku, Kenapa harus sama pria ini yang dulu Sudah menyia-nyiakan kamu dengan keadaan sadar? apa aku tidak cukup membuktikan segala yang aku rasakan selama ini, sehingga kamu tidak bisa berpaling darinya walau sedikit saja?" batin Rivan frustasi ingin mengamuk tapi ini rumah yang orang malu sedangkan itu istrinya orang masa iya masih muda disebut Pebinor kelas kakap?

__ADS_1


Dinda mengikuti arah pandang Selina dirinya hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika sadar apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu, Namun tatapannya coba bersibobrok dengan tatapan ya Rivan yang terlihat begitu kecewa.


" itu Bujang Lapuk kenapa lagi sih bukannya Bersyukur masih tinggal di sini tidak terjebak dengan badai salju, kalau tidak mah sudah menyusul Mas Devan dari semalam?" batin Dinda merasa heran dengan sikap Rivan yang tidak mau berubah sama sekali.


" woi woi Jangan terlalu dilihatin suaminya itu karena semua orang juga tahu tidak bakalan mengambilnya dari kamu, bisa tidak suruh aku masuk sebentar saja capek nih kaki kalau disuruh berdiri terus!" kesal Dinda karena Selina bukannya menurut dirinya masuk Malah berdiri di tengah jalan.


" Maaf ya bu Dinda Kayaknya aku nggak ikhlas deh kamu masuk ke dalam kamar, jangan sampai ada pengaman yang lagi berserakan begitu atau tempat tidur yang amburadul karena Apa yang dilakukan aku dan suamiku semalam! lagian kamar itu daerah privasinya seseorang, tidak pantas orang masuk dan memperhatikan." perkataan Selina itu bukan membuat Dinda tersinggung malah wanita itu tampak bersemangat untuk masuk ke dalam.


" bodo amat mau kalian habis jungkir balik atau apapun itu aku tidak peduli, lagian biarpun status aku Sudah janda tapi pernah juga kali merasakan nikmatnya surga dunia!" ujar Dinda lalu mendorong tubuh Selina agar masuk kedalam setelah dirinya ikut masuk dan menutup pintu.


" Jadi orang kok Maksa banget sih, Ya sudah Silakan duduk tapi tangannya dicatat tidak boleh pegang barang sembarang Aku mau ganti pakaian dulu!" Ketus Selina.



Selina keluar dari ruang ganti dengan penampilan yang sempurna, Dinda yang sedang duduk Bi sofa kamar itu mengangkat kedua jempolnya. dia selalu memuji penampilan Selina yang tidak pernah kelihatan jelek walaupun usianya sudah memasuki kepala empat, mungkin hal itulah yang membuat Rivan susah move on karena penampilan Selina yang tidak pernah lekang oleh usia.


" Kamu kenapa angkat jempol seperti itu, Jadi orang kok sikapnya aneh-aneh saja?Aku yakin Mas Devan pasti stres disana soalnya istrinya otaknya sudah bengkok sedikit, entah apa yang membuatnya sampai bisa begitu?" perkataan Selina sukses membuat Dinda yang tadi ingin menggoda dirinya langsung bungkam saya membuang wajahnya ke tempat lain.


" loh kamu kok diam, aku salah ngomongnya tadi? Kalau iya aku minta maaf ya, Ya jangan marah-marah dong! " bujuk Selina meraih kedua pipi sahabatnya itu ternyata wanita itu sedang menangis.


Selina merasa bersalah karena sudah membuat Dinda kembali merasa sedih, Padahal tadi wajah Dinda terlihat sudah begitu sumringah Tetapi malah dirinya yang merusak kebahagiaan itu.


Dinda mendengus kesal karena sahabatnya itu keterlaluan ya minta ampun, dan ia yakin Selina sikapnya berubah jadi menyebalkan karena pengaruh dari suaminya yaitu Alex.


" ngomongnya enak lancar tanpa hambatan kayak jalan tol, setelah bikin orang mewek dengan gampangnya pula minta maaf?" Ketus Dinda sambil memanyunkan bibirnya..


" Ya habisnya orang kalau bikin salah harus minta maaf toh, takutnya kamunya tambah mewek terus kita bakalan banjir bandang. masa di luar sudah badai salju di dalam rumah harus ada air lagi, kan kesannya jadi sangat tidak menyenangkan begitu?" sahut Selina santai tanpa beban membuat Dinda benar-benar kesal.


" sebentar bakalan ku Hajar suamimu itu yang sudah berani macam-macam merubah sikap kamu, enak saja dia menghancurkan Sisi kalem sahabatku ini." Selina merasa heran dengan apa apa yang dikatakan oleh Dinda barusan.


" Kenapa jadi suamiku yang dibawa-bawa, perasaan dia tidak melakukan apapun deh paling cuma ajak bermain di atas ranjang. Nah kalau soal itu baru aku setuju karena memang benar dia yang mengajariku, berbagai kaya mulai dari kata terbang hingga ikan loncat!" perkataan Selina barusan sukses membuat kamar itu kembali riuh karena tawa kedua wanita itu.


" kamu semalam kok bisa terdampar bareng itu bujang lapuk, Emangnya kamu ngapain di luar?" tanya Dinda penasaran.


" Ih kenapa malah bahasa itu lagi sih, lagi tidak ada minat loh kalau soal yang itu lagi? soalnya terdengar seperti ABG labil yang sedang Kasmaran, padahal sudah punya anak yang sebentar lagi mau menikah?" Selina kesal dengan pembahasan Dinda tadi.


by the way berbicara soal anak-anaknya Selina dan Alex, kabar keduanya gimana ya guys? Sudah khilaf atau belum ya, semoga saja belum agar nanti saat ML masih tersegel belum tersentuh apalagi buka kardus.

__ADS_1


" Alina, Pak Aryo ke mana ya? aku tidak melihatnya beberapa hari ini, Padahal dia orangnya kan selalu on time masa iya menghilang begitu saja?" Tanya Lala penasaran dengan kehadiran dosen killer tempat itu.


" ya Mana aku tahu Emangnya aku ini emaknya apa jadi setiap tuh orang menghilang yang ditanya aku, Kenapa tidak kamu cari tahu sendiri biar lebih plong rasanya tidak penasaran seperti itu?" sahut Alina santai.


"Ih kamu mah tega padahal tinggal jawab yang santai doang, tapi malah ngalor ngidul kemana-mana? kalau semua manusia hidup di dunia ini seperti begitu cara menjawab orang, bisa dipastikan setiap masalah tidak akan kan ada namanya penyelesaian. karena semua orang mengatakan hal yang tidak masuk akal, padahal masalah Tidak seribet itu juga kan?" sungut Lala kesal.


" Ya habisnya kamu kasih pertanyaan juga tidak ada faedahnya tahu tidak, masak orang yang kita tidak kenal terlalu dekat kamu malah bertanya padaku? terus harus aku kasih jawabannya memangnya aku harus jawab apa tadi, Kalau kamu tidak ketemu sama dia ya berarti aku juga. karena kita berdua kan tidak pernah terpisahkan, apa yang aku ketahui yaitu juga yang kamu ketahui?" ujar Alina sambil menatap tajam ke arah sahabatnya itu.


" iya juga ya kok tadi Aku tidak memikirkan sampai situ, Ya sudah ayo kita ke kelas aja yuk daripada nanti sebentar lagi aku bakal ditelepon sama Ayang Beb kamu karena membiarkan kamu berkeliaran di luar." Lala menarik tangan Alina agar ikut dengannya yang termasuk dalam kelas mereka.


" kamu bisa tidak jangan main tarik-tarik, Kamu pikir aku tidak tahu dimana kelas kita jadi harus kamu Tunjukkan jalan ke arah sana? nggak usah kelebihan lebay deh nanti kita di bilang jeruk makan jeruk, karena bawaannya selalu menempel terus Nanti orang yang bakalan salah paham dan berpikiran yang tidak-tidak!" Alina memasang wajah cemberut nya karena Lala tak menggubris sama sekali setiap perkataannya.


" Idih kamu kalau ngomong enak banget siapa coba mau gila, mana Enak sekali bilang jeruk makan jeruk padahal rasanya tidak ada enak enaknya." sungut Lala kesal.


" ya makanya jadi orang kalau ngomong tuh Jangan asal jeplak saja, lagian aku bisa jalan sendiri loh tidak perlu harus kamu tarik segala kelihatan lebay gitu!" begitulah drama pertemuan antara lalat dan Alina yang tiap hari tidak pernah ada hentinya untuk berdebat.


ketika keduanya masuk di dalam kelas semua mata tertuju pada mereka berdua, maklumlah primadonanya universitas guna bangsa yaitu adalah Alina Roberto.


" Pagi cantik!" siapa salah satu pemuda di situ alinea membalasnya dengan tersenyum sedangkan Lala menatap tajam kearah teman sekelasnya itu.


Marcello tidak Gentar dengan tatapan tajamnya Lala, karena semua orang di tempat itu sudah tidak asing lagi dengan wanita cempreng aneh bin ajaib tersebut.


" kenapa lihat-lihat, Aku tahu aku tampan tapi sorry Seleraku di atas standar bukan di bawah standar! " sinis Marcello sambil tersenyum mengejek.


Lala tak terima dengan apa yang dikatakan pria itu, dirinya pun sebenarnya tidak ingin terlibat dengan siapapun hidupnya sudah ribet tidak ingin ditambah ribet lagi.


" woi bro sadar kali, Emangnya situ pikir aku juga doyan sama buatan luar negeri? Biar Begini ini tapi aku adalah salah satu wanita pencinta produk lokal, jadi tidak bisa songong deh seperti itu kelihatannya jelek banget belum lagi hidung kentang mu itu!" ledek Lala balik Lagian tidak ada niat untuk berdebat Siapa suruh Marcello mengajaknya.


Jika ditanya soal Alina Wanita itu sudah duduk di tempatnya dan asik berchat Ria dengan sang kekasih, malah yang melihatnya merasa Jengah karena tadi baru habis bertemu dari rumah mungkin hitungan masih 50 menitan lah tidak bertemu tapi sudah kelihatan kayak ditinggal bertahun-tahun.


" Hey si bucin, bisa tidak sehari saja jangan menunjukkan kemesraan kalian seperti itu? kalian itu harus mempunyai jiwa toleransi yang begitu tinggi, kepada kami para jomblo yang jodohnya masih disiapkan Tuhan mungkin masih dalam bentuk embrio atau kecambah begitu?" Ketus Lala membuat Alina menghentikan kegiatannya sementara dan menatap heran ke arah wanita itu.


" Kamu kenapa sensi sekali ini pagi, belum dapat vitamin dari Paman Xavier ya?" goda Alina sampai menaik turunkan alisnya membuat Lala bertambah kesal.


"bisa tidak jangan menyebut nama pria aneh itu, tahu tidak semenjak bertemu dengan dia hidupku itu hancur berantakan tidak ada yang betul satu?" sungut Lala kesal membuat Alina tak bisa menahan tawanya.


" Astaga Sebenarnya kamu tidak boleh ngomong kayak gitu nanti kalau jatuh cinta sama dia kan Rasanya Malu sendiri, jadi lebih baik mulai dari sekarang nikmati apa yang ada.Rugi loh sudah ada yang pepet terus tapi kamunya malah jual mahal, nanti kalau diambil orang baru menangis nya sampai guling-guling kayak anak kecil!" nah tuh kan Alina itu bukan yang memberi semangat malah selalu disertai dengan kata ejekan.

__ADS_1


" kamu jangan doain aku seperti itu dong, Harusnya itu kamu mendukungku biar bisa sold out agar nanti kalau saat menikah kita barengan." Lala memasang wajah cemberut nya membuat semua orang yang di kelas itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanita yang sudah beranjak 20-an tahun itu.


" Ya gimana mau urus pernikahan kamu kalau jodohnya saja belum nampak, terkecuali kalau kamu berminat sama paman Xavier." jelas hal ini membuat Lala memilih untuk menjauh dan kembali ke tempat duduknya berjalan sambil menghentakkan kaki karena kesal.


__ADS_2