
VOTE VOTE VOTE NYA DONG
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT***
Selina melamun memikirkan Dinda,sahabat satu satunya dalam hidup nya ia ingin sekali mengetahui kabar Dinda.
Rafa yang kebingungan melihat Selina yang hanya terdiam ,akhirnya mencoba menyadarkan Dirinya.
"Bunda kenapa kok diam,Bunda sakit atau gimana "?Tanya Rafa khawatir.
Selina langsung tersadar ternyata Rafa sudah berada di sampingnya ,dan sedang memperhatikan dirinya. Selina tersenyum menatap bocah yang berada di samping nya itu ,yang terlihat mencemaskan dirinya.
" Bunda baik kok Nak,hanya sedang merindukan seseorang yang jauh di sana.Yang tak tahu bagaimana kabar beritanya ,bahkan sehat ataupun tidak ". Sahut Selina
" Bunda tolong ya,sekarang itu kan sudah ada telpon kenapa nggak di coba untuk menghubungi nya.Aku yakin dia kini pasti sedang merindukan Bunda juga". Sahut Rafa
__ADS_1
Selina tercengang ternyata anak sepuluh Tahun ,jalan pikiran nya memang tak bisa di ragukan lagi. Bisa memberikan solusi terbaik ,yang membuat hati kita tersentuh.
" Iya juga Ya kok Bunda nggak kepikiran sampai situ ya"..ujar Selina lalu masuk kedalam kamarnya mengambil ponsel untuk menghubungi Dinda.
Selina menyalin nomor handphone nya Dinda,ke ponselnya yang baru setelah itu mematikan lagi ponsel nya yang lama.Karena ia tak mau jika ada yang tau keberadaan nya,dan mengganggu kehidupan nya lagi.
Selina sudah memikirkan arti mimpinya tadi,dan mengambil kesimpulan bahwa dirinya harus pulang secepatnya karena memang betul kata Bunda tadi.
Lari bukanlah solusi terbaik ,tetapi hanya menunda masalah itu sendiri buat di selesaikan. la juga takut berdosa karena memisahkan anak dari ayahnya ,meskipun kehadirannya sangat tak di harapkan.
Setelah mendapatkan nomor ponsel nya Dinda,ia pun memutuskan untuk menghubungi Dinda.Ia tahu pasti bakalan terkena amukan dari nya ,soalnya cempreng Nya Dinda sudah tak di ragukan lagi.
( ***Author bukannya bermaksud ingin membuat seorang wanita hamil menjadi primadona,tapi perasaan seseorang muncul jauh sebelum Selina hamil.Untuk menghapus perasaan kita terhadap seseorang, butuh proses tak ada yang singkat)
(Mungkin author sedikit berbelit belit, tapi jika bertanya kira kira siapa jodoh nya Selina. Mungkin kalian pasti sudah bisa menebak, siapa pria beruntung itu***)
tut tut tut
Panggilan terhubung ke ponselnya Dinda,namun wanita tersebut tak menggubris sama sekali. Karena nomor baru dan sepertinya dari luar negri,dan ia merasa tak mengenal orang lain.
Selina hanya membuang nafas nya kasar,karena ia yakin Dinda pasti tak mau mengangkat panggilannya karena nomor baru.
__ADS_1
" Ishh nih orang memang tak ada yang berubah,coba nanti ku kirim foto cowok bugil pasti langsung di respon ". Ujar Selina sambil tertawa kecil ,mengingat kekonyolan Dinda jika menyangkut cowok tampan.
Selina mencoba menghubungi Dinda sekali lagi,dalam hati ia tertawa kecil dan Yakin jika sekarang Dinda pasti tengah memakinya.
Dinda melihat panggilan kembali lagi dengan nomor yang sama,dengan kesal ia mengangkat nya dan bersiap dengan kata kata kebun binatang.
"Woii nggak ada kerjaan kamu sampai hobinya ganggu orang ,pergi isi air di keranjang atau apa lah ". Kesal Dinda
Selina hanya terdiam sambil menahan tawanya,ketika mendengar suara sahabat cempreng nya setelah enam bulan.
"Nih orang saraf atau apa sih ,sampai mulut nya diam atau kamu gila"? Maki Dinda
" Ohh jadi aku saraf nih"? Tanya Selina akhirnya mengeluarkan suaranya.
Dinda antara percaya atau tidak ,mendengar suara Selina ia menganggap hanya sebuah ilusi saja.
" Astaga Lina mungkin efek terlalu kangen atau apalah ,hingga suara orang terdengar seperti kamu ".Lirih Dinda tak sadar jika Selina sekarang tak bisa menahan tawanya.
"Haha astaga terseyeng ku,ini beneran aku tau nggak ".Tawa Selina.
Dinda menutup mulutnya ,seketika air matanya langsung menetes .Ia tak percaya dengan apa yang ia dengar kini,karena akhirnya berbulan bulan sahabat nya memberikan kabar.
__ADS_1
" Lina ini beneran kamu nggak bohong kan"? Tanya Dinda memastikan
" Ohhh jadi kamu mau nya orang lain yang menghubungi kamu begitu ,dan aku sudah tak di harapkan lagi "? Tanya Selina memastikan.