
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ****
Jika melakukan sesuatu diatas atau nafsu semata,maka percayalah hubungan itu tak kan bertahan lama karena pasti akan bosan.
Rafa dan Alina hanya mencoba melakukan sesuatu yang sampai tidak melanggar batasan .Karena bagaimana pun dalam keluarga Roberto hamil diluar nikah adalah hal yang tabuh,maka Alina dan Rafa tak pernah melampaui batas.
Keesokan paginya Alina sudah terbangun,ia merasa tubuhnya seperti baru habis angkat beras lima puluh kilo. Bagaimana tidak Rafa yang tubuhnya bagaikan tukang pukul itu memeluknya semalaman ,ia dijadikan bantal guling hidup.
"Ahh patah semua badanku ini,huh nih orang keterlaluan sekali bisa bisanya buat badanku jadi begini.Kalau begini terus bisa remuk hancur tubuhku,oh Tuhan tolonglah hambamu ini," gumam Alina frustasi sambil menggerakan tubuhnya agar lebih rileks.
(**GUYS AUTHOR TOBATTTT****
KARENA ISI BAB 186 DIREVISI ABIS ABISANNN KARENA KATANYA ADA KONTEN VULGAR,,,MEMANGNYA LETAKNYA DIMANA YA🤔🤔🤔**)
Alina yang antara kesal dan tidak ingin marah marah kepada makhluk yang masih tidur memilih masuk kedalam kamar mandi,ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar pikirannya lebih jernih.
Berbeda dengan Rafa yang menikmati tidurnya karena mencium wangi tubuh Alina yang masih tertinggal dibantal.Dikiranya Alina Masih tidur ,hingga ia pun betah berlama lama disana.
Alina yang sudah mandi memilih tak membangunkan Rafa ,karena jika itu terjadi urusannya bakal lebih repot dan dipastikan ia tak kan bisa kemana mana lagi.
Setelah berpakaian lengkap Alina memilih keluar kamar untuk langsung menuju kampus,tak ada niat untuk mengikuti sarapan pasti bakal ada pertanyaan yang tidak tidak dari orang tua nya.
"Abang ku Sayang ,selamat menikmati waktu mendengarkan ceramah dari pasangan terfenomenal dirumah ini," gumam Alina lalu berjalan keluar dari rumah itu.
Selina yang sudah bangun memilih untuk keluar kamar,lalu langsung kedapur begitulah kebiasaan Nyonya rumah itu. Setiap makanan yang ada disitu,adalah hasil kreasi Selina.
Baginya adalah makanan yang harus dimakan adalah yang sehat,dan diolah dalam rumah sendiri.
Setelah berkutat dengan penggorengan dan bumbu dapur,akhirnya masakan ala Chef Selina Roberto selesai juga.
"Sekarang giliran kasih bangun anak anak," gumam Selina pelan.
__ADS_1
Kini Selina telah berada dihadapan kamar Alina,ketika memegang handle pintu kamar syukurlah tidak dikunci.
ceklek
Selina sangat terkejut ketika melihat siapakah yang sedang tidur diatas tempat tidur Alina,netranya membulat ingin sekali ia memukul tubuh orang yang berada diatas tempat tidur itu.
"Anak nakal,kurang ajar dasar kelakuannya sudah mulai salah.Mau jadi apa hah kalau begini terus,awas saja kamu ya!" kesal Selina sambil menuju kekamar mandi untuk mengambil air.
***MAAF GUYS HARI INI TIDAK UPDATE...
KARENA HARI INI ADA URUSAN
MAKLUMLAH SUDAH WAKTUNYA ANAK MASUK SEKOLAH***...
LANJUT^^^^
Byurrrr
Segelas air yang berada diatas nakas,mendarat sempurna diatas wajah Rafa.Membuat pemiliknya langsung bangkit dan duduk termenung.
"Sayang,kamu mah tega aku masih mau tidur kalau kamu ingin sini dong disampingku," ujar Rafa sambil terus memejamkan matanya.
Plakk
"Apaaa kamu bilang,sayang soyong ayo bangun sebelum Bunda panggil mobil derek buat tarik kamu!" Kesal Selina membuat Rafa langsung bangun karena sangat terkejut.
"Bunda??
"Apa kaget terus mau tanya Sayang kamu dimana?" ucap Selina sambil menatap tajam kearah Rafa.
"Mmmm maaf Bunda,aku hanya kaget saja kok tadi. Lagian Bunda kok bisa kesini,Adeknya mana?" Tanya Rafa bingung.
"Apa nggak salah kamu tanya seperti itu,bukannnya Bunda yang harus bertanya kenapa kamu bisa terdampar disini?" Tanya Selina tajam.
"Etdah salah lagi aku nya," gumam Rafa dalam hati.
"Dimana Alina,dan kamu kok bisa ya berani tidur dikamar Adek kamu.Nanti kalau Ayah kamu tahu,resiko tanggung sendiri," bentak Selina kesal.
"Sayang,kamu dimana?" Teriak Rafa yang tak peduli dengan keberadaan Selina disitu.
Plakk
__ADS_1
"Keluar kamu dari sini,sebelum kupatahkan kaki dan tangan kamu!" ancam Selina.
"Iya Bunda ,tapi aku harus cari Sayangku dulu!" tolak Rafa.
"Apaaa? jadi maksud kamu semalam kalian tidur bersama? Ampun dah salah apa aku dahulu sampai anak anakku menjadi orang yang tak memiliki sopan santun," ucap Selina frustasi.
"Aishh Bunda itu apaan sih,orang kita nggak ngapain juga kok hanya peluk sama cium doang." gerutu Rafa.
Plakk
"Kamu pikir penyebab perbuatan tak sopan itu berawal dari mana,jika bukan karena peluk sama cium?" Tanya Selina tajam.
"Ahh Bunda mah sampe hati,badan aku remuk semua nih kalau dihajar terus. Masa Bunda tega KDRT sama anaknya sendiri ,dimana rasa sayang Bunda," Ucap Rafa mendramatisir keadaan.
'Heh,orang itu sayang kalau anaknya itu sopan dan tak neko neko.Nah kamu,boro boro sopan yang ada malah ajarin adek kamu hal yang tidak benar," gerutu Selina sambil berjalan keluar dari kamar.
Selina berencana menanyakan para pekerja disana,dimana gerangan anak gadis satu satunya dalam rumah ini.
"Mang Udin,kamu lihat Adek dimana?" Tanya Selina pelan.
"Oh Non Lina sudah pergi tadi pagi sekali katanya mau kerumah Lala,setelah itu langsung kekampus," jawab Udin.
"Oiya baiklah." Sahut Selina singkat.
Rafa sedang gelagapan karena tak kunjung menemukan Alina,padahal semalam ia yakin jika mereka tidur bersama.
Karena kebingungan orang yang dicari tak kunjung ada,Rafa memilih untuk kembali kekamarnya siapa tahu Alina minggat malam malam karena tak nyaman tidur bersamanya.
"Ahhh kok tidak ada juga,sebenar nya dia dimana?Masa dari tadi aku cari kaya orang gila tidak kunjung ketemu,kalau begini terus aku bisa gila jadinya," gumam Rafa frustasi.
Selina yang sudah tahu keadaan kedua anaknya,langsung menuju kedalam kamarnya melihat keadaan bayi besarnya itu.
Saat masuk kedalam ia terkejut melihat penampakan dihadapannyan kini ,bagaimana tidak ia heran melihat Alex yang sudah berpenampilan rapi.
"Wow Amazing ,kira kira malaikat gabriel ada datang kah semalam kasih mimpi buat kamu hingga bisa urus diri sendiri?" goda Selina heran.
"Aishh Yang,bukanya terima kasih eh malah godain aku kalau begini tadi lebih baik aku polos saja biar kamu tidak berkomentar seperti ini," omel Alex kesal.
"Ehh tadi itu aku puji kamu lho Yang,harusnya kamu bangga karena istri kamu ini selalu antusias saat kamu alami perubahan." Selina berkilah agar Alex tak patah semangat.
"Oh iyakah kalau begitu aku senang dong karena dipuji oleh istriku yang paling cantik ini." Sahut Alex antusias.
__ADS_1
***GUYS SEGINI DULU YA...
AUTHOR LAGI SIBUK DAN DOWN HARI INI...SOALNYA YA TUHAN AUTHOR ITU SELALU USAHAKAN BUAT CRAZY UP...TAPI LIKE NYA SELALU SAJA SEDIKIT PADAHAL GRATISSSSSSðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜***.