AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 79


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


***JANGAN LUPA MAMPIR DI KARYA AUTHOR


πŸ’˜πŸ’˜MENCINTAIMU DALAM DIAM πŸ’˜


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


LANJUT** **


Ben yang akan kembali keruangan Alex,namun langsung di hentikan oleh suara bariton khas dari seseorang yang sangat di kenali nya.


" Ben di mana bos mu itu "?.Tanya Rivan serius bahkan tak ad kata kata halus atau pun berbasa basi.


" Aduh kenapa hari ini hidupku harus sial terus ,masalah satu pergi datang lagi masalah yang lain lagi"..Gumam Ben dalam hati.


" Ada dalam ruangannya Tuan". Sahut Ben sopan


Setelah mendengar jawaban dari Ben,Rivan langsung bergegas menuju ruangan Alex tanpa pedulikan Ben sedikitpun.

__ADS_1


" Aduh bakalan perang dunia lagi nih". Ucap Ben pelan dan langsung buru buru keruangan Alex.


Ia takut kejadian perkelahian antara Rivan dan Alex terulang lagi ,nanti apa kata dunia soal hal ini.


Kalau mau bertanya soal Dinda,sudah pastinya ia tak berada di kantor itu lagi.Karena dirinya sudah di pindahan ke kantor cabang yang lain,agar ia berhenti mencari tahu keberadaan Selina.


Rivan yang sudah berada di depan ruangan Alex ,langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Baginya orang seperti Alex tak pantas di hormati ,karena ia pun tak tahu cara menghormati orang.


Alex yang sedang sibuk dengan dokumen di hadapannya ,tak menoleh kearah pintu namun ia yakin jika itu asisten nya Ben.


" Heii kamu di mana sopan santun mu hah"? Teriak Alex lalu mengangkat wajahnya dan seketika ia langsung terdiam melihat orang yang berdiri di hadapannya kini.


" Memangnya kamu mengerti apa itu sopan santun "?.Sindir Rivan sambil menatap tajam kearah Alex.



" Untuk apa kau kesini ,aku tak punya waktu untuk meladeni dirimu". Tanya Alex malas sambil bersandar di kursi kebesaran nya.



...****************...


" Kau pikir aku juga mau menghabiskan waktu ku hanya untuk menemui bedebah seperti mu". Sarkas Rivan kasar.

__ADS_1


" Selagi emosi ku belum terpancing ,sebaiknya kau keluar". Ancam Alex namun sama sekali tak membuat Rivan takut.Ia bahkan duduk di sofa dalam ruangan tersebut ,tanpa pedulikan tatapan membunuh dari Alex.


" Aku kesini hanya ingin mengetahui kabar Selina bagaimana ,jika kau belum menemukan dirinya lebih baik kau cerai kan saja"..Ujar Rivan santai


Alex yang terpancing emosi langsung membanting gelas di mejanya ke dinding ,namun hal tersebut sama sekali tak ada pengaruh pada Rivan


Pranggg


Ben terkejut mendengar bunyi benda yang di banting dari dalam ruangan Alex,ia sebenarnya hendak masuk tapi takut tak sopan karena sudah ikut campur.


" Apa hak mu menanyakan kabar istriku ,dan juga apa hakmu menyuruh ku menceraikan dirinya "? Tanya Alex dengan sorotan mata yang tajam.


" Yapp aku tahu dan sangat tahu jika tak punya hak apapun pada Lina,tapi aku juga tak kan tinggal diam kalau kabar dan keberadaan dirinya belum ada kepastian sama sekali. Bahkan pria yang sebagai suaminya seolah tak peduli ,bahkan sibuk untuk perkaya dirinya saja". Sindir Rivan.


" Apa maksud mu mengatakan hal itu ,jika tak tahu apapun jangan mengambil kesimpulan tanpa mencari tahu terlebih dahulu. Memangnya kau pikir aku tak cemas tak memikirkan mereka ,jika aku tak bekerja bagaimana nanti membayar orang untuk mencari mereka. Kau pikir di dunia ini semuanya gratis tanpa bayar,oh kau salah besar "..Sahut Alex serius


" Bagus lah kalau begitu ,karena demi Selina aku akan membantu mu mencari nya. Terserah di kemudian hari siapa yang dipilihnya ,yang terpenting tahu keadaannya lebih dari cukup ".Ujar Rivan dan berlalu dari ruangan Alex.


Degg


Alex merasakan ketulusan dalam perkataan Rivan tadi ,ternyata selama ini ia telah menyakiti sahabat nya begitu dalam.Disini dialah orang ketiga antara Rivan dan Selina.


Namun mau bagaimana lagi ,karena ia adalah suaminya Selina dan tak mungkin menyerahkan istrinya kepada orang lain.Termaksud orang itu adalah sahabat nya sendiri,karena baginya ada kehidupan lain yang harus ia jaga dan tanggung jawab.

__ADS_1


Sedangkan Rivan yang sudah berada dalam mobil nya,hanya bisa tersenyum miris karena tak menyangka harus menurunkan egonya demi Selina.


" Kalau mungkin dengan cara membantu dia kamu bisa di temukan ,aku rela harus menurunkan harga diriku.Bahkan jika harus memohon akan kulakukan ,asalkan kamu kembali ". Lirih Rivan sambil menghapus airmata yang turun tanpa permisi.


__ADS_2