
lanjut saja ya katanya disuruh jangan sapa menyapa nanti terkesan lebay begitu
LANJUT ***
"eh Mana ada begitu orang di mana-mana anak itu nomor satu kok, Nanti kalau kamu sudah tua terus mati aku sama siapa ya sama anak-anak kan? "tanya Selina kesal..
" ya bukan begitu juga sayang maksudnya, aku kan mintanya kamu perhatikan aku juga gini-gini aku suami kamu loh ya kan? " sahut Alex tak mau disalahkan.
" dasar mulut Abu Nawas tadi ngomong apa sekarang dirubah jadi ngomong apa kamu pikir telinga aku keluar normal apa aku mah jadi seenak jidatnya sudah kamu ngomong gak jelas seperti itu? " tanya Selina lagi.
Alex hanya diam saja ya takut jangan sampai salah jawab lagi, soalnya wajah istrinya itu sudah terlihat tidak bersahabat lagi.
" Jadi gimana Yang ikut aku tidak, soalnya jadwalnya sudah begitu Jadi harus segera dieksekusi kalau tidak otomatis perusahaan kita bakal merugi?" tanya Alex memastikan.
" Iya Baiklah nanti kapan ya berangkatnya biar aku bisa packing pakaian kita, tapi kira-kira berapa lama di sana?" tanya Selina memastikan.
" aku juga kurang tahu tergantung dari kelancaran selama di sana saja, jadi kalau ribet urusan pakaiannya kita beli disana saja ya tidak!" tawar Alex pelan.
" Iya Kayaknya seperti itu saja deh daripada repot inilah itulah, kan udah ada yang praktis jadi buat apa dibuat repot terus ribet bawa koper banyak-banyak." sahut Selina santai.
akhirnya kedua suami-istri itu membuat keputusan bahwa mereka akan pergi ke luar negeri, urusan anak-anak akan mereka katakan Bukankah keduanya sudah besar sedikit lagi menikah.
" Ya sudah aku panggilin mereka dulu biar sarapan sekaligus nanti jangan lupa ngomong ya aku mereka, biar nanti mereka nggak marah atau kecewa karena kita jalan tanpa pamit!" pinta Selina.
Alex hanya bisa menganggukan kepalanya pertanda setuju, karena ia Mana berani membantah sang istri bisa-bisa lebih panjang urusannya. sudah tahu The Power of emak-emak kan, Jadi tidak boleh dibantah jika tak ingin kupingmu lepas dari tempatnya.
Alina kini sudah selesai mandi Ia pun sudah hendak keluar kamar, namun ketika anda keluar Rafa yang sudah berdiri di depan pintu langsung mendorong kembali tubuhnya termasuk kembali ke dalam kamar.
" Lho kenapa tiba-tiba masuk ke sini sih, aku kan mau keluar sebentar lagi bunda pasti datang! " ujar Alina heran.
Rafa meletakkan jari telunjuknya di bibir Alina agar diam, Karena kalau sampai orang tuanya mendengar bisa panjang urusannya.
" kamu bisa diam tidak Nanti kalau Ayah sama bunda dengar mau kita disidang pagi-pagi, Aku kan kangen sama kamu jadinya aku ke sini soalnya kamu itu jadi orang tidak peka sekali!" kesal Rafa terhadap kekasihnya itu yang tidak mengerti sama sekali.
__ADS_1
" lho memangnya aku kenapa kok jadi kamu marah-marah sih, sebenarnya yang kemarin marah-marah itu kamu Atau aku yang tidak jelas bikin emosi saja? Awas ya kalau sampai terulang kembali aku bakal minggat dan tidak akan kembali lagi, Siapa sih yang tidak emosi melihat kelakuan kekasih yang aneh seperti itu?" tanya Alina kesal.
" seharusnya yang lebih kesal kan aku, masa lagi pengen di sayang sayang terus dielus-elus eh malah dianggurin rasanya tidak enak!" ujar Rafa sambil memasang wajah cemberut nya itu.
" hehehe maaf soalnya aku kan bukannya tidak mau, hanya saja Kita kan belum halal jadi tidak mungkin melakukan hal itu yang nantinya bakal membuat kita berdosa. kamu sekali-sekali tolong mengertilah karena aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang diluar kendali, jadi lain kali jangan emosi karena tidak dikasih! " pinta Alina pelan.
Rafa mendengus kesal sebab ada saja cara yang Alina lakukan dan katakan, sehingga membuatnya selalu menjadi posisi yang salah.
"Baiklah aku yang salah dan selalu begitu, aku takkan pernah memaksakan lagi jika Bukan kamu yang memintanya! Ya sudah pergi kuliah sana Aku juga mau ke kantor cuci mata, siapa tahu ada pegawai yang seksi itung-itung dapat vitamin pagi!" usir Rafa kesal namun Alina yang paham dengan ekspresi yang ditunjukkan pria itu yang langsung memeluknya.
" sudah maafkan aku ya jangan marah-marah, Aku sayang kamu tidak ingin kamu marah karena hatiku sakit yang! " pinta Alina memelas.
Rafa tersenyum penuh kemenangan Bagaimana tidak Ia hanya pura-pura marah tadi dan Elina menganggapnya Serius, kenapa tidak dari dulu ya itu keluarkan jurus itu ya?
"ya Iya aku maafin deh Tapi lain kali jangan diulangi lagi loh, Aku kan jadi bingung harus gimana Yang? " pinta Rafa sambil tersenyum.
Alina menganggukan kepalanya, akhirnya keduanya bisa berbaikan Damailah dunia ini Tenanglah hati ini karena yang dijodohkan autor itu berbaikan juga.
Selina sudah berada di depan pintu kamarnya Alina untuk memanggil putrinya itu agar keluar sarapan, setelah itu baru memanggil putranya di kamar sebelah.
" Ana Bangun Nak udah pagi nih Nanti telat loh, Bunda hitung sampai 3 Kalau belum bangun Bunda dobrak nih pintu!
satu
dua
belum sampai yang ketiga Alina sudah menyahut dari dalam kamarnya, gadis cantik itu setengah teriak kalau tidak bisa-bisa apa yang dikatakan oleh Nyonya rumah itu menjadi kenyataan.
" Iya Bun dikit lagi nanti aku keluar deh, jangan kayak Mama barbar tidak ada bagus-bagusnya! "kesal Alina dari dalam kamarnya.
Selina mendengus kesal masih pagi putrinya itu selalu saja mencari masalah, kalau begini terus lama-lama darah tingginya bisa kumat Beneran deh bukan hanya nya bualan belaka.
tanpa Selina sadari ternyata Rafa juga berada dalam kamar Alina, susah juga ternyata jika pacaran serumah setiap ada kesempatan pasti selalu digunakan.
__ADS_1
"astaga Abang kamu kok masih di sini nanti kalau Bunda ke kamar kamu terus nyariin gimana coba, Kamu kayak nggak tau ayah saja deh tuh aki-aki kalau ngamuk parah?" tanya Alina frustasi.
" aku kan masih kangen masa Kamu suruh pergi saja, nanti urusan Ayah sama Bunda biarkan aku saja yang ngurus Lagian mereka juga kan udah tahu kita dikit lagi kan mau nikah Jadi otomatis harus selalu dekat biar saling mengenal begitu! " sahut Rafa santai tanpa beban.
"Haduh modusnya kamu itu parah memangnya kita orang asing apa baru ketemu beberapa bulan yang lalu, jadi harus PDKT segala Udah deh jangan alasan banyak ayo keluar sana! "Ketus Alina kesal sedangkan hanya ditanggapi Rafa dengan senyum yang sangat menjengkelkan bagi Alina.
" jangan senyum-senyum bikin sakit mata, jangan juga tertawa bikin sakit telinga! " ujar Alina tajam tapi bukan setajam silet ya guys Soalnya kalau silet sakit.
" Aku mau keluar dulu deh kalau kamu masih mau di sini terserah mau apa saja mau jungkir balik atau apa Suka Suka Kamu, daripada nanti Bunda balik lagi ke sini terus ngeluarin suara 5 oktaf nya habis nih kuping! " ujar Alina segera mengambil tas selempang nya dan keluar dari dalam kamar.
saat ia membuka pintu ternyata Selina sedang berdiri bersedekap menatap kearahnya, tatapannya tajam entah apa yang dipikirkannya.
"Bunda kok disitu bukannya tadi katanya panggil abang di kamar sebelah? "tanya Alina yang pura-pura tak tahu menahu keberadaan Rafa ada di mana.
" kamu tinggal pilih yang mana mau Bunda Hajar atau tidak jadi menikah sama abang, kalian itu kok bisa bisanya ambil Kesempatan dalam kesempitan dalam rumah lagi ada orang tua lagi? tadi itu Bunda ke kamarnya Abang teriak sampai di tenggorokan pecah keluar pun tidak ada orang eh tahu-tahunya dia ada di kamar kamu, kalau begitu kan tadi tinggal bilang saja Alina Roberto! "Selina sampai dibuat gemas dengan kelakuan anak-anaknya itu.
Alina hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ternyata bundanya lagi ngamuk mengerikan juga ya Kok bisa-bisanya ayahnya kepincut sama macan seperti itu.
" hehehe Maaf Bun tadi itu kita lupa ngomong ke bunda kalau Abangnya ada di kamarnya adek, Soalnya Bunda kan tidak tanya tadi masa kita langsung ngomong saja rugi. " Alina berkata sambil tersenyum agar Selina tidak bertambah marah kepadanya.
" Astaga memangnya harus ditanyakan dahulu baru kalian jawab, Jadi kalau Bunda tidak tahu kalian diam-diam saja main kucing-kucingan begitu? "tanya Selina Jengah.
" Ada apa nih? " tanya Rafa yang baru muncul.
" kamu lihat-lihat Dasar anak kurang ajar bisa-bisanya main menyelinap masuk tanpa permisi, tadi denger kan Bunda bilang apa mau panggilin kamu di kamar kamu kenapa enggak dijawab? "kesal Selina Rafa hanya cengengesan bingung harus menjawab apa soalnya terlihat Selina sangat kesal kepadanya.
" Bun ayo kita ke meja makan yuk soalnya abang lapar nih nanti urusan pejabatnya nanti saja di-cancel , Emangnya bunda mau kita kelaparan begitu terus pingsan saat kerja? " ajak Rafa agar Selina jangan terlalu marah-marah.
" sudah sana pergi dulu yang Lapar kamu Bunda masih kesel, punya anak buah ekor saja kepala batu nya minta ampun lama-lama Bunda kirim yang satu ke Afrika sana!" kesal Selina Bagaimana tidak Putra dan putrinya itu selalu saja melakukan sesuatu yang membuat dirinya emosi.
Selina sebenarnya tidak ingin menjadi orang tua yang selalu mengekang apapun yang dilakukan oleh anak-anaknya, hanya saja anak-anak zaman sekarang jika didiamkan akan bertambah parah. Mengapa setiap orang tua terkadang selalu mengontrol perilaku anak-anak mereka pergaulan mereka, ya karena itu alasannya tidak mau Mereka salah mengambil jalan.
" kalian lebih dulu deh ke meja makan bunda mau mandi, kalau mau jalan ke kampus Jalan saja terus Abang kamu juga sama kalau mau ke kantor aja! " ujar Selina.
__ADS_1