AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 303


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Dinda menatap kesal kearah Rivan yang selalu saja mencari masalah dengannya, Padahal selama ini keduanya baru bertemu Setelah sekian Purnama. akan tetapi kenapa baru saja bertemu langsung mengajaknya berdebat, memang benar kata orang pria kalau tidak berhubungan badan maka bawaannya pasti emosi melulu benar Kagak bro?


" kamu kalau ngomong bisa tidak dipikir dulu, kamu pikir aku ini orang yang hanya bisa menjadi benalu begitu di kehidupan orang lain? " tanya Dinda kesal karena Rivan yang selalu mencari masalah dengan-


" ya memang benar kok kenyataannya seperti itu itu, lagian an Kamu pikir aku ini manusia yang kalau berbicara selalu Seenaknya saja?" tanya Rivan tak kalah sinis dari Dinda.


" "nah tuh kan kamu sadar diri sendiri, kalau ngomong sesuatu tidak pernah dipikir dulu! aku itu kan hanya menyesuaikan saja, bukan mau menambah bahasa seperti orang yang tidak punya pekerjaan saja!" Sindir Dinda tak mau kalah.


" ya memang kamu tidak punya pekerjaan, karena pekerjaan kamu itu hanya untuk membuat orang kesal. buktinya aku menjadi korban kamu hari ini!" sahut Rivan sinis membuat Dinda mendengus kesal.


padahal tujuan wanita itu tadi untuk membantu Rifan seperti yang dikatakan Alex, kalau tahu kejadiannya bakal seperti ini mendingan tadi dirinya bobok Cantik tinggal menunggu keberangkatan saja.


"ya sudah terserah kamu saja mau ngomong apa. Aku capek berdebat dan manusia seperti kamu, soalnya selalu saja Bikin kesal padahal Maksud aku itu baik loh yaitu menghargai perkataan kamu ke Alex!" sahut Dinda hendak pergi dari situ tapi tangannya dicekal oleh Rivan.


" kamu mau ke mana, masa iya pekerjaan yang ku suruh belum kamu lakukan Sudah saya pergi begitu saja?" tanya Rivan penasaran.


" aku pikir tidak jadi ya makanya aku mau pergi saja daripada di sini bawaannya selalu emosi, habis kamu sudah minta tolong sama orang eh tujuannya belum dibicarakan malah sudah nyolot lagi dulu!" Sumut Dinda memasang wajah cemberut nya membuat Rivan tanpa sadar mengajak gemas rambut wanita cantik itu.


" Ih kamu apaan sih jadi berantakan, Lain kali itu jaga tangannya biar jangan asal pegang-pegang sembarangan! Memangnya kamu pikir aku ini cewek apaan yang bisa saja kamu Sosor Sesuka Hati, biar janda begini tapi harga diri itu utama biar tidak dibilang murahan apalagi tebar pesona?" Ketus Dinda sambil memperbaikin rambutnya.


Rivan menahan tangan Dinda agar tidak meneruskan kegiatannya itu, karena karena penampilan Dinda yang berantakan itu terlihat sangat manis.


" jangan diperbaiki soalnya seperti tadi itu lebih cantik!" uji Rivan tanpa sadar membuat Dinda jadi salah tingkah.


sedangkan Rivan bingung harus berbuat apa menyadari sikapnya yang tadi itu, dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal Ia pun memaksakan diri untuk bersikap biasa saja walaupun sebenarnya kegugupan tak bisa ditutupi'


" itu karena Vigo belum pulang jadi Bisakah aku minta tolong ke kamu untuk mengemasi barang-barangku, soalnya entah jam berapa Baru Vigo kembali. aku juga kesusahan buat bergerak, jadinya mau tidak mau harus minta tolong ke kamu soalnya kalau ke Selina kan tidak mungkin nanti bisa dihajar Alex sampai sukses!" canda Rivan sambil tersenyum.


"Baguslah kalau kamu sadar jika kelakuan kamu itu hanya memperparah keadaan, Lagian banyak gadis loh di luaran sana Kenapa harus istri orang yang kamu jaga? " ledek Dinda sambil menahan tawanya.

__ADS_1


" Wah kamu jadi orang keterlaluan sekali loh, yang semalam itu kan karena hilang tapi tidak bakalan diulangi lagi kok!" sahut Rivan.


" Memangnya kamu pikir aku bakal percaya kalau kamu tidak bakalan ngulangin lagi hal nekat seperti itu, emangnya manusia kayak kamu bisa dipegang janjinya?" tanya Dinda dengan tersenyum mengejek.


" Ya jelas aku tidak bakalan mengulanginya lagi lah orang di dekatku kan sudah ada kamu, noh buktinya sekarang pakaian aku kamu yang beresin nanti besok makan sama minuman aku juga kamu ya?" goda Revan membuat Dinda mendengus kesal.


" kamu mau jadiin aku babunya kamu begitu, kamu enak banget ya jadi orang pikirannya santai sekali lo tanpa beban? " tanya Dinda sambil menatap sinis ke arah Rivan yang terlihat begitu santai.


" Nah itu kamu sadar dengan tujuanku, Lagian aku bakalan bayar gede loh sehingga membuat kamu tidak akan kecewa bekerja sama denganku. daripada kamu kerja di tempat lain ketemu bos yang ribet nya minta ampun kan kasihan, Jadi mendingan sama aku saja yang sifatnya baik hati dan tidak sombong!" tawar Rivan percaya diri.


" kamu jadi orang sungguh rasa malunya sudah tidak ada ya, Enak sekali ngomong seperti itu demi keuntungan kamu kamu jatuh kan orang lain dasar manusia tidak sopan santunnya!" Ketus Dinda yang dari tadi sibuk memasukkan pakaian Rivan ke dalam koper.


tanpa keduanya sadari jika dari tadi seisi rumah menikmati perdebatan mereka, yang terlihat seperti suami istri yang sedang bercanda.


" Mas menurut kamu mereka cocok tidak ya, soalnya setiap kali berdebat seperti itu manis banget loh kelihatannya? semoga saja ada kabar baik kedepannya biar bisa melihat kebahagiaan mereka kelak, karena ku yakin Mas Rivan adalah pria yang bertanggung jawab dan tidak main-main dalam sebuah hubungan! " Selina menanyakan pendapat sang suami tentang Rivan dan Dinda yang terlihat sedang asyik mengobrol hingga tak sadar jika dunia itu bukan hanya milik mereka berdua.


" mereka berdua itu tidak cocok bahkan janda menor pun masih tidak pantas bersama dengan pria aneh itu, cocoknya itu almarhum sekalian biar jangan mengotori muka bumi ini!" laut Alex Ketus membuat Selina menatap penuh tanda tanya ke arahnya.


" loh kok ngomongnya gitu, perasaan Kalau Mas Rivan sama Dinda jadian itu artinya Mas Rivan akan berubah Wah dan tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh lagi? kamu tuh makin hari makin aneh deh Jalan pemikirannya selalu berubah-ubah, kamu mau menjodohkan Vigo dengan Dinda? karena jangan sampai hal itu terjadi Aku tidak akan pernah memaafkan kamu! " sungut Selina sambil menatap tajam kearah suaminya itu.


" Astaga jadi kamu tidak mengijinkan dia menikah dengan Dinda hanya karena Dinda itu sahabatku, aku itu bingung sama Jalan pikirannya Kamu bukannya senang hubungan kita tidak ada yang ganggu Eh kamu malah dibuat pusing?" tanya Selina Yang Tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya yang sangat tidak masuk akal itu.


" ya Habisnya gimana, setiap ketemu sama dia aku itu selalu kesal! jadi kalau aku hanya diam dianya tambah kepala angin, Oleh karena itu aku ingin dia itu yang jauh dari kehidupan kita selamanya agar rumah tangga kita kembali tenang tidak ada gangguan apapun! " ujar Alex dengan wajah yang terlihat begitu serius jika membahas soal Rivan.


Selina hanya bisa menghela nafasnya kasar karena dirinya juga tak bisa menyalahkan suaminya itu, semua manusia bakalan bereaksi berlebihan seperti Alex jika apa yang menjadi miliknya selalu diganggu kado oleh orang lain.


hanya saja kenapa dirinya menyetujui agar Rivan dan Dinda dekat, sebab dirinya tak ingin berpisah lagi dengan sahabatnya yang selalu ada waktu susah dan senang dan juga bisa mengetahui kehidupan sahabatnya itu tanpa merasa cemas yang berlebihan.


" menurut aku aku, ini menurut aku loh bukan siapa-siapa! dengan siapa saja nanti mas Rivan menjalin hubungan yang penting intinya 1 bakalan yang terbaik untuk kita berdua, karena dia tidak bakalan macam-macam lagi atau pun melakukan hal yang tidak-tidak karena sudah ada di sampingnya dan tidak mungkin juga dia fokus kearah yang lain lagi. jika kita menunggu ada jodoh yang dari kutub utara datang maka bisa dipastikan masrifan bakalan sendiri selamanya, karena dia itu orangnya Kapuk makanya kenapa sampai sekarang tidak menikah padahal cewek model sekarang itu lebih senang dengan pria yang agresif!" jelas Selina membuat Alex tak bisa berkutik karena apa yang dikatakannya itu sangat benar.


Alex menghela nafasnya kasar dan mencoba meraih tubuh mungil sang istri ke dalam dekapannya, karena hanya dalam dekapan Celine Allah yang merasa rileks tidak terlalu terbebani dengan rumah tangganya akibat dari perbuatan Rivan.


"Ya sudah karena semua sudah beres bagaimana kalau kita beristirahat sejenak sambil menunggu pasangan yang lagi pdkt itu berbenah! " ajak Alex sambil tersenyum Smirk dan Celina yakin jika ada udang dibalik bakwan.


" kamu kalau mau istirahat ya silakan saja, soalnya masih ada urusan yang harus aku kerjakan masa iya masih terang begini kita masih istirahat, padahal orang lain sedang sibuk-sibuknya kita malah berbuat seolah ABG tulen! " sungut Selina lalu pergi meninggalkan suaminya itu yang tidak percaya mendengar apa yang dikatakan sang istri.

__ADS_1


" Ya Tuhan kenapa punya bini kok gini amat ya, padahal hanya minta perhatian doang masak ditolak mentah-mentah emang aku Siapanya sih sampai tidak mau diajak begituan? " sungut Alex kesal.


Selina memilih untuk ke dapur Menyiapkan makan siang untuk semuanya karena selama ini jika bertemu dengan Leonard, pria itu selalu meminta pada menantunya untuk menyiapkan makanan khas Indonesia.


dan Selina tidak mungkin menolak contoh mengenalkan kuliner khas Negeri sendiri merupakan kebanggaan ketika berada di negeri orang, jadi apapun bakal ia lakukan karena selama ini ini dirinya dan Alex hidup terpisah dari Leonard.


hanya saja namanya orang kaya biarpun jauh dari keluarga dengan keadaan yang sudah tua tidak berpengaruh sama sekali, karena apapun bisa dibeli dengan uang termasuk dengan perhatian yang tidak bisa diberikan oleh keluarga sendiri.


Jangan Ditanya berapa kali Alex meminta sang Daddy agar tinggal dengan mereka di tanah air, hanya saja Leonard selalu beralasan jika di Italia adalah tempat mendiang sang istrinya dimakamkannya jadi otomatis sampai ia menghembuskan Nafas Terakhir bakal tetap berada di tempat itu.


ketika Selina sedang sibuk membuat masakan yang tercium sampai ke ruang tamu membuat Dinda yang sudah selesai membantu refund memilih untuk keluar dari kamar pria itu'


dirinya bisa menebak Siapa yang memasak hari ini, sebab dari dulu Selina paling jago dalam hal meracik bumbu dapur. karena hal itu pula membuat sahabatnya yang cantik itu sangat digilai oleh banyak orang, termaksud Bujang Lapuk gagal move on yaitu Rivan.


" hello my honey bunny sweety, kamu lagi ngapain sih serius benar ? " tanya Dinda sambil tersenyum.


"aku lagi berenang nih sama wajan, Soalnya kan kamu lagi melihat aku pakai gaya burung bangau mengejar mangsa! " Sindir Selina karena mendengar pertanyaan unfaedah nya Dinda barusan.


" Yaelah Beb ngegas banget sih jadi orang, Padahal kan cuma nanya doang jawabnya juga tidak perlu tenaga? ada yang bisa kubantu in enggak, soalnya malu sih kalo numpang bobok sama makan doang tanda tanya?" tanya Dinda cengengesan apalagi ketika melihat wajah tak bersahabat milik Selina itu'


" kamu kalau sekali lagi ngomong yang aneh-aneh begitu aku bakalan marah loh, Memangnya kamu pikir hanya dengan memberi makan Kamu tiap hari aku bakalan kelaparan? memangnya Ya kamu pikir dengan mengurus Kamu tiap hari aku bakalan kesusahan atau kekurangan duit begitu? " sungut Selina Ketus membuat Dinda ingin sekali tertawa.


" Yaelah bebs aku kan hanya bercanda ingat bercanda, Kamu jangan ngegas terus dong aku merinding nih! dalam hidup itu serius sih Boleh Memang harus tapi harus diselingi juga dengan yang namanya canda atau apapun itu. karena hidup itu hanya sekali kalau dibikin ribet nanti umurnya bakalan pendek, nanti menyesal karena apapun belum dilakukan kan! " sahut Dinda yang hari ini entah belajar dari mana menjadi orang yang sedikit berkelas.


" widih kayaknya dalam semalam Tuhan sudah kasih turun malaikat kebajikan untuk kamu, buktinya bahasa kamu sedikit pintar loh aku saja sampai Tersanjung! " ledek Selina membuat Dinda mendengus kesal.


" kamu tuh keterlaluan banget loh punya sahabat lagi ngomong bener bukannya dipuji malah tambah bikin mental Down, dan juga aku nih baik hati dan tidak suka dendam kalau tidak bakalan minggat nih terus cari oppa-oppa keren yang bisa di ajak buat bobok bareng maklumlah musim hujan dingin." perkataan Dinda barusan tanpa sadar didengar oleh Rivan membuat pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" nonton juga suami kamu sudah almarhum Kalau tidak aku bakalan ngomong lho ke dia, punya istri satu saja suaminya baru meninggal dalam hitungan menit sudah berpikiran buat cari yang lebih tampan!" Rivan menimpali membuat Dinda mendengus kesal.


" bisa tidak jadi orang jangan asal sambar menyambar kayak korek gas, Memangnya kamu pikir kita lagi ngebahas kamu apa di situnya nyolot? sudah sana pergi menghilang kemana gitu merusak pemandangan, kalau hanya pemandangannya rusak sih mungkin masih bisa toleransi tapi kalau udara yang rusak bisa keok semua! " sinis Dinda membuat Rivan Hanya menatapnya setelah itu membuang wajahnya asal ke arah lain.


" Lina suami kamu mana?" tanya Rivan berusaha untuk mengusir kecanggungan yang ada karena melihat wajah Selina yang tidak begitu bersahabat.


"ada di kamar." sahut Selina singkat padat dan jelas.

__ADS_1


Dinda yang melihat wajah begitu tak bersahabat miliknya Selina merasa yakin jika sahabatnya itu sedang tidak nyaman berdekatan dengan Rifan, hanya saja mau bagaimana lagi soalnya mereka masih tinggal serumah kecuali sudah sampai di tanah air mungkin bakal berpisah.


__ADS_2