
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Dinda tahu bahwa ikut campur urusan orang lain itu sebenarnya tidak sopan, hanya saja bagaimana lagi jika itu menyangkut sahabatnya yang hanya ia punya seorang saja di dunia.
" Maafkan aku jika tidak sopan, Kalau boleh aku tahu apa itu kelakuannya Rivan setiap kali kalian bertemu? karena aku khawatir jangan sampai dia belum menikah sampai sekarang karena menunggu kamu, sampai hal itu benar entah nanti Bagaimana nasib sahabatan mereka kedepannya! " ujar Dinda penasaran dengan apa yang sudah mengganggu pikirannya kini.
" Sebenarnya aku malas ngebahas soal ini, tapi karena memang kejadiannya selama ini kamu tidak tahu sama sekali jadi tidak ada salahnya buat ngomong ke kamu!" sahut Selina memaksakan senyum di wajahnya meskipun kegundahan itu selalu ada dan tidak akan berakhir.
" Sebenarnya apa yang kamu pikirkan itu sama juga dengan yang kupikirkan selama ini, soal perbuatan Mas Rivan yang tidak pernah berubah sedikitpun. padahal sudah berulang kali mereka berdua harus ribut, Tapi tetap saja hal itu tidak membuat mereka bisa berhenti apalagi lagi Mas Rivan yang terlihat semakin aneh. Tapi kamu jangan khawatir, aku bisa menjaga diri dan tahu batasan yang harus aku jaga selama ini agar tidak menyinggung perasaan siapapun! " jelas Selina membuat Dinda hanya bisa mengusap pelan bahu sahabatnya itu.
" kamu sabar ya jangan terlalu memikirkan hal seperti ini, Kamu tahu tidak kenapa sampai kamu begitu dicintai oleh orang sekitarmu? itu karena sifat kamu yang pergi itu baik kepada siapa saja, hingga Tuhan melimpahkan rasa cintanya untuk kamu begitu besar agar kamu tidak pernah merasa sendiri!" sahut Dinda yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Selina.
" Kamu tahu kan Bagaimana kehidupan aku dulu sebelum mengenal Mas Alex dan Mas Rivan, mereka berdua orang baik hanya salju aku juga tidak mungkin menolak takdir Tuhan yang sudah dituliskan untukku. bahwa jodohku itu adalah Alex Roberto bukan Rivan Orlando, Aku hanya ingin menjalani kehidupanku yang normal tanpa gangguan apapun itu!" tanpa kedua wanita itu sadari jika sedari tadi Rivan ternyata berada di balik pintu.
dirinya tadi meminta izin kepada Alex untuk menuju ke kamarnya karena ingin meminta bantuan pada Dinda, namun belum juga Maksudnya itu tersampaikan kata-kata yang menyakitkan hati sudah ya dengar meskipun sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali.
__ADS_1
" Ya Tuhan kenapa sesakit ini ketika Lagi Dan Lagi kalimat penolakan saja yang aku dengar, apa Sal Allah Jika mencintai milik orang Padahal perasaan itu tidak pernah aku inginkan untuk hadir jika bukan dari Tuhan yang memberikan? Jika seperti begini terus mampu menjalani hidupku tanpa arah dan tujuan yang jelas, padahal umurku sudah tak muda lagi dan butuh pendamping untuk menuntun hidup yang lebih benar! " pinta Rivan Lirih.
" ya sudah aku percaya Mas Rivan itu hanya mungkin belum mendapatkan jodoh yang pas, Coba kalau sudah Percaya deh nanti bucinnya bakalan akut nya minta ampun." ledek Dinda membuat Rivan yang berada di depan mendengus kesal.
" Astaga tuh cempreng nya kambuh lagi, masa iya gue dikatain bucin akut? awas aja tuh janda kembang bakalan aku kerjain nanti saat sampai di tanah air, masa iya pria setampan aku dijadikan bahan ledekan!" Ketus Rivan kesal'
Alex yang menatap kegiatan Rivan dari lantai bawah, mengerutkan keningnya ketika pria itu Malah berdiri di depan pintu dan tidak ada keberatan sama sekali.
" ini orang kalau tidak kususul bakalan bisa, soalnya selalu menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan yang ada." gerutu Alex memilih untuk menyusul Rivan sambil mengepalkan tangannya karena menahan emosi.
Bugh
" Siapa kamu modusin istri aku, tadi ijinnya mau ketemu sama Dinda bukan mau mengintip kegiatan Selina?" ujar Alex Ketus dengan tatapan matanya yang tajam.
" Ya gimana mau masuk orang emak-emak kalau ketemu bawaannya gosip melulu, sudah kamu saja masuk terus ngomong kepada Dinda agar keluar menemuiku!" perintah Rivan lalu kembali ke lantai bawah karena jika lama-lama dekat dengan Alex dirinya bakalan cedera hebat.
sedangkan Alex menatap punggung Rivan yang semakin menjauh dengan Tatapan yang begitu kesal, Bagaimana tidak jika tahu begini mendingan tadi dirinya saja yang langsung naik keatas untuk ngomong.
" dasar pria aneh kalau model begini tidak perlu main izin segala tadi, karena nanti hasil akhirnya tetap aku yang bakalan melakukan hal itu!" sungut Alex dalam hati.
__ADS_1
" sayang packingnya Udah selesaikah, soalnya itu Curug lagi mau perlu sama Dinda?" tanya Alex memastikan.
" Memangnya dia ada ada keperluan apa sama aku?" tanya Dinda penasaran.
" ya Mana aku tahu yang perlukan Dia Bukan Aku, Ya sudah kamu susulin sana soalnya aku mau ambil kembali istriku!" Alex mengatakan hal itu sambil tersenyum mengejek kearah Dinda membuat wanita itu menatap tajam kepadanya.
" dasar suami tidak berguna, masa membiarkan istri bebas selama 5 menit pun tidak bisa? kalau aku jadi Selina, bakalan kabur Bukan hanya 10 tahun tetapi seumur hidup!" ledek Dinda itu segera keluar dari tempat situ Sebelum Alex murka padanya.
" dasar wanita tidak tau terimakasih sudah dibantuin biar tidak mewek sepanjang waktu, eh dia malah melakukan sesuatu sekehendak hati. Awas aja kalau sampai besok kembali ke tanah air lebaynya muncul lagi, aku bakalan titip dia ke panti jompo biar urusin aki-aki agar punya kesibukan tidak hanya membuat orang kesal saja!" sungut Alex membuat istrinya itu hanya menatap penuh tanda tanya ke arahnya.
" kamu kalau Jangan sembarangan loh, nanti kalau Mas Devan nya dengar kamu juga yang bakalan berabe jadinya! Lagian memang dia dari dulu begitu kebiasaannya, suka cari masalah tapi membuat suasana tidak terlalu kaku!" jelas Selina.
Dinda kini sudah menyusul Rivan di lantai bawah, dirinya begitu penasaran dengan pria yang katanya sedang memerlukan bantuan itu.
" kamu Kenapa cari aku, Emangnya ada benda apa kamu yang kehilangan sampai membuat waktu ku bersama dengan Selina harus terhenti?" tanya Dinda Ketus membuat Rivan mengerutkan keningnya dengan tingkat sensitif wanita itu.
" Kamu kenapa ya? langsung marah-marah tidak jelas, memangnya aku tadi ngomong apa kamu tidak ada kan?" tanya Rivan penasaran dengan sikap Dinda yang menurutnya aneh itu.
" ya tadi Alex ngomong katanya kamu memerlukan bantuan ku, Emangnya bantuan apa sih yang kamu perlukan sekarang? asisten kamu itu ada di mana aku bisa bisanya membiarkan tuannya itu meminta tolong kepada orang lain, padahal dirinya yang dibayar Lho Bukan aku?" Astaga Dinda belum juga maksud orang dikatakan kamu sudah memotong begitu.
__ADS_1
" Kamu itu kenapa jadi orang tidak ikhlas, maunya santai saja tanpa mau melakukan apapun untuk orang lain? keenakan jadi kamu, soalnya ngalahin nyonya besar?" Rivan tidak mau kalah dari Dinda.