
HAII MAAF YA KEMARIN ITU AUTHOR UP NYA DUA EPS..EH NT NYA ERRO SAMPAI TADI PAGI BARU LOLOS REVIEW...
LOPE U FULL...
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ^^^
Rafa sangat bahagia mendengar jawaban Alina barusan,ia tak menyangka jika akhirnya diusianya yang sudah matang begini akhirnya laku juga.
"Akhirnya penantian bertahun tahun ku terbayar sudah,makasih ya Sayang karena sudah mau menerimaku.Ingat ya kamu hanya milikku,dan tak boleh seorang pun yang menyentuh tubuh kamu selain aku!" Ucap Rafa tegas.
"Hemm,siapa juga yang bakal berani sama aku?" Sahut Alina santai.
"Haha,ayo berangkat Yang!" Ajak Rafa dan ia pun melajukan mobilnya menuju kampus Alina.Keduanya memang jika dilihat seperti sepasang kekasih tapi menjadi adik kakak,sungguh pasangan yang menyatu jiwa dan Raga.
Sesampainya dikampus,terlihat Lala sedang menunggu kedatangan cs nya itu.Ketika melihat Alina turun dari mobil,Lala langsung berlari dan memeluk erat tubuh Alina.
"Ahh,Kamu tahu tidak aku semalam itu kaya cacing kepanasan yang tidak tenang ditempat karena mencemaskan kamu?" Ujar Lala.
"Astaga tapi kan tidak perlu harus peluk segala kan,malu tau tidak dilihat orang." Sahut Alina.
"Biarin saja mereka mau bilang apa,aku kan kangen!" pangkas Lala santai.
"Ehemm,bisa tidak jangan main nyosor saja sama pacar orang!" Sindir Rafa yang baru turun dari mobil.
Lala yang sedang temu kangen,langsung menghentikan aksinya itu dan menoleh kearah sumber suara tadi.Ia ingin marah karena ada orang yang mengganggu nostalgia kedua sahabat itu.
Lala akhirnya konek dengan bahasa terakhir,yang tadi Rafa ucapkan dirinya yakin bahwa ia tak salah dengar.
"Kamu ngomong apa tadi?" Tanya Lala dengan wajah yang menyelidik.
"Apa?" Tanya Rafa yang pura pura tak tahu menahu.
"Heii kamu itu ganteng tapi sungguh menyebalkan ,pulang sana kehabitat kamu sebelum kupatahkan batang lehermu itu ," Sergah Lala dengan pandangan yang mengintimidasi.
"Memangnya kamu siapa?" Tanya Rafa dengan sorot mata yang tajam.
"Ahh itu apa ini,,
Nih orang kenapa kalau lihatin orang pake melotot segala sih,aku jadi gagu nih mau ngomong apa,"
"Ayo kita masuk kedalam yuk La,Bang kamu hati hati ya!" pamit Alina sambil tersenyum.
"Tapi aku belum dikasih sesuatu lho," Tahan Rafa.
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya Alina heran.
Lala hanya jadi penonton setia,ia tak ingin membuka suara jika nanti yang ada bakal diajak berdebat kan capek.
cup
Rafa mengecup sekilas bibir Alina lalu pergi meninggalkannya,Alina bahkan tak sempat bereaksi karena adegan dadakan yang diberikan Rafa tadi.
Lala hanya berdiri sambil membuka mulutnya lebar,gadis pendek itu bahkan sangat terkejut dengan semuanya yang ia lihat dari tadi.
"Ada yang bisa kamu jelaskan padaku,karena sepertinya ada sesuatu diantara kalian yang telah aku lewatkan!" Ucap Lala serius.
"Yang seperti kamu lihat dan dengar tadi,itulah penjelasannya." Sahut Alina cuek lalu pergi meninggalkan Lala sambil tersenyum geli melihat kekesalan sahabatnya itu.
"Alina Roberto,tega sekali kamu sama teman sendiri aku sumpahin biar tambah cantik." Kesal Lala sambil menghentakan kakinya.
"Emang udah cantik dari sononya kali,jadi terima kasih ucapan kamu tadi biar aku tambah cantik gitu." Sahut Alina membuat Lala bertambah kesal.
Lala berlari mendekati Alina yang dari tadi berjalan terus tanpa peduli kepadanya,setelah langkah keduanya sejajar ia mulai menanyakan soal kelakuan Rio kemarin.
"Gimana cerita soal kemarin karena aku kepo lho,kamu kan belum cerita sama sekali malah asyik mesraan sama tuh Abang kamu.Eh tunggu kalian tidak sedang ins*x kan,karena kalian kan kakak adek?" Tanya Lala bingung.
"Huss,kamu kalau ngomong itu dipikirkan baik baik dulu bisa kan?" Tanya Alina gemas.
"Ya iyalah justru aku berpikir dulu baru bisa bertanya,sebelum kamu salah langkah." Sahut Lala serius.
"Terus kemarin kamu dibawa kemana ,dan diapain saja sama tuh brengsek?" Tanya Lala lagi.
"Oh reporter dadakan yang hobinya hanya cari tahu,ternyata sahabatku berbakat juga nih," ledek Alina.
"Tinggal jawab saja kok susah amat ya neng,hobinya hanya bikin aku kesal lama lama kusleding kau nanti," gerutu Lala kesal.
"Iya iya maaf nanti cantik nya ilang lho kalau marah terus,ayo kita kekelas baru aku ceritain kekamu ya!" ajak Alina keduanya yang dari tadi hanya berdiri diluar memutuskan untuk masuk kedalam kelas.
"Wow,tukang tebar pesona baru nongol aku pikir udah dirusakin sama si Casanova kaleng kaleng," ejek Cindy yang merupakan orang yang sangat membenci Alina.
Lala tak terima sahabat nya dihina seperti ini ,ingin membalas atas perbuatan Cindy tapi dicegah Alina.
"Sudah biarin saja anggap saja dia lagi nge-fans sama kita," Ujar Alina genit.
"Iya tapi orang kalau mulutnya seperti Cindy jika tak direspon bakal cuap cuap terus,memannya kamu tidak capek apa?" omel Lala.
"Huss,Biarin saja ayo duduk." Alina langsung menarik tangan Lala agar segera duduk dibangkunya.
"Kamu ih menyebalkan sekali mau saja dikatain sama tuh wanita jadi jadian." Omel Lala terus.
__ADS_1
Cindy yang merasa kata kata yang dihiraukan oleh Alina,membuat dirinya bertambah kesal.Siapa sih yang tak iri dengan Alina,memiliki otak cerdas,wajah yang cantik serta kulitnya yang mulus ditambah nilai plus nya yaitu lahir dari keluarga kaya.
"Kayanya semalam ada yang kasih layanan plus plus buat Rio Nih,wow ternyata dibelakang liar juga ya aku sampe kaget," sindir Cindy lagi.
"Masa sih Sin,kamu tahu darimana?" Tanya Sikka salah satu gengnya Cindy.
"Kalian memang nya tidak melihat siaran langsung kemarin diparkiran?" Tanya Cindy yang pura pura heran.
"Siapa sih bintangnya kali ini,aku yakin pasti bakal lebih hot lagi kalau hanya berduaan saja." Sikka menimpali.
Plakk
Sebuah tamparan keras mendarat sempurna dipipi Sikka dari Lala,sedang Alina"
Plakkk
Cindy pun mendapatkan bagian dari Alina,karena sudah berani merendahkan dirinya yang masih bersih tanpa tersentuh sedikit pun.
"Awww,hei kamu berani dengan ku," Sarkas Cindy tajam.
"Apa,mau tambah lagi kamu!" Bentak Alina tak mau kalah.
Cindy yang tak terima karena ditampar oleh Alina hendak membalas,namun tak bisa karena tangan nya ditangkap oleh Alina.
"Kamu jangan harap bisa menyentuh ku,dan satu lagi aku atau kamu yang liar disini yang tak bisa menjaga mulut atas sama mulut bawah," ujar Alina tajam.
Ia tak ingin harga dirinya diinjak oleh orang yang tak bermoral,ia tak ingin ada yang menggangap dirinya perempuan liar yang tak pernah ia lakukan sama sekali.
"Jaga ucapan kamu sebelum seluruh keluarga kamu yang bakal tanggung akibatnya," ancam Alina tegas sambil menatap Cindy dengan sorot mata yang tajam.
"Dan kamu juga jangan macam macam dengan sahabat ku ,sebelum kujadikan kamu perkedel," Bisik Lala sambil tersenyum smirk.
"Kamu..
"Ada apa ini?" Tanya Dosen yang kebetulan jadwal mengajar dikelas itu.
"Alina memukulku Pak!" ujar Cindy yang nadanya dibuat sesedih mungkin seakan menjadi korban bully.
"Apa itu benar semuanya?" Tanya Dosen itu memastikan.
Tak satupun berani menjawabnya,karena mereka takut dengan Cindy dan segan dengan Alina.
"Baiklah jika tak ada yang memberi tahu maka semuanya bakal saya hukum berdiri diluar," ujar Dosen itu tegas.
"Cindy mengejek Alina dengan kata kata tak pantas sehingga Alina menampar pipinya," ujar Salah satu mahasiswa disitu.
__ADS_1
"Kamu beruntung hanya ditampar olehnya,jika menjadi diriku maka bibirmu bakal tak jadi bentuk dan juga bisa dipastikan tidak akan dipake buat makan selama beberapa hari," tegas Dosen itu sambil menatap kearah Cindy.
"Dan kamu jadi orang jangan terlalu berbuat aneh aneh agar tidak ada yang berani mencela," ujar nya kearah Alina.