
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Mencintai seseorang harus bisa menerima kurang dan lebihnya karena saat itu terjadi percayalah sebesar apa rasa cintamu sedang diuji.
Begitulah yang dirasakan Selina kini meskipun belum ada rasa cinta,tapi Selina tak ingin pria yang berstatus suaminya itu kenapa napa.
Pria yang merupakan Ayah dari anak anaknya kini dan nanti ,Selina ingin berbakti kepada suaminya dan membayar 10 tahun yang sudah terlewatkan.
" Tuhan jika selama hidupku tak pernah berdoa untuk suamiku,kali ini saja kumohon sembuhkan penyakitnya," lirih Selina dalam hati.
Selina bahkan hanya bolak balik didepan ruang pemeriksaan Alex tak ada niat untuk pindah sedikitpun.
Ben yang baru datang langsung menghampiri majikannya yang sedang frustasi ,karena belum ada kabar sama sekali.
" Permisi nyonya bagaimana kabarnya Tuan?" Tanya Ben pelan.
" Kamu kenapa bodoh sekali hah, kalau aku sudah tahu keadaanya untuk apa aku berdiri bingung disini," bentak Selina karena mendengar pertanyaan Ben tadi.
__ADS_1
" salah lagi salah lagi,kenapa tadi mulutku harus bertanya yang ada malah kena marah kan," gumam Ben dalam hati.
Rafa hanya menggelengkan kepalanya melihat wajah kesal campur cemas milik Selina,ia ingat betul seperti inilah sifat Bundanya tersebut jika sedang cemas.
Apalagi ditambah sikap yang menurutnya tak berguna ,akan mengundang emosi Bundanya itu muncul dipermukaan.
" Ben menurut kamu keadaan Alex bagaimana sekarang ini?" Tanya Selina serius.
"mati aku bisa bahaya ini mah kalau salah jawab," gumam Ben bingung antara menjawab atau tidak.
"Mungkin keadaan Tuan sekarang..
" Stop aku tahu pasti kamu juga tidak tahu kan, sudahlah sepertinya aku bertanya pada orang yang salah." Selina memotong perkataan Ben.
"nah itu tahu kenapa harus bertanya lagi tadi?" gumam Ben lagi dalam hati.
Selina menunggu didepan ruangan Alex bahkan sudah hampir sejam lebih tak ada kabar terbaru,pegal dikaki tak dihiraukannya sama sekali.
Selina sebenarnya ingin menangis tapi ditahannya karena tak ingin terlihat lemah apalagi ia merupakan sumber kekuatan suaminya.
Selina kembali mengingat perkataan Dokter barusan yang membuat ia ingin mencari tahu semuanya.
" Ben tadi kata dokter kalau kehadiranku semoga bisa membuat Alex bisa sembuh apa maksudnya.terus darimana mereka tahu soal diriku memangnya siapa yang mengatakannya?" Tanya Selina penasaran.
Ben menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar pertanyaan Selina barusan ,selama ini dirinya yang selalu menemani Alex berobat.
Meskipun hal itu dilakukan majikannya secara terpaksa ,ya Alex selama ini menolak berbagai macam metode pengobatan canggih karena baginya percuma jika ia hidup sedang tak dapat bertemu dengan anak istrinya.
" Tuan selama ini tak ingin melakukan pengobatan jika belum bertemu anda nyonya.Mungkin hal itu yang dimaksud dokter tadi dan setelah ini semoga tuan mau melakukan pengobatan ." Sahut Ben.
__ADS_1
" Ya Tuhan jadi maksudmu selama ini Alex tak mendapatkan perawatan yang semestinya atau bagaimana?" Tanya Selina penasaran.
"Tuan hanya mau diobati seadanya dan dirawat seperti yang lain, bahkan jadwal cuci darahnya kadang diundur atau sebagainya." Sahut Ben.
" Tuh orang bodoh awas saja kalau sebentar bangun bakal kujitak kepalanya yang katanya pintar tapi sebenarnya idiot seperti kamu," tunjuk Selina kepada Ben.
" Lho kok saya nyonya," tanya Ben sembari menunjuk kearahnya.
" Ya iyalah mau dibilang pintar darimana nya, orang kalau mau ketemu keluarga harus niat sembuh dan menjalani pengobatan tapi ini malah kebalikannya. Setelah ketemu keluarga baru jalani pengobatan nanti keburu lewat baru kapok," kesal Selina yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Alex.
" Tapi jangan salahkan saya juga nyonya,kalau tuan Alex sudah berkehendak saya mah bisa apa?" Sahut Ben.
" Sudah diam ini semua gara gara kau awas saja kalau suamiku sampe kenapa napa," Ancam Selina.
" Aku pulang aku pulang tadi kenapa antar nyawa kesini ya?" gumam Ben.
Tak lama dokter yang memeriksa Alex keluar dari ruangan ,ia melihat wajah penuh tanya milik Selina membuatnya hanya menghembuskan nafasnya kasar.
"Bagaimana keadaan suamiku dok?" Tanya Selina penasaran.
"Nyonya bisa ikut saya keruangan saya sebentar," ajak dokter tersebut.
"Abang dan Ben kalian tunggu disini ya jagaim Ayah," pinta Selina sambil mengekori langkah dokter itu.
Sesampainya disana terlihat dokter itu mengeluarkan hasil pemeriksaan medis Alex selama ini.Selina yang tak mengerti soal kertas yang ada dihadapannya hanya memilih untuk dokter yang menjelaskan saja kepadanya.
" Jadi bagaimana dok keadaannya?" Tanya Selina lagi.
"Keadaan tuan muda bisa dibilang tidak sedang baik baik saja,yang ada malah bertambah parah.Ginjalnya sudah tak bisa berfungsi bahkan melakukan donor pun akan sulit karena keduanya sudah benar benar parah." Sahut dokter tersebut sambil menjeda penjelasannya
__ADS_1