AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 269


__ADS_3

Like N KOMENNYA


***LOPE U FULL


LANJUT*** ***


Alex dan istrinya ini sudah sampai di depan rumah sakit tempat Devan berada, Selina yang terburu-buru tak peduli dengan suaminya entah mengapa membuat Alex merasa kurang senang.


pria itu merasa jika Selina tak menganggap kehadirannya sama sekali, Padahal di sini yang perlu diurus dan diperhatikan adalah dirinya yang notabene adalah suami.


" Sayang bisa tidak jalannya pelan-pelan, karena tetap saja kita bakalan sampai di sana?" tanya Alex yang masih mencoba merendahkan nada suaranya.


" kamunya saja yang lelet, biasanya kamu yang paling antusias kalau jalan kok sekarang begini,sengaja?" tanya Selina Ketus.


Alex mengernyitkan keningnya Memangnya tadi Bicara apa sampai tanggapan istrinya model begitu, padahal dirinya saja berbicara dengan nada yang halus dan rendah?


" Lho kok kamu jadi marah, memangnya aku ngomong apa tadi?"tanya Alex heran.


" aduh bisa tidak Jangan bahas yang aneh-aneh lagi tapi fokus pada jalannya, tadi kata Dinda ruangannya ada di nomor 13A jadi ayo cepat kita ke sana!" Ajak Selina terburu-buru.


tanpa keduanya sadari ternyata di rumah sakit itu ada Rivan juga, pria itu sedang memeriksakan kakinya yang terkilir karena jatuh di kamar mandi.


Vigo yang keluar dari ruang pemeriksaan lebih dahulu merasa heran dengan kehadiran Alex dan Selina di situ, ia berdoa agar Rivan tak segera keluar Biar masalah tak terjadi di situ.


" waduh, bakalan terjadi perang dunia di negerinya orang nih, kok bisa-bisanya ya secara kebetulan ketemu sama mereka di sini? "batin Vigo & kembali lagi ke dalam ruangan tempat Rivan berada hanya sekedar menahan tuannya itu agar tidak segera keluar.

__ADS_1


" Kamu kenapa kembali lagi, Tadi katanya mau nebus obat Setelah itu langsung menungguku di mobil aku juga sudah selesai pemeriksaan loh?"Tanya Rivan heran.


" ah itu tuan kayaknya saya lebih betah di ruangan ini soalnya lebih dingin dan sejuk, Jadi gimana Tuan kita bisa kah menetap di sini kira-kira barang 15 menit begitu?" tanya video memastikan.


Rivan mengerutkan keningnya, Ia takut jangan sampai otak asistennya itu agak sedikit bergeser akibat pukulannya yang telak kemarin.


" kamu masih oke kan, tidak ada tanda-tanda lagi miring-miring atau bergeser begitu?" katanya Rivan memastikan membuat Vigo merasa heran Apa maksud dari perkataan Tuan nya itu.


" Apa maksud anda tuan mengatakan hal itu, perasaan dalam tubuh saya masih tetap pada posisi semula tidak ada yang bergeser?" tanya Vigo heran.


" tapi kok cara berbicara Kamu tadi sedikit aneh, saya penisirin jangan sampai ada terbentur sesuatu itu di alam bawah sadar kamu?" tanya Rivan lagi.


" sepertinya yang bergeser itu Anda Tuan, masa kata penasaran jadi penisirin?" batin Vigo Mana berani berbicara langsung.


" Ya sudah ayo keluar Ngapain lama-lama di sini, tuh dokternya saja sudah muak melihat muka kamu yang kebanyakan MSG nya?" ejek Rivan berlalu dari situ dengan berjalan tertatih-tatih.


" big no, Kamu pikir saya ini pria cengeng yang bisanya termewek-mewek karena kesakitan begitu? sadarlah saya ini pria macho Bro, yang selalu tahan banting tahan pukulan apalagi tahan sakit!" ujar Rivan percaya diri membuat Vigo ingin sekali mempraktekkan pada dirinya langsung yaitu tahan pukulan.


" kalau dia sedang sakit begini Apa masih bisa tahan pukulan, Coba kalau saya bosnya sudah pasti saya akan mempraktekkan langsung!" ujar Vigo dalam hati.


Rivan keluar dari ruangan itu bertepatan dengan Selina yang sudah masuk ke dalam ruangan tempat Dinda dan Devan berada, Kalian pasti sudah bisa membayangkan betapa posesifnya Alex kepada istrinya itu.


" ingat saat masuk ke dalam jangan coba-coba tersenyum pada siapapun, karena senyuman itu hanya untukku saja bukan untuk orang lain!" ucap Alex memperingatkan istrinya itu.


Selina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, karena sungguh sikap Alex kali ini tidak mencerminkan tanda-tanda ketika akan menjenguk orang yang sedang sakit.

__ADS_1


akan tetapi malah terlihat seperti orang yang ingin sedang berperang, sedang menjaga daerah kekuasaannya agar tak diambil orang.


" terus kamu maunya muka aku datar saja begitu kayak tembok, ya percuma dong datang akhir-akhirnya jadi patung Annabelle?" kesal Selina.


" ya makanya dari tadi aku bilang tidak usah datang, karena sama saja aku tetap bakalan melarang kamu senyum apalagi kepada yang lagi sekarat itu!" ujar Alex yang tetap mempertahankan pemikirannya yang tidak sehat itu.


" kayaknya kamu deh yang lebih cocok jadi orang sakit, soalnya otak kamu rada-rada miring tidak seperti orang sehat! " Ketus Selina.


" aku sakit karena kamu, dan aku juga begini karena kamu sebab Kamulah Pemilik Hatiku aw aw aw aku Maleo maleo!" ujar Alex mendramatisir keadaan dengan memukul dadanya membuat Selina tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" untung juga aku manusia langka yang punya kesabaran Seluas Samudra, Coba kalau tidak sudah kubuang kamu Kelautan Biar dimakan hiu sekalian!" Sindir Selina.


" Ya sudah masuk kedalam kita samperin dong mereka, kenapa malah terbengong di sini percuma buru-buru tadi dari sana!" Ajak Selina menarik tangan suaminya itu agar tidak bisa belok ke kiri atau ke kanan.


" Wow istriku ternyata sebegitu cinta matinya padaku, sampai tanganku dipegang segala takut dilirik oleh suster suster cantik yang bertugas di sini!" ujar Alex percaya diri membuat Selina Jengah.


" idih ke-gr-an kamu pikir aku bakalan nangis darah itu kalau ada suster yang melihat kamu, yang ada tuh aku kasihan sama anaknya orang sebab dia bakalan mati berdiri karena kenal orang yang otaknya sisa spanggal kayak kamu!" ejek Selina membuat Alex bungkam.


saat sampai di ruangan itu terus sepasang suami istri sedang duduk berdampingan, dengan tubuh Sang suami yang dipenuhi oleh berbagai macam alat bantu medis.


" Baby I'm coming!" Panggil Selina yang sudah membuka tangannya hendak memeluk sahabatnya tapi disalahartikan oleh suaminya.


" eh mana bisa begitu, masa kamu panggil baby sedangkan aku sebagai suami dipanggil woi woi woi?"tanya Alex tak terima.


" Astaga Kamu ini kenapa sih bawaannya curigaan aja, Aku tuh mau meluk Dinda Emangnya menurut kamu siapa yang bakalan aku peluk Devan begitu?" tanya Selina Tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.

__ADS_1


" Ya Allah Lina Aku kangen sama kamu ayang beb, Aku senang deh kamu datang! Tuan Alex bisa menyingkir tidak dari dekat sahabatku, susah kalau ada tuan di situ bakalan terasa sesak!" Pinta Dinda sambil mengibaskan tangannya membuat Alex menjauh tapi sambil memberengut kesal.


" Kenapa kalian yang jadi perintah-perintah kayak bos besar, Padahal dia kan istriku?" Alex tak terima dengan perkataan Dinda itu.


__ADS_2