
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ^^^
"Sayang nanti pulang kita jalan jalan yuk," Ajak Rio sambil menggandeng tangan kekasihnya itu.
"Emm kayanya nggak bisa deh,soalnya Bunda suruh langsung pulang saja." Sahut Alina tak enak hati.
Alina sebenarnya belum terlalu percaya dengan ketulusan Rio,hanya saja ia bingung harus bagaimana untuk membuktikan bahwa pria itu tulus kepadanya.
Rio memang dikenal dengan casanova,hampir semua wanita menjadi bekas dirinya.Alina ingin terlepas dari Rio,hanya saja ia harus memikirkan dahulu alasan yang tepat.
Setiap kali Rio mengajak dirinya pergi,ia selalu beralasan ada urusan dengan Selina agar Rio tak terlalu memaksa dirinya.
"Sekarang kamu bisa lolos,tapi besok lusa jangan harap kamu Alina.Namaku Rio Hermawan dan tak kan ada yang bisa menolak pesonaku,karena diriku adalah pawangnya wanita," batin Rio yang sedang menunjukan senyum palsunya dihadapan Alina.
"Ya sudah aku duluan ya,nanti kalau sudah sampai dirumah jangan lupa kabarin aku ya supaya aku nggak khawatir," pinta Rio.
"Iya,sudah kamu pergi sana aku nanti mau langsung pulang juga," ujar Alina yang sebenarnya sedang menunggu sahabatnya.
"Ciee yang lagi kasmaran,sampe aku dari tadi dilupain ," sindir Lala sahabat karibnya Alina dari masa putih biru sampai sekarang.
"Ishh apaan sih kamu,yang bilang aku pacaran siapa?" Kesal Alina.
"Hemm,Sekarang katanya tidak tapi tadi lengket nya ngalahin perangko tau nggak," ledek Lala.
"Sembarangan saja kalau ngomong,memangnya kamu pikir aku cewek apaan." Kesal Alina memasang wajah cemberutnya.
"Hehe jangan marah gitu dong sayonk ku,eh iya ada kabar dari pangeran tak bersayap ku nggak?" Tanya Lala.
__ADS_1
"Tau Ah gelap." Ketus Alina.
"Kok gitu sih jawabnya,asal kamu tahu ya aku ini adalah Calon Kakak Ipar kamu jadi kamu itu harusnya hormat kepadaku," ujar Lala percaya diri sambil tersenyum Devil kearah Alina membuat wanita cantik itu serasa ingin membuang sahabatnya itu entah kemana.
"Memangnya kamu pikir aku mau apa jadi adek ipar kamu," ejek Alina.
"Ya jodoh itu tak kan kemana guys,jangan sampai besok lusa beneran terbukti nanti kamu bakal aku pecat jadi Adik Iparku." Sahut Lala tak mau kalah.
"Aku mah ogah,apalagi Abang yang ada dia bakal muntah kalau ketemu kamu," ejek Alina lagi.
"Kamu lupa ya kalau doa orang teraniaya selalu cepat untuk dikabulkan," ucap Lala tersenyum mengejek.
"Hust sembarangan saja kalau bicara,asal kamu tahu ya Abang Rafa itu hanya punya ku seorang," Ketus Alina lalu memuju kedalam mobilnya.
"Ehh adik ipar tunggu dong masa cewek syantik ditinggalin sendirian," teriak Lala yang mana membuat Alina kesal setengah mati.
"Nasib nasib harus punya teman yang mengalahkan ember emak emak,yang kalau lagi nyuci pake musik tik tok," gerutu Alina pelan.
"Ayo siput buruan naik atau kutinggalkan," ancam Alina yang mana membuat Lala langsung bergegas naik kedalam mobil.
Saat dalam perjalanan Lala mencoba membuka suara,merasa heran dengan sikap Alina dari tadi.Tak biasanya sahabatnya itu marah marah tak jelas,Alina selama ini dikenal sebagai gadis yang ceria dan heboh.
"Huft,aku bingung harus bagaimana sekarang." Sahut Alina sambil menghela nafasnya kasar.
"Coba cerita padaku siapa tahu aku bisa bantu!" pinta Lala lagi.
"Aku bingung harus bagaimana bersikap kepada Rio,disatu sisi aku kurang nyaman jika dia nempel terus.Tapi disisi lain ,aku tak tega jika harus bilang langsung kepadanya," ujar Alina sendu.
"Kamu cinta sama dia?" Tanya Lala memastikan.
"Entahlah." balas Alina singkat padat dan tak jelas.
"Suatu hubungan harus dijalani dengan kejujuran ,tanpa ada paksaan dan terkesan tak nyaman. Karena jika sampai itu terjadi,kasihan hati kamu yang harus kamu paksa untuk menerima seseorang walau ia menolak nya. " Saran Lala.
"Tapi kamu tahu kan Rio orang nya seperti apa,dia pasti bakal selalu memaksakan kehendaknya tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain," jawab Alina bingung sekaligus frustasi.
"Iya tapi kamu juga harus tegas dong Sayang,memang nya kamu mau selamanya terjebak dengan cowok brengsek seperti Rio?" Tanya Lala yang tak habis pikir dengan kelemotan dari sahabat nya itu.
__ADS_1
"Ya enggak lah memangnya aku mau apa selalu berusaha menghindar terus ,dan dia makin gencar tanpa ada rasa capeknya." Sahut Alina bergidik ngeri.
"Gimana kalau kamu cari pacar baru biar dia lepasin kamu," saran Lala lagi.
"etdah gila ya kamu,ngurusin satu cowok saja belum kelar eh malah disuruh punya pacar lagi.Memangnya kamu mau aku jadi pengikutnya Rio,yang selalu nebeng sana nebeng sini sama cewek," tolak Alina.
"Hadeuh,percuma kamu mah wajahnya doang yang cantik tapi otaknya error tak bisa berfungsi." Kesal Lala.
"Kamu itu pura pura punya pacar,terus tunjukkan kemesraan didepan Rio agar dia putusin kamu karena pikir bahwa kamu selingkuh," sambung Lala lagi.
"Memangnya ada yang mau jadi pacar pura pura?" Tanya Alina lagi.
" Nah itu dia,tinggal cari yang kriteria nya jauh diatas Rio biar dia minder karena pacar kamu lebih dari segala galanya." Sahut Lala.
"Thank's guys ,kamu memang yang terbaik baiklah aku bakal cari cowok tampan,macho sama seksi biar enak dipeluk," ujar Alina semangat.
"Giliran itu otaknya langsung berfungsi ,tapi coba kalau disuruh mikir pasti bakal lemot seperti siput," ejek Lala lagi.
"Hehe,kan ada kamu untuk bantu mikir dan aku yang bagian eksekusi nya," jawab Alina santai.
"Enak saja kamu pikir otak ku diciptakan hanya untuk mengatasi masalah kamu doang gitu." Ketus Lala.
"Nah itu tahu." Sahut Alina yang menahan tawanya ketika melihat wajah cemberut milik Lala.
"Sahabat unfaedah kamu," sindir Lala.
"Ye kamu itu harusnya bersyukur punya sahabat udah cantik ,baik dan menjadi primadona kampus." Alina memuji dirinya.
"Iya karena jadi primadona kampus makanya cowok play boy diembat juga," ledek Lala.
"Aishh kamu mah kelebihan jujur kalau ngomong,sekali kali bohong dikit napa." Kesal Alina.
"Oh maaf nona,bohong itu dosa lho.Jadi karena aku anak baik,makanya aku bicara jujur tanpa disensor sedikitpun biar lawan langsung paham," sindir Lala.
"Udah ah malas berdebat sama kamu pasti jawabannya bikin tensi naik terus." Kesal Alina.
"Haha ya iyalah aku kan spesialis bikin orang Darah tinggi nya kumat terus setelah itu aku nikmati deh hasilnya," goda Lala yang membuat Alina merasa dongkol.
__ADS_1
" Sudah ah cepat turun gih,daripada otak ku terkontaminasi dengan punyamu yang gesrek itu," usir Alina kesal.
"Hahaha Adek iparku ngambek ni ye," ejek Lala.