AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 198


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ****


"Jadi kamu suruh aku untuk jadi sugar daddy begitu,oh My sulit itu tidak akan pernah terjadi.Karena aku bukan tipe wanita yang mau melakukan hal gila,yang mau saja ditipu oleh Kakek kakek ganjen," tolak Lala.


"Haha,kamu memang terbaik dijagat raya ini,baiklah jika itu mau mu.Ayo kita pulang untuk cari cowok ganteng,tapi yang masih segar dan gresh biar kamu tambah semangat untuk hidup," goda Alina lagi.


"Tidak mau,aku mau nya sama Babang ini saja," ucap Lala sambil menunjuk kearah Xaver yang dari tadi hanya memasang wajah datarnya padahal dalam hati sedang berbunga bunga.


"Uhh nih bocah buat aku melayang saja nih," Batin Xaver.


"Ya sudah aku pergi dulu ya,jangan nakal jangan sombong jangan gangguin anak orang kalau tidak mau di sleding," ucap Alina sambil tersenyum mengejek.


"Ishh kamu mah tega sekali sih,bukan nya bicara nya bikin aku senang malah sindir secara halus," Kesal Lala sambil menghentakan kakinya.


"Kamu pergi sana jangan macam macam didalam sini,aku datang untuk bekerja bukan untuk dengar ocehan mu yang bikin sakit telinga!" Usir Xaver yang tak betah jika bekerja sambil dilihat oleh orang lain.


Alina dan Rafa sudah pergi dari situ karena sudah bosan mendengar perdebatan dua manusia yang lagi keras kepala itu.


"Kita kemana Yang?" Tanya Rafa sesaat setelah keluar dari ruangan itu.


"Kamu itu masih ada kerjaan tidak disini?" Tanya Alina memastikan.


"Sudah tidak ada kok Yang,jadi sekarang aku bebas.Lagian Ayah dimana sih tadi kasih kerjaan terus menghilang,jadinya aku sendiri deh urus pekerjaan yang nenumpuk itu,"Ucap Rafa kesal.


"Ayah sama Bunda lagi pacaran,karena tadi aku lihat mereka sedang makan berdua," Kesal Alina.

__ADS_1


"Ah masa sih,ya sudah ayo kita juga jangan kalah sama tuh aki aki," ajak Rafa sambil menarik tangan Alina agar pergi dari situ.


"Tapi Lala gimana?" Tanya Alina bingung.


"Biarkan saja mereka,biar itu pengganggu jangan terlalu dempet terus ke kamu jadinya kita bisa gerak bebas sedikit," Tolak Rafa.


"Hei itu anak orang tau tidak,seenaknya saja kamu bicara seperti itu," ketus Alina tapi sambil tertawa kecil.


Jika kedua pasangan itu sedang romantis,berbeda dengan Lala dan Xaver yang sedang saling menatap dengan tatapan membunuh.


"Heii pengganggu kamu tidak ada kerjaan selain mengganggu diriku?" Tanya Xaver.


"Iya benar sekali." Sahut Lala sambil memasang senyum termanisnya.


"Enyahlah dari sini sebelum kamu akan menyesal nanti!" tekan Xaver dengan nada yang mengancam.


"Kalau aku tidak mau kamu mau apa!" Tantang Lala.


Bugh


"Kamu mau ngapain?" Tanya Lala gagap dan jangan ditanya lagi irama jantung nya kini.


Cup


Xaver mengecup bibir Lala dengan tiba tiba,membuat gadis mungil itu ingin pingsan.


plak


"Kamu itu pria tua yang mesum dan brengsek,aku kutuk kau biar tidak laku laku dan puasa seumur hidup!" ucap Lala lalu sekuat mungkin mendorong tubuh Xaver agar menjauh darinya.


Sepanjang jalan Lala menghapus bekas bibir Xaver yang masih terasa jelas,gadis itu sampai tak sadar jika bibirnya sudah bengkak dan memerah karena lecet.


"Aku mimpi apa sampai bisa dicium pria mesum sepertinya,ahh sialnya tadi aku juga seperti wanita murahan yang mau saja godain pria tua itu," gerutu Lala sepanjang jalan bahkan ia tak sadar jika sudah menjadi bahan tontonan.


"Tuh cewek pendek kenapa ya,stres kali," ucap Karyawan perempuan disitu sambil berbisik.

__ADS_1


"Itu kan temannya Non Alina,dia kenapa ya? Wah aku kalau punya sahabat yang rada miring begitu bakal ku ajak sit up." Sahut temanya yang pada gosipin Lala tapi sayang doi nya kagak peduli.


Lala yang sa dar jadi bahan gibah,ia pun menatap horor kearah mereka yang dari tadi menatap aneh kearahnya.


"Woii kenapa kalian,memangnya aku jalan telanjang jadi ada yang aneh? Dasar wanita aneh yang suka gosip,ku doakan semoga bibir kalian dower disengat tawon," ucap Lala sinis sambil berjalan terus.


Padahal tanpa ia sadari jika bibirnya yang dower,karena di hajar sama tangannya sendiri tadi.


Xaver hanya tersenyum penuh kemenangan melihat wajah kusut milik Lala,yang ia lihat lewat kamera cctv.


"Kenapa dia terlihat tambah menggemaskan sih,kenapa tadi kulahap saja bibirnya yang menggoda itu." Gumam Xaver yang senyum senyum sendiri kaya orang gila.


Lala yang baru sadar telah berada diluar gedung itu,jadi bingung sendiri bagiamana cara agar ia bisa pulang.


"Alina mana sih,mana tadi aku langsung pergi saja lagi.Nanti kalau balik terus ketemu om om mesum gimana dong,tapi kalau tidak balik lagi gimana cara bertemu Alina nya," gumam Lala yang berdiri seperti orang bengong diluar pintu masuk.


"Wooii punya handphone kan,ambil terus telpon tuh Alina! Masa begitu saja harus author yang ajarin geloo??


"Anda kenapa Nona?" Tanya Anton yang kebetulan ada urusan dari luar kantor.


"Ahh akhirnya ketemu anda juga Uncle,tadi ada lihat Alina tidak ya?" Tanya Lala penasaran.


"Oh Non Alina tadi pulang bersama Tuan Rafa,kira kira setengah jam yang lalu," Jelas Anton.


"Hemm ini pasti kerjaan si Abang Rafa,memang benar tuh om om hobinya cari perkara terus.Kalau begini terus Alina bakal dikuasain dia,dan aku nya bakal tidak dihiraukan.Kalau punya pacar sih oke saja,tapi ini mah jomblo kekal abadi," Gerutu Lala dalam hati.


Menjadi jomblo katanya itu adalah bahan buly-an yang paling oke,padahal menurut aku sih itu merupakan masa masa dimana seseorang menikmati hari harinya yang happy tanpa adanya larangan dari pihak manapun.


"Ya sudah uncle terima kasih,aku pulang dulu deh." Sahut Lala pamit setelah itu pergi ke arah jalanan agar mudah ketemu taksi.


"Nasib kok gini amat ya,tadi datang pake mobil sport keluaran terbaru eh pulangnya pake jalan kaki syukur juga tidak nyeker kalau tidak mah sempurna sudah,"Ujar Lala pelan.


Disaat Lala sedang kesal bercampur galau,berbeda dengan sahabatnya yang sedang berduaan dengan kekasih hati.Bahkan terlihat sangat serasi dengan baju yang warna nya sama,biru Bro!.


"Yang,kita seperti pasangan yang lagi kasmaran ya?" ucap Rafa.

__ADS_1


"Baru sadar Bro,tadi itu kita dilihatin orang terus bahkan aku yakin ada yang sedang tersenyum mengejek," ujar Alina kesal.


__ADS_2