
Sebenarnya musim untuk bersosialisasi sudah lewat, jadi pesta yang diadakan oleh Sir William kelihatan aneh.
Pada musim semi ada kebiasaan bagi para bangsawan untuk pergi ke ibu kota dan bersosialisasi. Biasanya musim sosial berlangsung dari bulan April hingga September. Pesta-pesta akan digelar. Debutante juga diadakan pada musim tersebut. Sekarang, musim sosial sudah berakhir. Dan Bjork juga bukan ibu kota. Sebenarnya tak masalah mengadakan pesta dansa, hanya saja ini di luar kebiasaan.
Meski begitu, semua bangsawan di Bjork tetap datang. Mereka penasaran pada pria yang akhir-akhir ini jadi pembicaraan di acara minum teh. Mereka juga penasaran pada seorang tamu yang dikabarkan akan datang: Jose Argent.
Keluarga Argent adalah keluarga bangsawan tua yang cukup dekat dengan kerajaan. Gosipnya, Marco Argent berkawan dengan Ratu di masa lalu. Di masa modernisasi, anak-anak Keluarga Argent berpencar ke segala penjuru negara dan bahkan ke luar negeri, semuanya sudah menikah kecuali satu orang. Satu-satunya pemuda lajang yang tersisa adalah Jose, tapi lelaki itu jarang datang ke pesta-pesta pergaulan. Jose juga tidak pernah datang ke Gedung Diskusi yang dijadikan ajang pergaulan kaum elit. Semua orang memakluminya karena tahu bahwa meski selalu menyebut diri mereka sebagai pedagang biasa, Keluarga Argent berurusan dengan hal-hal kotor di dunia belakang. Dunia bawah tanah. Pergaulan mungkin bukan prioritas bagi seorang Argent.
Kabar bahwa Jose yang apatis terhadap pergaulan di dunia depan kini sering muncul ke pesta membuat semua orang penasaran. Mereka ingin melihat bagaimana wajah lelaki itu lebih jelas, bicara dengannya, dan kalau bisa mendekatinya. Mereka juga penasaran apa alasan lelaki itu akhirnya muncul.
Jose merasakan banyak mata menghujaninya begitu namanya dan nama Maria diumumkan ketika datang. Sir William menyambut mereka—menyambut Maria, tepatnya. Pada Jose, Sir William hanya memberi salam standar.
Maria dan Jose memisahkan diri untuk berkumpul dengan teman masing-masing. Beberapa orang menghentikan mereka dan memperkenalkan diri atau memberi salam. Maria menyukai semua perhatian yang dicurahkan padanya, jadi ia meladeni satu per satu orang dengan ringan sambil berjalan ke kumpulan perempuan yang menunggunya.
Jose sebaliknya. Ia tidak terlalu suka didesak-desak dan mendengar orang yang bicara tak ada habisnya.
"Joey," sapa Guy Eastwood sambil mendekat. Ia bicara dengan gaya sok akrab seolah mereka teman lama. "Lama sekali tidak bertemu—“
Jose tersenyum sopan. "Memang sudah lama sekali, Baron Eastwood. Saya sampai tidak ingat pernah bertemu dengan Anda dan Anda sampai lupa siapa nama saya."
Ia melewati Guy Eastwood yang masih melongo, hanya untuk berhadapan dengan pria pendek kecil berkaca mata yang menyapanya dengan gugup. "Hai, Lord Argent. Saya ... Ellington. Anda mungkin tidak mengenal saya—"
Jose menjabat tangannya dengan mantap. "Selamat malam, Tuan Arnold Ellington. Tentu saja saya mengenal Anda. Saya membaca opini Anda di koran setiap pagi. Anekdot-anekdot yang Anda gunakan selalu menarik."
Ketika Arnold Ellington tersenyum cerah dan wajahnya merona, Jose melepas tangan mereka kemudian menambahkan dengan suara dingin dan berjarak, "Lord Argent masih paman saya, Marco Argent. Anda bisa memanggil saya Tuan Jose Argent. Tolong lebih berhati-hati ke depannya. Seperti kata Anda di edisi hari ini: zaman mungkin sudah berubah makin moderen. Mobil dan telepon diciptakan, tapi Bjork masih begitu kuno—terutama dalam hal yang bersifat hierarkis namun tidak terlalu berguna seperti masalah gelar. Namun kalau hal tersebut diabaikan, orang harus bersiap menghadapi pengucilan sosial."
__ADS_1
Meninggalkan Ellington yang menunduk setengah kagum setengah malu, Jose berpapasan dengan Xavier Hastings, sepupu Charles Hastings yang ada di daftar kecurigaannya dalam kasus menghilangnya Marco.
"Akhirnya Argent yang termuda keluar dari sarangnya," kata pria itu dengan suara dingin dan congkak. "Apa akhirnya dia merasa kami yang rakyat jelata ini pantas bertemu dengannya?"
Jose tersenyum manis. Ditatapnya mata kuyu Xavier, kemudian pandangannya pindah ke cognac di tangan pria itu. "Xavier, aku tidak menyarankan kau minum lagi ke depannya. Kalau mabuk seperti ini, kau kedengaran sangat beradab."
"Siapa yang memberimu izin memanggilku dengan nama depan?" desis Xavier hati-hati karena banyak orang melihat mereka.
Ekspresi Jose tidak berubah ketika ia membalas dengan nada lembut, "Siapa yang memberimu izin bicara dengan seorang Argent?"
Dengan mengungkit soal nama depannya, Xavier mengkritik tata krama Jose yang tidak sesuai etika Bjork di mana tidak sopan menyebut nama depan seseorang jika mereka tidak dekat atau tidak diberi izin khusus. Namun Jose membalasnya dengan mengingatkan dengan siapa Xavier bicara. Status yang melekat pada nama mereka berbeda dan nama Argent jelas lebih tinggi.
Jose tidak membuang waktu lebih lama. Ia melewati Xavier dan mengabaikan beberapa orang tak penting yang memberi salam padanya, lalu menghampiri kawan-kawannya yang berkumpul menunggu.
Mengabaikan orang lain bukan kebiasaan Jose, tapi ia tahu tak akan ada habisnya kalau ia menanggapi satu per satu orang yang memanggilnya. Meladeni para tamu adalah pekerjaan Sir William, bukan pekerjaannya. Kalau yang menghadiri pesta adalah Marco Argent, pria itu bahkan tak mungkin melirik ke arah Ellington. Jose menjabat tangan pria itu murni karena ia menyukai opininya yang kadang terbit di koran.
Adrian Marsh masih muda. Usianya 20 tahun. Tapi ia memiliki banyak pacuan kuda dan tempat judi, yang otomatis berarti dia adalah pimpinan preman dan tukang pukul. Lucas Clearwater adalah lelaki berusia 27 tahun yang pendiam, tapi matanya yang tajam seolah mengumumkan bahwa ia pernah membunuh 3 orang di pesta dansa hanya karena ia tidak menyukai cara mereka menyapanya. Simon Rutlan mungkin yang paling normal dari antara mereka berempat. Umurnya sepantaran dengan Jose. Ia seorang pengacara, dan tidak pernah kalah di pengadilan.
"Selebriti yang menarik perhatian para pengemis," sambung Clearwater dingin.
Jose tahu lelaki itu hanya bercanda. Ia menyikutnya dengan keras. "Jangan merendah begitu, di mataku kau bukan pengemis kok."
Marsh tergelak. "Andai aku punya setengah saja dari kemampuanmu bersilat lidah, Jose! Aku pasti tidak akan kalah di Gedung Diskusi!"
"Kau masih suka berdebat di sana?" Jose bertanya. Seorang pelayan dengan nampan berisi gelas-gelas anggur menghampiri mereka. Jose mengambil satu gelas. "Dulu kupikir kau pria yang lebih mengandalkan otot daripada otak."
__ADS_1
Adrian Marsh tergelak lagi, menganggap itu pujian.
"Dan berhentilah menyebutku selebriti," Jose melanjutkan dengan cengiran geli. "Memalukan."
"Harus kusebut apa lagi orang yang begitu datang langsung diserbu kiri dan kanan?" Simon meledek. "Aku heran kau tahu dan hapal nama semua orang yang datang padamu. Untunglah kau anak keempat. Bisa bayangkan apa yang terjadi kalau kau anak pertama?"
"Aku tidak akan selamat sampai sini," Jose mengakui. Ia memang selalu menjadikan statusnya yang adalah anak keempat sebagai bahan candaan di antara teman-temannya. "Kalau mereka ingin anak pertama, harusnya mereka datang ke rumah kami. Jacob sudah pulang."
Clearwater mengangguk pelan, sudah mendengar kabar itu. "Kenapa," tanyanya, "kau memutuskan datang ke pesta ini? Ini di luar kebiasaanmu."
Jose menoleh melewati bahunya, menatap Sir William yang sedang menyambut tamu. "Karena aku ingin," jawabnya.
Ketiga kawannya hanya saling menatap satu sama lain, tidak ada yang menanggapi hal itu. Jose tidak pernah ingin menghadiri pesta. Jika lelaki itu berkata bahwa ia ingin ada di pesta, kesimpulannya hanya satu: ada hal lain yang diincarnya.
"Apakah dinding di sini bisa mendengar?" tanya Simon sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Maksudnya adalah apakah mereka akan aman bicara mengenai hal sensitif di tempat itu.
Clearwater menyesap anggur di gelasnya. Ia bicara tanpa menggerakkan bibir, "Beberapa pelayan memperhatikan kita secara berkala. Aku tidak tahu apa mereka meneliti gelas kita dan bersiap mengganti minuman yang kosong atau Rutlan benar: dinding di sini bisa mendengar."
Marsh mendengus. Kepalanya ditolehkan pada Jose. "Aku tahu kau di sini karena alasan lain. Semua orang bisa menebaknya. Kau butuh bantuan kami ... Joey?" Ia meniru cara bicara Guy Eastwood, yang membuat keempatnya tergelak.
Nama Jose sebenarnya dilafalkan Hose, namun Guy Eastwood yang tidak pernah bertemu dengan Jose dan hanya melihat sepintas nama itu lewat tulisan (mungkin pada daftar tamu) mengejanya dengan huruf J.
"Tidak, saat ini belum." Jose menggeleng. "Apa kalian tahu bagaimana perkembangan mengenai Dave?"
Clearwater merapatkan bibir. Ia bergeser lebih dekat pada Jose, menyesap anggur di gelasnya, kemudian menggunakan kesempatan itu untuk bicara tanpa menggerakkan bibir. "Kau tidak akan percaya ini, Argent. Aku sempat melihatnya."
__ADS_1
***