Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 136


__ADS_3

yuli pun berpikir yang sama seperti ray, dika memang terlihat sangat mencintai istrinya namun entah kenapa banyak sekali ujian cinta diantara keduanya.


"iya sih"


"tapi entah kenapa saya sulit sekali buat mecahin masalah yang terjadi di antara pak dika sama arin saat ini yul, apa menurut kamu pak dika benar benar selingkuh sama arin?" tanya ray menatap yuli.


"iya saya juga enggak tau sih pak soalnya bang dika enggak pernah mau jujur tentang hubungannya sama arin selama ini kan. dia selalu bilang kalo mereka cuma teman"


"ya kamu benar. oh ya kamu tau enggak saya sudah berhasil menangkap para penculik vani waktu itu"


"oh ya! siapa orangnya pak?" tanya yuli antusias ingin tahu.


"pelakunya adalah karin dan raka" ucapan ray membuat yuli membelalakkan matanya.


"hah!! serius pak. maksudnya karin sama bang raka mantan mereka dulu kan?"


"hem benar"


"kok bisa sih?"


"ya motifnya karena masih memendam rasa sakit hati yang dulu"


"keterlaluan banget sih padahal kan mereka tau kalo kak vani lagi hamil besar kemaren itu tapi kenapa mereka tega nyulik kak vani cuma karena alasan masa lalu"


yuli kembali mengingat saat mereka menemukan vani dalam kondisi pendarahan hebat di hutan hingga kakaknya itu tidak sadarkan diri.


"entah lah yul, saya juga bingung. semua sudah terjadi saya bersyukur vani dan bayinya sudah sehat sekarang" ray menatap lurus ke depan sambil tersenyum.


yuli pun menatap senyum manis di wajah ray dari arah samping membuatnya kembali terpesona dengan wajah manis itu tanpa sadar yuli tersenyum menatap ke arah wajah ray yang sedang tidak menatapnya.


"yuli, kamu kenapa?" tanya ray melihat yuli senyum senyum sendiri sejak tadi.


yuli langsung tersadar dengan gugup saat melihat ray menatap dirinya dengan bingung.


"eh, enggak papa kok pak" yuli tersenyum canggung.


"ya udah kalo gitu. ayo kita balik ke dalam ruangan vani aja, tapi ingat ya kamu enggak boleh bertengkar lagi sama arin. okay " ray memperingati yuli.


"em iya pak" angguk yuli dengan cepat untuk menutupi rasa gugupnya.


ray sudah berjalan lebih dulu menuju ruangan vani sedangkan yuli masih merasa malu dengan sikapnya.


"aduh bego banget sih gue ngapain coba, haish udahlah"


yuli pun bergegas mengikuti langkah ray dengan cepat dari arah belakang.


di dalam ruangan vani, rangga sudah kembali setelah mengantar pak penghulu keluar untuk pulang sebelumnya.


"gimana kondisi vani?" tanya rangga kepada adiknya.


"dokter bilang vani drop lagi tapi keadaannya baik baik aja mungkin bentar lagi bakal sadar"


"syukurlah!"


"ya udah kalo gitu arin lebih baik kamu pulang aja dulu biar bisa istirahat. kita harus nunggu sampe kondisi vani baik" rangga menatap arin yang masih duduk di sofa.

__ADS_1


"iya" arin mengangguk lalu berdiri dan melangkah keluar namun saat berada di dekat pintu ray dan yuli pun datang membuka pintu ruangan hendak masuk.


yuli kembali menatap tajam ke arah arin begitu juga sebaliknya.


"ahh! kebetulan ray, tolong kamu sekalian antar arin juga pulang sekarang" perintah rangga kepada ray.


"baik pak" jawab ray mengangguk.


mereka pun akhirnya bergegas kembali pulang ke rumah bersama.


-


beberapa hari kemudian, vani sudah di perbolehkan untuk kembali pulang kerumah.


vani memutuskan untuk tidak mau kembali tinggal di rumah mertuanya lagi karena arin masih berada disana. awalnya mama ratih merasa keberatan dengan permintaan vani karena itu berarti mama ratih tidak akan bisa tinggal satu rumah bersama dengan cucunya itu.


namun setelah papa hardi memberikan penjelasan kepada istrinya jika mereka harus mengerti tentang perasaan menantu bungsu mereka itu mama ratih pun mau tidak mau juga akhirnya menyetujui.


mama ratih ingin sekali tinggal di rumah dika dan vani namun sepertinya tidak mungkin, karena mama ratih tidak mungkin meninggalkan arin yang sedang hamil sendirian di rumahnya.


hari ini yuli dan hana sudah melakukan persiapan dengan menghias rumah serta kamar bayi untuk menyambut kepulangan keponakan baru mereka di rumah itu. atas permintaan gadis itu juga ray pun sudah mengundang seluruh keluarga besar wijaya dan kerabat lainnya termasuk keluarga vani yang berada di kampung halaman untuk hadir di acara syukuran.


sesampainya vani di depan pintu masuk rumahnya. semua keluarga dan para kerabat yang datang pun menyambut kepulangannya dengan suka cita.


"selamat datang di rumah keponakan aunty yang ganteng" yuli mengecup pipi bayi dari kakaknya itu.


semua orang yang hadir di acara itu pun turut tersenyum bahagia melihat dika dan vani sudah kembali berkumpul bersama dengan keluarga kecil mereka yang bahagia. karena kini kebahagiaan keluarga kecil itu sudah semakin lengkap dengan kehadiran putra pertama mereka yang mungil dan tampan.


semua tamu yang datang menikmati acara yang terbilang sederhana itu. iya di katakan sederhana bila di bandingkan dengan acara acara mewah keluarga wijaya sebelumnya.


acara untuk menyambut kepulangan vani dan bayinya di lakukan secara sederhana karena memang sengaja tidak mengundang terlalu banyak tamu mengingat kondisi vani yang baru saja sembuh dan masih harus banyak istirahat.


"hai dika vani!!!. selamat ya atas kelahiran putra kalian" dina salah satu sepupu dika datang menghampiri vani dan dika yang sedang menggendong bayi mereka.


"iya makasih ya din udah datang" dika dan vani pun menyambut jabat tangan para kerabat dan sahabat yang juga ikut memberi selamat kepada mereka.


"halo tampan, nama kamu siapa sayang?" sapa dina kepada bayi yang berada di dalam gendongan papanya itu.


"em, siapa ya. kami belum nyiapin nama buat dia" ujar dika bingung sambil menatap istrinya.


dika memang belum menyiapkan nama untuk putranya karena sejak kelahiran bayi mungilnya itu dika hanya fokus pada kondisi kesehatan anak dan istrinya saja belum lagi tentang masalahnya dengan arin yang membuat dika tambah pusing memikirkan segalanya.


"ya ampun dika kamu tuh ada ada aja deh masa bisa sampe lupa milih nama sih" dina tersenyum sambil menggelengkan kepala mendengar jawaban polos dari dika.


"iya, masa lupa sih dika. padahal itu hal yang paling penting loh buat nyambut kelahiran bayi" sepupu dika yang lain ikut tertawa.


"iya namanya juga lupa" jawab dika santai.


"hei, ada apa ini?" tanya rangga ikut menghampiri para saudara sepupu dan sahabatnya yang berada disana.


"ini loh rangga dika bahagia banget sampe dia lupa nyiapin nama buat anaknya" ujar mereka.


"ah, dika emang kaya gitu orangnya tapi tenang aja gue udah nyiapin nama yang bagus buat penerus putra wijaya yang tampan ini" ucap rangga pada semua orang disana.


"oh ya. siapa namanya mas rangga?" tanya vani tersenyum antusias karena ingin mendengar nama putranya yang sudah di siapkan oleh rangga dan istrinya. sedangkan dika hanya diam sambil tersenyum tipis ia ragu jika abangnya yang absrud itu benar benar serius dengan ucapannya.

__ADS_1


"Raffa Putra Wijaya" rangga serius dengan ucapannya untuk memberi nama pada keponakan pertamanya itu.


"wah, namanya bagus banget prokk,,,,prokkk,,,,prokkk" puji semua keluarga bertepuk tangan.


mama ratih dan papa hardi pun tersenyum bahagia menatap keluarga kecil kedua putra mereka yang selalu rukun dan saling menyayangi satu sama lain itu.


mendengar nama putranya yang telah rangga siapkan dika pun tersenyum senang karena abangnya itu serius dengan ucapannya kali ini pikirnya.


"wah baby raffa bagus banget namanya kak" yuli dan hana mendekati kakaknya yang sedang tersenyum.


"iya, cocok banget buat bayi tampan ini" semua orang memberi pujian atas nama yang sudah rangga pilihkan untuk keponakannya itu.


"gimana apa kalian setuju sama namanya?" tanya rangga menatap dika dan vani selaku orang tua yang berhak atas anak mereka.


"pasti setuju dong, namanya juga bagus banget lagi makasih ya bang lo sama mbak ranty udah pilihin nama yang terbaik buat anak kami" dika memeluk rangga dan juga tersenyum pada ranty kakak iparnya.


"ah, santai aja dika. anak kalian kan juga anak kami sama halnya kaya kalian yang selalu sayang dan nganggep rara sebagai putri kalian selama ini kami juga bakal gitu ke anak kalian boleh kan"


"iya boleh dong mas rangga, aku suka loh namanya bagus banget. oh ya kalo boleh tau apa arti dari nama raffa ya mas?" tanya vani serius menatap rangga.


"raffa em, gampang banget raffa adalah singkatan dari nama kalian berdua radika dan vani. ppfftt..." rangga tersenyum menahan tawanya.


"haha, benar juga" yuli hana dan yang lain pun tertawa mendengar jawaban simple dari rangga.


"ya ampun mas rangga, sama aja dong kaya nama rara" vani memutar bola matanya sambil tersenyum.


"haha, iya dong bagus kan?" rangga tertawa dengan bangga.


dika dan ray yang mendengar jawaban dari rangga itu pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka karena rangga memang selalu bersikap absrud begitu.


"ih mas rangga apaan sih" ranty mencubit pelan bagian pinggang suaminya dari belakang.


"aduh sakit sayang" ringis rangga.


"bukan gitu vani, sebenarnya arti nama raffa adalah bahagia. kita berharap dengan kehadiran raffa akan selalu membawa kebahagiaan dalam keluarga kita. nama raffa juga mempunyai karakter sifat orang yang penyayang dan setia" ranty menjelaskan bahwa sebenarnya mereka memilih nama raffa karena artinya yang bagus.


"amin..." jawab mereka secara bersamaan saat mendengar arti dari nama raffa yang sebenarnya.


"artinya bagus banget mbak makasih ya mbak sama mas rangga udah nyiapin nama yang bagus buat raffa" vani tersenyum dan memeluk kakak iparnya itu.


"iya sama sama dek" ranty membalas pelukan vani.


"baby raffa gemes deh" yuli dan hana selalu berebut hendak menggendong keponakan mereka yang menggemaskan itu.


keluarga vani yang hadir dalam acara itu pun turut bahagia termasuk aida dan rio yang melihat rumah tangga adik bungsu mereka sudah kembali membaik.


semua kerabat menikmati acara syukuran dengan suka cita hingga akhirnya setelah menjelang malam hari acara pun selesai dan keluarga yang hadir satu persatu pamit untuk pulang ke rumah masing masing. kini rumah vani kembali lenggang.


"huh!!! capek juga ya, padahal enggak terlalu rame yang datang" yuli menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dan duduk di samping hana.


"iya nih kak gerah banget pengen berendam di air hangat biar rilex lagi" hana membayangkannya.


"kalo capek kalian langsung istirahat aja, oh iya yuli hana makasih banyak kalian udah nyiapin semua buat raffa hari ini ya" dika tersenyum menatap kedua adik iparnya.


"iya bang sama sama. oh ya baby raffa udah tidur belum ya?" tanya yuli.

__ADS_1


"em, kayanya udah tidur deh. ya udah kalo gitu abang tinggal ke kamar duluan ya" ujar dika pada kedua adik iparnya itu lalu ia berjalan menuju kamarnya.


yuli dan hana pun hanya menganggukkan kepala mereka menjawabnya.


__ADS_2