Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 151


__ADS_3

dika yang mendapat ciuman mendadak dari istrinya itu pun langsung membalasnya karena tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang sebenarnya sudah ia tunggu sejak tadi.


"oke sayang ini kamu yang minta ya" dika memperdalam ciuman mereka.


dika secara perlahan merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang itu. ia menarik tubuh istrinya agar ikut berbaring di atasnya dengan bibir mereka yang masih terus menyatu saling berbalas ciuman.


karena sudah terbakar gairah dan hasrat yang memuncak dika pun hendak melanjutkan permainan itu di atas sofa saja dengan tubuh vani yang kini sudah berada di bawah kungkungannya.


"sayang kita pindah aja yuk, di sini sempit tau" ujar vani di tengah permainan bibir karena pergerakan mereka terbatas di atas sofa itu.


"sama dong kaya kamu yang sempit tapi aku suka sayang" dika semakin bersemangat menggoda istrinya hingga membuat wajah vani memerah.


tidak mau protes lagi vani hanya pasrah saja menerima sentuhan lembut dari suaminya itu. dalam diam vani menikmati serta membalas semua sentuhan yang di berikan oleh suaminya.


dengan cepat tangan dika membuka satu persatu pakaian yang sedang mereka pakai hingga semakin terlihat dengan jelas bentuk tubuh vani di hadapannya.


dika mengeksplor seluruh bagian tubuh istrinya membuat vani tidak dapat menahan lenguhannya.


"emhh"


dika yang merasa sudah tidak tahan melihat tubuh indah istrinya itu langsung menggendong vani menuju ranjang. setelah merebahkan tubuh istrinya dika pun ikut naik keatas ranjang dan langsung memposisikan tubuhnya di atas tubuh vani.


saat hendak memasuki tubuh istrinya dika menyatukan bibir mereka agar suara vani yang memekik kesakitan seperti sebelumnya tidak terdengar keras dalam ruangan karena mungkin akan membuat putranya terbangun.


"akhh" dengan hanya satu kali hentakan dika menerobos masuk membuat vani merasakan perih


vani memeluk erat tubuh suaminya sambil menahan rasa perih itu. padahal sejak awal dika sudah berjanji akan melakukannya dengan lembut dan perlahan namun karena hasrat sudah menguasai diri membuat dika melupakan janjinya.


ini adalah kali pertama mereka melakukan hubungan intim setelah lama tidak melakukannya pasca vani melahirkan putra pertama mereka melalui jalur caesar.


seharusnya dika melakukan secara perlahan agar vani kembali terbiasa namun dika justru melakukan sebaliknya. beruntung bekas luka operasi istrinya itu baik baik saja.


meskipun merasakan perih pada awalnya namun sama seperti biasanya rasa perih itu berangsur menghilang karena tidak dapat mengalahkan rasa nikmat yang mereka rasakan setelahnya.


saat rasa nikmat telah menguasai kesadaran diri maka biasanya seseorang akan melupakan segala rasa sakitnya untuk beberapa saat hingga kenikmatan itu berakhir.


begitu pula dengan pasangan suami istri yang satu ini sudah menahan rindu pada tubuh pasangannya sekian lama membuat mereka hanyut dalam kenikmatan yang dirasakan hingga keduanya enggan untuk mengakhirinya.


di dalam kamar yang berbeda terlihat yuli masih belum bisa memejamkan mata untuk tidur karena memikirkan tentang perasaannya sendiri.


yuli menatap hana yang sudah terlelap di sampingnya lalu kembali menatap ponselnya lagi. perasaannya gelisah berulang kali ia berusaha untuk memejamkan matanya namun tidak bisa.


yuli kembali membuka matanya lagi. satu jam, dua jam berlalu hingga ia merasa lelah sendiri.


"ih!! kenapa sih gue susah banget mau tidur, mata udah ngantuk tapi malah enggak bisa tidur" keluhnya pada diri sendiri.


"em, susu hangat enak kali ya sebelum tidur."


yuli pun beranjak lalu berjalan keluar dari dalam kamarnya menuju dapur untuk membuat segelas susu hangat yang akan ia minum sebelum tidur.


masih di dalam kamar setelah menyelesaikan olahraga malam bersama istrinya itu dika menatap vani yang sudah kembali tertidur pulas di atas ranjang.


dika menarik selimut hingga menutupi ke bagian dada vani agar tidurnya semakin nyenyak.


cup! "i love you" bisik dika mengecup kening istrinya.


setelah itu dika melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri serta mengganti pakaiannya.


dika yang sudah berganti pakaian pun memutuskan untuk kembali duduk di atas sofa karena hendak menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.


namun di saat dika masih sibuk bekerja tiba tiba perutnya berbunyi.

__ADS_1


kriuk,,, kriuk,,,, bunyi perut dika yang keroncongan di tengah malam.


"ck! pake laper lagi..." sambil mengusap perut.


dika mencoba mengabaikan rasa laparnya namun tidak berhasil akhirnya ia berjalan keluar dari dalam kamar menuju dapur hendak mencari sesuatu yang bisa dimakan untuk mengganjal perutnya yang terasa lapar itu.


"huh! makan apa ya?"


saat dika hendak masuk ke ruangan dapur tiba tiba saja ia menghentikan langkah kaki karena melihat yuli masih berada disana sedang meminum segelas susu.


"hem, kebetulan banget nih anak belum tidur. gue kerjain deh" dika tersenyum jahil.


dengan diam diam dika masuk kedalam ruangan dapur lalu bersembunyi di balik pintu hendak menakut nakuti adik iparnya itu.


prank....!!! prank...!!!!


ting!!!...ting!!!!....ting!!!!!


terdengar suara sapu jatuh serta gelas berbunyi membuat yuli yang awalnya sedang duduk santai sambil menikmati segelas susu hangat pun terkejut mendengarnya.


"suara apa tuh!" yuli menoleh kanan kiri namun tidak melihat apapun disana.


"apa jangan jangan, ada hantu lagi!" yuli mengusap tengkuknya sambil terus menoleh kesana kemari.


"perasaan udah lama gue tinggal disini tapi enggak pernah tuh seseram ini"


"glek! glek! glek" dengan cepat yuli pun meminum dan menghabiskan susu hangat di dalam gelasnya.


setelah susu di dalam gelas itu berpindah masuk ke dalam perut yuli. tiba tiba saja lampu yang menerangi ruangan dapur itu pun mati dan menjadi gelap gulita.


"aaakkkhhh...!!!." yuli berlari sambil berteriak ketakutan langsung masuk kedalam kamarnya.


"haha" tawa renyah dika yang puas melihat wajah takut sang adik iparnya.


"hehh! penakut ternyata, kirain nyalinya sebesar orangnya. ppffttt...." dika menahan tawanya.


pagi harinya, yuli berjalan dengan langkah gontai menuju meja makan lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan hana seperti biasanya namun sedikit berbeda karena hari ini wajah yuli tampak kusut kurang tidur.


di hadapan kedua gadis itu terlihat vani sedang duduk di samping suaminya sambil menggendong raffa. seperti biasanya vani selalu setia menemani dika sarapan di meja makan sebelum berangkat ke kantor.


vani yang melihat kedatangan yuli dengan wajah kusutnya itu pun langsung bertanya kepada sang adik.


"yuli, muka kamu kenapa kok kusut gitu?" vani melihat lingkaran hitam seperti panda di sekitar mata adiknya.


hana yang juga baru menyadari wajah kakaknya itu pun menoleh lalu tertawa.


"haha, kak muka kamu kok bengkak kaya badut gitu sih? " hana meledek wajah kakaknya.


"heh, nyebelin bgt sih lo! ini tuh gara gara gue enggak bisa tidur tadi malam plus hantu nyebelin yang gangguin gue" kesal yuli bercerita mengingat kejadian tadi malam yang menyebalkan baginya.


"apa!! hantu?" vani dan hana kaget secara bersamaan karena mereka tidak percaya dengan cerita yuli sedangkan dika hanya tersenyum menahan tawanya mendengar cerita dari adik iparnya itu.


"iya, lo berdua pasti enggak percaya kan sama gue kalo tadi malam tuh ada hantu di dapur" yuli menatap kedua saudarinya itu sambil bercerita.


"enggak!" vani dan hana menggelengkan kepalanya.


"haha, mana mungkin ada hantu disini kak lagian kalo pun ada hantu pasti juga hantunya yang bakal takut liat muka kakak kaya gitu" hana menggoda yuli sedangkan vani dan dika ikut tertawa mendengar celotehan hana itu.


"haha bener tuh yul" vani ikut berkomentar membuat yuli semakin kesal karena ejekan dari adik dan kakaknya.


"ngeselin banget sih lo berdua, ya udah terserah kalo kalian enggak percaya" yuli memanyunkan bibir lalu bersandar di kursinya.

__ADS_1


vani dan hana pun diam karena tidak ingin melihat yuli semakin kesal pada mereka.


setelah menyelesaikan sarapannya dika pun pamit pada istri dan anaknya itu hendak berangkat ke kantor.


"ya udah deh sayang, aku berangkat sekarang ya" dika berdiri dari duduknya lalu mengecup kening anak dan istrinya secara bergantian.


"ya udah kalo gitu kamu hati hati ya mas" vani mencium punggung tangan suaminya.


"iya, dah!!! jagoan. papa mau kerja dulu ya sayang"


"iya papa"


emuach! dika mengecup sekali lagi pipi putranya sebelum benar benar pergi.


setelah itu dika pun berjalan keluar dengan langkah cepat karena hendak melepaskan tawanya di dalam mobil.


"ehem, ada yang udah baikan nih kayanya. kirain pagi ini kita enggak bakal liat kecup kecupan lagi kaya kemarin malam iya kan hana" yuli melirik vani yang sudah kembali terlihat mesra dengan suaminya itu.


"iya pastinya dong kak, kan tadi malam udah ehem...." hana ikut menanggapinya.


"oh, jadi ternyata ngambek karena itu ya" yuli tersenyum jahil sambil memainkan alis menggoda kakaknya.


"apaan sih kalian ini sok tau banget deh" vani tersenyum malu menanggapi ucapan kedua adiknya itu.


"ya emang tau lah!! udah kelihatan banget tuh dari muka kamu yang merah kaya kepiting rebus kak haha" yuli dan hana terus menggoda kakaknya itu.


"ihh!! apaan sih kalian. udah deh, mendingan kamu ceritain soal hantu yang tadi malam itu. jangan jangan dia masih ada disini lagi" vani mengalihkan pembicaraan mereka karena sudah membuat dirinya merasa malu.


"eh serius tau, kalian percaya deh sama aku masa tadi malam aku tuh denger suara sapu jatuh terus ada suara gelas bunyi dan yang lebih parahnya lagi lampu disini tuh tiba tiba mati...."


"terus?"


"setelah itu..."


"door.... " ray datang dengan tiba tiba mengagetkan ketiga wanita itu karena masih fokus mendengar cerita yuli.


"aaakkkhhh....." teriak mereka bersamaan karena kaget.


vani pun langsung memeluk erat tubuh raffa yang ada di dalam gendongannya.


"haha kalian kenapa sih?" ray malah bertanya.


"ih mas ray, kamu tuh bikin kaget aja tau gak. malah pake nanya kenapa lagi" vani memarahi ray.


"iya maaf, habisnya cerita kamu tuh enggak masuk akal banget deh" ray menatap yuli.


"eh serius tau pak ray, saya yang mengalaminya secara langsung" yuli membela diri.


"mana mungkin ada hantu, asal kamu tau ya saya udah pasang anti hantu di rumah ini" ray mengucapkan kalimat candaannya.


"ha!!! anti hantu. emang ada?" tanya ketiganya dengan penasaran.


"ya ada dong makanya kalian enggak usah takut lagi oke"


"tapi mas"


"oh iya bos saya dimana bu bos?" tanya ray menatap vani.


"udah pergi, baru aja" jawab vani singkat.


"ya udah deh, kalo gitu saya pamit juga ya. bisa di pecat saya ini karena bos duluan sampe di kantor" ray pun pamit lalu keluar dari rumah meninggalkan ketiga wanita yang sedang kebingungan itu.

__ADS_1


__ADS_2