
sore harinya setelah menyelesaikan semua pekerjaannya dika bergegas pulang meninggalkan ray yang akan menemui seorang klien terakhir mereka malam ini.
tak lupa dika juga meminta naya untuk menemani ray menemui klien itu.
"maaf pak ray tadi pak dika minta saya untuk nemenin bapak bertemu klien malam ini" ujar naya.
"oh begitu. ya sudah kalau begitu ayo ikut saya" ucap ray.
"baik pak" naya pun mengikuti langkah ray.
ray dan naya pergi menuju sebuah hotel untuk bertemu dengan klien mereka di sana. cukup jauh perjalanan yang di lalui membuat naya sedikit lelah duduk di dalam mobil.
"kalo kamu capek istirahat aja dulu" ray melirik naya di sampingnya.
"baik pak terima kasih" naya menyandarkan tubuhnya agar lebih nyaman hingga tak sadar ia pun tertidur karena merasa lelah.
setelah sampai di tempat tujuan ray pun membangunkan naya yang masih ketiduran di dalam mobil.
"naya bangun!" ekspresi ray yang datar.
namun naya masih larut di dalam mimpi indahnya.
"naya kita sudah sampai!" suara ray lebih keras agar naya terbangun namun tetap tidak berhasil.
akhirnya ray pun menggoyang lengan naya untuk membangunkannya.
"naya bangun!"
"pak ray, bapak ngapain di sini?" naya kaget saat membuka matanya.
"mau meeting apa kamu sendiri?" jawab ray dingin.
"eh maaf pak. saya ketiduran ya" naya akhirnya tersadar jika dirinya masih belum pulang ke rumahnya.
"iya enggak papa, ayo kita masuk"
mereka pun keluar dari dalam mobil dan langsung menuju restoran di dalam hotel itu untuk menemui klien mereka.
saat ini ray dan naya sedang berjalan masuk menuju resto namun naya kembali menghentikan langkahnya.
"maaf pak. saya permisi ke toilet sebentar ya" naya menahan lengan ray.
"baik" ray pun mengangguk lalu menunggu di tempatnya.
setelah naya kembali dari toilet, mereka pun melanjutkan langkah untuk masuk ke dalam dan menemui klien yang sudah menunggu mereka di dalam resto itu.
"pak ray senang dapat bertemu dengan anda" klien itu menjabat tangan ray sambil tersenyum.
"begitu juga dengan kami pak reno" ray menyambutnya.
"silahkan duduk pak ray" pak reno mempersilahkan ray dan naya duduk.
"baik terima kasih pak" ray dan naya pun mengangguk. mereka pun duduk saling berhadapan dengan pak reno dan sekretarisnya.
"wah, sayang sekali pak dika tidak bisa ikut malam ini ya" ucap pak reno setelah mereka duduk.
"ah, maaf ya pak. pak dika sedang memiliki acara keluarga malam ini jadi beliau meminta saya untuk menemui bapak disini" ray tersenyum
"iya tidak papa pak ray. saya mengerti pak dika memang sangat sibuk" pak reno mengerti.
"oh iya terima kasih pak" ray mengangguk.
"ayo, bagaimana kalau kita makan malam lebih dulu pak" ajak pak reno kepada ray dan naya.
"baiklah kalau begitu pak"
akhirnya mereka memulai makan malam bersama.
di sebuah restoran yang berada di dalam sebuah mall terbesar di kota itu terlihat disana dika sedang mengajak keluarganya untuk makan malam bersama.
__ADS_1
"vani, mbak kangen banget sama kalian" ranty berpelukan dengan vani.
"aku juga kangen banget mbak udah jarang banget ya kita bisa kumpul bareng kaya gini"
"iya nih"
ranty masih berada di negara ini bersama dengan kedua putrinya karena rangga hanya pergi sendirian ke london dan ia akan pulang dalam beberapa minggu.
dika sengaja menyempatkan waktu untuk makan malam bersama dengan istri dan anaknya. vani juga mengajak hana dan luna untuk ikut menemani agar suasana semakin ramai.
"em, vani kamu bilang yuli udah balik ke kota kapan kita main ke rumahnya?" tanya ranty kepada vani saat di sela sela makan mereka.
"iya mbak. rencananya sih malam ini tapi anak anak pada minta main karena baby arka masih kecil jadi enggak boleh keluar malam malam dulu"
"oh ya udah gimana kalo besok kita ngumpul lagi di rumah yuli" saran ranty.
"boleh mbak. lagian hana juga mau tinggal di sana buat beberapa hari nemenin yuli karena mas ray mau pergi ke luar kota" jawab vani.
"oh gitu, tapi katanya waktu itu hana mau buat acara makan enak ya? kapan kok lama banget sih han" ranty tersenyum menggoda hana.
"ini kita lagi makan enak mbak" hana menunjuk makanan di hadapannya.
"haha! bukan makanan ini loh hana" mereka pun tertawa mendengar jawaban hana.
setelah selesai makan malam bersama di dalam resto itu, vani dan ranty pun membawa anak anak mereka menuju tempat bermain agar rara dan adik adiknya bisa bermain sepuasnya bersama sama.
"mas, lihat deh affa seneng banget bisa main disini bareng sama mbak mbaknya ya"
vani sedang merekam putranya bermain bersama rara dan rasty dengan menggunakan ponselnya.
"iya sayang"
dika tersenyum namun fokusnya justru pada ponsel di tangannya. dika sedang menunggu kabar dari ray apakah pertemuannya dengan klien mereka sudah selesai atau belum.
karena dika juga ingin segera mengetahui hasil kerja sama di antara kedua perusahaan mereka. biasanya ray akan langsung menghubungi dika tanpa di minta lebih dulu namun saat ini dika sedikit gelisah karena ray belum juga memberinya kabar apapun padahal hari sudah cukup larut.
"ah udahlah mungkin pertemuan mereka emang belum selesai" gumam dika memilih ikut bergabung dan bermain bersama anaknya saja.
"sshh!! aw" ringis naya memegangi kepalanya.
"bu naya kenapa, apa lagi enggak enak badan?" tanya pak reno sambil melirik sekretaris di sampingnya.
"em, saya baik baik aja pak cuma sedikit pusing"
"pak ray, apa bapak juga merasa pusing?" tanya pak reno.
"iya" ray mengangguk namun ia menyadari jika saat ini ada sesuatu yang tidak beres terjadi kepada dirinya.
"bagaimana kalau bapak dan ibu beristirahat saja lebih dulu di dalam kamar hotel ini" pak reno tersenyum tipis.
"tidak kami harus segera pulang, permisi" ray dan naya beranjak dari duduknya.
hari semakin larut di dalam mall itu anak anak sudah merasa kelelahan dan mengantuk saat bermain hingga raffa pun sudah tertidur di dalam gendongan papanya. akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang dan beristirahat di rumah.
"sayang ayo kita pulang, affa udah bobok nih. kamu juga pasti udah capek kan" dika menatap vani.
"oh iya nih mas. ayo mbak ranty, hana, luna kita pulang" ajak vani kepada yang lain karena mereka juga sudah merasa lelah setelah bermain bersama dengan anak anak.
"iya kak ayo!" hana mengangguk setuju.
"ma, rara juga udah ngantuk nih" rara melihat adiknya sudah berada di dalam gendongan mamanya.
"ya udah kita pulang yuk sayang" ajak ranty pada kedua putrinya.
mereka pun berjalan keluar dari dalam mall itu dan secara bersamaan menuju parkiran mobil.
"sampai ketemu besok lagi ya affa" ranty dan rara melambaikankan tangan sebelum melajukan mobil mereka.
"iya mbak, dah!!" vani melambaikan tangan karena raffa sudah tertidur.
__ADS_1
dika dan vani masuk ke dalam mobil diikuti luna dan hana yang sedang menggendong raffa masuk ke dalam mobil juga hendak segera pulang.
"sayang kamu ngantuk ya?" dika mengusap lembut rambut istrinya.
"em, iya nih mas" vani mengangguk.
"ya udah kamu tidur aja nanti kalo udah sampe di rumah aku bangunin ya"
"em" vani kembali mengangguk.
dika pun melajukan mobilnya menuju kediaman mereka. saat sedang fokus menyetir, sekali lagi dika mengecek ponselnya untuk melihat kabar dari ray namun tetap tidak ada notice apapun yang masuk di ponselnya.
"ahh udahlah mungkin dia lelah dan udah pulang sekarang" dika berpikir positif untuk meyakinkan hatinya.
dika melirik kearah samping melihat istrinya yang benar benar sudah tertidur di sampingnya. ia juga mengalihkan pandangannya melirik kaca depan mobil untuk melihat putranya yang sudah tertidur di jok bagian belakang bersama dengan hana dan luna yang juga sudah tertidur.
mungkin ini terlalu larut untuk pulang sehingga semua orang sudah mengantuk pikirnya atau karena mereka memang sudah kelelahan bermain.
Sesampainya di rumah, dika membangunkan hana dan luna agar segera turun dari mobil.
"hana luna bangun!!" dika melihat ke arah belakang.
"emhh!! eh udah sampai ya bang?" hana membuka matanya.
"udah, sekarang kamu bangunin luna dan kalian turun jangan lupa gendong affa juga ya bawa masuk ke dalam kamar" ucap dika kepada hana.
"iya bang" hana masih sangat mengantuk.
"luna bangun, ayo turun. tolong bukain pintu mobilnya ya aku mau gendong affa nih" ucap hana kepada luna.
"emh, baik mbak hana"
luna juga baru membuka matanya sambil mengantuk ia segera turun dan membuka pintu mobil agar hana bisa keluar dengan menggendong raffa.
setelah itu mereka masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar masing masing dengan hana yang tidur di dalam kamar raffa.
sebelum turun dari dalam mobil dika kembali mengecek ponselnya namun tetap tidak ada balasan apapun dari ray. sebenarnya bukan karena ia merasa terlalu penasaran dengan pertemuan itu namun dika cukup khawatir kepada ray yang tidak seperti biasanya.
biasanya ray akan selalu mengabari dirinya lebih dulu setelah selesai mengerjakan sesuatu apapun itu.
"apa gue telpon aja ya"
dika segera menghubungi ponsel ray namun tidak ada jawaban telponnya tersambung namun tidak di jawab.
"makin enggak biasa aja nih anak, biasanya dia cepat banget jawab telpon dari gue meskipun dia lagi ada di alam mimpi sekalipun" kesal dika namun khawatir.
dika melirik istrinya yang sejak tadi masih tertidur pulas di sampingnya.
"ya ampun sayang, aku pikir kamu udah bangun ternyata kaya kebo tidurnya" ujar dika yang tidak di dengar oleh vani
jika istrinya sampai mendengar ucapannya itu pasti mereka akan kembali berdebat seperti biasanya.
melihat vani yang tidur dalam posisi duduk dengan perut buncitnya dika tidak tega dan hendak segera turun dari dalam mobil sambil menggendong istrinya itu masuk ke dalam kamar agar vani dapat tidur dengan nyenyak.
sesampainya di dalam kamar dengan perlahan dika merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang lalu melepaskan sepatu yang di masih menempel di kaki istrinya itu.
dika juga menyingkirkan tas serta beberapa aksesoris yang tadi di pakai oleh vani.
tidak lupa dika juga mengganti pakaian istrinya dengan piyama yang longgar agar vani bebas bergerak dan merasa lebih nyaman saat tidur.
cup!
dika mengecup perut istrinya yang sudah terlihat mulai buncit saat ia mengganti pakaian vani.
"kamu capek ya sayang"
dika mengusap lembut calon bayinya yang masih berada di dalam perut istrinya itu.
setelah selesai dika mengganti pakaiannya sendiri dan memutuskan untuk mengabaikan hal yang lain lalu ikut tidur menyusul istrinya di alam mimpi yang indah karena dirinya juga sudah benar benar mengantuk.
__ADS_1
"love you" bisik dika di telinga istrinya sambil memeluk tubuh vani lalu memejamkan matanya.