Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 156


__ADS_3

setelah mempelajari nama nama bumbu dapur. akhirnya yuli pun memutuskan untuk masak nasi goreng saja.


"oke aku mau masak nasi goreng" ujar yuli.


"ya ampun yuli jadi dari tadi kita ngehafalin nama bumbu tuh buat apa kalo ujung ujungnya cuma mau goreng nasi?" vani menepuk jidat.


"hehe iya biar aku bisa bedain aja dong kak. lagian ini kan masih percobaan pertama aku masak jadi harus masak makanan yang simpel dulu dong. masa iya baru pertama kali belajar masak aku langsung masak rendang" yuli pun nyengir kuda.


"haishh, terserah kamu deh. ya udah sekarang kamu mulai masaknya aja ya aku mau ngecek keadaan raffa sebentar nih" vani pun melangkah keluar dari dapur.


"iya iya" yuli pun memulai acara memasaknya.


terlebih dahulu yuli memotong bawang dan cabe lalu menyiapkan nasi yang akan ia goreng.


setelah selesai memasak, yuli pun menyajikan sepiring nasi goreng itu di atas meja untuk di cicipi oleh dika.


karena merasa ragu dengan rasanya vani dan yuli pun akhirnya menumbalkan dika untuk menjadi juri yang akan mencicipi masakan pertama yang di masak oleh yuli itu.


"aduh kok aku merinding ya sayang mau nyobain makanan buatan yuli, masakan pertama yang dia buat loh ini?" ujar dika kepada istrinya sambil mengusap tengkuknya sendiri.


"ih! biasa aja dong bang dika, masa sampe merinding segala sih" protes yuli memanyunkan bibirnya.


"iya merinding lah yul, secara ini kan masakan pertama yang kamu masak. syukur syukur setelah makan masakan kamu ini aku masih hidup. haha" dika tertawa meledek adik iparnya itu.


"terserah lah bang" yuli memutar bola matanya ngambek.


"udah, ayo mas dicicipin sekarang" ujar vani


setelah berusaha serius akhirnya dika mulai mencicipi masakan adik iparnya itu.


satu sendok suapan pertama dika masukkan kedalam mulutnya lalu mengunyah dengan perlahan namun tidak butuh waktu lama dika kembali mengeluarkan makanan di dalam mulutnya itu dengan menggunakan tisu.


dika langsung meminum habis air putih di dalam gelasnya dan mengusap bibirnya dengan tisu yang lain.


"gimana bang?" yuli merasa penasaran dengan ekspresi dika yang langsung membuang makanan itu. sudah dapat ia pastikan jika masakannya itu tidak enak.


"asin banget yuli, kamu tuh harus cicipin juga dong pas lagi masak harusnya kamu kasih garam secukupnya aja" koreksi dika memberi saran pada adik iparnya itu.


"em, oke deh bang lain kali di coba lagi" yuli sedikit murung.


"ya udah ini kan masih pertama. enggak papa kamu harus tetep semangat ya masaknya" vani memberikan semangat.


"iya kak" yuli mengangguk


"iya yuli tapi kamu belajar masaknya di ajarin sama bibi aja ya soalnya kami mau ke kamar dulu, mau pacaran nih mumpung raffa masih tidur. byee yul"


dika merangkul pundak istrinya lalu mengajak vani untuk pergi meninggalkan yuli sendirian di dapur.


"ck! ngeselin banget sih bang dika. buat jiwa jomblo gue iri aja"


yuli manyun membuat dika tertawa karena sudah berhasil menggoda adik iparnya hingga kesal.


tak terasa hari ini adalah hari ulang tahun raffa. acara ulang tahun dari putra wijaya itu pun berlangsung dengan sederhana karena mereka hanya mengundang anggota keluarga dan teman terdekat saja untuk memeriahkan acara ulang tahun raffa yang di adakan di rumahnya itu.


"selamat ulang tahun sayang mama papa jadi anak soleh ya sayang" emuach.

__ADS_1


"anak papa udah gede ya sayang hem?" emuach.


dika dan vani mengecup kedua pipi putra mereka yang tampan itu.


mama ratih dan papa hardi serta rangga dengan anak dan istrinya pun mengucapkan selamat ulang tahun kepada raffa putra wijaya itu.


"sayang aunty makin pinter deh sekarang udah gede" emuach.


"sehat terus ya sayang"


banyak doa baik serta kado yang di berikan oleh keluarga yang datang untuk raffa.


keluarga vani dari kampung halaman pun turut hadir memeriahkan acara ulang tahun raffa.


sejak beberapa bulan terakhir, hubungan di antara yuli dengan ray memang sudah semakin dekat. di tambah lagi kedekatan mereka pun sangat di dukung oleh dika dan vani yang selalu menciptakan momen bersama untuk keduanya.


pasangan suami istri itu sangat berharap jika ray dan yuli akan segera menyusul mereka membangun bahtera rumah tangga yang bahagia.


contohnya seperti saat ini yuli dan ray serta hana sedang melakukan beberapa permainan dalam acara ulang tahun raffa untuk memeriahkannya.


yuli dan ray pun ikut bernyanyi serta bermain game anak anak di acara ulang tahun raffa secara bersama sama.


saling berdekatan tertawa dan bercanda bersama anak anak yang merupakan keponakan dika dan vani yang juga datang untuk ikut merayakan ulang tahun raffa.


keduanya sangat kompak dalam bermain permainan dan juga menyanyikan lagu bertajuk cinta bersama membuat yuli merasa bahwa perasaannya selama ini dapat di sambut dengan baik oleh ray.


terlebih lagi selama ini ray selalu ada untuk menemaninya jika yuli ingin pergi jalan serta ray juga selalu memberikan perhatian perhatian kecil kepada dirinya.


hubungan mereka berjalan dengan baik dan sangat akrab dalam beberapa bulan terakhir ini mereka sudah menjalin kedekatan layaknya sepasang kekasih meskipun yuli tidak kunjung mendapat kepastian dari ray tentang hubungan kedekatan di antara mereka itu.


pasalnya ray tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada yuli. apakah ray mencintainya atau tidak namun sebagai dua orang yang sama sama dewasa seharusnya mereka dapat mengartikan perasaan dari seorang pria dewasa kepada seorang gadis yang memberikan banyak perhatian itu di sebut sebagai bukti cinta.


terkadang yuli merasa ragu akan hubungan antara dirinya dengan ray yang tidak pernah memiliki kepastian itu. apalagi mengingat usianya sebagai seorang gadis yang seharusnya sudah menikah dan memiliki anak seperti kakaknya. bagaimana pun yuli dan vani memiliki usia yang sama. hal itu membuat yuli merasa mungkin harapannya kepada ray hanya akan sia sia saja.


namun tidak bisa di pungkiri jika yuli terlanjur memiliki perasaan yang begitu dalam kepada ray terlebih lagi ray juga selalu memberikan perhatian kepadanya membuat yuli merasa di perlakukan sangat istimewa oleh pria yang dicintainya itu.


suatu hari di kantor, ray terlihat sedang duduk di kursi meja kerjanya sambil memegang sebuah kotak cincin yang sangat indah. ia sudah membeli sebuah cincin dengan niat untuk segera melamar wanita pujaan hatinya.


dika yang kebetulan lewat pun melihat cincin itu sedang dipegang dan di tatap oleh ray dengan serius. ia langsung berniat untuk menggoda sekretarisnya itu.


"eh, ada cincin bagus banget nih. buat siapa ray?" dika tersenyum sambil menahan tawanya.


"kepo banget deh bos"


"iya enggak papa dong"


"cincin ini ya buat ngelamar calon istri gue lah. iya kali gue beliin cincin buat lo bos"


"oh ya! emangnya udah punya calon istri lo sejak kapan?"


"sejak sekarang"


"iya bagus deh berarti sebentar lagi lo enggak bakal jomblo lagi kan"


"ya iya dong bos, emang lo pikir gue mau sendirian terus sampe tua. gue kan juga pengen kali bisa manja manjaan sama istri gue kaya lo sama vani gitu"

__ADS_1


"haha, iya iya bagus deh. lagian lo kan juga udah tua ray. entar kalau lo sakit enggak ada yang ngurusin lagi"


"hem, benar juga sih bos"


"ya udah selamat ya ray. jangan lupa undangannya di antar ke rumah" ujar dika.


"iya lo tenang aja bos. entar elo sendiri yang bakal nyetak undangan pernikahan gue" jawab ray ngasal.


"enak aja lo, gue kan bos lo" dika pun tak terima.


"tapi bukannya lo juga sahabat gue ya dik?"


"iya sih tapi kan itu dulu haha" dika tertawa lalu berjalan masuk ke dalam ruangannya meninggalkan ray.


sedangkan ray hanya diam saja tidak perduli dengan ucapan bos sekaligus sahabatnya yang aneh itu.


sore harinya setelah pulang dari kantor dika langsung pulang ke rumahnya dengan perasaan yang senang.


malam hari menjelang akan tidur dika pun menceritakan sesuatu yang ia lihat di kantor tadi kepada istrinya.


"sayang kamu tau gak, tadi tuh di kantor aku ngeliat ray lagi megang kotak cincin loh. katanya sih mau ngelamar calon istrinya gitu" dika bercerita kepada istrinya.


"oh ya! bagus dong mas. itu berarti sebentar lagi mas ray sama yuli bakal nikah"


"iya sih sayang aku juga ikut seneng kalo ray sama yuli bisa bersatu tapi..." dika menggantung ucapannya.


"tapi apa mas?"


"tapi enggak papa sih sayang hehe" nyengir dika.


"ya ampun mas dika kamu ini bercanda mulu deh" vani menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suami tercintanya itu.


"sayang tidur yuk!" ajak dika padahal memang sudah sejak tadi mereka hendak tidur.


"hem" vani sudah memejamkan matanya lebih dulu.


"sayang" dika pun memeluk istrinya yang sudah tertidur itu.


keesokan harinya vani berniat untuk menanyakan kepada yuli tentang lamaran tersebut namun ia urungkan karena mungkin saja ray hendak melamar adiknya itu dengan cara memberi kejutan pikirnya dan akhirnya vani pun tidak jadi bertanya.


seperti biasa dika berangkat ke kantor dan yuli pun pergi ke butik untuk bekerja.


menjelang sore hari saat masih sibuk bekerja di butik tiba tiba saja yuli melihat ray datang menemui dirinya.


ray turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam butik hendak menemui yuli di sana.


"hai yuli" sapa ray setelah masuk.


"eh hai juga pak ray. ada apa nih tumben banget di jam ngantor gini bapak main ke sini?" yuli tersenyum senang.


"iya nih saya mau ngajak kamu ke suatu tempat kamu bisa ikut saya enggak?"


"em, emangnya kita mau kemana pak?"


"ada deh, pokoknya kamu ikut aja ya. saya mau nunjukin sesuatu ke kamu nanti"

__ADS_1


"oh oke pak, kalo gitu saya ikut deh"


yuli mengambil tas selempangnya di atas meja lalu ikut dengan ray yang akan mengajaknya ke suatu tempat.


__ADS_2