Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
Seperti singa betina


__ADS_3

dalam perjalanan menuju rumah kontrakan vani, tak sengaja ray melihat seekor kucing sedang menyeberang dengan tiba tiba hingga membuatnya mendadak harus menginjak rem.


ciitt!!!


ban mobil pun bergesekan keras dengan aspal akibat rem mendadak di injak.


bruk!!!


"sshh!"


"aw!!"


karena lupa memakai self belt membuat kening vani dan dika saling bertabrakan dan keduanya meringis bersamaan.


dengan reflek dika memegangi kedua pundak vani untuk menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh membuat pandangan mereka kembali bertemu.


"maaf pak"


ray melirik bosnya yang sedang duduk di kursi belakang dari pantulan kaca namun keduanya masih saling bertatapan.


saat tersadar vani merasa canggung karena di tatap seperti itu oleh dika membuat jantungnya berdetak lebih cepat.


dika pun langsung memalingkan wajah secara bersamaan setelah tersadar dari tatapan itu.


sejak tadi ray memperhatikan dika yang saling bertatapan dengan vani melalui pantulan kaca hingga keduanya juga mengalihkan pandangan bersamaan.


ia merasa ada yang aneh dari sahabatnya itu.


dika terlihat canggung saat bertatapan dengan vani membuat ray merasa heran dengan sikap bosnya yang tidak seperti biasa itu.


'dika aneh banget, kok dia keliatan jadi salting gitu sih? kaya orang yang lagi....' batin ray berpikir.


'hem masa sih?'


ray tidak percaya dengan apa yang sedang ia pikirkan karena dirinya belum pernah melihat dika salah tingkah seperti itu meskipun saat bersama karin kekasihnya.


dika dan vani hanya menatap ke arah luar dari kaca jendela hingga mobil mereka sampai di depan rumah vani.


akhirnya mobil ray berhenti tepat di titik alamat yang sudah vani katakan sebelumnya.


"kita sudah sampai"


ray menatap keduanya melalui pantulan kaca.


dari dalam rumah yuli mendengar suara mobil berhenti tepat di depan rumah kontrakannya. ia langsung membuka pintu hendak melihat siapa yang datang.


yuli meyakini pasti kakaknya yang baru sampai karena tadi vani sudah mengatakan jika dirinya akan segera pulang.


vani keluar dari dalam mobil dengan perlahan lalu di ikuti oleh dika dan juga ray.


di ambang pintu yuli terdiam memandang ke arah tiga orang yang baru saja keluar dari dalam mobil mewah itu.


"siapa sih, masa taksi online mobilnya cakep banget?"


yuli bertanya tanya sambil mengusap kedua matanya.


beberapa saat kemudian yuli baru menyadari lalu mendekat kearah vani saat melihat wajah kakaknya itu terdapat memar di bagian pipi.


"kak vani, pipi kamu kenapa?" tanya yuli.


mendapat pertanyaan khawatir dari sang adik membuat vani kembali menangis dan langsung memeluk yuli yang memiliki tubuh lebih tinggi dari pada dirinya itu.


"hiks! hiks! hiks!"


vani kembali mengingat kejadian buruk yang baru saja ia alami.


sosok putri bungsunya akan keluar ketika vani sedang sedih terlebih lagi saat ini yuli terlihat seperti seorang kakak yang sedang bertanya kepada adiknya.


"kamu kenapa kak? kok nangis gitu sih, ini pipi kamu kenapa kok bisa memar?"


"hiks! hiks!" vani masih tersedu.


karena masih belum dapat jawaban apapun dari sang kakak, yuli langsung melotot ke arah dua pria yang sedang berdiri di hadapannya.


vani yang pulang di antar oleh dua pria asing pun membuat yuli memicingkan mata curiga menatap dika dan ray disana.


"kalian ini siapa? terus apa yang udah kalian lakuin sama kakak saya?"


yuli menatap tajam kearah dua pria itu.


"wih! adeknya garang bos"


ray berbisik kepada dika yang berada di sampingnya.


saat melihat yuli langsung mode on seperti singa betina melotot ke arah mangsanya.


dika hanya diam tidak merespon ucapan ray meskipun sebenarnya ia ingin tertawa saat mendengarnya namun ekspresi wajah dika tetap terlihat tenang dan datar.


"yuli, mereka itu bos aku terus mereka juga yang udah nolongin aku"

__ADS_1


vani sedikit berbisik pada yuli namun suaranya masih terdengar oleh kedua pria itu.


"kamu jangan belain mereka kak! aku tau kok, mereka pasti cowok cowok buaya darat yang udah nyakitin kamu kan"


yuli tidak percaya dan masih memicingkan mata curiga.


"bukan yuli, jadi gini ceritanya..."


tak ingin ada kesalah pahaman di antara adik dengan kedua bosnya itu, akhirnya vani pun menceritakan semua yang terjadi kepada yuli bagaimana dirinya bisa mendapat memar di pipi.


luka memar itu adalah bekas pukulan dari dua pria brengsek yang ini menyakitinya tadi.


beruntung saat itu dika dan ray datang tepat waktu untuk menyelamatkan vani dari kedua pria bajingan hingga ia masih bisa selamat.


jika tidak, mungkin saja saat ini vani sudah kehilangan kehormatan yang selalu ia jaga selama ini atau bahkan bisa kehilangan nyawanya juga.


"oh jadi gitu ceritanya"


yuli mengangguk anggukkan kepala mengerti.


"iya"


"syukur deh kalo kamu baik baik aja kak"


yuli memeluk tubuh vani sambil tersenyum.


"iya, ini semua berkat pertolongan dari kedua bapak ini yul"


vani menatap dika dan ray secara bergantian.


"eh! em, maaf ya pak kalo tadi saya udah salah paham sama bapak bapak berdua ini. oh iya, makasih banyak ya karena bapak bapak udah nolongin kakak saya tadi" hehe


yuli tersenyum canggung karena merasa malu sudah salah paham kepada dua pria itu.


"tidak papa, ya sudah kalo gitu kami langsung permisi pulang saja ya"


dika menatap kedua gadis itu lalu vani pun mengangguk.


"tapi kami berdua ini bukan bapak bapak loh"


ray memalingkan wajahnya menatap ke arah yang berbeda sambil menanggapi ucapan yuli sebelumnya.


"hem, tapi keliatannya udah cocok banget jadi bapak dari anak anak ku loh" gumam yuli pelan namun masih terdengar samar di telinga mereka.


"hus! kamu ini ngomong apa sih! sstt!" bisik vani menegur adiknya membuat yuli terdiam.


"ya sudah vani kalau gitu kami pamit ya"


"sekali lagi terima kasih banyak ya pak" vani tersenyum.


"iya sama sama"


dika menjawab dengan wajah datar lalu mereka kembali masuk ke dalam mobil dan langsung pulang ke rumah masing masing.


setelah mobil ray dan dika menghilang dari pandangan mereka, yuli dan vani pun berjalan masuk ke dalam rumah.


"ayo masuk" ajak vani berjalan perlahan.


"iya, kamu hati hati jalannya"


yuli memegangi tangan vani sambil berjalan.


"makasih ya yul"


vani tersenyum dan melangkah perlahan.


"maaf ya tadi aku enggak tau kalo mereka itu bos kamu, habisnya aku khawatir banget sama keadaan kamu"


"iya enggak papa kok. kamu sih main langsung serang gitu aja padahal belum tau lawannya yang mana"


"hehe" nyengir yuli tersenyum.


*


keesokan harinya vani tidak bekerja karena masih merasa tidak enak badan.


di kantor rangga sedang mencari keberadaan sekretaris barunya itu lalu ia bertanya kepada ray tentang vani yang tidak bekerja hari ini.


"eh ray, lo tau enggak kenapa sekretaris gue yang baru itu enggak masuk hari ini?"


"oh itu bos, tadi malam..."


akhirnya ray menceritakan tentang kejadian kemarin malam yang menimpa vani kepada rangga sehingga menyebabkan sekretaris barunya itu tidak dapat masuk bekerja hari ini.


"oh gitu, kasian banget. ya udah deh biarin aja dia istirahat dulu sampe keadaannya membaik" rangga merasa prihatin.


"baik pak terima kasih" ray mengangguk.


setelah rangga kembali berjalan masuk menuju ruangannya, dika pun gantian menghampiri ray yang sedang duduk di kursi kerjanya.

__ADS_1


"eh! lo berdua tadi lagi bahas soal siapa sih?" tanya dika yang merasa penasaran.


"oh itu soal vani bos, tadi pak rangga nanya kenapa hari ini dia enggak bisa masuk kerja jadi saya jawab karena lagi enggak enak badan"


"oh vani"


dika hanya cuek lalu hendak masuk ke dalam ruangannya.


"oh ya dik, emang lo beneran suka ya sama cewek itu?"


ray menggoda sahabatnya sambil tersenyum.


"apaan sih lo! ya enggak mungkinlah, lagian dia itu bukan tipe gue"


dika pun langsung berjalan masuk ke dalam ruangannya.


"hem iya deh, bukan tipe lo" ray tidak percaya.


*


waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sekarang sudah beberapa bulan vani bekerja sebagai sekretaris rangga di kantor wijaya.


vani telah menerima gaji pertamanya beberapa bulan yang lalu dengan perasaan yang bahagia.


saat ini di dalam kamar vani dan yuli sedang rebahan santai karena merasa lelah baru saja pulang bekerja.


terdengar suara vani memecah keheningan di antara keduanya.


"eh yul, besok kamu libur ya"


ucapan vani itu membuat yuli yang awalnya sedang menatap ponsel langsung mengalihkan pandangan ke samping.


"hem, emangnya mau ngapain?"


"iya ada deh"


"kamu tau kan kalo aku enggak boleh libur terlalu sering"


"iya tapi kan enggak sering yul, cuma sesekali doang"


"emangnya kita mau ngapain sih? bosen tau kalo cuma di rumah aja, mendingan kerja bisa dapat cuan"


"iya enggak mungkin dong yul, aku minta kamu libur kerja cuma buat tiduran di rumah doang. aku tuh pengen ngajak kamu shoping sama makan bareng di mall. udah lama banget kan kita enggak ngabisin waktu luang kaya dulu"


vani tersenyum menatap adiknya.


"hah! kamu serius kak??"


yuli tak percaya, pasalnya selama ini mereka bahkan selalu pas pasan untuk biaya makan dan memenuhi kebutuhan sehari hari namun hari ini vani justru mengajak shoping bareng pikirnya.


"iya serius dong yul, ngapain juga bercanda"


"em, emang kamu punya uang ya ngajakin aku shoping?"


"iya punya dong, kamu lupa ya kalo sekarang aku udah jadi sekretaris bos besar yang baik hati dan ganteng"


vani tersenyum sambil mengingat wajah tampan bos kesayangannya.


"huh! iya deh yang udah jadi sugar baby bos kaya raya"


"ck! apaan sih yul" vani menatap malas.


"cie... yang udah punya sugar dady" hehe


"ish! apaan sih tuh sugar dady?"


"sugar dady itu, om om yang banyak duit haha"


yuli tertawa renyah karena vani tidak mengerti dengan ucapannya sejak tadi.


"ih! ogah kamu aja sana yang sama om om" kesal vani.


"hehe oke lah kalo kamu maksa, besok aku bakal libur"


akhirnya yuli menyetujui ajakan dari kakaknya untuk shoping bersama.


"iya aku enggak maksa juga sih sebenarnya" vani memutar bola matanya malas.


"iya aku anggap aja kamu udah maksa aku buat ikut ngabisin gaji kamu yang banyak itu hehe"


"hem terserah!!"


"em, oh iya. kalo nanti uang kamu habis terus sebulan ke depan kita makan pake apa dong?" tanya yuli random.


"ya pake daun lah" jawab vani.


"oke deh" hehe


"aneh banget sih kita haha"

__ADS_1


keduanya pun tertawa bersama menertawakan kerandoman mereka yang ternyata sama saja.


__ADS_2