Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
Ternyata


__ADS_3

sebenarnya milik vani masih tersegel dengan baik dari dalam sana karena pada saat itu raka belum benar benar sempat melakukannya.


meskipun memang benar raka sudah mencapai tahap akhir yaitu dirinya berhasil menyentuh bagian intim itu namun raka yang pada saat itu sudah di kuasai oleh nafsu terlalu buru buru untuk melakukannya hingga sebenarnya dirinya belum berhasil menembus sesuatu yang menjadi penghalang di dalam sana.


sebelum akhirnya dika datang lalu menarik tubuhnya secara paksa dan menghajarnya habis habisan.


sekarang vani benar benar sudah menjadi milik dika seutuhnya begitu pula sebaliknya.


melihat wajah vani yang sepertinya sedang kesakitan hingga membuat istrinya itu menangis dika pun terdiam sambil menunggu hingga rasa sakitnya berkurang.


dika kembali mengingat kejadian beberapa bulan lalu yang telah menimpa istrinya itu.


'bukannya waktu itu vani udah kehilangan perawannya ya tapi kok masih ngerasain sesakit ini" batin dika berpikir.


'apa mungkin karena kejadian itu udah terjadi lama ya?'


dika merasa jika ia adalah pria pertama yang berhasil memasuki milik istrinya itu. padahal memang dirinya lah pria yang telah mengambil keperawanan istrinya sendiri.


'ck! udahlah ngapain juga aku mikirin hal itu sekarang' batin dika memejamkan mata mencoba untuk kembali fokus dan melanjutkan sesuatu yang sudah mereka mulai.


merasa kini tubuh istrinya sudah lebih tenang dari pada sebelumnya dika pun kembali bergerak hendak lanjut.


dika menarik dan mendorong pinggulnya secara perlahan ke dalam sana agar istrinya tidak kembali merasa sakit seperti sebelumnya.


"sshh aah"


vani meringis saat merasakan pergerakan suaminya itu di bawah sana namun ia mencoba tetap menahannya.


melihat istrinya yang masih saja meringis kesakitan dika pun tidak punya pilihan lain lagi selain membuat vani terus merintih dalam permainan mereka malam ini.


dika terus bergerak secara teratur meskipun melihat sakit di wajah istrinya.


vani mulai memberanikan diri untuk membuka matanya secara perlahan karena merasa dika sudah berhenti untuk bergerak lalu ia menatap wajah suaminya yang sedang tersenyum kepadanya itu.


"ada apa sayang?"


dika melihat vani yang akhirnya membuka matanya.


sebenarnya dika khawatir jika vani merasa terlalu kesakitan hingga tidak dapat menahannya lagi.


dalam diam vani menatap mata dika sambil berusaha untuk mencari kekecewaan yang terpancar dari sorot mata suaminya itu seperti yang sudah ia takutkan sebelumnya namun vani tidak menemukannya justru melihat dika yang tersenyum bahagia menatap dirinya.


"apa masih sakit?" tanya dika lembut.


"em"


vani mengangguk pelan namun kemudian dengan cepat kembali menggelengkan kepalanya.


dika pun tersenyum gemas menatap sikap polos istrinya itu lalu dengan lembut ia kembali melumt bibir vani agar istrinya itu merasa lebih nyaman.


benar saja hal itu membuat vani kembali merasa nyaman dan larut menikmati ciuman lembut dari suaminya. kedua tangan vani pun bergerak memeluk punggung suaminya.


dika kembali memperdalam ciumannya lalu beralih pada daun telinga dan leher vani untuk kembali membangkitkan gairah dalam tubuh istrinya yang sempat menangis itu.


setelah vani kembali merasakan panas dalam tubuhnya dika pun mendorong masuk miliknya dan menggerakkan pinggul dengan gerakan teratur dibawah sana hingga pergerakan itu semakin lama semakin cepat.


gesekan demi gesekan yang tercipta membuat tubuh keduanya semakin panas merasakan nikmat.

__ADS_1


lama kelamaan rasa sakit dan perih yang vani rasakan sebelumnya kini berubah menjadi rasa nikmat yang tak tertahankan. meskipun masih merasa perih namun tidak bisa mengalahkan rasa nikmat yang tercipta dari setiap hentakan pinggul suaminya itu.


vani pun akhirnya mengabaikan saja rasa sakitnya karena ketagihan dengan rasa nikmat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.


tanpa sadar vani terus mengeluarkan suara lenguhan yang terdengar sangat merdu di telinga suaminya membuat dika semakin bergairah untuk mempercepat hentakan pinggul menghujam tubuh istrinya itu yang membuat keduanya merasa melayang karena terbuai kenikmatan.


"emh! uh!!"


"sshh! ahhh"


lenguhan dari bibir keduanya pun menambah hasrat mereka


cukup lama vani dan dika saling menikmati pergerakan pinggul yang membuat tubuh mereka semakin memanas hingga peluh pun membasahi tubuh keduanya.


meskipun AC menyala dengan suhu yang cukup dingin di dalam ruangan luas itu namun tidak dapat mendinginkan suhu tubuh pasangan yang sedang memadu kasih dan menikmati malam pertama mereka sebagai pengantin baru di dalam sana.


semakin lama semakin nikmat begitulah yang sedang mereka rasakan saat ini.


"sshh akhh"


"uuhh!! emhh" lenguhan mereka saling beradu dan menggema di seluruh ruangan.


"mas,,, sshh uhh!"


vani mencengkram kuat punggung suaminya meskipun perih semakin tercipta vani rasakan di bagain intimnya namun ia juga tidak ingin rasa nikmat itu cepat berakhir.


mendengar rintihan kesakitan dari bibir istrinya itu tidak membuat dika menghentikan aksinya. sebab ia tau jika saat ini vani juga sangat menikmatinya. bukan rintihan kesakitan yang vani rasakan melainkan rintihan kenikmatan begitu pikirnya.


dika semakin mempercepat gerakan pinggulnya dan mendorong masuk lebih dalam. ternyata semakin dalam dorongannya membuat rasanya juga semakin nikmat.


vani yang baru pertama kali merasakannya pun tidak dapat menahan lebih lama sesuatu yang dirasa sudah semakin mendesaknya di bawah sana sedangkan dika sendiri terlihat masih menikmatinya dengan gerakan gerakan yang sangat tidak polos itu karena ia terlihat begitu pro dalam memperlakukan pasangannya agar tetap merasa nyaman.


"kamu siap sayang?" dika dengan suara beratnya.


"emm" vani hanya mengangguk setuju.


dika semakin mempercepat gerakan pinggulnya, lebih cepat berkali lipat dari sebelumnya. semakin cepat dika menghentak hentakan miliknya dengan cukup keras membuat vani meringis namun sangat ketagihan menikmati rasanya hingga akhirnya.


"aakkhhh!!!"


erangan panjang dari bibir keduanya pun terdengar secara bersamaan saat mengakhiri malam yang indah itu.


setelah dika merasakan getaran dalam tubuhnya berhenti mereka tidur saling berpelukan karena merasa lelah.


dika mengecup lembut kening istrinya sambil membisikkan sesuatu di telinga vani dengan mesra.


"makasih sayang, i love you"


"hem" gumam vani yang sudah memejamkan matanya.


akhirnya pasangan pengantin baru itu tertidur dengan nyenyak sambil berpelukan.


keesokkan harinya saat matahari sudah menampakkan diri dengan sinar yang sangat cerah. pasangan pengantin baru itu masih belum bangun dari tidurnya karena masih merasa lelah setelah menghabiskan malam indah mereka di malam pertama.


jam menunjukkan pukul 09.00 pagi akhirnya vani pun bangun dari tidurnya. saat membuka matanya ia melihat pria yang dicintainya itu masih tidur pulas di sampingnya sambil memeluk tubuhnya.


secara perlahan vani menggeser lengan berat dika yang sedang memeluk bagian perutnya itu agar bisa segera bangun untuk membersihkan diri.

__ADS_1


setelah meletakkan lengan suaminya ke atas guling di sampingnya vani pun mencoba untuk turun dari atas ranjang hendak berjalan menuju kamar mandi.


saat melangkah vani kembali merigis karena masih merasa sedikit perih di sekitar pangkal pahanya namun meski dengan langkah tertatih ia tetap berusaha untuk berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"sshh!! aw!! sakit banget sih" gumamnya meringis sambil terus berjalan perlahan.


padahal tadi malam dirinya sangat menikmati rasa sakit itu namun pagi ini hanya ada rasa sakit setelah nikmatnya hilang pikirnya.


akhirnya vani masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket semua.


vani berendam dalam bath up yang berisi air hangat agar merilekskan otot otot tubuhnya yang terasa kaku akibat permainan panas mereka tadi malam.


di lantai dasar hotel itu semua keluarga dan para sahabat yang menginap pun sudah berkumpul di dalam restoran hotel untuk sarapan bersama.


keluarga dika dan vani duduk dalam satu meja yang sama agar bisa saling mengenal lebih akrab satu sama lain.


"hem, di mana nih pengantin baru kita kok belum turun juga sih? udah laper juga lama banget nunggunya"


yuli protes karena cacing di perutnya sudah meronta minta makan namun orang yang mereka tunggu tak kunjung muncul juga.


"udahlah, ayo kita makan aja duluan jangan nunggu pengantin baru. palingan juga mereka baru tidur subuh tadi jadi sekarang mereka tuh masih di alam mimpi"


rangga mengambil makanannya hendak sarapan.


"em, kenapa ya kak kok baru tidur subuh sih padahal tadi malam kan kita udah masuk ke kamar masing masing jam sepuluh malah kak vani sama bang dika udah masuk duluan ke kamarnya?" hana bertanya dengan polosnya.


mendengar pertanyaan polos dari hana itu yuli pun melirik kepada semua orang lalu kembali menatap ke arah hana sambil menaruh telunjuknya di bibir meminta hana untuk diam dan jangan banyak bertanya.


"hh! ssttt!"


'bener bener nih bocah ya' batin yuli memandang canggung kearah wajah para orang tua di sana.


"kenapa sih?"


hana pun menunjukkan ekspresi penasarannya karena merasa bahwa ucapnya itu tidak salah.


rangga dan semua orang disana hanya tersenyum menahan tawa saat mendengar pertanyaan absrud hana.


saat vani masih berada di dalam kamar mandi dika pun akhirnya bangun dari tidurnya. ia membuka mata dan melihat vani yang sudah tidak ada di sampingnya.


dika langsung terduduk mencari keberadaan istrinya dengan memandang setiap sudut ruangan sebelum ia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi yang membuatnya lega.


ternyata vani ada di dalam kamar mandi pikirnya.


dika tersenyum saat mengingat malam indah yang sudah mereka lalui tadi malam namun tiba tiba saja ia kembali teringat rasa perih yang di rasakannya saat itu membuat dika berpikir tentang sesuatu.


"em"


dika langsung membuka selimutnya untuk mencari sesuatu di atas tempat tidurnya ingin membuktikan kecurigaannya itu memang benar atau tidak.


tangan dika menyapu setiap kelopak bunga dari atas sprei putih di ranjangnya itu hingga akhirnya menemukan sesuatu yang sedang ia cari disana.


ya, bercak darah perawan milik vani yang mengalir tadi malam dan masih membekas pada sprei putih bersih itu.


dika tersenyum melihat bercak darah yang tidak terlalu banyak disana namun itu meyakinkannya bahwa memang dirinya adalah pria pertama yang menyentuh istrinya itu.


senyum dika mengembangkan setelah mengetahui fakta bahwa selama ini mereka hanya salah paham dengan malam kelam yang terjadi kepada vani. dika bersyukur karena dirinya adalah pria pertama untuk istrinya itu.

__ADS_1


setelah dika kembali menarik selimutnya vani pun keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan tubuh yang terlihat lebih fresh dari sebelumnya meskipun masih sedikit merasa lemas di tubuhnya namun vani datang dengan senyuman di wajahnya.


vani melihat dika yang sudah bangun dari tidurnya lalu mendekati suaminya yang terlihat hanya duduk melamun sambil senyum senyum sendiri pikirnya.


__ADS_2