
vani berjalan mendekati dika yang masih berada di atas ranjang lalu bertanya membuat dika tersadar.
"mas kamu kenapa kok senyum senyum sendiri gitu sih?" tanya vani bingung.
dika yang asik melamun pun di kejutkan oleh kedatangan istrinya yang masih menggunakan handuk kimono.
"eh sayang kamu kenapa kok enggak langsung ganti baju sih, mau godain aku lagi ya" dika berdiri dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"ih kamu jangan mesum mulu deh mas. siapa juga yang mau godain kamu, aku tuh bingung mau pake baju apa soalnya di lemari cuma ada baju kurang bahan semua" vani memanyunkan bibirnya.
"masa sih? ada kok, sini deh aku tunjukkin"
dika mengajak istrinya menuju ke dalam ruang ganti.
"nah disini sayang"
ia pun membuka salah satu pintu lemari yang sejak kemarin terkunci karena memang sengaja dilakukannya.
"loh kok kemaren enggak bisa di buka sih mas?"
vani heran sambil menatap dika bingung.
"ya karena emang terkunci sayang" dika tersenyum.
"iya tapi.."
"sstt! udah deh sayang jangan nanya mulu, aku mau mandi dulu ya atau kamu mau mandi bareng aku lagi hem...."
dika menyeringai kembali mengajaknya mandi bersama.
"ih enggak mau. udah sana kamu mandi cepetan"
vani mendorong suaminya menjauh lalu dika pun berjalan menuju ke arah kamar mandi sambil tersenyum jahil.
setelah dika meninggalkan istrinya yang masih bingung disana, vani pun kembali menatap pintu lemari lalu memukulnya.
prok!!!
"haish, kenapa kamu enggak kebuka dari kemaren malam sih kan aku enggak harus pakai pakaian kurang bahan itu"
vani berbicara pada pintu lemari seperti orang gila saja.
"em, kenapa aku jadi ngomong sama pintu lemari gini sih. ini pasti kerjaannya mas dika deh yang sengaja biar aku pakai pakaian itu"
vani memanyunkan bibirnya lalu bergegas mengganti pakaian dengan salah satu dress yang ada disana.
setelah keduanya selesai mengganti pakaian dika pun mengajak istrinya untuk segera turun ke lantai dasar agar mereka bisa sarapan bersama yang lainnya juga.
"ayo sayang" dika menggandeng tangan vani.
"tapi mas aku malu, kamu liat kan aku juga masih susah jalan kaya gini"
vani menolak karena ia merasa malu jika akan di ejek oleh yang lain saat melihat cara berjalannya yang tertatih itu.
"masih sakit ya, maaf ya aku terlalu semangat tadi malam hehe" dika tersenyum namun sedikit merasa bersalah.
vani hanya diam sambil mengalihkan pandangannya, ia sangat gugup jika harus keluar dengan keadaannya ini belum lagi harus menutupi bagian lehernya yang sudah seperti macan itu. belang belang akibat banyak kecupan dari suaminya.
"kamu sih enggak mikirin bekas ini kemaren" vani manyun.
"iya maaf sayang gimana mau mikirin soal itu, kan yang ada di dalam pikiran aku cuma kamu doang hehe" dika beralasan.
"ya udah kamu tenang aja sayang enggak bakal ada yang godain kamu kok, malah kalo kamu enggak turun sekarang mereka bakal lebih godain kamu lagi nanti karena kamu sampe enggak bisa bangun karena tadi malam hihi..." dika memegang kedua pundak istrinya itu.
"tapi mas...." vani tetap ragu.
"sayang aku laper banget nih. ayo dong" bujuk dika akhirnya vani pun ikut dengan melangkah perlahan.
di lantai dasar setelah semua orang telah menyelesaikan sarapannya sambil masih berbincang dan mengakrabkan diri satu sama lain.
dika dan vani pun akhirnya datang dengan bergandengan tangan diiringi senyuman yang tak pernah pudar dari bibir keduanya.
semua orang yang masih berada disana pun melihat kedatangan pasangan pengantin baru yang terlambat bangun itu sambil berbisik dan senyum senyum.
"pagi semuanya!" sapa dika tersenyum setelah sampai di meja makan keluarga mereka.
__ADS_1
"pagi? ini udah siang kali bang"
yuli menjawab sapaan itu membuat semua orang tertawa.
"haha"
vani hanya menunduk malu mendengar ejekan dari adiknya itu sedangkan dika terlihat santai saja dan tetap tersenyum sambil mengajak vani duduk di kursi mereka.
"bagi pengantin baru siang adalah pagi yul" rangga menimpali sambil senyum mengejek.
"haha iya juga sih" mereka kembali tertawa.
dika dan vani pun duduk bersebelahan dan langsung mengambil makanan karena sudah merasa kelaparan tidak perduli meskipun semua orang menggoda mereka.
"kayanya hari ini keliatan bahagia banget ya muka lo dik, sukses dong berarti hem" goda rangga sedikit berbisik sambil memainkan alisnya kepada adiknya itu.
"hem"
dika hanya tersenyum cuek menanggapinya, tidak terlalu memperdulikan godaan dari abangnya itu dan hanya fokus mengunyah makanan saja.
vani yang mendengarnya pun tersenyum canggung merasa malu akibat godaan dari abang iparnya sehingga ia hanya menunduk sambil mencoba untuk menikmati makanan di hadapannya saja.
ray pun ikut tersenyum geleng geleng kepala melihat tingkah konyol dari kedua bosnya itu karena mereka selalu saja saling menjahili satu sama lain pikirnya.
"mas, udah dong kamu jangan godain mereka terus kasian vani liat tuh mukanya udah merah gitu"
ranty tersenyum berniat untuk membela namun tidak begitu faktanya. sebenarnya ia juga terlihat seperti sedang menggoda adik iparnya itu.
"haha"
semua orang tertawa menatap vani yang malu hanya bisa menunduk itu.
"udah sayang, kamu jangan dengerin ucapan mereka. anggap aja enggak terlihat cuma ada suaranya doang"
dika menatap vani agar tidak perlu merasa malu begitu.
"yee, bang dika mentang mentang pengantin baru yang lain di anggap enggak terlihat" protes yuli tak terima.
"dunia hanya milik berdua kak" sambung hana yang ikut menimpali.
dika membalas adik iparnya sambil tersenyum miring.
"aduh, mampus gue malah di sindir balik lagi"
ekspresi yuli yang membuat semua orang tertawa.
"haha. kena kan lo kak yul makanya"
hana mengejek kakaknya yang masih setia menjomblo itu. sebenarnya bukan jomblo namun yuli tidak pernah mengenalkan pacarnya kepada mereka.
"diem lo anak kecil ikutan mulu" yuli menatap adiknya dengan tajam.
"haha" mereka tertawa dengan candaan yang terucap.
hingga menjelang siang hari mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dan kembali ke rumah masing masing.
dika membawa vani kembali pulang ke rumahnya di kediaman mewah keluarga wijaya sedangkan keluarga lainnya langsung kembali pulang ke kampung halaman.
sesampainya di rumah mewah itu dika pun langsung mengajak vani untuk beristirahat di dalam kamar saja. sekaligus dika juga tak sabar ingin segera menunjukkan kamar mereka kepada istrinya itu.
"sayang, ayo kita langsung ke kamar aja biar kamu bisa istirahat kamu pasti masih capek kan" ajak dika.
"iya"
vani mengangguk lalu mengikuti langkah suaminya menuju pintu kamar mereka.
sesampainya di depan pintu kamar mereka dika pun langsung membukanya.
ceklek!
"selamat datang tuan putri ku"
dika membuka pintu kamar mereka dan mempersilahkan istrinya untuk masuk ke dalam kamar yang sudah dihias dengan indah bernuansa pink warna kesukaan vani itu.
dika meminta asisten di rumahnya untuk mengganti sprei dan gorden di dalam kamarnya dengan warna kesukaan istrinya itu. hanya beberapa barang dan boneka yang juga berwarna serupa karena sebenarnya dika lebih suka warna dan semua barang barang yang maskulin namun demi menyambut istri tercintanya dika sedikit mengubah warnanya menjadi feminim sesuai kesukaan istrinya.
__ADS_1
"ya ampun mas ini bagus banget"
vani senang melihat hiasan di dalam kamar suaminya itu.
vani merasa terharu tidak menyangka jika suaminya begitu romantis dan selalu penuh dengan kejutan yang membuat dirinya bahagia.
dika bahkan rela mengubah nuansa kamar kesukaannya sendiri menjadi warna kesukaan vani demi membuat istrinya itu bahagia.
"kamu suka sayang?"
dika menatap istrinya yang tersenyum senang itu.
"aku suka banget, makasih ya sayang"
vani mengangguk dan langsung memeluk suaminya.
"iya sama sama istri ku sayang" cup!
dika mengecup kening istrinya.
"tapi apa ini benaran kamar kamu mas?"
vani memandang di sekeliling kamarnya yang terlihat sangat imut itu.
"sekarang ini adalah kamar kita sayang"
dika memeluk istrinya dari belakang.
"tapi kenapa sprei sama gordennya warna pink emangnya kamu suka ya mas?"
vani menatap suaminya dan berbalik menghadap dika.
"apa pun yang kamu suka pasti aku juga suka sayang"
dika memegang kedua pipi vani yang chuby.
melihat bibir istrinya yang menggoda ada di hadapannya. dika pun langsung melahapnya dengan lembut.
"ih mas aku mau istirahat nih masih capek"
vani mendorong pelan tubuh suaminya lalu berjalan dan berbaring di atas ranjang mewah itu.
"em empuk banget deh mas pasti aku bakalan betah banget deh tidur terus disini" vani tersenyum.
"pasti dong sayang kamu pasti bakalan betah tidur di sini apalagi kalo ada aku"
dika yang kini sudah berada di atas tubuh istrinya itu.
vani tersenyum malu lalu kembali mendorong pelan tubuh dika hingga berguling kesampingnya.
"iya iya deh"
dika akhirnya ikut merebahkan tubuh di atas ranjang mewaahnya yang kini sudah berubah menjadi warna pink muda yang sangat menggemaskan itu.
pasangan pengantin baru itu pun akhirnya terlelap untuk kembali beristirahat.
malam harinya keluarga wijaya sudah berkumpul di meja makan hendak makan malam bersama. untuk pertama kalinya makan malam bersama dengan vani setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar mereka.
"vani kamu makan yang banyak ya, enggak usah sungkan sayang kan sekarang kami adalah keluarga kamu juga mama ini juga mama kamu"
mama ratih tersenyum menatap menantu barunya itu.
"iya ma" vani mengangguk sambil tersenyum canggung.
"iya vani kamu emang harus makan yang banyak soalnya dika kuat banget orangnya"
celetuk rangga sambil fokus pada makanannya membuat dirinya kembali mendapat cubitan kecil dari istrinya itu.
"issh, kamu nih mas"
ranty melotot pada suaminya yang asal bicara itu apalagi di depan kedua mertuanya.
"hehe maaf sayang "
rangga hanya nyengir kuda sedangkan wajah vani sudah memerah menahan malunya.
__ADS_1
dika pun hanya cuek sambil menikmati makan malamnya tak peduli dengan candaan abangnya.