Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
Menetap


__ADS_3

setelah selesai makan malam mereka pun berkumpul di dalam ruang keluarga untuk berbincang bincang.


"dika lo berapa lama cutinya?"


rangga bertanya kepada adiknya itu karena tau jika dika dan vani akan segera pergi berlibur.


"tiga bulan lah bang" dika menjawab.


"hah! lo mau cuti atau mau gue pecat sekalian?"


rangga kesal atas jawaban adiknya.


"ya elah bang, sekali doang seumur hidup gue"


"ya emang sekali dika, emangnya lo mau nikah berapa kali lagi?" rangga masih kesal.


"ya sekali dong bang kan gue udah cinta mati sama dia" hehe


dika menatap ke arah istrinya sambil mengangkat alisnya.


"hhh! bucin lo" rangga mengejek.


"kaya lo enggak aja bang"


dika menatap mbak ranty. rangga hanya terdiam dengan nyegir kuda.


"dikit" rangga pun tersenyum menatap istrinya.


"ck!" ranty hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


"emangnya lo mau honeymoon kemana sih sampe tiga bulan?"


"ya keliling dunia lah bang kalo bisa" dika tersenyum jahil.


"halah gaya doang lo" rangga tidak percaya.


pasalnya selama ini dika selalu memikirkan tentang pekerjaan dimana pun ia berada dan tidak begitu hobi untuk jalan jalan.


yang lainnya hanya senyum senyum mendengar percakapan abang beradik itu.


"terserah kalian mau berlibur kemana yang penting kalian bahagia menjalaninya"


papa hardi menanggapi permintaan anak bungsunya itu.


"iya bener, terus yang penting semoga kalian pulang langsung bawa kabar bahagia buat kita semua"


mama ratih menatap dika dan vani sambil tersenyum.


"iya bener, jangan lupa bawa oleh oleh keponakan baru ya hehe" ranty tersenyum.


"amin, doain aja ya ma mbak"


dika tersenyum melirik istrinya yang hanya senyum malu disampingnya.


"iya sayang pasti mama selalu doain yang terbaik untuk kalian semua" mama ratih tersenyum bahagia.


"kapan rencananya kalian akan berangkat?" tanya papa


"secepatnya pa besok atau lusa" jawab dika.


"ya udah rangga tolong kamu bilang sama ray untuk mengatur semuanya ya biar dika sama vani merasa nyaman dalam perjalanan mereka" perintah papa hardi.


"tenang pa, semuanya beres" rangga mengangguk.


"asik liburan gratis" dika menatap abangnya.


"iya iya" rangga tersenyum menatap istrinya.


dika senang mendapat perjalanan liburan gratis yang di tanggung oleh abangnya.


selesai mengobrol mereka pun kembali ke dalam kamar masing masing untuk beristirahat.


di dalam kamarnya vani sudah berbaring sambil memeluk lengan dika dari samping dan meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.


"mas" panggil vani dengan suara lembutnya.


"iya sayang"


dika sedang memainkan rambut istrinya yang harum itu.


"emangnya kita mau pergi kemana sih jangan jauh jauh deh mas entar kita capek lagi"


vani sambil mengelus elus dada suaminya.


"kamu pengennya kita kemana sayang?"


dika juga mengelus punggung istrinya.


"em, kemana aja deh mas asal bareng kamu aku udah bahagia"


"istriku ini bisa aja deh" dika menoel gemas hidung istrinya


"iya dong sayang kan emang bener"


"iya deh iya"


dika memegang kedua pipi istrinya lalu mengecup serta melumvt lembut bibir vani.


dika mengubah posisinya menjadi berada diatas tubuh istrinya lalu memperdalam ciumannya.

__ADS_1


vani pun membalas setiap ciuman yang dika berikan dan merangkul pundak suaminya itu dengan mesra.


ciuman panas mereka semakin dalam membuat hasrat keduanya kian menggebu hendak merasakan kenikmatan yang sama seperti sebelumnya hingga akhirnya kembali mengulang malam yang indah.


keesokan harinya saat dika baru saja keluar dari dalam kamar mandi ia melihat istrinya yang sedang berchating ria sambil senyum senyum sendiri duduk di atas sofa dalam kamar mereka hal itu membuat dika merasa penasaran lalu mendekati vani.


"lagi chat sama siapa sih sayang seru banget kayanya?"


dika duduk di samping istrinya.


"em, ini sama yuli mas" vani tersenyum melihat ponselnya.


"kenapa, dia kangen sama kamu ya?"


dika bertanya sambil menggosok rambutnya dengan handuk lalu tersenyum.


"iya mas, biasanya kami selalu tidur bareng, sarapan bareng, main bareng dan banyak lagi yang barengan. aku juga kangen sama dia" vani murung.


"jadi kamu lebih seneng tidur bareng yuli ya, hem?"


"em, bukan gitu mas maksudnya. iya enakkan tidur bareng kamu dong hehe" vani nyengir memeluk lengan suaminya.


"ya udah kalo kamu kangen sama dia entar kita main kesana aja gimana?"


ucapan dika membuat senyum vani mengembang


"beneran mas?"


"iya bener dong sayang, masa aku bohong sih sama istri aku tercinta"


"oke deh, makasih ya mas"


vani sangat senang akan kembali bertemu dengan adiknya.


"iya sayang sama sama"


"oh ya mas, apa yuli masih boleh tetap tinggal di rumah kamu itu?" vani menatap suaminya.


"ya pasti boleh dong sayang itukan rumah kamu"


"rumah aku? emang sejak kapan aku punya rumah"


"iya punya dong udah sejak lama"


"ih, kamu bercanda aja deh mas"


vani tersenyum mendengar candaan suaminya.


"gemes banget sih istriku"


dika mencubit gemas pipi chuby istrinya.


"sakit tau...." vani mengusap pipinya.


"em, sejak kapan itu jadi rumah aku. kayanya aku enggak pernah ngerasa beli deh, lagian kan rumah itu rumah dinas dari kantor kamu mas"


"iya, itu udah jadi rumah kamu sekarang anggap aja rumah itu jadi hadiah dari aku untuk pernikahan kita sayang"


"tapi..."


"lagian waktu itu aku bilang kaya gitu karena aku takut kamu bakal nolak. ya jadi aku terpaksa bilang kalo itu rumah dari kantor"


"kamu serius mas? em, pantesan sih rumahnya bagus banget dan terlalu mewah"


"iya serius sayang"


"emangnya buat apa sih kamu beliin aku rumah sebesar itu padahal waktu itu kan kita juga belum pacaran"


"iya enggak papa sih sayang pengen aja beliin buat kamu, lagi gabut aku. udah deh gak usah bahas soal rumah lagi"


"tapi mas aku enggak butuh kok rumah itu"


"ssstt! siapa bilang enggak butuh tadi kamu bilang yuli bakal tetap tinggal di rumah itu kan, terus dia bakal tinggal bareng siapa sayang. apa yuli sendirian?"


"em, yuli bakal ngajak hana buat tinggal sama dia mas kalo kamu izinin soalnya hana juga udah lulus sekolah jadi dia mau lanjutin pendidikan disini"


"oh ya, baguslah kalo gitu jadi mereka enggak bakal ngerasa kesepian kalo tinggal berdua"


"jadi kamu izinin mas?"


"iya dong sayang kan mereka juga lebih aman tinggal disana karena ada asisten yang jagain"


"makasih ya mas, kamu baik banget deh" vani memeluk suaminya.


"sama sama sayang"


"em oh iya, berapa lama kita pergi nanti mas?"


"tiga bulan sayang"


"lama banget deh mas"


"iya kan enggak papa sayang kita nikmatin dulu masa berdua yang indah" hehe


"emangnya kamu enggak kerja? atau kamu emang mau di pecat ya sama mas rangga" hehe


"mana berani dia mecat aku sayang"


dika memeluk vani sambil mengelus elus lembut perut istrinya itu.

__ADS_1


"kamu ngapain sih mas? geli tau"


vani hendak menyingkirkan tangan dika dari perutnya.


"semoga cepet ada baby nya sayang"


dika tersenyum sambil terus mengusapnya lembut.


vani menatap wajah suaminya dengan serius.


"mas, kamu pengen banget ya kita cepet punya anak?"


"iya dong sayang emangnya kamu enggak mau ya?"


"em, mau sih tapi emangnya harus secepat itu ya mas"


"emangnya kamu belum siap buat hamil ya sayang?"


dika menatap keraguan di mata istrinya itu.


"em enggak gitu aku siap kok mas, iya semoga aja cepet"


vani tersenyum canggung.


"aamiinn makasih ya sayang"


dika kembali memeluk istrinya sedangkan vani hanya terdiam memikirkan sesuatu.


-


sore harinya vani sedang sibuk membantu ranty memasak di dapur. kedua saudara ipar itu sangat kompak dalam hal memasak karena keduanya memang suka memasak.


saat mereka sedang asik masak berdua tiba tiba saja dika datang lalu memeluk istrinya dari belakang. ia tidak perduli disana ada kakak iparnya dan banyak asisten yang juga sedang ikut membantu majikannya memasak.


"sayang kamu lagi masak apa?" tanya dika manja.


"ih, kamu ngapain sih mas. malu tau di liatin mbak ranty sama mbak yang lain"


vani menatap ke arah ranty dan art disana karena merasa tidak enak kepada yang lainnya.


"biarin aja sayang" dika hanya cuek.


"hem enggak papa kok vani, dika emang gitu aslinya orangnya tuh manja banget jadi kamu yang sabar ya ngadepin dika" ranty tersenyum melihat adik iparnya itu.


"iya tapi jangan di depan semua orang juga dong mas kan aku jadi malu"


vani berbisik pelan melepas pelukan suaminya dengan wajah yang sudah memerah menahan rasa malunya di hadapan para asisten yang ada disana.


sedangkan semua asisten disana hanya senyum senyum melihat kelakuan majikan tampannya.


"aku cuma mau ingetin kamu nanti kalo udah selesai masaknya kita langsung pergi ya"


"iya iya" jawab vani cepat.


dika pun pergi dari sana tanpa rasa bersalah.


setelah selesai memasak vani segera membersihkan diri sebelum mereka pergi ke rumah yuli.


sesampainya di rumah itu dika dan vani pun langsung masuk dengan mengucapkan salam bersamaan.


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam"


yuli menyambut lalu mereka duduk di dalam ruang tamu


"apa kabar kalian sehat kan?"


"Alhamdulillah. sehat kak"


"hana buatin minum dulu ya kak" hana berjalan ke dapur lalu kembali dengan membawa teh.


"makasih ya hana"


"ayo bang dika, kak vani di minum dulu"


"iya makasih ya yul"


"kalian nyaman kan tinggal disini?"


"iya pasti nyaman sih kak, em tapi.."


"oh ya yuli mulai sekarang kamu sama hana tinggal di rumah ini aja ya jangan pergi lagi"


dika menatap kedua adik dari istrinya itu.


"bang dika serius?"


"iya serius dong lagian enggak ada yang bakal nempatin kalo kalian pergi terus kakak kalian juga khawatir kalo kalian harus tinggal di kosan berdua jadi kalian mau kan tinggal disini?" tanya dika.


vani memang tidak bisa tenang mengingat peristiwa yang pernah menimpa dirinya waktu itu. ia takut jika sampai adiknya akan mengalami hal sepertinya jadi untuk jaga jaga vani akan lebih tenang jika adiknya tinggal di sana.


"em, emangnya enggak ngerepotin ya bang?"


"iya enggak lah yul sekarang kalian kan adek adek abang juga mana ada seorang adek yang ngerepotin abangnya. udah pokoknya kalian disini aja oke" ucap dika.


"emm...."


yuli memandang kakaknya dengan sorot mata meminta pendapat lalu vani pun mengangguk membalasnya.

__ADS_1


"oke deh makasih ya bang dika kalo gitu kami bakal tinggal disini" yuli dan hana tersenyum.


"iya sama sama" dika juga tersenyum.


__ADS_2