Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 181


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, vani dan yang lainnya duduk di dalam ruangan keluarga saling bercerita sambil menonton televisi. tidak banyak pembicaraan yang serius hanya candaan ringan yang terdengar.


"ma, affa udah ngantuk mau bobok" ucap raffa setelah malam semakin larut.


"ya udah kita bobok sekarang ya sayang" vani beranjak mengajak raffa berjalan menuju kamar mereka.


"anak anak, kalian juga tidur di kamar sekarang ini udah malam jadi lanjut mainnya besok lagi ya" kak aida pun meminta anak anaknya untuk tidur.


setelah raffa tertidur di dalam kamarnya, vani kembali menemui dika di ruangan itu.


melihat keadaan yang terasa semakin canggung kak aida pun mengajak suaminya untuk beristirahat lebih awal saja.


"vani, kakak istirahat duluan ya"


"iya kak" vani mengangguk.


kak aida beranjak lalu menarik lengan suaminya agar mengikuti langkahnya.


"kenapa sih dek, kok aku di tarik tarik gini?" abang ipar vani bingung mengapa istrinya meminta mereka untuk masuk ke dalam kamar lebih awal dari biasanya namun ia tetap mengikuti istrinya.


"sssttttt!!! diem bang. jangan banyak tanya udah ayo kita tidur" kak aida melangkah masuk ke dalam kamarnya.


"oh iya iya kalo kaya gini kan aku tambah semangat dek" suaminya tersenyum mengikuti langkah kak aida.


saat ini tinggal vani dan dika berdua di dalam ruangan itu.


"em, bapak enggak pulang?" tanya vani ragu.


"pulang kemana?"


"ya, ke rumah bapak dong masa ke gua hantu" ujar vani dengan suara pelan namun masih terdengar oleh dika.


"kamu ngusir aku?" dika menatap vani.


"eh, enggak gitu pak, maksud saya di sini tuh enggak ada kamar kosong lagi. entar bapak mau tidur dimana?"


"ya tidur di kamar kamu lah masa di gua hantu" dika masih fokus menonton televisi.


"apa!!! tidur di kamar saya?"


"iya kenapa, apa ada yang marah?" dika menatap vani.


"hem" vani menggelengkan kepalanya dengan cepat karena dika bertanya dengan tatapan tajam.


"ya udah ayo kita tidur sekarang aku udah ngantuk nih" dika beranjak dari duduknya dan langsung berjalan menuju kamar mereka.


vani hanya terdiam mengikuti langkah dika sambil terus berpikir. mengapa dika dengan santai berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamar vani kembali menutup pintu kamarnya dan berbalik badan menatap dika yang sedang berjalan menuju ranjang.


"em, mas dika" panggil vani ketika mereka sudah berada di dalam kamar itu.


kini vani merasa jika dika yang saat ini ada di hadapannya itu adalah suaminya yang sudah kembali mengingatnya.


"ya ada apa?" dika pun menoleh dan menatap vani dengan tatapan serius.


vani mendekat dan berdiri tepat di hadapan suaminya itu.


"mas dika, apa kamu....?" ucapan vani terputus karena dika langsung menempelkan jarinya di bibir vani.


"sssttt..!!!!" dika langsung memeluk tubuh vani dengan erat serta berbisik.


"i love you..." bisik dika di telinga vani membuat tubuhnya merinding karena bibir dika menyentuh daun telinganya.


dika mengecup pundak vani membuatnya memejamkan mata merasakan hembusan nafas suaminya yang terasa hangat disana, sentuhan bibir itu begitu lembut di bagian bawah telinganya.


"masss!!" dengan nafas berat vani menahan tubuh dika.


vani ingin bertanya sesuatu namun dika langsung melahap bibirnya agar tidak terlalu banyak bertanya saat ini karena dika sudah sangat merindukannya.


tangan dika meraba tubuh istrinya membuat darah vani berdesir hebat. ia membawa tubuh vani hingga bersandar di dinding.


saat ini vani tidak punya pilihan lain, ia hanya mengikuti keinginan suaminya dan akan bertanya tentang ingatan dika nanti saja. lagi pula ingatan dika kembali atau tidak mereka tetap ingin melakukannya.


vani tidak mau memikirkan tentang hal itu karena saat ini mereka saling merindukan dan menginginkannya satu sama lain maka tidak ada salahnya untuk menikmati.


kedua tangan vani merangkul pundak suaminya dan menikmati setiap kecupan lembut di tubuhnya.

__ADS_1


saat bibir keduanya masih saling menyatu, dika meminta vani untuk membuka baju kaos yang sedang di pakainya.


setelah berhasil membuka kaos dika, vani menggigit kecil bibir bagian bawahnya menatap tubuh suaminya yang sudah bertelanjang dada.


tangan vani bergerak menyentuh bagian dada dan perut suaminya, dika pun tersenyum menatap tangan istrinya yang sedang meraba tubuhnya itu..


"kamu suka sayang?" dika mendekatkan wajahnya dan menyatukan kening mereka.


"em" vani menunduk lalu mengangguk malu.


"gemes banget sih" dika tersenyum melihat anggukan polos dari istrinya itu.


emuch!


dika kembali melumt bibir vani memperdalam ciuman mereka, tangannya bergerak membuka satu persatu kancing piyama yang sedang di pakai oleh istrinya itu.


setelah berhasil melepaskan piyama dari tubuh istrinya bibir dika bergerak turun ke bawah mengecupi bagian leher hingga dada istrinya.


vani tidak dapat menahan lenguhannya saat dika melahap dua benda kenyal yang padat berisi milik istrinya itu.


"sshh!!! emhh!!!"


dika membuat vani benar benar tidak berdaya sehingga kedua kakinya terasa lemas seolah tidak sanggup untuk menopang tubuhnya.


dika melanjutkan keinginannya dengan posisi berdiri dan menyandarkan tubuh vani di dinding. ia mengangkat salah satu kaki vani lalu mendorong miliknya masuk ke dalam tubuh istrinya.


vani meremas pundak suaminya merasakan sesuatu yang mendorong masuk di bawah sana, dengan perlahan dika mulai menggerakkan tubuhnya secara teratur agar vani tidak merasa perih.


"emh" dika sangat menikmati sesuatu yang sedang ia rasakan saat ini.


setelah beberapa menit, dika membalikan posisi tubuh istinya menghadap dinding agar membelakangi dirinya.


dika kembali mendorong masuk dari arah yang berbeda membuat lenguhan keduanya terdengar semakin berat.


"aakhh"


"ahh"


tidak tahan dengan perbuatan suaminya, vani pun kembali berbalik badan lalu memeluk tubuh dika dari arah depan.


"masih mau gini ya? hem" dika kembali melakukan dengan posisi sebelumnya.


"shh! sakit mas" vani meringis bukan karena sakit bagian bawahnya melainkan ia merasa sakit di bagian perutnya.


mendengar rintihan sakit dari istrinya serta melihat buliran keringat di bagian dahi vani yang tidak biasa dika segera menghentikan gerakannya.


"kenapa sayang?" tanya dika cemas.


"enggak papa cuma keram" sshh!


dika langsung menggendong tubuh istrinya yang sudah lemas ke arah sofa panjang disana.


"di ranjang aja.." rengek vani karena tidak mau melakukan di atas sofa.


"ssttt! raffa lagi bobok di ranjang sayang, kasian kalo tidurnya nanti keganggu" bisik dika.


"iya tapi kan bisa pelan pelan aja mas geraknya" vani juga berbisik.


"enggak bisa dong sayang, kamu aja minta cepat terus geraknya, kalo enggak di turutin entar ngambek lagi"


dika tau terkadang ucapan vani itu tidak sesuai dengan yang diinginkannya.


"iisshh, terserah kamu deh"


"lanjut ya sayang nanggung nih"


"ck! males" vani badmood.


dika mengambil selimut di atas ranjang lalu menyelimuti tubuh mereka yang akan tidur atas sofa itu.


"jangan ngambek dong" dika memeluk tubuh istrinya dan mulai memejamkan mata karena sudah mengantuk.


"mas dingin nih" vani memeluk tubuh dika.


"kan udah di peluk"


"ck! enggak peka banget deh" vani meraba bagian tubuh suaminya agar dika tidak bisa tidur.

__ADS_1


"vani ngapain sih" dika yang merasa tubuhnya kembali terasa panas karena perbuatan istrinya.


vani terus mengeluskan tangannya di bawah sana hingga merasakan sesuatu yang kembali tegak, ia mengecup leher hingga dada suaminya membuat dika yang sudah ngantuk jadi segar kembali.


"ini kamu yang minta ya"


dika mengungkung tubuh istrinya di bawah tubuhnya lalu kembali bermain bibir disana.


"ssshhh!! ahh!!" vani melayang saat merasakan sentuhan lembut dari bibir suaminya itu di bagian pangkal pahanya.


tidak ada yang bisa vani lakukan selain merintih nikmat atas perbuatan dika.


keesokan harinya dika terbangun dan merasakan vani sudah tidak berada di dalam pelukannya lagi. ternyata istrinya itu memang sudah keluar dari dalam kamar dan sedang membantu kak aida memasak di dapur.


dika melihat raffa yang juga masih tertidur pulas di atas ranjang. ia melangkah menuju ranjang lalu kembali tidur dengan memeluk putranya.


"maafin papa ya sayang" emuch!


dika mengecup kening raffa lalu memeluk tubuh putranya itu sambil berbaring di sampingnya.


dika masih merasa bersalah karena telah melupakan serta mengabaikan anak dan istrinya selama ini.


merasa ada seseorang yang memeluk tubuhnya membuat raffa terganggu dan membuka matanya perlahan melihat siapa yang sudah mengusik tidurnya itu.


"papa"


raffa menatap wajah papanya sambil tersenyum karena sudah lama ia merindukan momen itu bersama papanya.


raffa ingin bisa selalu melihat wajah papa mamanya sebelum dan ketika terbangun dari tidurnya.


"sayang, affa udah bangun ya?"


"iya pa, hem mama dimana pa?"


"mungkin mama lagi ada di dapur sayang masih masak"


"ooh!"


"hai jagoan mama udah pada bangun ya?"


vani baru saja kembali masuk ke dalam kamar untuk melihat dua lelaki kesayangannya itu.


"udah dong ma" kompak raffa dan dika secara bersamaan sambil tersenyum manis.


"ya udah kalo gitu sekarang kalian mandi dulu terus kita sarapan bareng"


"ok deh ma"


ayah dan anak itu serentak mengacungkan jempol mereka.


setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya raffa pun mengecup kedua pipi mama dan papanya.


"afa sayang mama papa" emuach!


"emuach! mama papa juga sayang affa"


"ya udah ma pa affa mau main dulu ya"


"iya sayang" vani mengangguk.


raffa melangkah keluar dari dalam kamar meninggalkan mama dan papanya berdua saja.


"em, kalo gitu ayo kita sarapan bareng mas"


vani mengajak suaminya sarapan dan hendak melangkah keluar namun dengan cepat dika menarik tangannya.


"tunggu"


"aw!!" tubuh vani tertarik hingga jatuh di dalam pelukan suaminya, dika langsung memeluk istrinya dengan erat.


"kamu enggak tau ya kalo aku masih kangen banget sama kamu sayang" dika menyatukan kening mereka.


"mas udah dong, aku masih capek nih tadi malam aku enggak bisa tidur"


"bukannya kamu yang mau ya"


"ck! iya sih tapi kamu sengaja ngerjain aku sampe hampir mau pingsan kan"

__ADS_1


"tapi kamu suka kan sayang?"


"hem terserah kamu deh mas. aku mau tidur aja kalo gitu masih ngantuk nih"


__ADS_2