Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 242


__ADS_3

keesokan harinya naya tersadar setelah melewati masa kritis pasca operasi.


naya hanya bisa menangis saat mengetahui bayinya sudah meninggal akibat kecelakaan itu.


"hiks! hiks! hiks"


"kak jangan nangis lagi ya"


dila merasa sedih melihat kakaknya yang terus menangis.


"anak kakak dil. hiks! hiks!"


naya memeluk adiknya yang sejak tadi berada di sampingnya itu.


"iya kak, aku ngerti kakak pasti sedih banget tapi udah ya kakak istirahat dulu biar kondisi kakak cepat pulih"


naya pun berbaring karena merasa pusing di kepalanya.


*


menjelang siang hari ray datang ke rumah sakit hendak melihat keadaan naya.


ceklek!


dengan perlahan ia masuk ke dalam ruangan dan mendapati istrinya itu sedang menangis.


"naya" ray berjalan mendekati bankar.


naya hanya diam tidak menoleh atau menjawab apapun.


"naya, maafin saya ya"


"pergi"


"tapi nay"


"pergi pak ray! apa belum puas bapak liat keadaan saya sekarang"


"maksud kamu apa nay"


"saya tau, bapak ngelakuin ini semua untuk membalas rasa sakit hati bapak yang dulu kan. karena saya pernah nolak lamaran bapak"


"itu enggak benar naya, semua ini kecelakaan yang tidak pernah saya rencanakan"


"saya cuma...."


"cukup!" naya menutup telinganya.


"saya enggak mau dengar maaf apapun lagi, lebih baik bapak pergi sekarang!"


"tapi naya"


"pergi pak!!" hiks! hiks!


naya tidak ingin melihat wajah ray lagi.


"hhh" ray menghembuskan nafas panjangnya.


"baik, kalo gitu saya permisi"


ray pun akhirnya pergi karena naya tidak mau bicara apapun lagi dengannya. ia memutuskan untuk pulang hendak segera menemui istri dan anaknya di rumah.


sesampainya di rumah ray tidak melihat keberadaan yuli dan putranya disana.


"sayang?"


"sayang! kamu dimana?"


"arka?"


"sayang, apa kamu beneran pergi sekarang?"


ray terduduk lemas di atas sofa sambil berpikir jika sekarang ia benar benar sudah kehilangan anak dan istrinya.


yuli memang memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di kampung halaman untuk menenangkan diri dan pikirannya yang kacau akibat permasalahan ini.


tut!! tutt!!!


ray mencoba menelpon yuli namun ponselnya sudah tidak aktif lagi.


"hh! maafin aku sayang, aku emang bodoh udah nyakitin hati tulus kamu"


ray kembali teringat akan semua kenangan indah bersama istrinya itu di rumah.


senyuman manis anak dan istrinya yang selalu menyambut hangat kepulangannya dari kantor terus terngiang di ingatan ray saat ini.


ia meneteskan air mata penyesalannya namun percuma saja semuanya sudah terlambat.


*


di rumahnya vani dan dika sedang menemani kedua putranya bermain di dalam kamar raffa.


"sayang, awas jatuh ya mainnya hati hati" ucap vani melihat gemas raffa bermain.


"iya ma" raffa pun tersenyum.


"mas, kamu lagi ngapain?"

__ADS_1


vani menatap suaminya yang sedang memegang ponsel dengan serius.


"em, ini ray minta di temenin sayang kayanya dia lagi galau banget deh"


"kasian mas ray, tapi aku juga enggak bisa maksa yuli buat maafin dia mas"


"iya sayang aku ngerti kok"


"ya udah mas kamu temuin dulu aja mas ray"


"iya sayang, kamu sama anak anak di rumah dulu ya aku harus nemuin ray sebentar"


"iya kamu hati hati ya"


"iya sayang" cup!


dika pun melajukan mobilnya menuju tempat di mana ray menunjukkan lokasinya saat ini.


sesampainya dika di tempat itu ternyata ray sedang berada di sebuah danau, terlihat sangat menyedihkan seorang diri.


ray sedang duduk di rerumputan yang ada di tepian danau sambil melempar bebatuan kecil ke dalam air.


dika berjalan mendekati sahabatnya yang sedang menyendiri itu.


"ehem"


dika langsung duduk di samping ray yang sedang melamun.


"menurut lo apa yang harus gue lakuin sekarang?"


ray bertanya tanpa menoleh ke arah sahabatnya itu.


"hh! emang gimana hubungan lo sama naya sekarang?" dika balik bertanya.


"lo udah tau pasti jawabannya dik"


ray tidak mengatakan karena merasa sahabatnya itu pasti sudah mengerti keadaannya.


"ya menurut gue, enggak ada yang bisa lo lakuin lagi sih"


"kalo enggak ada solusi ngapain lo datang"


"ya mau liat aja penyesalan lo setelah mainin dua hati cewek yang tulus"


"ck! dahlah. gue mau jemput yuli dan minta maaf sama dia"


"saran gue jangan sekarang deh soalnya dia pasti lagi sedih banget, emang lo mau di cakar cakar?"


"gue harus pertahanin rumah tangga gue dik"


"pliss jangan egois deh ray, hatinya terluka jadi biarin dia sembuh dulu"


"enggak semudah itu ray, bahkan kehadiran lo sekarang pasti bakal nyakitin dia lebih dari sebelumnya"


"jadi maksud lo gue harus nyerah dan lepasin istri sama anak gue gitu aja?"


"gitu aja? coba lo duduk di posisinya sekarang ray. apa lo bakal bisa nerima kalo dia tidur bareng cowok lain sampe hamil?"


"dik, gue tau gue udah salah tapi gue pengen memohon untuk kesempatan kedua, gue mau nebus kesalahan ini dan memperbaiki semuanya"


"mau minta kesempatan kedua? lo ingat kejadian sebelum lo nikahin dia dulu, itu adalah kesempatan terakhir ray"


"gue harus coba sekali lagi dik"


"terserah lo, gue bakal bantu doa semoga lo enggak di terima lagi. em, maksud gue semoga lo bakal di maafin"


"makasih atas doa yang enggak berguna itu. gue harus ke kampung sekarang juga buat nemuin yuli"


"oke, hati hati ya ray. sorry gue gak bisa nemenin lo"


"gue ngerti, thanks ya dik. bye!"


"hem" dika mengangguk


ray pun beranjak lalu bergegas pergi hendak menemui istrinya di kampung halaman, sedangkan dika langsung pulang ke rumahnya.


sesampainya di rumah dika kembali menemui istri dan anaknya di dalam kamar.


ceklek!


dika berjalan masuk dan duduk di samping istrinya.


"sayang?"


"mas, gimana keadaan mas ray?"


"Alhamdulillah dia sehat dan masih utuh juga bentuknya tadi sayang" jawab dika bercanda.


"mas, maksud aku sekarang dia lagi dimana? kok malah kamu tinggalin sih mas"


"bukan aku ninggalin dia tapi dia yang ninggalin aku sayang, katanya mau ngejar dan ngemis maaf dari yuli"


"ya ampun mas ray, kenapa jadi serumit ini sih"


"ya udah sayang kamu jangan sedih lagi ya, biarin mereka selesein permasalahan rumah tangganya dengan mandiri"


dika memeluk tubuh istrinya dari samping sambil kembali memperhatikan kedua putranya di atas ranjang.

__ADS_1


mobil ray akhirnya sampai di depan rumah mertuanya, dengan ragu ray mengetuk pintu dan mengucap salam.


tok! tok! tok!


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam" kakak yuli membukakan pintu.


ceklek!


"eh ray? ayo masuk sini yuli ada di dalam kamar tuh"


"iya kak"


ray tersenyum canggung merasa bingung atas sikap hangat kakak iparnya yang menyambut kedatangannya dengan tersenyum seperti tidak terjadi apapun, atau memang yuli belum menceritakan permasalahan rumah tangga mereka kepada keluarganya.


"kamu mau jemput yuli ya?"


"em iya kak" ray mengangguk.


"oh ya udah langsung temuin aja di kamar ya. kakak mau ke dapur dulu"


"iya kak makasih"


ray tersenyum lalu berjalan menuju pintu kamar istrinya.


ceklek!


pintu terbuka, ray melihat istri dan anaknya sedang tertidur di atas ranjang.


ray berjalan perlahan lalu duduk di tepi ranjang sambil mengamati kedua wajah yang sangat ia rindukan itu.


beberapa bulan terakhir fokus ray terpecah hingga jarang sekali memperhatikan anak dan istrinya di rumah.


"maafin aku ya sayang" ray menatap istrinya.


"maafin papa ya nak" beralih juga menatap putranya.


saat ray masih bersedih yuli pun terbangun dari tidurnya karena merasa ada kehadiran orang lain disana.


"mas ray?"


yuli langsung bangkit dari tidurnya lalu duduk di atas ranjang tepat di samping suaminya itu.


"sayang"


"ngapain lagi kamu kesini?"


"sayang, maafin aku ya"


"aku udah pergi dari hidup kamu biar kamu bisa bahagia sama dia. cewek yang kamu cintain"


"enggak sayang, aku cuma cintanya sama kamu. kemarin aku khilaf sayang aku mohon kasih aku kesempatan yang terakhir kali aku janji hal itu enggak akan terulang lagi"


ray berlutut di hadapan istrinya sambil menangis karena tak kuasa menahan air mata penyesalannya.


"mas aku mohon tolong kamu ngerti ya, kita udah enggak bisa sama sama lagi sekarang"


"tapi kenapa sayang?"


"aku gak bisa jamin perasaan ku akan sama seperti dulu lagi ke kamu mas"


"kasih aku kesempatan buat nebus semua kesalahan ku sayang. aku bakal ngerti kalo kamu gak bisa secinta dulu lagi ke aku tapi aku bakal kasih cinta yang lebih dari dulu ke kamu dan anak kita"


"pergilah mas, cari kebahagiaan kamu karena selama ini aku tau kamu enggak bahagia sama aku"


"sayang, kamu satu satunya kebahagiaan aku selama ini. kejadian itu cuma kecelakaan yang di buat oleh orang gak bertanggung jawab"


"terus kenapa kamu enggak cerita aja ke aku dan malah nikmatin peran yang awalnya enggak di sengaja itu jadi sebuah rahasia di antara kita mas"


"aku takut kamu pergi ninggalin aku sayang"


"kamu malah nikahin cewek itu di belakang aku bahkan kamu beliin dia rumah mewah yang aku aja gak punya"


"aku ngelakuin itu karena kasian aja sayang dia gak punya tempat tinggal"


"terus kamu enggak kasian sama aku?"


"kita udah tinggal di rumah yang nyaman sayang dan rumah itu bakal jadi rumah kita selamanya"


"tapi rumah yang lain lebih nyaman buat kamu kan mas? dia cewek yang lembut dan penuh perhatian, enggak kaya aku yang selalu ngomel ngomel sama kamu. aku sadar sekarang kenapa kamu gak bisa jatuh cinta sama aku, maaf aku bukan istri yang baik buat kamu"


yuli juga menangis namun ia berusaha untuk terlihat tegar menghadapinya.


"kamu istri terbaik ku sayang, aku mohon izinin aku buat ngobatin luka di hati kamu karena kesalahan yang udah aku buat selama ini"


"makasih tapi kamu enggak perlu lakuin hal itu karena sekarang hati ini udah bukan tanggung jawab kamu lagi. biar aku yang ngobatin sendiri luka ini, aku yakin perlahan semuanya akan membaik dan aku mohon jangan pernah datang lagi setelah luka ini sembuh nanti"


yuli melepaskan genggaman tangan ray dari tangannya.


"sayang, aku mohon"


"aku juga mohon sama kamu tolong jangan lagi mas. dulu juga kamu memelas kaya gini tapi apa hasilnya sekarang?"


"maafin aku"


"aku udah maafin kamu, tapi semuanya udah selesai sampai di sini aja mas"

__ADS_1


ray tertunduk tak berdaya, ia menyesal namun tiada artinya lagi. ia tau istrinya sangat terluka namun rasanya ray tidak sanggup untuk berpisah.


__ADS_2