Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
Berbalas pesan


__ADS_3

beberapa hari berlalu, vani dan yuli yang awalnya sangat canggung tinggal di rumah mewah itu pun kini sudah mulai terbiasa menjalaninya.


hari ini seperti janjinya dika datang hendak mengantar vani kontrol ke dokter.


sebenarnya vani sangat bahagia karena bisa mendapat perhatian lebih dari dika namun di sisi lain ia juga merasa tak enak karena selalu saja merepotkan bosnya itu.


apa boleh buat, memang dika sendirilah yang memintanya untuk tetap tinggal di kota agar bisa menjaganya hingga kaki vani sembuh dengan alasan merasa bersalah.


setelah pulang dari rumah sakit dika mengajak vani mampir di sebuah taman pusat kota untuk bersantai sejenak sambil menatap pepohonan hijau disana.


"pak dika, makasih ya hari ini bapak udah nemenin saya ke dokter untuk ganti perban. padahal pasti bapak sangat sibuk di kantor"


"iya sama sama, lagian ini kan sudah jadi tanggung jawab saya ke kamu"


"em"


vani duduk di atas kursi roda sedangkan dika duduk di bangku taman.


"oh ya, kamu mau enggak makan ice crem?" tanya dika.


"mau pak, kebetulan saya suka ice crem"


vani tersenyum senang saat mendengar kata ice crem.


"kalo gitu kamu tunggu disini sebentar ya saya mau beli ice crem disana dulu" dika beranjak dari duduknya.


"baik pak" vani mengangguk.


setelah beberapa menit, akhirnya dika kembali sambil membawa dua ice crem di tangannya.


"nih, satu buat kamu"


dika menyerahkan satu ice crem di tangannya.


"makasih ya pak"


"hem"


hening tercipta saat keduanya hanya fokus menikmati ice crem masing masing.


"taman ini sejuk ya, jadi nyaman rasanya"


dika memecah keheningan sambil memandang di sekelilingnya.


"iya, apalagi kalo ada bapak disini" gumam vani sambil tersenyum.


"hem? kamu bilang apa tadi?" hanya terdengar samar di telinga dika.


"em,,, enggak bilang apa apa kok pak. tadi saya cuma bilang kalo taman ini indah banget" hehe


"oh ya? tapi kayanya tadi bukan gitu deh. apa mungkin telinga saya ini yang bermasalah ya" dika menyentuh daun telinganya.


"iya kali pak" hhh!


vani tersenyum sambil memakan ice cremnya dengan canggung sehingga bibirnya belepotan.


"hhh! liat bibir kamu, sini saya bantu bersihin"


tangan dika mengusap lembut bibir vani untuk membersihkannya membuat keduanya saling bertatapan.


vani terdiam mematung karena mendapat perhatian lembut dari pria di hadapannya itu.


saat tersadar dika langsung menarik tangannya dari wajah vani.


"em, maaf ya" dika mengalihkan pandangannya.


vani pun langsung mengusap bibirnya sendiri.


setelah selesai makan ice crem dika mengantar vani pulang ke rumah lalu ia kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.


*


beberapa hari berlalu, di dalam kamarnya saat ini vani sedang merasa kesepian. walaupun banyak asisten di rumah itu namun mereka hanya sibuk dengan pekerjaan masing masing.


"em, ngapain ya enaknya?"


vani berpikir apa yang hendak ia lakukan hari ini untuk mengusir rasa jenuhnya.


"mbak, boleh minta tolong ambilkan handphone saya di meja?"


vani meminta tolong kepada salah satu asisten yang bertugas menjaganya.


"baik nona"


asistennya pun bergegas mengambilkan ponsel vani yang masih tertinggal di ruang tamu.


setelah mendapatkan ponselnya vani hendak menelpon kak aida di kampung karena sudah lama mereka tidak bertemu ataupun telponan.


"em, mau nelpon kakak aja deh" gumamnya.


belum sempat vani menelpon justru kakaknya sudah menelpon dirinya lebih dulu.


drt! drt! drt!


"wah! aku baru aja mau nelpon. eh, udah di telpon duluan"


vani tersenyum lalu menjawab telpon dari sang kakak.


Vani: Assalamualaikum kak.


kak aida: Walaikumsalam.


Vani: panjang umur, aku baru aja mau nelpon kakak. eh, udah di telpon duluan nih.


kak aida: oh ya? sehati dong kita.


Vani: iya, kakak apa kabar?


kak aida: Alhamdullilah baik, kalian gimana dek disana sehat kan?


Vani: Alhamdulillah kami juga baik kak.


kak aida: syukurlah kalo gitu. em, kamu lagi ngapain nih?


Vani: aku lagi duduk aja sih kak di kantor.


vani harus berbohong kepada kakaknya.


kak aida: oh, kamu lagi kerja ya.


Vani: em... (maaf ya kak) batin vani.


keduanya saling bercerita dan larut mengobrol tentang keseharian satu sama lain.


kak aida: oh iya dek, kakak mau minta tolong nih boleh enggak?


Vani: ya boleh dong kak, apa tuh?

__ADS_1


kak aida: kakak lagi modal buat usaha gitu.


Vani: oh, ya boleh dong kak. butuh berapa?


kak aida: enggak banyak kok, cuma 50 juta aja.


Vani: hhh! 50 juta?


kaka aida: iya.


Vani: ya ampun, kok cuma segitu sih kak. dikit banget, mana cukup buat buka usaha. hehe


kak aida: iya kecil kecilan ajalah dek. gimana ada kan?


Vani: iya ada dong kak, tapi kayanya aku harus jual ginjal dulu deh.


kak aida: haha, jangan dong. kalo kamu jual ginjal entar enggak ada lagi yang mau sama kamu tau, lagian kamu enggak jual ginjal aja masih jomblo terus apalagi kalo di jual...


Vani: eh, enak aja kakak bilang aku jomblo. emangnya aku enggak laku laku.


kak aida: loh bener kan, emang sekarang kamu udah punya pacar?


Vani: iya belum sih kak, hehehe.


kak aida: haha, dasar kamu tuh ya...


Vani :em, emang serius ya kakak butuh segitu?


kak aida: hehe, kakak cuma bercanda kok.


Vani: ih! kakak bercanda mulu deh.


kaka aida: kakak masih planning aja.


Vani: ya udah nanti aku transfer ya.


kak aida: enggak usah, masih cukup kok.


Vani: enggak papa kok kak.


kak aida: ya udah kalo gitu kamu jaga diri baik baik disana ya dek, kalo ada cuti jangan lupa pulang ke kampung dong kakak kangen nih.


Vani: iya kak, aku juga kangen banget sama kakak.


kak aida: oh iya, kalo pulang jangan lupa bawa calon adek ipar buat di kenalin ke kakak. haha


Vani: ck! kakak pengen banget ya aku nikah muda.


kak aida: hah! nikah muda? ya ampun vani kamu itu udah tua tau haha.


Vani: ih, enak aja. kakak tuh yang udah tua huh!


Kak aida: haha iya deh. oiya udah dulu ya entar kita telponan lagi, dah adek kakak sayang!


Vani: iya kak. bye...!


setelah telpon terputus vani kembali mengomel.


"huh! kakak. enak aja bilang aku udah tua" kesal vani namun setelah di pikir pikir ada benarnya juga.


keesokan harinya vani semakin merasa bosan di dalam rumah.


"huh! bosen banget deh. pliss dong kaki cepet sembuh ya, aku kangen kerja tau. terus kangen sama dia juga"


"em,,, sebenarnya aku kangen kerja atau kangen sama bosnya ya hehe"


"oh iya mbak, bisa tolong bantu saya ke taman belakang? saya pengen liat bunga" minta vani pada perawatnya.


"baiklah nona, mari saya bantu"


"makasih ya mbak"


di kantor dika masih sibuk dengan pekerjannya, karena harus bekerja sendirian tanpa sekretaris yang mengatur jadwalnya namun ia masih bisa melakukan semuanya.


"ck, gue lupa siang ini kan ada meeting. harus cepat selesai nih" dika menepuk dahinya.


dengan cepat ia menyelesaikan pekerjaannya dan langsung bergegas menuju ruang meeting.


setelah selesai meeting dika pun kembali ke dalam ruangannya lalu memesan makanan untuk makan siang yang sudah terlambat.


ia memutuskan makan siang di dalam ruangan saja karena malas pergi keluar sendirian.


"oke, tinggal tunggu makanannya datang aja"


dika hanya bermain game sambil menunggu.


sepuluh menit kemudian makanan yang sudah ia pesan pun datang.


tok! tok! tok!


"permisi pak"


salah satu karyawan wanita hendak masuk ke dalam ruangan dika mengantarkan makanan.


"iya silahkan masuk"


dika mengizinkannya setelah melihat siapa yang datang dari dalam layar sensor.


"saya mau mengantar makanan yang sudah bapak pesan sebelumnya" ujar karyawan itu setelah masuk ke dalam.


"iya letakkan saja disini, terima kasih ya"


dika menoleh sekilas pada karyawan wanita itu lalu kembali fokus menatap ponselnya.


"baik pak, sama sama. kalo gitu saya permisi"


"hem"


karyawan itu tersenyum lalu berjalan keluar dari dalam ruangan bosnya.


sedangkan dika hanya mengangguk tanpa menoleh lagi kearahnya.


'cool abis, buat penasaran aja deh pak dika' batin karyawan itu melihat sikap cuek bosnya yang bahkan tidak tersenyum saat menoleh kearahnya.


"ck! laper lagi" keluh dika saat dirinya masih asik bermain game.


akhirnya ia pun memutuskan untuk makan siang lebih dulu dan menghentikan permainan.


setelah selesai makan dika kembali menatap pekerjaannya yang masih menumpuk.


menandatangani berkas untuk mendapat persetujuan darinya merupakan hal yang penting padahal itu sangat membosankan.


*


sore pun tiba, dika memutuskan untuk pulang setelah menyelesaikan semua pekerjaannya.


sesampainya di rumah, kepulangan dika sudah di sambut dengan ocehan cerewet dari sang keponakan tersayang.

__ADS_1


"om dika! om lama banget sih pulangnya. ayo kita main om"


rara langsung memeluk om kesayangannya itu.


"sayang, om mandi dulu ya nanti kita main oke"


dika sudah merasa gerah sepulang bekerja hendak langsung mandi agar kembali segar.


"ya udah deh sana om mandi dulu. bau banget"


rara menutup hidungnya sambil menggerakkan tangan mengusir.


"kamu tuh ya!"


dika mencubit gemas pipi rara lalu berjalan menuju kamarnya.


setelah selesai mandi dika pun berbaring diatas ranjang sambil memikirkan keberadaan karin. ia tidak pernah lagi mendengar kabar dari wanita yang dulu selalu menempel seperti lintah kepadanya itu.


"sebenarnya kamu dimana, masih hidup enggak sih. kok enggak ada kabar?"


dika memikirkan calon istrinya yang sudah menghilang berbulan bulan lamanya itu.


setelah bosan memikirkan tentang karin, dika kembali teringat pada sosok wanita yang akhir akhir ini selalu ia rindukan.


dika mengambil ponsel lalu mengirim pesan singkat kepada sekretaris cantiknya itu.


vani yang kebetulan sedang asik rebahan di dalam kamarnya mendengar ada notifikasi masuk. ia langsung meraih ponsel yang berada di sampingnya itu dan melihat pesan ternyata dari bos tampannya.


"pak dika?" vani tersenyum senang dan langsung membacanya.


Bos tampan๐Ÿ’œ


hai vani, kamu lagi ngapain nih? gimana keadaan kaki kamu sekarang?


Vani๐Ÿ’œ


hai juga pak dika, Alhamdulillah kaki saya baik baik aja. saya lagi gabut nih pak.


Bos tampan๐Ÿ’œ


oh ya! kenapa gitu?


Vani๐Ÿ’œ


iya saya bosen karena seharian cuma di rumah aja pak, oh ya kalo bapak sendiri lagi apa?


Bos tampan๐Ÿ’œ


saya sebenarnya lagi mikir sih ๐Ÿค”


Vani๐Ÿ’œ


lagi mikirin apa?๐Ÿ˜„


Bos tampan๐Ÿ’œ


lagi mikirin kamu โ˜บ๏ธ


Vani๐Ÿ’œ


ih, bapak gombal deh ๐Ÿ˜‚


Bos tampan๐Ÿ’œ


serius ๐Ÿ˜„


Vani๐Ÿ’œ


hem! sama dong pak โ˜บ๏ธ


Bos tampan๐Ÿ’œ


masa sih, kamu lagi mikirin saya juga?


Vani๐Ÿ’œ


iya serius pakโœŒ๏ธ


Bos tampan๐Ÿ’œ


berarti kita sehati dong ๐Ÿฅฐ


Vani๐Ÿ’œ


hehe, saya cuma bercanda kok pak ๐Ÿ˜


Bos tampan ๐Ÿ’œ


yahh, kok cuma bercanda sih ๐Ÿ˜ฉ


Vani ๐Ÿ’œ


iya masa boleh serius๐Ÿ˜†


Bos tampan ๐Ÿ’œ


dasar php ๐Ÿ™„


Vani ๐Ÿ’œ


haha๐Ÿ˜†


Bos tampan ๐Ÿ’œ


malah ketawa lagi๐Ÿ˜Œ


Vani ๐Ÿ’œ


bapak lucu.


Bos tampan ๐Ÿ’œ


oh iya makasih.


Vani ๐Ÿ’œ


sama sama.


Bos tampan ๐Ÿ’œ


๐Ÿ˜ค


Vani ๐Ÿ’œ


๐Ÿ˜œ


bos dan sekretarisnya itu saling berbalas pesan layaknya pasangan kekasih saja.

__ADS_1


vani membalas pesan sambil senyum senyum sendiri karena merasa lucu.


__ADS_2