Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 59


__ADS_3

pagi kembali datang menyapa bumi seperti biasanya hari ini dika ingin menepati janjinya mengajak vani untuk mengunjungi menara yang terlihat sangat indah itu dari jarak yang dekat.


pasangan suami istri itu pun mengabadikan setiap momen dengan berfoto dan selfie bersama. keduanya terlihat sangat menikmati indahnya liburan mereka.


seperti layaknya pasangan romantis lain di kota itu dika dan vani pun hendak ikut melakukan hal yang sama yaitu menikmati ciuman hangat di bawah indahnya menara itu.


"mas, aneh banget deh kenapa mereka pada ciuman di tengah jalan gitu sih emangnya enggak malu ya?"


vani yang sedang menundukkan pandangannya karena melihat beberapa pasangan di sekelilingnya sedang berciuman dengan mesranya.


"itu udah biasa di budaya mereka sayang. em, kita juga boleh kok ngelakuin itu sekarang di sini" dika tersenyum lebar menatap istrinya.


"em, enggak deh mas aku malu tau" vani menggelengkan kepalanya.


"kenapa harus malu sayang lagian ini cuma bisa kita lakuin kalo di luar negeri aja masa kamu enggak mau nyobain sensasinya yang beda sih" bujuk dika agar vani setuju.


"tapi aku malu di liatin orang lain" cicit vani pelan.


"kamu malu punya suami kaya aku?"


dika memegang dagu vani menegakkan pandangannya karena istrinya itu terus menunduk sejak tadi.


"em" vani menggelengkan kepalanya.


"terus kenapa enggak mau?" dika menatap wajah istrinya dari dekat sambil menatap mata vani dengan serius.


"aku mau kok mas"


vani mengangguk karena tidak ingin membuat suaminya salah paham padahal dika hanya berusaha untuk menggodanya saja.


mendengar kata setuju dari istrinya dika pun tersenyum senang, tidak mau melewatkan kesempatan itu ia pun langsung melahap bibir istrinya dengan lembut lalu memperdalam ciuman mereka.


tidak punya pilihan lain akhirnya vani pun membalas ciuman dari suaminya itu dan ikut menikmati hangatnya berciuman di tengah dinginnya cuaca yang sedang mendung.


keduanya sedang asik menikmati ciuman hangat di bawah menara yang menjulang tinggi itu, banyak juga turis yang berlalu lalang memotret keindahan menara dari jarak dekat beberapa pasangan muda lainnya juga melakukan hal romantis yang sama seperti mereka.


setelah menikmati ciuman hangat dika pun melepaskan bibirnya dari bibir mungil istrinya yang manis lalu kembali menyatukan kening mereka.


dika harus menahan diri agar tidak melakukan hal yang lebih mengingat saat ini mereka sedang berada di luar ruangan.


"maaf ya sayang aku hampir kelepasan" bisik dika sambil memeluk istrinya.


vani hanya diam sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah di bagian dada suaminya itu. rasanya vani sangat malu karena sudah melakukan hal itu di depan umum namun dika benar, mereka dapat merasakan sensasi pengalaman yang berbeda pikirnya.


"kita lanjut jalan ya"


dika menggenggam wajah istrinya yang masih menunduk


vani pun hanya mengangguk setuju tanpa bersuara membuat dika semakin gemas melihat tingkah istrinya itu.


"kamu jangan malu terus gitu dong sayang, padahal tadi juga kamu nikmatin ciumannya" goda dika membuat vani menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"ih mas!" vani menutup wajahnya.


"haha aku bercanda sayang gimana rasanya hem?"


"malu tapi mau"


vani berjalan sambil memeluk suaminya karena masih berusaha untuk menyembunyikan wajahnya.


"haha istriku lucu banget sih"


dika mengacak rambut istrinya gemas.


mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk berkeliling mengunjungi tempat tempat indah lainnya.


setelah vani merasa puas berkeliling di kota romantis itu selama beberapa minggu terakhir, dika pun memutuskan akan mengajak istrinya berlibur ke london.


"sayang hari ini aku mau ngajak kamu ke london kamu enggak capek kan?" dika menatap istrinya.


"iya mas aku mau" vani tersenyum mengangguk.


vani dan dika akan mengunjungi kedua orang tua mereka di sana sekalian dika ingin menunjukkan keindahan kota london kepada istrinya. kota yang selama ini menjadi tempatnya menimba ilmu dan keluarganya juga memiliki perusahaan besar disana.


setelah bersiap dika dan vani pun kembali ke bandara untuk melakukan penerbangan langsung ke kota london.


tidak terlalu lama dalam perjalanan hanya beberapa jam saja karena paris dan london masih berada di benua yang sama yaitu benua eropa.


saat ini vani dan dika sudah sampai di kediaman kedua orang tuanya. mereka di jemput oleh supir di bandara lalu pulang ke rumah keluarga wijaya yang berada di sana.


"assalamualaikum"


dika dan vani mengucap salam bersamaan saat memasuki rumah papa dan mamanya.


"walaikumsalam. sayang kalian udah sampe?"


mama ratih menyambut anak dan menantunya datang.


"iya ma" mereka yang bergantian memeluk mama ratih.

__ADS_1


"mama sama papa sehat kan?" peluk vani.


"alhamdulilah sehat sayang. kalian juga sehat kan?"


"iya ma alhamdullilah" vani pun mengangguk tersenyum.


"papa dimana ma?" tanya dika.


"papa masih di kantor sayang" jawab mama ratih.


"oh" dika mengangguk mengerti.


"ya udah kalo gitu kalian istirahat aja dulu di dalam kamar mama udah bersihin kamar kalian, pasti kalian capek"


mama tersenyum senang dengan kedatangan putra dan menantu bungsunya itu.


"iya ma, kalo gitu kita istirahat dulu ya ayo sayang"


dika mengajak vani untuk istirahat di dalam kamarnya.


"iya" mama ratih mengangguk.


sesampainya di dalam kamar vani pun menatap kagum melihat desain kamar suaminya itu.


"wah! kamar kamu gede banget mas"


vani menatap di sekelilingnya dengan mata berbinar.


"ini kamar kita sayang" bisik dika sambil memeluk istrinya dari arah belakang.


"em, iya tapi..."


"enggak ada tapi tapian ayo"


"makasih ya mas udah ngajak aku ke sini"


"iya sayang sekarang kamu istirahat aja ya, soalnya nanti aku mau,,,"


dika menatap lekat tubuh vani dari atas hingga kebawah memperhatikan penampilan istrinya itu.


"mau apa mas?"


vani mulai curiga dengan gerak gerik suaminya.


"mau makan kamu" bisik dika langsung melahap bibir manis vani dan tangannya yang sudah berkeliaran kemana mana sambil membuka pakaian istrinya.


padahal tadinya dika meminta vani untuk beristirahat saja namun lagi lagi dirinya tidak dapat menahan hasrat saat melihat bibir mungil itu di hadapannya.


vani memanyunkan bibirnya setelah melepaskan ciuman dari suaminya karena dika tidak konsisten dengan ucapan sebelumnya.


"maaf ya sayang aku khilaf" dika tersenyum nyengir.


"khilaf mulu deh" vani kembali merapikan pakaiannya.


"hehe habis kamu menggoda iman banget pakai baju warna ini"


dika menatap istrinya yang sedang memakai baju dengan warna kesukaannya itu.


"masa sih?"


vani tidak percaya karena merasa jika suaminya itu memang selalu tergoda meskipun dirinya tidak sedang memakai baju berwarna putih.


"hehe, beneran sayang kamu pasti sengaja ya?" dika menoel hidung istrinya.


"hem, iya sih kayanya" vani membalas godaan dari suaminya.


keesokan harinya dika hendak mengajak vani untuk mengunjungi kantornya yang berada di sana karena vani merasa penasaran ingin melihat gedung kantor milik keluarga suaminya itu disana.


"sayang kalian mau kemana?" tanya mama ratih saat melihat vani dan dika sudah bersiap akan segera pergi.


"mau ke kantor ma"


"loh, kalian kan lagi honeymoon ngapain ke kantor lebih baik kalian itu jalan jalan sayang"


"iya ma kita cuma mampir sebentar aja kok vani penasaran pengen liat kantor di sini"


"oh ya udah kalian hati hati ya" mama tersenyum.


"iya ma, see you" dika berjalan menuju pintu keluar menggandeng tangan istrinya.


"walaikumsalam"


mama ratih menjawab ucapan putranya itu dengan salam


"haha assalamualaikum mama sayang"


dika tertawa mendengarnya sebab mamanya masih saja mengingatkan untuk mengucapkan salam sebelum pergi.


"walaikumsalam"

__ADS_1


mama ratih menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


vani pum hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang selalu suka bercanda dengan mamanya itu.


sesampainya di depan gedung kantor wijaya itu dika pun mengajak vani untuk masuk ke dalamnya.


"wah! ternyata kamu juga punya perusahaan besar di sini ya mas" vani kagum menatap bangunan yang megah itu.


"iya sayang tapi ini juga yang bakal buat bang rangga harus tinggal di sini" dika dengan wajah sendu.


"maksud kamu mas rangga bakaln tinggal menetap di negara ini mas?" vani menatap suaminya.


"iya sayang setelah kita pulang nanti bang rangga sama mbak ranty bakalan ngajak rara buat pindah kesini deh"


dika sudah membayangkan jika dirinya akan tinggal jauh dari tuan putri kecilnya.


"yah berarti kita enggak bisa main bareng rara lagi dong" vani manyun.


"mainnya sama aku aja dong sayang kan lebih seru"


dika merangkul pinggang istrinya sambil menggodanya.


"ih, dasar suamiku mesum"


vani pun berjalan cepat mendahului suaminya untuk masuk ke dalam gedung kantor itu.


setelah seharian berkeliling di kota itu akhirnya vani dan dika pun kembali pulang ke rumah orangtuanya.


vani yang baru saja sampai di dalam kamarnya pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"sayang, mendingan kamu mandi dulu baru tidur. emangnya kamu enggak capek ya?"


dika yang melihat istrinya itu berbaring tanpa terlebih dahulu membersihkan diri setelah seharian berpergian.


"em, kamu duluan deh sayang aku masih capek" vani memejamkan matanya.


"kamu boleh tidur habis mandi sayang"


dika menggendong istrinya dan langsung membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"ih, enggak mau mandinya bareng kamu mas entar lama lagi aku capek mau istirahat"


vani menepuk nepuk dada suaminya agar dika menurunkan dirinya dari gendongan.


"enggak akan lama sayang cuma mandi kok beneran janji"


ucapan dika membuat vani terdiam.


pasalnya selama ini dika memang selalu menepati janjinya kepada vani membuat vani selalu percaya saat suaminya itu sudah berjanji namun ternyata tidak untuk kali ini. dika tidak menepati janjinya untuk membiarkan acara mandi mereka selesai dengan cepat.


meskipun vani mengatakan lelah namun ia tetap menuruti keinginan suaminya itu. melakukannya di dalam kamar mandi memiliki sensasi yang berbeda juga.


Di negara yang berbeda yuli sedang diam sambil melamun seperti orang yang sedang patah hati. ia duduk di bangku taman yang berada di halaman belakang rumahnya.


hana yang melihat kakaknya itu sedang galau pun berniat untuk menghibur yuli.


"kak aku boleh duduk?" hana mendekati kursi panjang itu.


yuli segera menghapus air matanya yang mengalir di pipi lalu mengangguk setuju.


"kakak kenapa sih, aku liat akhir akhir ini kakak sering ngelamun deh"


hana bertanya namun yuli hanya diam tidak menjawabnya.


"kakak cerita dong ke aku ada apa" harap hana.


"aku enggak papa kok"


yuli masih menyembunyikan kesedihannya itu.


"oke kalo kakak belum mau cerita sama aku enggak papa tapi gimana kalo kita jalan jalan aja kak aku pengen banget shoping di mall besar kak. kayanya seru deh"


hana polos yang belum pernah shoping di mall itu.


"hem, oke aku bakal ngajak kamu shoping. tapi,,,"


"tapi?"


"tapi emangnya kamu punya uang?" yuli tersenyum jahil.


"hehe enggak" hana hanya nyengir.


"terus?"


"aku kan belum kerja kak jadi kakak yang traktir dong hehe" hana membujuk kakaknya.


"ish, dasar maunya gratisan mulu" omel yul.


"ayo kak kita siap siap"

__ADS_1


hana berdiri sambil menarik tangan kakaknya masuk.


__ADS_2