
saat ini calon mempelai pria sudah lebih dulu duduk dengan para tamu dan keluarga dari kedua belah pihak yang hadir menunggu calon mempelai wanitanya datang.
akhirnya vani datang di dampingi oleh kakak perempuan dan adik sepupu kesayangannya.
ia terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun mewah membuat semua mata yang memandang lupa untuk berkedip terutama dika calon suaminya itu.
melihat adiknya sedang memandang vani dengan tidak berkedip rangga pun kembali menggodanya.
"sabar dik, nunggu entar malam enggak lama lagi kok"
bisik rangga dekat telinga dika karena mereka duduk berdekatan.
ray yang juga berada di belakang mereka pun tersenyum mendengar ucapan rangga yang selalu menggoda dika.
dika mengalihkan pandangannya kepada abang semata wayangnya itu lalu tersenyum semirk menanggapinya.
saat vani sudah mendekati kursi dika pun berdiri dari duduknya dan menyambut calon mempelai wanitanya itu dengan senyuman terbaik.
vani akhirnya duduk di kursi yang berada tepat di samping calon suaminya itu.
setelah semuanya berkumpul ijab kabul akan di mulai dengan ayah kandung vani sendiri yang menjadi wali nikah putri bungsunya itu dari pernikahan pertamanya.
penghulu pun bertanya lebih dulu kepada kedua mempelai apakah kedua mempelai sudah siap untuk melangsungkan ijab kabul mereka atau tidak.
"siap pak"
dengan cepat dika mengangguk dan menjawab siap. sedangkan vani hanya mengangguk sambil tersenyum.
"baiklah ayo mas silahkan berjabat tangan dengan bapak"
dika pun menjabat tangan calon ayah mertuanya.
Bismillahirrahmanirrahim
"saya nikahkan engkau ananda radika wijaya bin rahardian wijaya dengan putri kandung saya bernama stevani binti ahmad dengan mas kawin cincin berlian dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"
"saya terima nikah stevani binti ahmad dengan mas kawin cincin berlian dan seperangkat alat sholat tunaii"
dengan satu tarikan nafas panjang dika pun berhasil melafadzkan ijab kabulnya dengan baik dan lancar
akhirnya mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.
"bagaimana para saksi sah?" penghulu bertanya.
"sahh! sahh!" disambut para saksi dan tamu yang hadir.
"Alhamdulilah"
syukur berserta doa doa di panjatkan agar pernikahan ini menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah.
"baiklah mulai sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, selamat ya"
pak penghulu menjabat tangan dika memberi selamat.
"terima kasih pak" ujar dika full tersenyum.
"ayo silahkan di pasangkan cincinnya"
dika pun memasangkan cincin pernikahan di jari manis vani yang kini sudah resmi menjadi istrinya itu.
vani pun mengecup punggung tangan dika sebagai bentuk menghormati suaminya.
dengan ragu ragu dika hendak mengecup kening vani sebagai tanda kasih sayang yang membuat gadis itu juga menunduk malu di hadapan banyak orang.
"sudah boleh, sudah sah kok"
pak penghulu gemas melihat tingkah pengantin baru di hadapannya itu.
cup!
akhirnya dika pun mengecup kening istrinya dan langsung kembali mendapat godaan dari abangnya yaitu rangga.
"sabar dong dika jangan langsung ngegas gitu"
ucapan rangga yang membuat semua orang tersenyum malu melihat tingkah dika.
"apaan sih lo bang, kaya enggak pernah aja"
dika menatap rangga yang akhirnya terdiam karena mengingat dirinya juga bertingkah sama seperti itu dulu saat menikahi ranty istrinya.
"hehe oke oke jangan ngungkit dong lo" rangga pun tersenyum malu.
kemudian mereka melakukan sungkeman kepada orang tua kedua belah pihak dengan rasa haru.
acara resepsi berlanjut dengan sangat meriah hingga malam hari.
acara itu di hadiri oleh keluarga dan para sahabat serta rekan bisnis keluarga wijaya tak lupa pula teman teman mereka dari kedua belah pihak termasuk para karyawan kantor wijaya group turut bahagia merayakannya.
para tamu yang datang secara bergantian mengucapkan selamat pada kedua mempelai serta memberi doa terbaik untuk kedua pengantin di atas pelaminan megahnya.
banyak tamu undangan termasuk para karyawan kantor wijaya yang merupakan teman baik dari kedua mempelai sedang berbincang tentang pernikahan mereka disana.
"beruntung banget ya vani, akhirnya dia beneran nikah sama pak dika. ya walaupun dulu mereka sempat pisah katanya"
"iya, yang namanya jodoh emang enggak akan kemana"
"mana pak dika ganteng banget lagi"
__ADS_1
"iya ih, cakep pisan"
"iya sih tapi pak dika juga beruntung kok dapat vani yang cantik dan pinter mereka emang serasi"
"iya iya cocok banget"
para undangan yang hadir pun menikmati segala jenis hidangan mewah sambil berbincang disana.
malam semakin larut namun tamu yang hadir masih saja ramai berdatangan.
di atas pelaminan megahnya vani dan dika juga sudah lelah menyambut tamu yang begitu banyak.
"aduh mas kaki aku pegel banget nih"
vani yang sedang duduk di atas pelaminannya mengeluh sakit di kakinya kepada pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.
"iya sayang aku juga capek banget nih enggak kelar kelar dari tadi. masa iya papa ngundang tamu sampe dari luar negeri juga" dika malah ikut mengeluh.
"ya ampun mas kaki aku perih nih kayanya" vani meringis.
"mungkin itu karena kamu pakai sepatu tinggi sayang jadi lecet, mendingan sepatu kamu di lepas aja ya takutnya nanti kaki kamu tambah lecet lagi"
dika menunduk lalu dengan lembut ia membuka sepatu yang di pakai oleh istrinya itu.
"masa pengantinnya enggak pake sepatu sih mas, kaki ayam gini"
ujar vani ragu setelah dika melepaskan sepatu cantik yang menyakiti kaki mulusnya itu.
"iya kan enggak bakal ada yang liat juga sayang. gaun kamu aja sampai ke lantai nutup semua kaki kamu"
"iya tapi kalo nanti di foto kelihatan gimana?"
"udah kamu enggak usah khawatir gitu, kamu tetep cantik kok nih pake sendal aja ya"
dika memakai kan sendal di kaki istrinya.
"tapi masih pegel..."
"tenang sayang kalo pegel nanti aku pijitin kalo perlu semuanya aku pijit hehe"
dika berbisik menyeringai yang membuat vani merinding.
"semuanya? ih kamu mesum banget deh mas"
vani memukul pelan pundak suaminya itu.
"hehe iya kan udah halal yank"
dika nyengir karena berhasil menggoda istrinya.
ranty datang bersama rangga dan juga putri mereka rara menghampiri dika dan vani di atas pelaminan hendak mengucapkan selamat kesekian kalinya kepada adik tercinta.
"iya dong sayang, kita juga dulu gitu kan terus kamu suka malu malu persis kaya vani sekarang ini"
ucap rangga lalu mendapat cubitan di pinggang karena sudah menggoda istrinya.
"kamu tuh ya..." bisik ranty geram mencubit suaminya.
"aw!! sakit sayang kan emang bener sih. iyakan vani?"
rangga membuat vani semakin senyum malu malu.
"udah deh bang lo jangan gangguin istri gue" dika melirik
"haha oke oke. kita enggak ganggu kok cuma mau ngasih selamat untuk adik tercinta"
"selamat ya dika vani semoga kalian langgeng sampe maut memisahkan dan cepet dikasih momongan yang lucu kaya gue"
rangga memberi selamat dengan memeluk dika.
"iya bang amin makasih ya doanya"
"selamat ya dika vani atas pernikahan kalian semoga langgeng dan jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah"
ranty pun memeluk vani lalu rara juga mengecup pipi om dan tante cantik kesayangannya juga.
"iya amin makasih ya mbak"
"selamat ya om ganteng tante cantik" rara tersenyum.
"makasih ya rara sayang" emuch! vani dan dika mengecup pipi bulat rara.
setelah rangga dan ranty turun dari pelaminan ray dan jay di ikuti rachel juga menyusul naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat secara langsung kepada bosnya.
jay dan rachel langsung bersalaman dan memberi selamat kepada dika dan vani secara bergantian.
"selamat ya pak dika selamat vani"
rachel pun memeluk vani teman baiknya itu.
"iya makasih ya rachel" vani pelukan dan tersenyum .
"selamat ya pak dika" jay menjabat tangan dika.
"terima kasih ya jay"
dika tersenyum menerima ucapan dari karyawannya itu.
__ADS_1
"selamat ya vani"
jay menatap vani lalu mengulurkan tangannya.
"terima kasih" vani tersenyum canggung.
setelah itu ray juga mengucapkan selamat kepada bosnya.
"selamat ya bos semoga langgeng sampai kakek nenek"
ray menjabat tangan dika serta memeluk sahabatnya itu.
"aamiinn thanks ya ray lo juga cepetan nyusul inget umur bentar lagi tiga puluh"
dika menggoda sekretarisnya itu sambil tersenyum.
"iya bos doain aja ya semoga cepat ketemu jodoh gue yang pasti masih lagi nyariin keberadaan gue dimana"
ucapan ray membuat mereka tertawa.
"oh ya. oke deh semoga dia enggak nyasar dulu ya" haha dika tertawa.
"iya enggak bakal nyasar lah bos gue udah sharelok ke dia" ray masih bercanda.
"wah! baguslah kalo gitu"
"selamat ya vani eh bu bos vani" ray tersenyum.
"makasih ya mas ray" vani tersenyum juga.
setelah ray turun dari pelaminan lanjut yuli dan hana ikut memberi selamat kepada kakak sepupu mereka.
"selamat ya bang dika kak vani semoga jadi pasangan yang bahagia dunia akhirat"
yuli bersalaman dengan dika secara bergantian.
"amin makasih ya adek adek"
dika tersenyum pada kedua adik sepupu dari istrinya itu.
"iya bang sama sama titip kak vani ya bang kalo dia cengeng jangan dimarahin nanti dia ngambek" bisik yuli
"pasti yul enggak akan abang buat ngambek kok"
"ish kalian ini apasih" vani memanyunkan bibirnya.
"tuh kan bang udah ngambek duluan dia" haha
yuli terus menggoda kakaknya.
"selamat ya kakak ku yang paling cantik dan baik hati. semoga langgeng terus dan jadi keluarga samawa"
mereka juga bergantian memeluk kakaknya.
"makasih ya adek adek ku yang cantik semoga cepat nyusul"
vani membalas pelukan dari adik adik sepupunya itu.
"iya sama sama kak. ya hana jangan kecepetan juga lah"
"apa sih kak" hana manyun
"haha iya dong. semoga langgeng terus dan cepat dapet momongan ya kak"
yuli mengedipkan sebelah matanya.
vani melirik dika yang sedang sibuk ngobrol dengan temannya.
"amin" vani dan hana mengaminkan bersama.
"ya udah kalo gitu kita turun dulu ya udah banyak yang ngantri tuh"
"iya makasih ya"
"jangan lupa kak buatin keponakan yang gantengnya juga kaya gini" yuli kembali melirik dika untuk menggoda vani.
plak!
vani menepuk pundak adiknya yang selalu menggodanya.
"iya iya, udah sana turun" usir vani sambil tersenyum.
"haha jail banget deh kak yuli" hana tertawa.
tepat pukul 22.00 malam resepsi itu pun berakhir.
tamu undangan sudah banyak yang berpulangan ke rumah masing masing namun ada pula yang akan menginap di hotel dan sudah kembali ke kamar masing masing.
karena hotel dan seluruh isinya sudah khusus untuk acara pernikahan saja. tempat menginap para tamu undangan dan semua keluarga yang berada disana.
kini hanya tersisa keluarga dan para sahabat yang juga akan kembali ke dalam kamar masing masing disana.
pengantin juga akan beristirahat di kamar khusus mereka yaitu kamar pengantin.
dika dan vani melangkah menuju kamar khusus yaitu kamar pengantin dengan langkah gontai kelelahan.
bukan keduanya yang merasa lelah hanya vani saja yang merasa lelah karena saat ini justru dika merasa sangat segar dan full senyum di wajahnya.
__ADS_1