Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 215


__ADS_3

ray dan naya masih berada di dalam kamar yang asing itu namun semakin larut mata mereka semakin mengantuk.


tiba tiba listrik di rumah itu pun padam membuat naya berteriak karena takut.


"akkhhh!" teriak naya.


beruntung karena hujan yang turun deras membuat suara naya tidak terdengar hingga ke seluruh ruangan.


"kamu jangan teriak" ray memeluk tubuh naya yang tiba tiba terlonjak naik ke atas ranjang.


"saya takut pak" naya sedikit bergetar.


"sudah ayo sini jangan takut ya"


ray memeluk tubuh naya di atas ranjang yang sempit itu.


ukuran ranjang yang sangat jauh berbeda dengan yang ada di dalam kamar hotel pikirnya.


naya yang sedang ketakutan pun senantiasa berada di dalam pelukan ray. dekapan hangat tubuh satu sama lain membuat keduanya merasa nyaman sebab sebelumnya mereka hanya bisa merasa kedinginan.


karena merasakan kehangatan satu sama lain membuat mereka terlupa dengan keadaan. akhirnya keduanya kembali menikmati hubungan terlarang di dalam kamar itu.


perlahan tangan ray meraba setiap lekukan tubuh wanita yang berada di dalam pelukannya itu. membuat darah naya pun berdesir merasakan sentuhan lembut yang ray berikan.


di dalam gelapnya kamar itu tanpa ada sinar lampu yang menerangi ray pun tidak dapat menahan hasratnya saat menghirup aroma tubuh wanita di dalam pelukannya.


berulang kali naya dan ray tersadar mencoba untuk saling menjauh satu sama lain namun tempat dan keadaannya yang dingin dan gelap membuat mereka tidak bisa berjauhan satu sama lain.


jika menjauh naya takut di dalam kegelapan namun saat saling berdekatan mereka tidak dapat menahan sebuah hasrat yang terlarang.


semakin lama kesadaran diri mulai menghilang dari pikiran mereka masing masing. ray dan naya pun mulai terbuai dengan bujuk dan rayuan iblis di antara mereka.


ray melumt lembut bibir naya yang terasa sangat manis dan semakin lama permainannya pun semakin menarik ia mulai mencumbui bagian leher hingga ke dada gadis di dalam pelukannya itu. naya yang sudah terbuai merasakan setiap sentuhan lembut itu pun mulai membalasnya.


satu persatu pakaian mereka sudah terlepas dari tubuh masing masing membuat aksinya semakin gila. ray menarik selimut yang berada di sana untuk menutupi tubuh polos mereka walaupun sebenarnya ruangan itu sangat gelap dan tidak terlihat apa yang sedang mereka lakukan di dalamnya namun ray tetap melakukannya.


"emhh!!! shh!! aahh!!"


lenguhan naya semakin tidak terkendali saat ray bermain dengan dua benda kenyal di bagian dadanya.


naya memeluk tubuh pria yang sedang bermain di atas tubuhnya itu dengan kedua tangannya merangkul pundak ray serta meremas punggungnya saat merasakan sensasi kenikmatan di dalam tubuhnya.


ray yang sudah tidak tahan pun langsung mengarahkan miliknya pada tubuh naya.


dengan satu kali hentakan milik ray menembus masuk ke dalam tubuh naya membuat keduanya melenguh disertai ringisan dari bibir naya yang merasa sedikit perih disana.


"sshh!!! pak sakit" keluh naya tertahan.


setelah berhasil memasuki tubuh naya dengan sempurna ray pun mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan teratur disana membuat naya mulai menikmatinya.


semakin lama gerakan itu semakin cepat membuat naya menjerit nikmat dengan perih menjadi satu.


entahlah untuk saat ini ray benar benar hilang kendali. ia bahkan lupa dengan istri dan anaknya di rumah meskipun tahu dirinya akan menyesali perbuatannya itu saat tersadar nanti namun tidak ada yang bisa menahan hasrat terlarang di antara keduanya saat ini karena nafsu sudah terlanjur menguasai kesadaran diri.


"shh!! aahh!!"


ray kalap menikmati tubuh wanita yang pernah dicintainya itu atau mungkin ray memang masih mencintai wanita itu sampai detik ini.

__ADS_1


dengan penuh semangat dan kenikmatan ray menghentak hentakan tubuhnya di atas tubuh naya hingga keringatnya bercucuran. ranjang kecil itu terus bergoyang menjadi saksi bisu indahnya malam dingin dibawah derasnya guyuran air hujan yang berubah menjadi panas.


"hhhh!! aakhhhhh!!!"


akhirnya lenguhan panjang pun keluar dari mulut keduanya tanda berakhirnya permainan panas itu setelah melakukan pelepasan secara bersamaan. ray dan naya tidur sambil berpelukan di atas ranjang kecil yang sangat nyaman itu hingga pagi datang menyapa bumi.


keduanya bangun dengan perasaan bersalah namun malam itu mereka tidur dengan sangat nyenyak.


sejak malam itu berlalu penyesalan di hati ray semakin besar karena ia sudah dengan sengaja melakukannya bersama naya yang berarti dirinya juga dengan sengaja sudah mengkhianati istrinya sendiri sedangkan naya pun merasakan hal yang sama ia menyesal karena sadar sudah menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga ray dan istrinya.


beberapa hari berlalu ray dan naya pun akhirnya kembali pulang ke kota tempat tinggal mereka.


bagaimana hubungan di antara dua sekretaris itu jangan di tanya karena sekarang ray dan naya semakin menjauh. mereka jarang sekali mengobrol meskipun sedang berdekatan. aura dingin terpancar dari keduanya.


tatapan mata naya semakin kosong ia merasa hidupnya semakin berantakan. ingin rasanya menghilang saja dari muka bumi karena merasa malu telah menghabiskan malam yang indah bersama dengan suami orang lain.


sesampainya di kota ray dan naya pun pulang ke rumah masing masing untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh.


yuli yang melihat suaminya itu hanya diam saja sejak pulang dari luar kota kemarin pun merasa bingung. ia berjalan mendekati suaminya karena hendak bertanya.


"mas, kamu kenapa kok ngelamun terus sih dari kemaren aku perhatiin?" yuli mengusap lembut pundak suaminya.


"em, aku enggak papa kok sayang cuma lagi enggak enak badan aja dikit"


"aku pijitin ya kalo kamu capek" yuli mulai memijat kedua pundak suaminya.


"makasih ya sayang kamu baik banget"


ray tersenyum menatap istrinya namun perasaan bersalah itu semakin besar karena dirinya sudah mengkhianati ketulusan sang istri.


yuli hanya tersenyum membalasnya.


pagi kembali datang menyapa bumi hari ini ray dan naya kembali bekerja di kantor seperti biasanya.


rangga sudah kembali dari london karena kemarin putrinya sedang sakit dan meminta dirinya untuk segera pulang ke tanah air.


saat mendengar putrinya sedang sakit rangga langsung pulang hari itu juga. ia kembali ke tanah air untuk bertemu dengan putri kesayangannya.


ray yang sedang berjalan menuju meja kerjanya itu pun berpapasan dengan rangga yang juga sedang berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh naya yang berjalan di belakang tubuh bosnya.


"pagi pak" sapa ray dengan tersenyum saat rangga menatap ke arahnya.


"pagi juga ray" rangga tersenyum dan terus melangkah menuju ruangannya.


sedangkan gadis malang di belakang bosnya itu hanya berjalan sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah ray mengingat perbuatan yang sudah mereka lakukan sebelumnya.


ray terus menatap lekat pada naya yang sedang berjalan dengan menunduk. hingga keduanya tidak terlihat lagi di balik dinding menuju ruangan rangga.


"ck! bodoh apa yang udah gue lakuin sih" batin ray masih selalu mengumpat perbuatannya sendiri.


malam ini ray sedang duduk di atas sofa yang berada di dalam kamarnya.


yuli yang melihat suaminya sedang sibuk dengan laptop itu pun berniat membuatkan teh hangat untuk menemani ray yang sedang bekerja. ia pergi ke dapur untuk membuat secangkir teh hangat.


"mas kamu lagi sibuk ya?" yuli mendekat sambil membawa secangkir teh ditangannya.


"em, enggak kok sayang"

__ADS_1


"ini mas aku buatin teh di minum ya" yuli meletakkan secangkir teh di hadapan suaminya.


"iya makasih ya sayang" ray tersenyum.


"mas kamu capek ya?" yuli terus menatap suaminya.


"em, enggak kok emangnya kenapa sayang?" ray membalas tatapan istrinya.


"aku kangen nih!"


yuli tersenyum memeluk lengan suaminya dengan manja. pasalnya sejak ray pulang dari luar kota mereka bahkan belum pernah melakukan sesuatu hal yang biasanya sangat rutin mereka lakukan sebelumnya.


"em, emangnya baby arka udah bobok ya?" ray tersenyum sumringah.


"udah" yuli mengangguk sambil tersenyum.


"wah! kebetulan bagus dong kalo gitu sayang cuacanya juga mendukung banget nih" ray memeluk istrinya.


"em yuk" yuli menarik lengan suaminya dan mengajaknya menuju ranjang.


"ayok" ray mengikuti langkah istrinya naik ke atas ranjang.


saat ray masih hendak memulai permainannya tiba tiba saja ray mendengar ponselnya berbunyi singkat tanda ada pesan masuk.


tringg!!!!!


"sebentar ya sayang aku liat handphone dulu"


ray langsung mengecek ponselnya dan melihat pesan yang masuk dari anak buahnya itu mereka memberi informasi mengenai orang yang sedang ray cari selama ini.


"ih! mas nanti aja kenapa sih" yuli merasa kesal karena keinginannya tertunda.


"sebentar aja sayang" ray pun membaca pesan masuk di ponselnya lalu mengumpat dengan kesal.


"brengsek! ternyata dia dalangnya" gumam ray pelan setelah membaca pesannya.


sudah beberapa minggu ray mencari siapa pelakunya dan akhirnya ia menemukan orang itu serta apa motif di balik rencana kejadian malam itu.


"mas kamu kenapa sih?" yuli merasa bingung mendengar gumaman suaminya yang tidak jelas itu.


'ck! kenapa gue harus berurusan lagi sama manusia kaya dia sih' batin ray semakin frustasi karena ia baru saja menarik rambutnya dengan kesal.


"mas kamu kenapa?" yuli berpikir suaminya sudah gila.


"eh! enggak papa kok sayang. oh iya aku ada urusan bentar nih jadi aku pergi dulu ya" ray hendak beranjak dari tempat tidur namun yuli melarangnya pergi


"eh, mau kemana mas?" yuli memegangi kedua tangan suaminya.


"sebentar aja sayang aku janji" ray mengulurkan jari kelingkingnya.


"enggak boleh sebentar pokoknya kamu tetap di sini" yuli memeluk tubuh suaminya.


"iya deh sayang, iya aku enggak bakal pergi" ray akhirnya kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"nah gitu dong"


yuli semakin mendekat dan menggoda suaminya hingga membuat ray tidak tahan dengab sentuhan lembut dari bibir istrinya itu.

__ADS_1


lagipula ray juga sangat merindukan tubuh istrinya yang sudah beberapa minggu tidak berani ia sentuh itu.


__ADS_2