Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 205


__ADS_3

malam harinya menjelang tidur vani dan dika sudah berbaring di atas ranjang di dalam kamar mereka.


vani kembali bertanya kepada suaminya tentang kekasih dari adiknya itu.


"mas, kamu tadi kenapa sih sama farel kok kaya bapak mertua yang lagi interview calon mantu aja deh" vani bertanya kepada suaminya yang sedang memeluknya.


"emang kenapa sayang, aku ini kan abangnya hana apalagi disini hana itu tinggal bareng kita. hana udah jadi tanggung jawab kita buat jagain dia dari orang orang yang enggak baik. termasuk cowok cowok tukang modus kaya si farel itu" dika masih memeluk istrinya dari samping.


"kok kamu malah bilang farel itu tukang modus sih mas emang kamu tau dari mana? lagian menurut aku farel itu cowok yang baik kok terus dia juga sayang sama hana"


vani memiringkan tubuhnya membelakangi dika karena merasa kesal oleh perkataan suaminya tentang farel.


"kamu tau dari mana sayang kalo si farel itu baik?"


dika tetap memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil menghirup aroma tubuh vani di bagian tengkuk leher istrinya itu.


"em, aku juga enggak tau sih mas kan kita baru pertama kali ketemu sama dia" vani mulai ragu.


"iya kan aku udah bilang sayang"


tangan dika yang sudah berkeliaran kemana mana merambat di tubuh istrinya.


"tapi kamu tau dari mana kalo farel itu enggak baik mas?"


"aku enggak ada bilang kalo farel itu enggak baik sayang. kan aku cuma mau waspada aja siapa tau dia salah satu cowok kang modus yang mau nyakitin adek kamu"


dika sedang membenamkan wajahnya di pangkal leher istrinya lalu mengecupi bagian leher istrinya itu dengan lembut hingga membuat vani merasa geli dan harus kembali membalikkan tubuhnya menghadap dika.


"mas geli tau" protes vani setelah menghadap ke arah suaminya.


"tapi enak kan sayang, geli geli nikmat gitu" goda dika membuat vani merasa malu.


"ih apanya yang nikmat sih mas kamu tuh ya otaknya mesum terus"


vani menepuk lengan suaminya pelan sambil tersenyum malu karena merasa wajahnya memerah akibat godaan dari dika.


"jadi kamu enggak merasakan kenikmatannya sayang?" dika semakin tersenyum jahil.


"enggak tuh" vani yang memalingkan wajahnya.


"kalo kaya gini kamu pasti enggak bakal bisa nolak rasanya lagi sayang" bisik dika.


dengan cepat tangan dika bergerak membuka piyama kimono yang di pakai oleh istrinya lalu memasukkan kepalanya ke dalam sana dan langsung melahap dua benda kenyal di dalamnya membuat vani melenguh.


"sshh!! mas...!!"


vani melenguh saat merasakan serangan mendadak dari suaminya namun ia masih berusaha untuk menahan diri.


dika memegangi kedua tangan istrinya yang sedang berusaha untuk menahan tubuhnya itu lalu tangan dika menyelusup ke belakang meraba bagian punggung istrinya hendak mencari pengait bra lalu melepaskannya secara perlahan.


setelah berhasil melepaskan bra dika membenamkan wajahnya di antara dua benda kenyal milik istrinya sambil menghirup aroma tubuh vani yang harum memabukkan baginya itu.


"mas dika ih stop!"


vani yang merasa tak tahan dengan hispan lembut yang dika berikan pada dua benda kenyal itu pun ikut terbuai.


meskipun di bibir vani berkata stop namun tubuhnya justru menginginkan hal yang lebih terlihat tangan vani semakin membenamkan wajah suaminya itu di bagian dadanya.


olahraga malam kembali terulang di antara pasutri itu namun kali ini pergerakan dika tidak seperti biasanya karena ia tidak mau sampai menyakiti calon bayinya jika melakukan hentakan yang kuat sebab akan mengguncang keras tubuh istrinya sehingga membuatnya kelelahan.


beberapa minggu berlalu, sejak hana memperkenalkan farel sebagai kekasihnya kepada vani dan dika terlihat sekarang farel lebih sering datang untuk menjemput hana di rumah saat akan bekerja.

__ADS_1


farel juga sering mengantar hana pulang dari butik setiap sore. hana merasa bahagia karena sekarang ia tidak perlu menyembunyikan hubungannya dengan farel lagi.


awalnya hana merasa ragu jika pilihannya tidak akan sesuai dengan ekspektasinya karena selama ini hana selalu memimpikan memiliki pasangan yang baik seperti abang iparnya sendiri namun ia tidak bisa memaksakan kehendak bila takdir telah mempertemukan dirinya dengan seorang pria biasa namun dengan ketulusan yang sangat istimewa.


semenjak kehadiran farel setiap harinya hana semakin sibuk dan kerap kali pergi bersama untuk sekedar jalan jalan sehingga telah jarang memiliki waktu bermain lagi bersama raffa di rumah seperti biasanya.


malam ini raffa merasa kesepian karena biasanya bibinya selalu memprioritaskan dirinya jika berada di rumah.


"mama, papa" raffa datang dan masuk kedalam kamar orang tuanya.


"sayang, afa kok belum bobok sayang?" vani langsung memeluk putranya yang duduk di atas pangkuannya itu.


"belum ma afa kangen deh sama bibik. sekarang bibik udah enggak pernah ngajak afa main lagi ma" rafa dengan wajah sedihnya.


"ohh, cup cup anak mama enggak boleh sedih ya sayang mungkin bibik lagi sibuk sekarang" vani memberi pengertian kepada putranya.


"sibuk sama pacarnya ya ma?" tanya raffa yang membuat vani kaget atas pertanyaan putranya itu.


"eh! siapa yang bilang kaya gitu sayang?" tanya vani yang juga ditimpali oleh suaminya.


"afa tau dari mana kata pacar itu hem? siapa yang ajarin afa bilang kaya gitu nak?"


dika yang baru saja selesai memeriksa email masuk di dalam laptopnya pun langsung duduk di samping istri dan anaknya.


"mbak luna yang bilang kalo om yang datang kemaren itu pacarnya bibik pa" ujar raffa polos yang membuat vani dan dika saling bertatapan.


"ya udah sayang, sekarang afa bobok aja ya sama mama papa disini. sini mama peluk sayang"


vani berbaring sambil memeluk putranya lalu raffa juga berbaring memeluk mamanya. sedangkan dika masih duduk terdiam di tempatnya sambil berpikir.


"papa, sini ikut bobok peluk afa dong" raffa menarik tangan papanya agar ikut memeluknya sambil tertidur.


setelah memastikan raffa tidur dika kembali bangkit dan duduk di tepi ranjangnya. melihat dika terbangun vani yang sebenarnya juga belum tidur pun ikut duduk di samping suaminya.


"mas kamu kenapa, apa yang lagi kamu pikirin kok belum tidur?"


vani mengusap lembut pundak suaminya lalu dika menoleh menatapnya.


"enggak papa kok sayang, aku cuma lagi banyak kerjaan aja di kantor. ya udah kamu tidur duluan aja ya aku masih harus ngerjain sesuatu"


dika meraih laptop dan membawanya menuju meja lalu duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya itu.


vani beranjak mengikuti langkah dika lalu duduk di samping suaminya. dika yang melihat istrinya mengikuti dirinya pun kembali menatap vani.


"kamu kenapa, kok malah ikutin aku sih sayang?"


"mas aku kepikiran deh sama ucapan affa yang tadi tentang luna" vani memeluk lengan suaminya.


"iya sih tapi ya udah lah sayang kita lupain aja ya mungkin dia enggak sengaja ngucapin itu"


"iya tapi aku enggak suka aja dengernya mas"


"udahlah sayang, kamu jangan terlalu mikirin tentang hal itu lagi ya aku enggak mau nanti perut kamu keram lagi karena kebanyakan berpikir" dika memeluk istrinya.


"em, iya deh mas maaf ya" vani tetap bersandar di lengan suaminya.


"enggak papa kok sayang, ya udah aku mau lanjut kerjain ini dulu ya" dika meminta vani untuk kembali tidur saja.


"ck! kamu enggak kangen ya sama baby kita"


dika yang langsung paham kemana arah pembicaraan istrinya itu pun tersenyum saat mendengarnya.

__ADS_1


"aku kangen banget sayang pengen nengokin anak kita di dalam sini" bisik dika mengusap lembut perut istrinya.


vani tersenyum lalu secara perlahan dika mendekatkan wajahnya kearah wajah istrinya.


dika menyatukan bibir mereka lalu melumtnya dengan lembut, vani pun membalasnya sambil merangkul pundak suaminya mereka menikmati ciuman hangat bersama.


suara kecupan dari bibir keduanya pun saling beradu hingga terdengar memenuhi ruangan dalam kamar.


kebetulan karena pintu kamar dika dan vani tidak tertutup sepenuhnya tak sengaja luna yang sedang melewati kamar majikannya itu pun mendengar bunyi kecupan bibir dari arah dalam ruangan.


bukannya segera menutup pintu lalu pergi dari sana luna justru semakin penasaran dengan suara suara itu.


luna adalah gadis yang masih sangat muda ia memiliki wajah manis berkulit cokelat dan merupakan adik dari sri baby sitter raffa yang sedang mengambil cuti.


saat ini luna bertugas menggantikan kakaknya bekerja untuk menjaga raffa sementara karena sri sedang pulang ke kampung halaman suaminya.


luna merasa penasaran dengan suara itu hingga sengaja mendekati kamar majikannya.


padahal luna sendiri tahu jika dika sampai mengetahui perbuatannya maka bisa saja dirinya akan berada dalam masalah karena sudah lancang melakukan hal gila seperti itu namun rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya.


dengan antusias luna melihat sepasang suami istri yang sedang bercumbu mesra di dalam kamarnya itu, bergerak dengan hati hati di dekat pintu agar tidak menimbulkan suara yang mencurigakan.


vani dan dika yang sudah mabuk kepayang di dalam sana tidak peduli dengan suara apapun selain fokus menikmati kehangatan di antara mereka saja lenguhan saling beradu dengan nafas yang terengah.


suara nafas keduanya saling bersautan ketika melepas pagutan bibir bersama.


setelah nafas keduanya kembali netral dika pun mengecup bagian leher istrinya dengan lembut hingga ke bagian dada meninggalkan banyak jejak kepemilikan di sana.


hal itu membuat vani tak dapat menahan lenguhannya.


luna yang mendengar suara itu ikut menggigit bibir bagian bawahnya karena merasakan sesuatu reaksi yang aneh dari dalam tubuhnya.


"emh"


lenguhan yang keluar dari bibir vani terdengar semakin cepat membuat luna semakin penasaran apa yang sedang terjadi di dalam sana akhirnya ia kembali memberanikan diri untuk melihat kearah dalam kamar. ternyata dika sedang melahap dua benda kenyal milik istrinya.


melihat hal itu tanpa sadar luna memegang bagian dadanya membuat pikirannya melayang jauh entah kemana.


secara perlahan tangan vani bergerak membuka satu persatu kancing piyama dika lalu melepaskan pakaian bagian atasnya.


setelah baju dika terlepas dari tubuhnya kedua wanita itu menatapnya tanpa berkedip dari sudut pandang yang berbeda.


dari balik pintu luna menelan kasar salivanya saat melihat bagian atas tubuh dika yang menggoda.


sedangkan vani yang melihat tubuh dika bertelanjang dada di hadapannya itu pun langsung menggerakkan tangan hendak menyentuhnya.


pandangan vani bergerak kebawah mengikuti gerakan tangannya yang sedang menyentuh dada dan perut suaminya itu.


dika tersenyum melihat tatapan vani yang terpaku saat memandangi tubuhnya. ia merasa sangat bangga karena mampu menghipnotis tatapan mata istrinya agar menatap kagum kepadanya.


"kenapa sayang, kamu suka ini?"


dika menunjuk bagian perutnya sambil menatap istrinya.


"em" vani mengangguk dan tersenyum menatap suaminya.


"ini semua punya kamu sayang" bisik dika di telinga vani lalu mengecup daun telinga istrinya membuat darah vani kembali berdesir.


vani mendorong tubuh dika ke belakang hingga bersandar di sofa lalu duduk di atas pangkuan suaminya.


dengan tatapan menggoda vani memeluk tubuh dika lalu mengecup bagian leher hingga ke dada suaminya itu membuat dika pun tak dapat menahan lenguhan saat merasakan sentuhan lembut dari bibir mungil istrinya.

__ADS_1


__ADS_2