
Saat kedua gadis itu masih berdiri di depan pintu tiba tiba saja ada sebuah mobil yang datang.
tin...tin...tin...!!! bunyi klakson
sebuah mobil mewah yang tidak asing itu pun berhenti tepat di hadapan yuli dan hana yang sedang berdiri di depan pintu karena akan menunggu mobil mereka datang.
"siapa tuh kak?" tanya hana bingung melihat mobil berhenti tepat di hadapan mereka.
"kaya mobil pak ray deh" gumam yuli berpikir.
"hai!" ray keluar dari dalam mobilnya lalu menyapa dua gadis yang sedang berdiri di hadapannya itu.
"nah bener kan" gumam yuli karena tebakannya benar.
"oh pak ray" hana menganggukan kepala sambil tersenyum.
"eh, pak ray ngapain kesini?" yuli bingung. apakah di saat bukan jam kantor seperti ini ray masih harus tetap menjemput dika pikirnya.
"mau jemput kamu. oh ya kamu mau kan berangkatnya bareng saya?" tanya ray tersenyum.
"saya,,,,?" yuli menunjuk wajahnya sendiri.
"iya kamu. oh ya kamu cantik banget malam ini" puji ray menatap yuli yang sedang mengenakan gaun berwarna senada dengan gaun yang vani pakai. hanya saja model gaunnya berbeda karena memang sengaja membeli gaun seragam warna begitu juga dengan keluarga yang lainnya.
"hem, maksud pak ray?" yuli seolah bingung namun ia tersipu dengan pujian ray itu kepadanya.
"tidak ada, ayo silahkan masuk" ray pun tersenyum sambil membukakan pintu mobil bagian depan untuk yuli.
perlakuan manis yang ray tujukan kepadanya itu membuat hati yuli bahagia karena mendapatkan perlakuan spesial dari pria yang di kaguminya.
"heh! apa apaan lo, main ajak ajak adek gue seenaknya tanpa izin lagi" ujar dika baru saja sampai di depan pintu dan melihat ray akan mengajak yuli pergi. sedangkan vani berjalan di samping suaminya yang sedang menggendong putra mereka itu.
"ya ampun abang ipar satu ini. enggak bisa banget ya liat gue bahagia dikit aja" gumam yuli karena ucapan dika akan mengacaukan kesenangannya. yuli pun memutar bola matanya sambil melirik dika dengan kesal.
"eh sorry bos" ray langsung menutup kembali pintu mobilnya membuat senyuman di wajah yuli memudar.
"enggak papa kok mas ray kalo mau perginya bareng yuli, enggak ada yang ngelarang. kamu jangan dengerin ucapan suami aku ini ya, tadi dia lupa minum obat soalnya hehe" vani tersenyum.
"oh gitu, baiklah vani makasih ya atas izinnya" ray pun tersenyum karena mendapat izin dari vani.
"iya, ya udah ayo mas kita pergi sekarang aja ya" vani pun langsung mengajak suaminya masuk ke dalam mobil berbeda karena mereka akan pergi dengan mobil dan supir pribadi sedangkan hana ikut dengan mobil vani dan dika.
"tapi sayang, maksud kamu apa aku lupa minum obat, apa kamu pikir suami kamu ini udah gila?" dika protes tidak terima atas ucapan istrinya.
"iya sayang maaf ya. udah deh entar aku jelasin ke kamu mendingan sekarang kita pergi aja dulu nanti terlambat loh. masa kita keluarga arin datangnya telat sih" ujar vani setelah mereka masuk ke dalam mobil.
"enggak mau penjelasan, aku maunya kamu aja sayang. pokoknya harus tanggung jawab karena kamu udah buat aku penasaran sama kamu malam ini" bisik dika pada telinga istrinya.
"ih! iya iya bawel deh" vani menepuk pelan lengan suaminya agar diam.
yuli pun kembali tersenyum, melihat mobil kakaknya yang sudah jalan lebih dulu.
"ayo" ray kembali membuka pintu mobilnya untuk yuli.
__ADS_1
"em" yuli mengangguk dengan tersenyum canggung lalu masuk ke dalam mobil ray.
sesampainya di acara resepsi pernikahan arin, vani dan dika serta kedua adiknya pun melangkah masuk bersama ke dalam gedung dengan dika yang setia menggendong pangeran kecil mereka yang sudah berusia satu tahun itu sedangkan vani berjalan sambil menggandeng lengan suaminya dari samping.
raffa semakin aktif dan lincah sejak mulai pandai berjalan ia membuat semua orang gemas melihat tingkah dan ocehannya yang lucu.
saat dika dan keluarga kecilnya berjalan masuk ke dalam gedung semua mata pun memandang dengan kagum ke arah mereka.
banyak tamu undangan memuji keluarga kecil yang terlihat bahagia serta harmonis itu. raffa tampan pun tidak luput dari pandangan mata semua yang hadir karena ia juga sangat menggemaskan.
komentar tentang raffa yang terlihat tampan mirip seperti papanya pun banyak terdengar.
meskipun begitu banyak pujian yang datang namun masih ada pula beberapa komentar tak enak tentang masa lalu antara dika dengan arin.
meskipun ray sudah melakukan klarifikasi resmi untuk membersihkan nama baik putra bungsu keluarga wijaya itu. nyatanya masih banyak juga yang tidak percaya dan menganggap hal itu hanya sebuah formalitas saja untuk menutupi kebenarannya.
"eh, liat deh vani makin cantik ya"
"iya semenjak jadi mama muda jadi makin seksi gitu" ujar para sahabat dan teman dari kantor mereka baik pria dan wanita yang mengenal vani dan dika.
"iya, pasti makin betah deh pak dika di rumah plus makin males ngantor juga haha" mereka semua tertawa dengan candaan mereka sendiri.
"liat deh baby raffa ganteng banget ya kaya papanya"
"iya enggak bisa dapetin papanya, aku mau nunggu anaknya gede aja deh" ujar salah satu teman wanita.
"haha, mana mungkin pak dika sama bu vani mau nerima kamu jadi mantu mereka kalo dua puluh tahun lagi kamu pasti udah jadi nenek nenek" jawab teman lainnya sambil tertawa.
"eh, pak dika mah orangnya setia tau walaupun udah punya segalanya tapi enggak pernah genit ke cewek lain. aku sih waktu itu langsung yakin sama klasifikasi dari sekretaris ray kalo sebenarnya pak dika sama arin tuh emang enggak ada hubungan apa apa"
"yee,,, enak aja lo, gue juga mau tau hehe"
mereka terus tertawa dengan candaan membuat suasana acara menjadi semakin meriah.
"dasar kalian para buaya"
setelah tiba di dalam gedung dika dan vani pun bertemu dengan rangga dan keluarga kecilnya. saat ini ranty sedang hamil besar karena sedang mengandung anak kedua mereka.
"hei! kalian datang terlambat" ujar rangga menatap adik adiknya yang baru saja datang.
"maaf ya mas, ini tuh karena mereka debat mulu" vani melirik suaminya dan ray.
"oh ya ray lo ngapain pake nyamperin dika kerumahnya segala?" tanya rangga tersenyum jahil.
"gue, emm..." ray merasa canggung.
"dia bukan nyamperin gue bang tapi nyamperin adek ipar gue nih" dika melirik yuli dengan jahil membuat yuli salah tingkah langsung menatap ke arah lain untuk menutupi kegugupannya.
"oh gitu, bagus lah ada kemajuan juga lo ray" rangga menggoda ray sambil tersenyum. sedangkan ray hanya menunduk malu sambil mengusap tengkuknya dengan canggung.
keluarga itu pun kembali fokus pada acara dan secara bergantian menuju pelaminan hendak memberi selamat pada kedua pengantin serta kedua orang tua kedua pihak.
dika dan vani diikuti oleh rangga dan ranty serta yang lainnya juga mengucapkan selamat pada kedua pengantin.
__ADS_1
"eh cucu oma yang ganteng, kalian udah sampe ternyata sayang" emuach!
mama ratih mengecup pipi cucu laki lakinya dengan gemas, begitu juga rara yang langsung memeluk opa dan omanya yang sangat ia sayangi itu.
"opa oma" peluk rara.
"hai sayang"
papa hardi dan mama ratih berdiri di sana sebagai orang tua arin karena arin sudah menjadi putri mereka.
"iya ma kami baru aja sampe"
"ya udah enggak papa"
"dokter radit arin selamat ya, semoga pernikahan kalian langgeng dan cepat dapat momongan" vani dan dika bersalaman dengan kedua pengantin secara bergantian.
"amin makasih ya dika vani" keduanya pun menyambut ucapan selamat itu dengan suka cita.
vani memeluk arin lalu pengantin baru itu pun mengecup pipi gembul raffa yang menggemaskan.
"semoga cepet dapet yang kaya raffa gantengnya ya" arin gemas sambil memegang kedua pipi bulat raffa yang sedang berada di dalam gendongan ibunya itu.
"iya aunty amin" vani tersenyum menanggapinya.
"iya sih tapi kayanya enggak mungkin sama kaya raffa dong gantengnya kan beda bibit" celetuk rangga membuat senyum arin berubah menjadi senyum tipis saja.
sedangkan dika langsung melirik raut wajah istrinya yang ternyata hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mendengar ucapan dari abang iparnya yang absrud itu.
"mas rangga kamu nih ada ada aja deh" ranty menepuk pelan bahu suaminya itu.
rangga melirik dika yang sedang diam menatap wajah istrinya.
"cepetan geser lo gantian dong" rangga menyadarkan dika yang justru malah melamun disana.
dika yang tersadar dari lamunannya itu pun langsung mengajak Istri dan anaknya menjauh dari sana.
"ayo sayang" dika dan vani pun berjalan.
"oh iya tadi kamu kenapa malah ngelamun sih mas?" tanya vani saat mereka sudah jauh dari pelaminan.
"em, enggak papa kok sayang tadi aku tuh lagi terpesona banget sama kecantikan kamu malam ini" dika tersenyum memuji istrinya agar mengalihkan pembicaraannya.
"oh jadi maksud kamu aku cantiknya cuma malam ini doang gitu. biasanya enggak cantik" vani melipat tangannya di dada.
"eh maksudnya bukan gitu sayang, ya udah deh malam ini kamu jelek banget" dika membuat vani melotot ke arahnya.
"apa! kamu bilang aku jelek mas. ih! awas aja ya kamu entar tidur di luar aja" vani dibuat semakin kesal saat mendengarnya.
"hem, salah mulu deh aku sayang"
akhirnya dika dan vani pun bergabung bersama yang lain dari pada harus berdebat tidak jelas seperti itu.
setelah larut malam tamu undangan yang datang sudah pulang satu persatu hingga tempat resepsi pernikahan arin itu kembali lenggang tanda resepsi akan berakhir.
__ADS_1
dika dan vani pun memutuskan untuk segera pulang karena raffa sudah tertidur sejak tadi setelah minum susu formula mungkin ia juga merasa lelah.