Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
End


__ADS_3

ray bingung harus melakukan hal apa agar yuli memaafkannya. ia hanya tertunduk tak berdaya di hadapan istrinya.


"pulanglah mas, aku mau istirahat"


"sayang, aku tau sampai kapan pun aku enggak bakal bisa hilangin luka ini tapi plis aku mohon izinin aku memperbaikinya dengan semua cara apapun yang bisa aku lakuin"


"emangnya hal apa yang bisa kamu lakuin untuk memperbaiki semuanya mas?"


"aku bakal lakuin apapun itu buat kamu"


"iya, emang ada satu cara biar aku cepat sembuh dari luka ini mas"


"apa itu sayang?"


"tolong kamu pergi sejauh mungkin dari hidup aku dan jangan pernah datang lagi untuk mengingatkan luka yang pernah ada biar aku sembuh dengan sendirinya"


"sayang..."


"cuma itu satu satunya cara biar aku bisa maafin kamu"


"apa enggak ada cara lain?"


"semakin kita bersama akan semakin besar rasa sakit saat aku mengingatnya"


"tapi sayang..."


"aku udah maafin kamu tapi kita enggak bisa bersama lagi kaya dulu"


"sayang aku mohon"


"ini keputusan aku, tolong kamu hargai keputusan aku sebagaimana aku yang menghargai keputusan kamu mas"


air mata keduanya menetes membasahi pipi sebelum mereka benar benar berpisah. mungkin pisah untuk tidak pernah bertemu lagi.


"baiklah sayang, aku pamit ya. maafin aku"


ray beranjak lalu mendekati putranya yang masih terlelap, ia mengecup wajah arkhan dan memeluknya sambil berbisik kata maaf.


"maafin papa ya sayang, maafin papa..." air mata ray mengalir bersama penyesalan.


ayah dan anak itu akan berpisah untuk waktu yang sangat lama namun ray berharap suatu hari nanti mereka bisa bertemu lagi.


yuli memalingkan wajahnya saat ray memeluk putra mereka karena merasa tak sanggup untuk melihatnya.


"hiks! hiks! hiks!"


tangisan yuli sangat menjelaskan bahwa ini keputusan yang menyakitkan namun hatinya lebih sakit mengingat semua pengkhianatan yang telah ray lakukan.


"tolong jagain anak kita terus ya. maaf aku enggak bisa jadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan anak kita"


"hiks! hiks!" yuli hanya terisak berusaha menahan tangisnya.


"aku pamit sayang, semoga setelah ini kamu selalu bahagia sama anak kita"


yuli hanya diam tak menanggapi namun air mata juga tak henti mengalir di pipinya.


ray berjalan keluar dari dalam kamar sambil menghapus air matanya karena takut ada keluarga yang akan melihat.


dengan tersenyum ray pamit kepada keluarga istrinya untuk pulang dan mengatakan jika yuli masih ingin berada disana.


tidak menaruh rasa curiga apapun keluarga yuli mengizinkan ray untuk pulang tanpa mengajak istrinya.


"hati hati ya ray"


"iya kak ray pamit ya. Assalamualaikum"


"Walaikumsalam"


ray masuk ke dalam mobil lalu melaju menuju kota.


keesokan harinya dika pergi ke kantor seperti biasa dengan ray yang menjemputnya namun sekretarisnya itu terlihat sangat murung dan tidak bersemangat.


"selamat pagi ray"


"pagi pak"


"apa lo baik baik aja? keliatannya agak pucat dan lelah"


dika mengamati wajah murung ray yang terlihat pucat.


"saya baik pak, hanya kurang istirahat saja"


"kalo gitu hari ini lo boleh istirahat" ujar dika.


"terima kasih pak tapi saya ingin bekerja saja karena masalahnya saya tidak bisa beristirahat di rumah"


"oke, kalo lo butuh cuti buat healing gue izinin"

__ADS_1


"terima kasih pak"


ray membukakan pintu mobil untuk bosnya lalu melajukan mobil itu menuju kantor.


sesampainya di kantor dika langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, ia melamun memikirkan nasib rumah tangga sahabatnya bersama adik iparnya itu.


"apa semua harus berakhir kaya gini ray?"


dika menyandarkan tubuhnya sambil berpikir ia tidak tega melihat wajah sedih sekretarisnya yang biasa selalu bersemangat saat bekerja itu.


namun dika bisa apa, dirinya juga tidak tau bagaimana cara meluluhkan hati yuli agar mau memaafkan ray.


dika kembali teringat jika hal itu juga hampir ia alami dulu bersama vani saat arin memfitnah dirinya.


bedanya yang terjadi pada ray bukanlah sebuah fitnah namun fakta sehingga tidak ada solusi.


sekarang ray berakhir sendirian karena istri dan anaknya telah pergi meninggalkannya begitu juga dengan naya.


beberapa minggu berlalu,


hari ini ray memutuskan untuk berpamitan kepada dika dan vani karena ia akan berangkat ke london.


sebelumnya ray sudah meminta rangga untuk memberinya pekerjaan di sana saja karena ray benar benar tidak sanggup jika terus tinggal di rumahnya.


sejuta kenangan indah bersama anak dan istrinya membuat penyesalan itu semakin menyiksa hatinya.


ray akan menetap di london selamanya untuk menjauh dari kedua wanita yang pernah ia sakiti itu.


biarlah istrinya yang akan menggugat perceraian mereka ke pengadilan karena rasanya ray tidak sanggup melihat surat perpisahan begitu pikirnya.


pesawat pun terbang membawa ray menjauh sesuai permintaan istrinya begitu juga dengan naya yang ingin dirinya pergi.


meskipun ia sudah pergi jauh dari hidup yuli dan naya namun ray telah berjanji pada dirinya sendiri akan selalu memenuhi kebutuhan kedua wanita itu secara finansial.


memenuhi kebutuhan anak dan istrinya adalah kewajiban ray untuk selamanya, sedangkan memenuhi kebutuhan naya merupakan sebuah permintaan maaf darinya hingga batas waktu yang belum pasti. mungkin ray akan berhenti sampai naya menemukan pasangan hidupnya.


*


hari hari berlalu dengan menyedihkan untuk ketiganya, ray pergi dengan penuh penyesalan dalam hidupnya sedangkan kedua wanita itu menangis karena keadaan.


naya sedih kehilangan bayinya sedangkan yuli sedih melihat putranya yang tumbuh dalam kerinduan kepada sang ayah.


setiap kali merindukan arkhan ingin rasanya ray menelpon putranya itu untuk melepas rindu dari kejauhan namun ia takut yuli tidak akan menyukainya.


setiap hari ray selalu menunggu, menantikan sebuah panggilan atau pesan barang kali yuli akan menghubungi dirinya saat putra mereka merindukan ayahnya namun ternyata, itu hanya harapan semu karena selama bertahun tahun tidak ada kerinduan dari putranya untuk dirinya.


lima tahun berlalu dengan pilu, kehidupan ray hanya fokus bekerja sama seperti sebelumnya.


ray juga tidak berniat membangun hubungan baru dengan wanita lain karena sampai detik ini ia bahkan tidak bisa melupakan mantan istrinya dan juga sangat merindukan putranya.


sama seperti ray ternyata yuli dan naya pun belum memiliki niat untuk kembali berumah tangga.


sepertinya kisah yang pernah mereka ukir di masa lalu sangat membekas di hati ketiganya.


berbeda dengan pasangan segitiga itu, pasangan yang satu ini menjalani kehidupan mereka dengan penuh kebahagiaan. di tambah lagi sekarang vani dan dika sudah memiliki dua bayi perempuan yang cantik seperti keinginan sebelumnya.


beberapa bulan yang lalu vani baru saja melahirkan bayi perempuan kembar yang lucu.


raffa dan raja selalu antusias saat menjaga kedua adik perempuannya.


dua bayi perempuan cantik itu bernama raina dan rania putri wijaya.


rangga dan ranty pun sudah memiliki tiga orang anak yaitu rara dan rasty dan seorang putra bungsu yang sekarang sudah berumur 4 tahun bernama randi.


*


kisah cinta perjalanan hidup ray dan yuli sudah berakhir beberapa tahun yang lalu namun hari ini mereka kembali bertemu setelah lima tahun lamanya.


rangga dan ranty sedang merayakan acara ulang tahun putrinya yang ke 17 tahun dengan sangat meriah.


sweet seventeen rara berlangsung malam ini di sebuah hotel berbintang milik ayahnya. sekarang ia sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan cerdas.


dokter radit dan arin pun datang bersama sepasang anak mereka yang menjadi pelengkap kebahagian keduanya.


hana sudah menikah dengan dimas dan memiliki seorang putri yang cantik.


ray pun hadir di acara tersebut setelah dika membujuknya untuk datang karena sudah lama mereka tidak berkumpul seperti dulu lagi.


yuli dan arkhan yang sekarang sudah berusia 6 tahun juga menghadiri acara tersebut karena ranty mengundang seluruh keluarga besar mereka.


pertemuan ray dan yuli di acara ulang tahun rara itu pun menjadi sebuah kejutan dramatis karena keduanya tidak menyangka jika mereka akan bertemu.


pasalnya vani mengatakan jika ray tidak akan hadir disana sehingga yuli pun datang ke kota.


sebenarnya vani juga tidak tau kenapa ray bisa datang padahal sebelumnya ia mengatakan jika sedang sibuk dan tidak dapat hadir disana.


untuk pertama kalinya ray kembali bertemu dengan yuli dan putranya setelah lima tahun berpisah.

__ADS_1


ray sangat bahagia bisa melihat putranya yang sekarang sudah tumbuh dengan sehat dan menjadi anak pintar.


namun ia juga sangat sedih karena arkhan sama sekali tidak mengenali dirinya sebagai seorang ayah.


merasa sesak di dalam dadanya, ray pun bergegas pergi meninggalkan acara itu. ia duduk sendirian di bangku taman belakang hotel sambil meneteskan air mata.


perasaannya hancur mengingat putranya yang tidak kenal kepada dirinya lagi.


ray begitu sangat menyayangi putranya namun tidak bisa memeluknya. hukuman itu sangat menyakitkan baginya.


"maafin papa sayang, maafin papa"


ray duduk melamun sendirian disana sampai dika datang membuyarkan lamunannya.


"lo ngapain di sini?"


dika bediri di samping bangku taman tempat ray duduk.


"hh!! lagi nikmatin hukuman yang harus gue rasain selama bertahun tahun"


"masih belum kelar masa hukuman lo yang dulu?"


"mungkin enggak bakal pernah berakhir sampai kapan pun"


ray tidak menoleh, tatapannya kosong ke arah depan lalu dika pun duduk di sampingnya.


"gue pikir udah saatnya lo lupain masa lalu ray, kalo lo sama yuli emang enggak bisa bersatu lagi seenggaknya kalian bisa jadi orang tua yang baik buat arkhan"


"gue pengen banget dik, walaupun kami gagal jadi suami istri gue pengen kami bisa jadi orang tua yang terbaik buat arkhan. tapi..."


"apa?"


"lo tau sendiri kan yuli enggak sudi ketemu sama gue lagi"


"yuli enggak sebenci itu tau sama lo"


"lo tau dari mana dika"


"dari vani"


"maksud lo?"


"ya kalo dia emang benci sama lo kenapa sampe sekarang dia belum bisa juga lupain lo"


"mungkin dia trauma buat berumah tangga"


"iya mungkin, terus naya?"


"gue juga enggak tau, tapi kayanya sekarang naya lebih merasa nyaman hidup bersama kedua adiknya aja"


"hh! kalian bener bener aneh"


"iya semua berakhir semenyedihkan ini dik, tapi gue turut bahagia atas kebahagiaan lo sama vani sekarang"


"thanks ya ray, gue berharap suatu hari nanti lo juga bakal bahagia kaya gue sama vani dan kaya bang rangga sama mbak ranty juga"


"gue juga berharap kaya gitu, tapi.."


"udah yuk, lanjutin acara ulang tahun princess rara entar dia ngambek lagi, haha"


"iya iya oke"


"udahlah anggap aja kalian enggak pernah berantem"


"tapi dika,,,"


"lo takut?"


"gue engga mau nyakitin dia lagi"


"lo belum coba kan ray"


"hhh!" ray menghembuskan nafas beratnya.


"ayolah. dia pasti kangen sama lo"


"hem"


dika dan ray pun beranjak lalu berjalan masuk ke lobby hotel kembali bergabung dalam meriahnya acara itu.


******************


SELESAI...!!!


oke, sekian dan terima kasih banyak dari author buat yang udah setia baca. cerita ini hanya untuk hiburan semata ya.


see you bye bye!!

__ADS_1


thank you so much!


love you all emuach...!!!! 😘❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2