Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 63


__ADS_3

setelah kepergian suaminya vani pun segera menelpon yuli meminta mereka untuk datang menemani dirinya agar tidak bosan di rumah.


beberapa jam berlalu akhirnya yuli dan hana sudah sampai di depan rumah mewah keluarga wijaya.


"assalamualaikum"


salam yuli dan hana setelah sampai di kediaman vani.


"walaikumsalam. kalian udah sampe?"


"iya nih kak"


hana dan yuli tersenyum lalu melangkah masuk secara bersamaan.


"wah! bagus banget rumah lo kak kaya istana aja gede banget" celetuk yuli mengamati rumah mewah yang di masukinya itu.


"ini rumah mas dika bukan rumah aku" jawab vani.


"ya elah sama aja, lo kan istrinya tinggal disini juga"


mereka pun duduk di sofa dalam ruang tamu.


"iya nih, rumahnya lebih gede dari yang kita tempatin kak padahal yang itu aja udah gede banget sih menurut aku" hana menimpali.


"udah deh enggak usah bahas soal rumah kita bahas yang lain aja"


vani tidak ingin adiknya terus membahas kemewahan rumah suaminya itu.


para asisten pun berdatangan dengan membawa beberapa gelas minuman serta cemilan untuk mereka.


"terus kita harus bahas soal apa kak? masa harus bahas tentang mantan kak yuli lagi sih" haha hana tertawa.


"ehh enggak penting banget sih han" yuli protes dengan raut wajah kesalnya.


"haha. kamu ada ada aja deh han, tapi kalo yuli masih mau lanjut ceritanya juga enggak papa sih" vani ikut menggoda adiknya.


"ih, ogah banget. cari topik pembahasan yang lain lah" raut wajah yuli yang kesal.


"haha. itu mungkin karena doa mantan kamu yang dulu di kabulin yul, soalnya dulu kan kamu duain dia terus ninggalin dia demi cowok yang udah nyakitin kamu sekarang" ucap vani to the poin.


"aish,, kalo ngomong enggak di filter ya nih orang. makan tuh" yuli menutup mulut vani dengan cemilan.


"hahaha" hana tertawa mendengar fakta bahwa kakaknya sedang menanggung karmanya sendiri.


siang pun berganti menjadi sore, vani dan kedua adiknya itu sudah melakukan banyak hal di dalam rumah karena mereka sedang mager untuk keluar.


hal yang mereka lakukan berenang bersama, makan dan menonton drama kesukaan bersama hingga perawatan pun bersama sama karena vani sengaja memanggil para karyawan salon langganan ke rumahnya agar mereka bisa melakukan treatment perawatan wajah dan tubuh di dalam rumah saja.


"wah! lengkap banget nih rumah. kalo gue punya rumah begini di jamin bakal betah banget deh stay di dalam rumah. mau makan tinggal minta buatin, mau ngegym juga ada ruangan khusus, mau berenang ada kolam pribadi. terus lo malah pengen kerja kak? hhh! otak lo udah geser ya atau jangan jangan kepentok sesuatu" ujar


saat ini mereka bertiga sedang santai di dalam ruang keluarga menjelang maghrib tiba.


"iya juga ya kak. di sini enak banget nyaman" hana juga


"em, kamu kenapa kak?"


yuli melihat vani yang hanya diam saja sambil memegang dadanya dengan ekspresi wajah yang cemas.


"perasaan aku kok enggak enak ya yul dari tadi"


vani mengelus elus dadanya dengan sangat khawatir.


"loh kenapa, kok bisa?" yuli juga bingung.


"mas dika! aku telpon dulu ya"


vani berdiri dari duduknya lalu berjalan mengambil ponsel


entah kenapa perasaan vani tiba tiba saja tidak enak mengarah pada suaminya.


sebelumnya di tempat yang berbeda dika sedang berada dalam perjalanan pulang dari luar kota. ia sangat senang karena pekerjaannya selesai lebih cepat dari perkiraannya. ia sungguh tidak sabar ingin segera pulang dan memeluk bidadari hatinya yang sudah menunggu kepulangan dirinya itu di rumah.

__ADS_1


dika menatap foto istri tercintanya yang sedang tersenyum manis ke arah kamera di dalam ponselnya, ia sengaja tidak menghubungi vani lebih dulu karena berniat akan memberi kejutan kepada istrinya dengan kepulangannya yang lebih awal sambil membawa sesuatu dalam sebuah kotak cantik di tangannya.


saat mobil dika melaju kencang di dekat jembatan tiba tiba saja ada sebuah truk ugal ugalan berlawanan arah dengan mobil yang di kendarai oleh dika melaju dengan kecepatan tinggi.


supir dengan reflek membanting setir ke samping untuk menghindar namun mobil justru menabrak pembatas jembatan dan terjun bebas kedalam sungai dengan arus yang cukup deras.


Prankk!


di dalam rumahnya foto dika tiba tiba saja terjatuh ke lantai bersamaan dengan terjunnya mobil dika ke dalam derasnya arus sungai.


"astagfirullah!"


vani kaget karena tidak sengaja tangannya menyenggol foto suaminya itu hingga terjatuh ke lantai saat dirinya hendak mengambil ponsel yang berada di atas nakas.


"mas dika" perasaan vani semakin tidak menentu.


vani dengan cepat mengambil foto suaminya yang terjatuh itu lalu melihat kaca bingkai yang sudah pecah berserakan di lantai. vani pun segera memungutnya.


"aw!" jarinya justru terluka karena terkena pecahan kaca.


"kak kamu enggak papa?"


yuli melihat jari vani yang berdarah namun vani hanya terdiam


"hana, ambilkan kotak obat cepat" yuli menatap hana.


"iya kak"


hana pun langsung berlari untuk mengambilkan kotak obat di dalam laci dekat lemari yang sudah di tunjukkan oleh salah satu asisten di sana.


sedangkan vani tidak perduli dengan jarinya yang terluka karena saat ini rasa khawatirnya lebih besar dari pada rasa sakitnya.


vani hanya diam memikirkan tentang suaminya dengan perasaan yang tidak menentu.


setelah yuli selesai mengobati jarinya yang terluka vani pun langsung kembali mencari ponselnya.


"mas dika"


dengan tangan gemetar vani mencari nomor kontak suaminya di dalam ponsel berniat untuk menghubungi suaminya itu.


"kenapa enggak aktif sih"


vani semakin khawatir karena nomor ponsel suaminya tidak aktif lagi.


vani menangis sambil memeluk foto suaminya itu. dirinya tidak tau harus berbuat apa namun perasaannya tidak bisa membuatnya merasa tenang.


"sabar ya kak, mungkin disana lagi enggak ada sinyal, jadi nomor bang dika enggak bisa di hubungi"


yuli pun mencoba untuk menenangkan vani.


"perasaan aku enggak enak yul, aku khawatir banget sama mas dika" hiks! hiks! vani semakin menangis.


"iya kak, kamu tenang dulu kita tunggu beberapa menit lagi siapa tau udah bisa di telpon nanti"


"iya sabar ya kak pasti semuanya baik baik aja"


hana pun ikut memeluk vani.


menjelang matahari terbenam polisi di kota itu pun sudah berhasil mengevakuasi mobil dan jasad korban kecelakaan lalu mencatat plat kendaraan yang tertera di mobil untuk menghubungi pihak kepolisian daerah mobil itu berasal hendak mengabarkan jika pengendara dengan plat kendaraan tersebut telah mengalami kecelakaan sore tadi.


setelah pihak kepolisian kota ini menerima laporan dari pihak kepolisian luar kota itu, beberapa anggota kepolisian pun bergegas menuju kantor wijaya group setelah melacak nomor plat kendaraan yang di sebutkan.


sesampainya di depan gedung kantor wijaya group polisi itu masuk ke dalam lobby kantor.


ray yang hendak pulang dari kantor pun melihat ada beberapa polisi datang ke kantornya lalu ia menghampiri dan bertanya kepada pihak polisi itu.


"maaf, ada apa ya pak?"


ray bingung melihat ada polisi yang datang ke kantor wijaya.


"selamat malam pak. apa kami boleh bertemu dengan pemilik kantor ini?"

__ADS_1


polisi bertanya kepada ray yang kebetulan sedang berada di lobby hendak pulang kerumahnya itu.


"iya, tapi pemiliknya sedang ada tugas di luar kota pak jadi saya yang bertanggung jawab atas kantor ini sampai pak dika pulang. memangnya ada apa ya pak?" tanya ray yang masih bingung.


"begini pak, apa benar plat kendaraan dengan nomor kepolisian ini atas nama pak radika wijaya?" tanya polisi kepada ray.


"benar pak, ini plat kendaraan mobil milik bos saya kebetulan beliau sedang ada tugas di luar kota dan belum kembali, memangnya ada apa ya pak?"


ray semakin bingung setelah ia memastikan jika plat mobil itu benar milik bosnya.


"mobil dengan plat kendaraan ini mengalami kecelakaan sore tadi di jalan kota B menuju pulang. di duga mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan berpapasan dengan sebuah truk yang ugal ugalan di jalan sehingga mobil menabrak pembatas jembatan lalu masuk ke dalam sungai yang berarus cukup deras pak, saat ini kepolisian setempat telah mengevakuasi mobil dan jasad korban"


polisi menjelaskan sambil menunjukkan foto kerangka mobil yang sudah di evakuasi.


"apa! kecelakaan dan jasad korban pak?"


ray sangat syok saat mendengarnya.


"benar pak"


"bapak pasti salah kan, coba periksa sekali lagi pak karena itu tidak mungkin"


ray sangat terkejut dan tidak menyangka jika bosnya akan mengalami kecelakaan sehingga ia tidak dapat menerima kabar itu begitu saja.


"iya benar pak mari kita pergi untuk melihat langsung ke tempat kejadian dan memastikan mobil tersebut benar atau tidaknya milik pak dika serta kita akan membawa jenazah korban pulang"


polisi mengajak ray menuju tempat kejadian.


"baik pak, tapi saya harus mengabari ini kepada keluarga dan istri korban terlebih dahulu"


ray mengambil ponsel di sakunya hendak segera menghubungi rangga.


"baik, silahkan pak" polisi menyetujui.


dalam telponnya ray hendak mengatakan kepada rangga jika dika telah mengalami kecelakaan mobil tadi sore dan kemungkinan meninggal di tempat. ray pun meminta agar rangga dan keluarganya bisa segera kembali ke tanah air secepatnya.


"halo ray" rangga menjawab telponnya.


"halo pak rangga"


"iya ada apa ray?"


"em, begini pak. saya,,," ucapan ray ragu.


"ada apa?" tanya rangga penasaran.


"saya ingin-" ray benar benar sulit untuk mengatakannya.


"tolong bicara dengan jelas ray"


rangga semakin tidak sabar ingin mendengarkannya karena merasa penasaran.


"saya- saya ingin mengabarkan kalo pak dika baru saja mengalami kecelakaan dan kemungkinannya sudah meninggal di tempat pak jadi saya harap bapak dan keluarga bisa segera pulang ke tanah air"


"apa! lo ngomong apa sih ray. itu enggak mungkin"


rangga tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"maaf pak, nanti saya akan kabari lagi karena sekarang saya harus mengecek lokasi kecelakaan itu"


tut!! tut!! ray mematikan sambungan telponnya.


"enggak! itu enggak mungkin. dika!"


tubuh rangga langsung merosot ke lantai karena merasa tubuhnya lemah setelah mendengar kabar kematian adik semata wayangnya.


bak di sambar petir di siang bolong rangga sangat syok mendengar kabar buruk tentang adik semata wayangnya itu. ia pun langsung mengajak seluruh keluarganya untuk segera pulang ke tanah air tanpa memberi tahu terlebih dahulu alasan apa yang sebenarnya terjadi sehingga rangga tiba tiba saja mengajak semua keluarganya pulang secara mendadak.


"mas tadi kamu kenapa sih, terus kenapa juga kita harus pulang secara mendadak kaya gini?" tanya ranty bingung.


"ikut aja sayang nanti aku jelasin" ujar rangga dengan wajah pucat.

__ADS_1


hal itu karena rangga takut jika kondisi mama dan papanya akan langsung drop sebab syok saat mendengar kabar tentang putra bungsu mereka yang mengalami kecelakaan dan kemungkinan meninggal di tempat.


setelah selesai menelpon rangga ray langsung melangkah menuju mobil di ikuti oleh polisi di belakangnya.


__ADS_2