
hari ini adalah hari pertama vani akan bekerja di kantor wijaya. ia bangun lebih awal dan langsung bersiap dengan penuh semangat.
setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian kerja yang rapi vani pun duduk di meja makan karena hendak sarapan bersama yuli sebelum berangkat ke kantor.
mereka akan menaiki sepeda motor seperti kemarin dan yuli akan lebih dulu mengantar vani ke kantor baru setelah itu ia berangkat ke tempat kerjanya.
sesampainya di kantor vani langsung berjalan menemui atasannya di dalam ruangan HRD untuk mengetahui dimana ruangan kerja barunya.
tok!! tok!! tok!!!
vani mengetuk pintu sebuah ruangan karena hendak masuk ke dalamnya.
"permisi pak"
"iya masuk"
setelah mendapat izin vani pun membuka pintu ruangan dengan memasang wajah tersenyum.
vani melangkah masuk ke dalam ruangan itu dan melihat seorang pria yang sedang duduk bernama jay tertulis di atas meja kerjanya.
"pagi pak" sapa vani dengan tersenyum.
"pagi!"
jay berpikir siapakah wanita di hadapannya ini.
"saya....."
"oh, kamu karyawan baru itu ya?"
jay melirik sejenak lalu kembali mengalihkan pandangan menatap layar di hadapannya.
"iya pak" vani pun mengangguk.
"silahkan duduk"
jay menunjuk kursi di hadapannya tanpa melihat kearah vani.
"terima kasih pak"
vani sedikit gugup karena duduk di atas kursi yang berhadapan langsung dengan jay.
"em, langsung saja saya akan mengatakan apa pekerjaan yang harus kamu lakukan hari ini ya"
jay hanya sedikit menoleh.
"baik pak" vani kembali mengangguk.
"saat ini kamu akan menggantikan sementara pekerjaan karin sebagai sekretaris pak rangga tetapi nanti setelah karin kembali pak rangga yang akan memberikan posisi baru untuk kamu ya. jadi ayo ikut saya akan mengantar kamu ke ruangan pak rangga sekarang"
jay bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari dalam ruangannya.
__ADS_1
"baik pak"
vani pun langsung berdiri mengikuti langkah jay yang sudah berjalan di depannya namun jay berjalan terlalu cepat sehingga vani kesulitan untuk mengimbangi jalannya.
mereka masuk ke dalam lift khusus secara bersama dan langsung menuju lantai tertinggi di dalam gedung itu.
lantai itu hanya terdapat dua ruangan yang sangat luas dan mewah. satu ruangan milik rangga dan yang satunya lagi adalah ruangan radika.
keduanya memiliki jabatan yang sama sebagai CEO di perusahaan besar itu.
kakak beradik itu menjalankan perusahaannya dengan bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain sungguh persaudaraan yang harmonis.
sebenarnya rangga adalah pemimpin utama di perusahaan papanya karena dika juga memiliki kantor sendiri yang sudah ia bangun dengan hasil kerja kerasnya bersama dengan seorang sekretaris andalannya bernama ray.
setelah sampai di depan ruangan rangga, jay langsung mengetuk pintu lalu mengajak vani untuk masuk ke dalam ruangan pimpinan mereka itu.
ceklekk!
saat mereka masuk vani membelalakkan mata menatap isi dalam ruangan yang sangat luas dan mewah menurutnya itu karena terdapat fasilitas lengkap serta pemandangan yang indah dari atas gedung.
"wah! bagus banget" gumam vani terpesona menatap sekelilingnya sambil berjalan.
setelah sampai di hadapan pemilik ruangan itu vani mengalihkan pandangannya ke arah meja kerja yang berada di hadapan mereka.
di atas meja itu terdapat tulisan CEO dengan nama rangga wijaya yang berarti dirinya akan menjadi sekretaris dari pimpinan tertinggi di perusahaan itu.
'ceo rangga wijaya? em, apa maksudnya aku bakal jadi sekretaris pimpinan tertinggi di kantor ini' batin vani mematung karena tidak menyangka akan hal itu setelah membaca tulisan di atas meja.
padahal vani berfikir ia hanya akan menjadi seorang karyawan biasa seperti divisi umum atau pemasaran saja namun saat ini ternyata dirinya sedang berada di dalam ruangan ceo yang merupakan pimpinan tertinggi.
'ya ampun luas banget ruangan ini fasilitasnya juga kelihatan mewah semua" batin vani masih mengagumi isi ruangan itu sambil melihat lihat di sekelilingnya.
"permisi pak, saya datang bersama dengan seseorang yang bapak minta sebelumnya. jadi gadis ini yang akan menggantikan posisi sekretaris karin untuk sementara"
jay memperkenalkan vani kepada rangga yang sedang duduk di atas kursinya.
"hem, baguslah kalo sudah ada penggantinya. karin itu memang cuma merepotkan saja pergi berlibur sesuka hati dan mengambil cuti panjang pula tidak memikirkan siapa yang akan melakukan pekerjaannya"
rangga mengomel karena sudah jengah dengan kelakuan karin sekretaris sekaligus calon adik iparnya itu.
pasalnya selama ini karin bebas melakukan apa saja yang ia inginkan di dalam kantor itu karena dirinya merupakan calon istri radika yang berarti calon nyonya muda wijaya.
dika selalu menuruti semua keinginan karin termasuk dengan sikap manja dan borosnya karin yang selalu berfoya foya menggunakan uang yang sebenarnya bukan lah haknya.
sejak awal bekerja di kantor wijaya group karin memang sudah terpesona melihat ketampanan para putra wijaya tersebut.
tentu saja bukan hanya karin mungkin semua wanita yang melihatnya pun akan terpesona dengan ketampanan kedua putra wijaya itu.
terlebih lagi mereka juga sangat kaya raya menambah terlihat sempurna dua pria itu di mata para kaum hawa.
namun karena rangga sudah menikah karin tidak ingin di juluki sebagai pelakor apalagi mendapat hujatan dari banyak orang karena harus merebut perhatian rangga dari istrinya maka karin memutuskan untuk mendekati radika saja yang masih single.
__ADS_1
cukup lama karin berjuang untuk mendapatkan simpati dika namun ia selalu gagal karena tak kunjung mendapat respon dari dika yang selalu bersikap dingin kepadanya itu. akhirnya karin pun berusaha untuk mendapat dukungan dari keluarga dika terutama mama ratih.
dukungan mama ratih membuat karin akhirnya berhasil mendapat simpati dari dika.
meskipun awalnya dika setuju untuk menjalin hubungan dengan karin hanya demi menuruti keinginan mamanya saja namun seiring berjalannya waktu dika mulai berusaha membuka hatinya untuk karin.
pasalnya selama ini dika terlihat tidak pernah membawa seorang wanita untuk di kenalkan kepada keluarganya sebagai pacar membuat mama ratih khawatir jika putra bungsunya itu memiliki ketidaknormalan karena dika tidak menyukai lawan jenisnya seperti anak lelaki pada umumnya.
akhirnya mama ratih pun sangat setuju dan mendukung penuh karin yang ingin mendekati dika agar putranya itu tidak jomblo terus.
sebenarnya hubungan mereka tidak berstatus pacaran karena dika tidak pernah menyatakan perasaannya secara langsung kepada karin jika ia mencintai gadis tersebut namun keduanya menjalin hubungan dekat karena keinginan mama ratih saja.
dika tidak pernah menolak keinginan mamanya dan hanya menuruti saja. meskipun ia sama sekali tidak pernah mencintai gadis yang akan menjadi calon istrinya itu namun dika masih terus berusaha dan belajar untuk menerima karin di dalam hidupnya apalagi jika mengingat ucapan mamanya.
"dika enggak mungkin selamanya kamu akan hidup sendirian mama juga pengen liat kamu nikah dan hidup bahagia" ucapan mama ratih selalu terngiang setiap kali ia menolak karin.
akhirnya dika menyerah dan menurut saja lagi pula ia juga tidak memiliki alasan apapun untuk menolak karin karena dirinya memang tidak punya seorang kekasih.
karin adalah wanita yang sangat cerdas dan cantik, banyak pria yang pasti menyukai dirinya namun tentu saja karin akan memilih tipe pria terbaik untuk menjadi pasangan hidupnya contohnya seperti radika wijaya pria tampan dan kaya raya di usia muda.
setelah mendapat restu karin pun langsung mengumumkan dirinya sebagai kekasih sekaligus calon istri dari radika wijaya kepada seluruh karyawan di kantornya.
hal itu tentu saja membuat para karyawan sangat segan kepadanya karena mereka menganggap karin merupakan calon nyonya muda wijaya.
mama ratih sangat senang jika karin mau menikah dengan putranya sedangkan dika hanya diam saja menerimanya karena ia tidak punya pilihan lain untuk menolak.
dika tidak memiliki seorang kekasih yang akan ia jadikan istri namun sepertinya mama ratih sudah sangat ingin melihatnya segera menikah.
bukan karena tidak laku pria setampan dika siapa yang akan menolaknya namun selama ini dika sangat sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak memikirkan tentang pasangan atau memang belum ada yang mampu untuk menggetarkan hatinya.
entahlah hanya dika yang tau.
seiring berjalannya waktu sikap manja dan perhatian yang selalu karin berikan kepadanya mampu membuat dika luluh dan belajar untuk membuka hati serta menerima karin sebagai calon istrinya karena bagaimana pun juga dika merupakan sosok pria yang peka dan lembut kepada wanita.
dika tidak ingin menyakiti perasaan siapapun terutama hati seorang wanita yang sudah tulus mencintai dirinya. namun sayang saat dika sudah mulai membuka hati untuk menerima karin sebagai calon istrinya entah mengapa belakangan ini sikap karin justru mulai berubah atau ia memang sedang menunjukan sikap aslinya yang sebenarnya.
karin yang dulunya sangat perhatian dan lembut kepada dika kini mulai berubah menjadi wanita yang lebih egois dan memaksakan kehendak.
karin selalu melakukan sesuatu hal sesuai keinginannya terlebih lagi setelah menyandang gelar sebagai calon nyonya muda wijaya.
sering kali karin selalu meminta hal yang aneh hingga membuat dika tidak habis pikir kepada calon istrinya itu namun dika selalu berusaha untuk memakluminya dan menuruti semua keinginan karin karena mama ratih juga tetap mendukung keinginan karin sebagai calon menantunya.
contohnya seperti saat ini karin meminta kepada dika agar mengizinkannya untuk pergi liburan keliling dunia sebelum mereka menikah dengan alasan jika nanti sudah menikah maka ia tidak akan bisa liburan sepuasnya lagi bersama teman temannya dan menikmati masa mudanya.
awalnya rangga tidak setuju dengan permintaan karin yang ingin mengajukan permohonan cuti namun karena mama dan adiknya sudah setuju akhirnya rangga pun harus menyetujui cuti panjang yang di ajukan oleh karin.
hal itu membuat rangga harus secepatnya mencari sekretaris baru untuk menggantikan tugas karin beberapa bulan ke depan karena jadwalnya yang sangat padat.
sekarang vani adalah karyawan baru yang beruntung itu karena akan menggantikan posisi karin sebagai sekretaris CEO sementara di kantornya atau mungkin vani juga akan menjadi sekretaris rangga untuk selamanya jika nanti karin menikah dengan dika lalu berhenti bekerja dari kantor wijaya group.
meskipun masih merasa ragu apakah dirinya mampu atau tidak untuk menjadi sekretaris seorang ceo di perusahaan itu namun saat ini vani merasa sangat senang karena ia akan memiliki posisi yang bagus di kantornya.
__ADS_1
ini akan jadi pengalaman pertama vani bekerja sebagai sekretaris pimpinan tertinggi di dalam sebuah perusahaan sebesar itu namun ia akan berusaha melakukan yang terbaik dengan semua kemampuan yang di milikinya.