Bos Tampan Pujaan Hati

Bos Tampan Pujaan Hati
bab 187


__ADS_3

di dalam ruangan dika sekarang jay sudah sampai dan melihat hanya ray yang ada di sana.


"siang pak ray, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya jay.


"iya jay tolong kamu bawa keluar semua makanan yang ada di dalam ruangan pak dika ini lalu bagikan ke semua karyawan yang mau memakannya saja"


"baik pak"


"minta cleaning servis untuk membersihkan ruangan pak dika sekarang. jangan lupa letakkan pengharum ruangan dan semprot seluruh isi ruangan pak dika dengan parfum yang harumnya jeruk manis. ingat! jeruk manis ya jangan jeruk lemon atau yang lain kamu mengerti?"


"baik pak saya mengerti" jay mengangguk.


"oh ya jay semua makanan itu adalah makanan pedas jadi bagi yang tidak suka tidak usah di berikan, nanti bisa sakit perut"


"baik pak"


"terima kasih"


ray meminta agar ruangan dika di beri pengharum yang berbau jeruk manis sesuai permintaan dika karena ia sudah mengirim pesan kepada sekretarisnya itu untuk mengganti pengharum ruangannya dengan harum jeruk manis.


saat jay dan para cs sedang sibuk membersihkan ruangan dika, tiba tiba saja naya datang menghampiri ray di meja kerjanya atas perintah dari bosnya rangga.


"permisi pak ray"


"iya naya ada apa?"


"apa ada yang bisa saya bantu karena tadi pak rangga bilang kalo pak ray lagi sibuk ya?" tanya naya kepada ray.


"em, enggak kok saya udah minta jay untuk menyelesaikan semuanya"


sebenarnya ray selalu berusaha untuk menghindar dari naya begitu juga sebaliknya namun mereka tidak punya pilihan lain karena harus menuruti perintah dari atasannya.


"oh gitu, baiklah pak ray kalo gitu saya permisi ya"


naya menunduk lalu berbalik melangkah pergi dari sana.


ray hanya menatap kepergian naya di hadapannya.


di dalam ruangan rangga saat ini setelah bangun dari tidurnya dika pun kembali mengomel.


"bau banget sih ruangan lo bang, enggak enak baunya tau. gue mau balik aja deh"


dika hendak berjalan keluar dari dalam ruangan rangga setelah sebelumnya ia mendapat balasan pesan dari ray bahwa ruangannya sudah selesai di bersihkan.


"udah numpang enggak tau terima kasih lagi lo" omel rangga yang tidak di hiraukan oleh adiknya itu.


dika berjalan masuk ke dalam ruangannya yang sudah di bersihkan.


segar sesuai harum yang di inginkannya, sebenarnya ini bukanlah bau parfum kesukaan dika karena biasanya ia menyukai harum maskulin namun hari ini dirinya sangat menyukai bau jeruk yang segar.


"hah!!! bagus deh, sekarang gue bisa tidur dengan nyenyak" dika senang karena sudah berada di dalam ruangannya.


tok...!!! tok....!!!! tok.... !!!


"permisi pak" ray masuk ke dalam ruangan dika.


"mau apalagi lo?" dika masih memejamkan matanya sambil duduk di atas kursi kerjanya itu.


"maaf pak tapi sebentar lagi kita mengadakan meeting dengan para staff" ray mengingatkan.


"ck! ganggu aja deh lo baru juga gue seneng mau tidur" dika membuka matanya.


"maaf sudah mengganggu pak" ray menunduk salah.


"em, lo juga harus buat ruangan meeting harumnya sama kaya ruangan gue ini ya. kalo enggak gue enggak bakal mau ikut!" ujar dika tak mau di bantah.


"maksudnya?"


"pergi! datang lagi setelah lo ngerti maksud gue"


"em, baik pak saya mengerti" ray hanya pasrah.


ray pun keluar dari dalam ruangan dika hendak segera melaksanakan perintah dari bosnya itu..


ketik ray sedang berjalan menuju lift ia bertemu dengan rangga dan naya yang juga hendak turun ke lantai bawah.

__ADS_1


"ray! lo udah ingetin dika buat meeting kan?" tanya rangga saat melihat sekretaris dari adiknya itu berjalan sendirian.


"udah pak tapi bos dika minta ruang meeting harus sama harum dengan ruangannya" ray pun mengadu.


"emang harum ruangannya gimana?"


"harum jeruk manis bos"


"jeruk! tapi bukannya biasa dika tuh suka harum yang maskulin gitu ya?"


"iya bos mungkin udah berubah kali ya" ray juga bingung.


"hah!!! ada ada aja deh tuh anak. ya udah gue sama naya duluan ya"


"baik bos"


rangga mengajak sekretarisnya berjalan lebih dulu, ray hanya melirik ke arah naya yang sedang menunduk di samping rangga lalu gadis cantik itu berjalan mengikuti langkah bosnya.


sebenarnya naya merasa malu karena pernah menolak ray demi pria pilihannya yang ternyata hanya seorang penipu. pria itu meninggalkan naya tepat di hari pernikahan mereka dan membuat naya harus menanggung malu.


hanya meninggalkan bekas luka yang dalam di lubuk hati naya.


seorang gadis cantik yang berhati lembut serta cerdas dan mengagumkan itu harus merasakan luka di dalam hatinya.


kini naya baru menyadari ketulusan cinta yang pernah ray berikan kepadanya setelah semuanya terlambat. naya menyesal karena pernah menolak pria sebaik ray namun sekarang penyesalan itu sudah terlambat karena ray sudah menikah dengan gadis pilihan hatinya.


sedangkan ray sendiri entahlah bagaimana sebenarnya perasaan yang ia miliki kepada naya. apakah masih tersimpan nama naya di dalam hatinya atau tidak. ray sendiri bingung menjelaskannya namun yang jelas ia selalu terlihat menghindar saat bertatapan dengan naya.


jika di tanya bagaimana perasaan ray terhadap yuli maka ia akan menjawab jika dirinya sangat menyayangi istrinya itu namun perasaan ray kepada naya entahlh ia sendiri bingung untuk menjelaskannya.


di dalam ruangan meeting setelah selesai dengan urusan pekerjaan, dika pun meminta ray untuk mengumumkan kepada seluruh karyawan di kantor tentang ketetapan baru yang dibuatnya untuk sementara waktu.


"dengar! ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua" ujar ray yang mendapat tatapan fokus dari para karyawan disana karena merasa penasaran dengan apa yang ingin ray umumkan.


"mulai hari ini, semua karyawan kantor wajib pakai parfum dengan harum jeruk manis kalo tidak pakai kalian tidak di sarankan untuk masuk ke area kantor" ray mengumumkan permintaan dari bosnya itu.


hal itu sontak membuat semua karyawan bingung dan saling memandang satu sama lain.


"ini perintah langsung dari atasan saya" ray melirik dika yang berada di sampingnya sedangkan dika hanya memasang wajah cuek sambil menatap ponselnya.


"mengerti pak"


"jangan lupa untuk memberitahukan informasi ini kepada teman kalian yang lain, ketetapan ini sudah berlaku mulai besok!" ucap ray dengan nada tegas.


"maaf pak, apakah ketetapan baru ini akan berlaku hingga seterusnya?" jay angkat bicara.


"saya belum tau pasti tapi nanti akan saya umumkan lagi kalau ketetapan ini berubah" jawab ray.


"baik pak terima kasih"


"baiklah kalau begitu meeting selesai sampai di sini"


rangga dan dika berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar dari dalam ruangan itu di ikuti oleh ray dan naya yang juga berjalan di belakang bos mereka.


karyawan yang masih berada di dalam ruangan itu pun bingung dan penasaran mengapa ada ketetapan baru yang terdengar aneh untuk mereka.


"aneh banget ya masa ketetapan barunya seluruh staf dan karyawan kantor harus pakai parfum yang sama sih"


keluh salah satu karyawan wanita yang tidak menyukai harum parfum seperti yang di sebutkan oleh ray tadi.


"ya mau gimana lagi, ikutin aja deh dari pada enggak di kasih masuk kantor"


"sudah kalian jangan banyak tanya ikutin aja kalo enggak suka boleh pulang"


jay menimpali ucapan rekan wanita di sampingnya dengan ketus lalu ia melangkah keluar dari dalam ruangan itu


"ck! itu abangnya rachel kenapa sih?"


"tau tuh aneh banget, makin ketus aja sekarang"


"biarin aja deh"


sore harinya dika pulang dari kantor dengan wajah kusut. ia mencari keberadaan vani di dalam kamar mereka namun tidak menemukan istrinya itu di sana.


"sayang! kamu dimana?"

__ADS_1


dika berteriak di dalam kamar memanggil istrinya namun tidak mendapat jawaban. ia bergegas menuju kamar mandi hendak segera membersihkan diri lalu mengganti pakaiannya.


setelah selesai mandi dika kembali mencari keberadaan istrinya di dalam kamar putra mereka.


dika berjalan menuju kamar raffa lalu membuka pintunya.


ceklek!! ternyata raffa dan vani juga tidak berada disana.


"ck! dimana sih?"


dika menutup kembali pintu kamar putranya dan berjalan menuju ruang tamu hendak mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.


setelah mengambil ponsel dika segera menelpon istrinya karena hendak bertanya dimana mereka saat ini.


tut! tut! dengan tidak sabar dika menunggu vani menjawab telpon darinya.


"halo mas dika" terdengar suara vani dari seberang sana.


"halo sayang kamu sama afa dimana sih kok enggak ada di rumah?"


"iya mas, maaf ya tadi aku sama affa main ke butik buat nemenin hana. ini udah jalan pulang kok tapi agak macet jadi belum sampe sayang"


"hem"


tutt!!!


dika langsung mematikan ponselnya tanpa bicara apapun lagi, ia duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu istrinya pulang namun belum lama menunggu dika sudah merasa bosan.


"ck!!! hah! lama banget sih sampenya" gerutu dika.


"ngapain ya enaknya? mau olahraga tapi capek, makan pun enggak selera hem!!! tidur aja kali ya gue ngantuk banget"


dika berpikir untuk melakukan sesuatu karena ia merasa bosan namun lebih memilih untuk tidur karena merasa sangat lelah dan mengantuk.


dika langsung berjalan kembali menuju kamarnya dan merebahkan diri di atas ranjang mewahnya.


lima belas menit dika memejamkan matanya akhirnya terdengar suara putranya yang sudah pulang.


"papa!!!! afa pulang nih"


"papa"


raffa mencari keberadaan papanya yang sudah menunggu kepulangan mereka namun tidak menemukan keberadaan dika dimana pun.


"huh! papa dimana ya?" raffa yang tidak sabar ingin bertemu dengan papanya.


"sayang mungkin papa lagi di dalam kamar, ayo kita ke kamar aja"


"oke ma"


"kak aku langsung ke kamar ya mau mandi dulu" ujar hana lalu melangkah menuju kamarnya.


"okay deh" vani mengangguk dan juga berjalan menuju kamarnya.


ceklek....!!!!


raffa membuka pintu kamar papa dan mamanya lalu melihat dika yang sedang tertidur.


"papa, liat deh afa bawa sesuatu buat papa"


raffa menunjukkan sesuatu yang ia bawa di tangannya namun dika masih larut dalam mimpi indahnya.


"sayang kayanya papa kecapekan deh, kasian papa masih tidur biarin aja dulu ya nanti kalo papa udah bangun afa bisa kasih ini sama papa"


"yah!! papa kok bobok sih, ini kan enaknya kalo di makan sekarang aja ma" raffa menjadi murung.


"enggak papa sayang nanti juga enak kok di...."


"ada apa sayang papa ngantuk nih" dika bangun dari tidurnya karena mendengar suara putra kesayangannya.


"papa, afa pengen makan ini bareng papa. ayo kita makan sekarang aja pa"


raffa mendekat lalu menarik narik tangan papanya agar bangkit dari tidurnya.


"iya iya sayang sebentar"

__ADS_1


dika bangkit dari tidurnya lalu ikut duduk di sofa bersama istri dan anaknya.


__ADS_2