
"Lebih baik kamu pergi dari sini dokter Clara, bukankah kamu masih banyak pekerjaan dengan Dokter Daniel?" Satria mengabaikan ucapan Clara dan mengusir Clara dari sana.
Setelah mencoba mendekati Satria selama 3 Minggu itu, Clara selalu menyempatkan waktunya untuk mengikuti Satria walaupun dia berbeda tim dengan Satria dan jarak base camp nya cukup jauh dari base camp tim Satria. Tapi tidak pernah satupun perhatian dia dapatkan, hati Satria masih untuk istrinya yang berada jauh darinya.
Ternyata jauh pun tidak dapat memisahkan mereka dari ikatan yang selalu ada. Clara mulai kesal, dia bisa saja mendapatkan Satria dengan cara kotor tapi dia tidak mau melakukannya.
"Kak Satria, harus hati-hati lho. Banyak yang putus karena hubungan jarak jauh. Alasannya ya seperti ini, putus komunikasi dan komunikasi tidak lancar," ucap Clara sambil tersenyum. "Ah ya? Amayra kuliah ya? Dia pasti akan banyak bertemu orang baru disana, dia kan masih muda pintar dan cantik. Siapa yang akan mengira kalau dia sudah menikah dan mempunyai anak?"
Cih, aku gak mau memuji dia. Tapi aku lakukan ini supaya kak Satria curiga pada istrinya itu.
"Dokter Clara, jangan ganggu saya!"
Satria kesal dan membentak Clara, akhirnya wanita itu pergi setelah meletakkan makanan di atas ranjang Satria. Pria itu mulai terpengaruh dengan ucapan Clara, dia kesal sendiri karena Amayra tidak kunjung mengangkat telponnya.
"May, kamu pasti sibuk kan? Makanya kamu gak angkat telpon ku?" tanya Satria meyakinkan dirinya sendiri. "Kamu tidak akan tergoda oleh pria lain di kampus kan? Tidak mungkin kan?"
Berada jauh dari istrinya membuat Satria tersiksa oleh rindu dan perasaan lainnya juga mulai muncul. Ada rasa curiga, takut dan bimbang kalau istrinya mungkin memiliki kehidupan baru setelah masuk kuliah. Ini karena dia terpengaruh sedikit ucapan Clara.
"Biasanya Amayra sangat cepat mengangkat telpon dariku, tapi..kenapa dia belum angkat meski berkali-kali sudah ku hubungi?" tanya Satria resah. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang keras itu.
...****...
Di kampus, Jakarta.
Amayra sendiri sedang sibuk menegur pria yang sedang mengacak-acak sampah dan mengganggunya. "Hei! Aku akan laporkan kamu sama kakak senior!"
"Lapor aja lapor, gue gak takut tuh!" Ken tersenyum santai, dia tampak arogan. Dengan sengaja dia melempar lempar sampai yang sudah dibereskan oleh Amayra.
Ya Allah ..aku harus tahan marah, tapi ini sudah kelewatan!
Wanita itu mendengus kesal, dia sudah kehilangan kesabaran. Pasalnya, ketika dia membersihkan sampahnya. Ken terus mengacak-acaknya, padahal dia juga dihukum tapi tidak mau mengerjakan hukumannya.
"Kalau kamu gak mau kerjakan hukuman kamu! Mendingan kamu pergi saja deh sama cewek-cewek, duduk disana dan berteduh!" Seru Amayra kesal.
__ADS_1
"Apa Lo bilang? Lo samain gue sama cewek?" tanya Ken sambil melihat mahasiswi mahasiswi lainnya sedang duduk berteduh dibawah terik matahari.
"Bukan, aku samain kamu sama anak kecil." Gumam Amayra kesal.
"APA?" Ken terbelalak mendengar gumaman Amayra.
Amayra fokus membereskan sampah tanpa peduli tatapan Ken kepadanya. Baru kali ini Amayra bertemu pria yang menyebalkan dan kekanakan seperti Ken dan disaat seperti ini dia rindu Satria.
Ken kesal dengan ocehan Amayra, dia menganggu Amayra tanpa henti. Hingga akhirnya Amayra kehilangan kesabaran, dia melawan Ken dan mendorongnya. "Astagfirullah..kamu benar-benar gak bisa di omongin sama kata-kata ya? Kekanakan banget deh kamu,"
"Lo berani dorong gue?" Ken tersenyum sinis, tidak pernah ada wanita yang berani melawannya.
Aneh sekali, ketika semua wanita melihatku mereka berbondong-bondong akan menempel padaku. Mencari perhatian padaku, tapi dia tidak melakukannya. Dia malah terlihat tidak suka padaku. Padahal harusnya dia seperti wanita-wanita disana.
Ken melirik ke arah wanita-wanita yang menatapnya dengan kagum dan terpesona. Ken adalah seorang vokalis sebuah band terkenal dan tidak ada yang tidak kenal dia.
"Kenapa? Kamu pikir aku gak berani marah? Pokoknya aku akan bilang sama kakak senior lain, kalau kamu gangguin aku!" Amayra mendengus kesal, dia berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
Tak sengaja Amayra tergelincir oleh sampah plastik basah yang tak sengaja terinjak kakinya. "Astagfirullahaladzim!"
"Apa ini cara menggoda yang baru?" Ken tersenyum melihat wajah Amayra yang berdekatan dengan wajahnya.
Mata Amayra melebar melihat wajahnya berdekatan dengan wajah pria yang bukan muhrimnya. Dia segera bangkit dan sadar akan kesalahannya.
Kak Satria, maafkan aku kak! Aku gak sengaja, Rey maafkan mama. Ucapnya dalam hati.
Amayra mengambil tasnya dan segera berlari pergi darisana. Beberapa mahasiswi baru melihat Amayra dan Ken yang terlihat seperti berpelukan itu mulai berfikir yang bukan-bukan.
"Hei! Kok malah lari? Gue belum tau nama Lo, Woy cewek jilbab merah muda!" Ken tersenyum penuh percaya diri. "Haha, gue tau emang gak ada yang bisa menolak pesona Kenan Anggara. Tapi ini pertama kalinya ada cewek yang godain gue dengan cara ekstrim yang terbilang berani, jatuh ke pelukan gue kayak sinetron FTV. Oke, Lo dapetin perhatian gue!"
Kenan dengan pedenya merasa Amayra malu-malu karena jatuh hati kepadanya. Kenan melihat Amayra berlari ke arah kakak senior yang lain. Dia benar-benar melaporkan Kenan pada mereka dan salah satu kakak senior membantu Amayra untuk menghukum Ken. Dia adalah Keisha yang dompetnya hilang dan dikembalikan oleh Amayra.
"Udah kamu gak usah kerjakan hukumannya lagi, kamu gabung aja sama mahasiswa baru yang lain. Kerjakan tugas kamu selanjutnya, biar si anak nakal ini yang mengerjakan semuanya," ucap Keisha sambil melotot pada Ken.
__ADS_1
Ken terlihat tidak berdaya dengan tatapan mematikan dari Keisha. Namun dia juga tidak mau dihukum sendirian membersihkan sampah.
"Gak bisa gitu dong, dia tetap harus-" Ken protes.
"Kenan Anggara!" Keisha memotong ucapan Ken degan cepat dan membentak.
Ken menelan ludah, dia langsung terdiam patuh dihadapan wanita cantik itu. "Maaf ya, anak ini memang nakal. Dia sudah ganggu kamu ya, dek?" tanya Keisha lembut pada Amayra.
"Gak apa-apa kok kak, makasih ya kak sudah menegakan keadilan. Insyaallah, kakak termasuk golongan orang yang dicintai oleh Allah SWT , seperti dalam sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah SWT dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempat duduknya adalah pemimpin yang zalim." (HR At-Tirmidzi),"
"Aamiin, terimakasih ya. Semoga ucapan kamu menjadi doa," Keisha tersenyum.
Mendengar ceramah dari Amayra, Keisha tersenyum kagum. Betapa anggunnya wanita didepannya ini dan dia juga cerdas. Ken juga merasakan hal yang sama dengan Keisha, dia mulai kagum pada Amayra.
Prok prok prok
"Hebat sekali Bu ustadzah ceramah!" Ken bertepuk tangan sambil tersenyum menatap ke arah wanita yang baru saja berdalil itu.
Amayra melotot ke arah Ken, lalu dia membuang muka. "Kakak, saya permisi dulu ya. Assalamualaikum," ucap Amayra sopan.
Wah dia terang-terangan sejak buang muka di depanku?
Ken terperangah dengan sikap Amayra padanya.
"Waalaikumsalam," jawab Keisha ramah.
Amayra pergi dari sana dan bergabung dengan mahasiswa lain, dia berusaha mencari teman disana. Dengan sikap ramahnya, dia akan mudah mendapatkan teman.
Keisha menjewer telinga Ken dengan kesal dan gemas. "Kamu ini! Gak cukup ya udah dikeluarin dari kampus 2 kali, mau cari masalah lagi?" tanya Keisha kesal.
"Aduh kak! Ampun kak!" Ken bicara dengan bibir mengerucut, dia merintih kesakitan saat kakaknya menarik daun telinga miliknya.
...----****----...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya ya 😍😍❤️❤️🤭🙏...