Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 182. Hadirnya couple baru


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Diana memberitahu ibu mertuanya bahwa tes fertilitas bisa dilakukan di rumah sakit itu oleh dokter bagian kandungan atau dokter khusus yang memeriksanya. Tidak perlu sampai ke rumah sakit fertilitas.


"Maaf Ma, sebenarnya kenapa mama menanyakan ini?" Tanya Diana penasaran.


"Eng-enggak kok gak apa-apa. Teman mama.. anaknya ada yang mau diperiksa fertilitas. Katanya udah 2 tahun belum punya anak juga, padahal gak pakai program KB."


Kenapa aku jadi beralasan seperti ini? Seharusnya aku langsung bilang saja bahwa aku ingin Diana di tes.


"Oh gitu Ma. Ya udah.. anak temen mama suruh aja kesini, bisa konsultasi sama Diana juga kok." Diana menjelaskan.


"O-oke. Oh ya, udah dulu ya Diana. Mama mau jalan pulang nih."


"Mama, mau aku jemput?" Tanya Diana menawarkan untuk menjemput mama mertuanya.


"Tidak usah, mama naik taksi aja. Kamu pasti sibuk, lanjutkan saja kerjamu. Makasih ya," kata Nilam yang lalu mengucapkan salam dan menutup teleponnya.


Nilam mencoba menghilangkan kecurigaan dan pengaruhnya dari teman-teman sosialitanya itu terhadap Diana. "Ahh.. ini kan baru tiga bulan. Mungkin Allah belum kasih saja, aku harusnya jangan buru-buru. Pasti sebentar lagi... aku bisa nimang cucu dari Bram." Nilam mencoba berfikir positif pada anak dan menantunya.


Wanita paruh baya itu pulang ke rumahnya dengan baik taksi. Di rumah sakit, Diana melanjutkan pekerjaannya seperti biasa.


Saat jam makan siang, rencanannya Amayra dan Satria akan makan bersama. Namun, Satria ada operasi mendadak dan mengharuskannya melakukan operasi dengan segera. Dia mengirim pesan pada Amayra agar wanita itu makan bersama teman-temannya saja.


"Ada apa May?" Tanya Anna pada Amayra, ketika dia melihat raut wajah wanita hamil yang sedih itu.


"Gak apa-apa kok. Yuk kita makan siang bareng aja,"


"Hehe, maaf May. Aku udah ada janji," kata Anna merasa tak enak.


Belum lama Anna menolak makan siang bersama tantenya itu, Ken sudah berada dibelakangnya. "An, udah siap?"


"Ya Ken," jawab Anna sambil tersenyum pada Ken.


Amayra ikut tersenyum melihat keponakan sekaligus sahabatnya bahagia, dia semakin dekat dengan Ken. Dia akhirnya paham kenapa Anna jarang bersama dengannya.

__ADS_1


Alhamdulillah, sekarang Anna mulai kembali seperti dulu lagi. Dia terlihat bahagia sama Ken.


"Maaf ya May," Anna mengatupkan kedua tangannya seraya memohon maaf pada Amayra.


"Oh gak apa-apa kok. Yang sukses ya! Ah ya Ken,awas kalau kamu ngapa-ngapain Anna." Ucap Amayra mengingatkan pada temannya itu.


"Emang gue mau apain si Anna? Huh!" Ken memalingkan wajahnya seolah dia kesal.


"Hehe," Antara hanya nyengir saja mendengar ucapan Ken. "Pokoknya hati-hati ya, jangan sampai pulang malam. Nanti Oma, opa, tante sama om kamu cemas."


"Iya Mayra ku...sore ini aku sama Ken juga pulang kok. Oh ya, terus kamu gimana? Mau makan siang sama siapa?"


"Aku tunggu Lisa aja, dia lagi ke toilet." jelasnya singkat.


"Oke, kamu hati-hati ya May. Jaga adik aku baik-baik!" Anna tersenyum sambil memegang perut Amayra yang masih datar itu.


Dia melihat Anna dan Ken pergi bersama, keduanya terlihat dekat. Ken mengajak Anna pergi ke studio tempatnya latihan musik. Mereka naik mobil Ken untuk menuju kesana.


"Lo serius kan mau belajar musik?" Tanya Ken sambil menyetir dan matanya sedikit melirik pada gadis manis yang duduk disebelahnya itu.


"Dan menurut Lo, Lo bisa main apa?"


"Gak tau deh! Tiap ada pelajaran kesenian, aku sama Amayra dan Fania suka bolos bareng. Itu karena kami gak suka pelajaran seni." Tutur Anna yang semangat menceritakan masa SMA nya.


"Hah! Serius? Gue pikir kalau murid teladan gak akan bolos jam belajar." Ken tersenyum tipis, dia mendesah tak percaya dengan ucapan Anna.


"Dua rius Ken...kita suka nangkring di kantin sekolah atau di warung depan sekolah kalau gerbang lagi dibuka. Kita bolos pelajaran bareng." Anna teringat masa SMA-nya bersama dua sahabat itu. Amayra dan Fania yang selalu bersamanya. "Kemana-mana kami selalu bertiga, jajan... belajar...ghibah juga suka bareng. Hahahaha.. seru, kan?"


Mendengar Anna tertawa, melihat Anna tersenyum. Rasanya dia sangat imut ya? Dia sangat menyenangkan diajak bicara.


Ken tidak menanggapi cerita Anna, dia malah melihat gadis itu dengan tatapan aneh. Anna pun berhenti tertawa saat melihat Ken seperti itu. "Ken, kamu kenapa?" tanya Anna. "Hey Ken! Bahaya loh, lihat ke depan!" Ujar Anna pada Ken yang sedang menyetir itu.


"Ah ya?" Ken kembali fokus ke jalanan. Sampai tak sadar akan lampu merah.


Dia menginjak pedal gas dengan tiba-tiba, hingga menyebabkan Anna dan dirinya terantuk ke depan mobil.

__ADS_1


"Aduh! Sakit..." Anna memegang keningnya yang terantuk ke bagian depan mobil.


"An? Lo gak apa-apa kan?" Ken langsung menepikan mobilnya disisi lain. Dia menatap Anna dengan cemas. Kening gadis itu memang sedikit berdarah.


"Kenapa kamu sampai menepikan mobilnya? Aku gak-"


Ken terlihat panik, dia mengambil kotak p3k didalam salah satu bagasi mobil depan. "Apa kita ke rumah sakit saja? Siapa tau ada luka dalam atau apa gitu? Hey, Lo inget gue kan?" Ken bertanya tanpa jeda.


"PFut..haha..." Anna tertawa.


"An? Lo gak apa-apa kan? Lo inget gue, kan? Jangan-jangan Lo jadi gila ya?" Ken keheranan melihat Anna yang malah tertawa disaat dirinya sedang khawatir pada Anna.


"Iya, aku gak inget kamu. Aku gak kenal orang aneh macam kamu."


"Lo bercanda ya?" Ken membuka kotak p3k nya.


"Ya habisnya sih kamu serius banget, masa iya aku amnesia kayak di film-film." Anna masih tertawa kecil.


Ken mengoleskan obat merah pada kening Anna yang terluka dengan memakai katembat. Dia mengusap luka itu perlahan-lahan. "Ken, gak usah."


"Ssstt.. diem aja kenapa sih?" Ken meminta gadis itu untuk diam saja. Matanya fokus menatap luka di kening Anna.


Syukurlah Anna gak apa-apa, aku udah deg degan aja takut dia kenapa-napa. Tapi, kenapa aku takut dia kenapa-napa? Kenapa aku peduli?


Anna menatap wajah tampan Ken yang berada beberapa centimeter dari wajahnya. Dia mengangumi Ken dengan segala yang ada pada dirinya. Dari segi wajah, kepribadian, bahkan gaya bicara. Anna sangat menyukainya, dari awal mereka bertemu bahkan sampai sekarang.


Ken sangat tampan, sekarang dia juga bersikap baik padaku. Tapi apa dia masih suka Amayra ya?


Terakhir Ken menempelkan plester pada kening Anna yang terluka itu. "Sudah selesai.."


Tanpa sadar kedua mata mereka tanpa sengaja bertemu. Ken dan Anna saling menatap dengan dalamnya. Entah apa yang sedang mereka pikirkan saat ini.


...-----****-----...


Hai Readers 😍 maaf banget komennya gak dibalas semua. Tapi author ucapkan makasih banyak loh karena komentar kalian 🙏😘 bikin author semangat..🙏

__ADS_1


__ADS_2