Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 136. Ngegosip


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Setelah membersihkan bekas pup bayi mungil itu, Diana menyusui Rey dengan susu formula, Rey tertidur pulas di pelukan Diana.


"Diana.."


"Ya, Mas?" Diana menoleh ke arah Bram.


"Aku akan bicarakan pada mama dan papaku untuk mempercepat tanggal pernikahan kita,"


"Kenapa begitu tiba-tiba, Mas?" tanya Diana keheranan.


"Aku sudah tidak muda lagi. Dan apa kamu tidak ingin segera memiliki yang seperti ini? Milik kita sendiri?" ucap Bram sambil melirik ke arah Rey.


Diana terdiam sejenak dan ikut-ikutan menatap bayi mungil yang tengah tertidur didalam pelukannya itu. Pernikahan dengan Bram, pria yang dia cintai. Kemudian memiliki bayi yang mirip dengannya atau dengan Bram, Diana juga menginginkan itu.


"Diana? Kok malah melamun?" Tanya Bram yang diam saja melihat Diana melamun.


"Ah...ya aku terserah Mas saja."


"Kok terserah aku? Kita kan akan menikah berdua, masa terserah aku saja. Kamu mau aku menikahi mu kapan?" tanya Bram sambil memegang tangan Diana dan menatap wanita itu penuh kasih sayang.


"Lebih cepat kan lebih baik, Mas.." jawab Diana dengan senyuman manis dibibirnya.


"Oh gitu ya? Kalau nikah sekarang berarti bisa ya?" Goda Bram pada calon istrinya itu.

__ADS_1


Diana melebarkan matanya, kemudian menatap Bram. "Maass..." lirihnya.


"Habisnya kamu bilang lebih cepat lebih baik sih, ya udah sekarang aja kan?"Bram tertawa kecil melihat wajah Diana yang memerah.


"Pernikahan itu kan butuh persiapan Mas, aku mau pernikahan kita disaksikan semua orang dan dengan begitu akan banyak yang mendoakan pernikahan kita. Tapi tak perlu yang mewah dan cukup sederhana saja," jelas Diana pada Bram.


"Iya, aku paham Di. Kamu tenang saja ya, aku akan mewujudkan pernikahan yang sempurna untuk kita berdua. Jadi, kita akan menikah kapan?"


"Hem... rencananya aku akan mengambil cuti bulan depan, Mas."Ucap Diana sambil menundukkan kepalanya.


"Jadi...bulan depan ya? Baik, aku akan bicarakan dengan mama dan papaku." Ucap Bram dengan senyuman bahagia di bibirnya.


Bram dan Diana sudah sepakat akan melangsungkan pernikahan yang rencananya akan dilaksanakan bulan depan. Namun, mereka harus bicara dulu pada keluarga masing-masing tentang hal ini.


Kebahagiaan mulai terlihat dari Diana dan Bram yang akan merajut hidup baru. Tanpa berlama-lama, mereka ingin langsung menikah. Usia mereka juga sudah cukup matang untuk melaksanakan pernikahan.


...****...


Sore itu, Amayra dan Lisa keluar dari kelas. Mereka berencana untuk makan bersama dengan Anton dan Ken di cafe baru dekat kampus.


"Lis, tunggu sebentar ya. Aku mau ke toilet sebentar sambil telepon suamiku dulu." Kata Amayra pada temannya itu.


"Oke, aku tunggu disini ya May." Ucap Lisa sambil duduk di kursi depan kelas itu.


"Titip tas ku ya!" Amayra menitipkan tasnya pada Lisa, kemudian dia pergi sambil membawa tas kecil yang berisi Hpnya dan masuk ke dalam toilet wanita.

__ADS_1


Amayra menuntaskan urusannya disana, saat ia akan keluar dari toilet. Dia mendengar diluar sana ada yang menyebut namanya dan membuat langkahnya terhenti.


Ya Allah, aku gak bermaksud menguping. Tapi namaku disebut didalamnya. Ucap Amayra dalam hatinya.


"Heh, kalian tau gak Si Amayra jurusan matematika?" tanya Reina pada kedua temannya yang berada didalam jurusan yang sama.


"Oh ya. Yang hijaban itu kan? Emang kenapa sama dia Rei?" tanya temannya sambil bercermin dan memakai lipstik.


"Gue sama satu SMA sama dia," jawab Reina sambil tersenyum dan memakai bedaknya.


"Seriusan? Terus kenapa sama dia? Dia cewek baik kok," ucap temannya yang berambut panjang.


"Eh, kalian gak tau aja dia tuh baik cuma kedok doang. Nih kalau kalian gak percaya, dulu sampe viral di medsos berita tentang dia!" Reina menunjukkan ponselnya pada kedua temannya itu.


Kedua teman Reina terkejut melihat berita itu. Mereka langsung mengerutkan keningnya, "Ih seriusan ini si Amayra?"


"Gak nyangka kerudungnya cuma topeng doang ya," ucap wanita yang satunya lagi menjudge Amayra dengan jelek.


Amayra yang akan membuka pintu toilet, tiba-tiba saja tubuhnya gemetar. Dia teringat masa lalu pahit tentang dirinya di zaman SMA. Reina yang bergosip tentangnya itu seolah membuka luka lama.


Brak!


"Cukup Reina, kamu jangan ngegosip terus!" Amayra tidak tahan lagi dan keluar dari toilet.


Kamu gak boleh takut Amayra.

__ADS_1


Reina dan kedua temannya langsung menatap Amayra dengan tatapan sinis dan sarkas.


...---***----...


__ADS_2