
...🍀🍀🍀...
Mata Zahwa melebar melihat ke arah anak laki-laki yang sedang berjalan menuruni tangga itu, "Kak Rey!" sapa Zahwa dengan senyuman manis dibibirnya.
Zahwa memeluk Rey dengan hangat. "Zahwa, kamu gangguin lagi Zayn, ya?" Rey mengusap kepala Zahwa yang berselimut hijab merah disana.
"Enggak, aku gak ganggu Zayn..maksudku kak Zayn." Zahwa bermanja-manja dengan Rey, dia lebih suka main dengan Rey daripada dengan Zayn saudara kembarnya.
"Rey, kamu jangan belain Zahwa...lihat nih Zayn sampai menangis dan tangannya berdarah di cakar sama Zahwa." Kata Amayra pada Rey, sambil menunjukkan tangan Zayn yang terluka. "Ayo Zayn, mama obati luka kamu ya nak." ucap Amayra pada anak laki-lakinya.
"Iya ma," Zayn menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca habis menangis.
"Dan kamu Zahwa...kamu berhutang maaf sama kakak kamu. Rey, tolong nasehatin Zahwa ya!" ujar Amayra meminta tolong pada Rey.
"Oke Tante," jawab Rey sambil mengedipkan sebelah matanya.
Rey adalah orang yang paling dekat dengan Zahwa dan Zahwa selalu mendengarkan nasehatnya. Selagi Amayra membawa Zayn, Rey mengajak Zahwa pergi ke taman belakang rumah, dia memperlihatkan Zahwa bahwa di dalam akuarium ada sesuatu yang baru.
"Zahwa, coba lihat di akuarium ada apa?" Rey melirik ke arah akuarium sambil tersenyum ramah.
"Ada ikan, ada air, ada batu, ada penyaring air terus-"
"Hem bukan itu Zahwa, coba lihat lagi di akuarium ini apa ada sesuatu yang baru?" Rey meminta Zahwa melihat di akuarium itu ada apa saja.
Mata polos Zahwa menatap akuarium itu dan memperhatikannya baik-baik. "Mana? Gak ada apa-apa," Zahwa masih celingukan kesana kemari.
"Coba lihat lagi yang benar, apa ada yang berbeda di akuarium ini?" Rey meminta Zahwa terus mencari cari apa yang baru di dalam akuarium.
Zahwa terdiam, dia memperhatikan ikan dan setiap sudut di kolam itu dengan mata terbuka lebar. Rey tersenyum, dia gemas melihat Zahwa yang terlihat berkonsentrasi itu. "Ketemu gak?" tanya Rey tidak sabar.
Padahal tepat di depan matanya, tapi dia gak lihat? Dasar tidak teliti.
"Belum ketemu kak, sabar dong!" Kata Zahwa sambil memegang akuarium itu untuk mencarinya.
Kemudian Zahwa tersenyum lebar, dia menatap ke arah Rey. "Kakak..."
"Apa? Kamu menemukan apa, Zahwa?" tanya Rey sambil tersenyum.
__ADS_1
"Makasih kakak!"
Dengan tubuh kecilnya itu Zahwa memeluk Rey. Dia terlihat sangat bahagia, entah apa yang dia lihat disana. "Makasih untuk apa? Yang jelas dong bicaranya," ucap Rey bertanya pada gadis kecil yang tingginya jauh dibawahnya.
"Nemo...ada Nemo disana, apa kakak yang membawanya?" Zahwa tersenyum-senyum melihat ikan hias memiliki warna orange, putih seperti ikan hias didalam film Finding Nemo.
Rey mengangguk, "Ya, aku yang membawanya."
"Asik! Aku bisa membawanya ke rumah!" Zahwa gemas melihat ikan Nemo dari serial kesukaannya itu.
"Gak, kamu gak boleh bawa ke rumah. Ikan Nemo ini punya kakak," Rey menunjuk ke arah dirinya sendiri.
Zahwa mengerutkan keningnya, dia menatap Rey dengan terheran-heran. "Bukannya kakak menunjukkan Nemo itu buatku?"
"Tidak, aku tidak menunjukkannnya buat kamu. Ini punyaku, tapi...aku akan berikan Nemonya sama kamu. Asalkan kamu minta maaf sama Zayn dan panggil dia dengan sebutan kakak!" bujuk Rey pada Zahwa.
"Huh...kenapa sih semua orang suruh aku minta maaf sama Zayn? Kan bukan aku saja yang salah, Zayn saja yang pelit." Zahwa menyilangkan kedua tangannya didada, dia kesal karena semua orang menyuruhnya untuk minta maaf pada Zayn.
"Zahwa embem, gak boleh loh bilang nama pada orang yang lebih tua dari kamu. Kamu harus panggil kakak." Rey menasehati Zahwa untuk bersikap sopan pada Zayn kakaknya.
Zahwa dipanggil embem karena pipinya yang tembem. Zahwa tumbuh menjadi anak periang namun dia terkenal usil dan disaat Zahwa usil, Rey lah yang akan menenangkannya.
"Zahwa, kamu lupa ya...Zayn lahir lebih dulu dari kamu. Artinya dia adalah kakak kamu, jadi kamu harus sopan sama dia. Kalau kamu mau minta maaf dan bersikap sopan sama Zayn, kakak akan kasih Nemo sama Doris juga."
"Doris? Kakak punya Doris juga?!" Zahwa bersemangat saat mendengar nama Doris dalam film kesukaannya. "Benar-benar ikan Doris kan, kak Rey?"
"Iya, nanti akan aku tunjukkan kalau kamu mau meminta maaf pada Zayn dan memanggilnya kakak!" Bujuk Rey pada anak kecil yang gemas itu.
Zahwa terdiam, lalu dia berkata bahwa dia akan melakukan semua yang di suruh oleh Rey tapi Rey harus berjanji padanya untuk memberikan Doris dan Nemo.
"Oke, kakak janji!"
"Janji jempol dulu!" Zahwa menyodorkan jempolnya.
"Ya deh iya..." Rey tersenyum, dia pun menautkan jari jempolnya pada Rey sebagai tanda janjinya dengan Zahwa.
"Oke, sekarang cap janjinya?" Zahwa merentangkan 5 jarinya. Lalu Rey pun menepuk tangan kecil Zahwa.
__ADS_1
"Sudah, sekarang kamu minta maaf dulu sama Zayn dan panggil dia kakak ya?" Rey meminta Zahwa untuk pergi pada Zayn. Zahwa mengangguk lalu dia berlari masuk ke dalam rumah dengan kaki kecilnya, Rey tersenyum dan melihatnya dari belakang.
Tanpa mereka sadari, Diana dan Nilam melihat bahkan mendengar percakapan dua anak itu. "Setiap hari mama semakin kagum saja dengan Rey, tidak salah menjadikan Rey sebagai anak kamu dan Bram, juga cucu mama." kata Nilam yang memakai kacamata, kulitnya sudah mulai keriput.
"Rey memang anak kami ma," ucap Diana sambil menyeruput sesuatu didalam cangkir. Dia bangga pada Rey, selain cerdas sikapnya juga dewasa.
"Benar, dia adalah sosok kakak yang sangat baik untuk Zayn dan Zahwa. Mama bangga sekali pada cucu mama," ucap Nilam sambil tersenyum tulus.
Dulu mama bersikeras tidak mau menerima Rey, sekarang mama sangat sayang padanya. Rey memang anak yang Sholeh dan baik.
"Iya ma, benar...dia selalu bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan bijak walau usianya baru 13 tahun."
Syukurlah ada Rey, kalau tidak hidupku dan mas Bram pasti akan kesepian selamanya tanpa kehadiran seorang anak. Tapi ada Rey yang menjadi anakku dan mas Bram, aku bangga dan aku bahagia.
"Kamu benar Diana," ucap Nilam membenarkan. "Dan yang lebih hebatnya lagi dia bisa meruntuhkan keras kepala Zahwa," Nilam memuji Rey lagi.
"Iya Ma, mama benar..."
Tiba-tiba saja aku merasa sesuatu di perutku? Kenapa ya akhir-akhir ini tubuhku terasa berat?
Usai baikan dengan saudara kembarnya, mereka pun bermain bersama ditemani oleh Rey juga. Sementara Amayra dan Satria sibuk memasak di dapur untuk makan siang, Cakra dan Nilam berada di ruang tengah memperhatikan ketiga cucu mereka yang sedang bermain.
Terlihat Diana dan Bram yang baru saja menuruni tangga, mereka hendak menghampiri si kembar dan Rey. Namun ditengah-tengah perjalanan, Diana memegang kepalanya.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Mas...aku, aku-"
BRUGH!
"Diana!"
Semua orang kaget melihat Diana tiba-tiba saja jatuh pingsan. "Sayang!" Bram menopang tubuh Diana.
"Mama?"
"Tante Diana!" Si kembar terkejut juga.
__ADS_1
...****...