Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 153. Aku kecewa, Mas


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Satria melihat istrinya yang terlihat bingung dan syok. Air mata jatuh membasahi pipi Amayra, dia linglung disana. Satria pun menghampiri Amayra dan memegang kedua bahunya.


"May..."


Sepertinya Amayra sudah tau, baiklah tinggal katakan saja.


"Apa semua ini Mas? Dokter Candra..polisi...kenapa nama ayah dibawa-bawa?" Tanya Amayra kebingungan, dia sedang berusaha mencerna apa yang dia dengar.


"May, semua yang kamu dengar dari polisi itu benar. Dokter Candra, dia melakukan kelalaian dalam operasi ayah...dalam laporan terakhir tentang kondisi ayah disebutkan bahwa kemungkinan besar ayah selamat saat operasi itu adalah 90 persen. Tapi, dokter Candra...dia salah memotong sesuatu dibagian otak dan..."


"Cukup! Cukup Mas, aku gak mau dengar lagi!" Amayra menangis sambil menggelengkan kepalanya. "Jadi.. ayah masih bisa selamat kalau operasinya berhasil. Tapi...karena kesalahan dokter itu, ayah...ayah meninggal..hiks.."


Berat hati Amayra menerima semua kenyataan ini, apalagi jika itu tentang ayahnya. Amayra memang baik, tapi tidak selamanya dia bisa sabar. Dia juga manusia yang bisa marah, kesabaran itu memiliki batas. Dan kali ini Amayra benar-benar marah dengan Dokter yang sudah mengoperasi ayahnya.


"May, aku antar kamu pulang ya?" Bujuk Satria sambil memegang tangan istrinya.


Amaya menepis tangan Satria, dia terlihat marah. "Lepas!"


"May, aku mengerti kamu marah pada dokter Candra. Tapi dia akan mendapatkan ganjarannya." Ucap Satria.


"Kamu pikir aku marah pada dokter Candra saja?" Amayra menoleh ke arah suaminya, menatap sinis Satria. Emosinya sekarang sedang labil.

__ADS_1


"May..."lirih Satria.


Untuk pertama kalinya Satria melihat Amayra menatapnya dengan marah. Dia tak pernah melihat istrinya emosi seperti ini. "May, kamu marah karena aku tidak memberitahu kamu dari awal? Aku minta maaf May," ucap Satria seraya meminta maaf pada istrinya.


"Sebenarnya berapa banyak lagi.."


"Apa May?" Satria tak paham.


"Berapa banyak lagi hal yang kamu sembunyikan dariku Mas? Kamu bilang kita harus selalu jujur satu sama lain, sekecil apapun masalah yang kita hadapi. Tapi kamu bahkan menutupi banyak hal dariku," ucap wanita itu sambil menangis, meringis kecewa pada suaminya.


Amayra memperlihatkan foto Clara dan Satria pada suaminya itu. "Ini Mas, kalau kamu masih gak paham juga!"


Satria terperanjat melihat foto itu, "May.. kamu tau pasti, kan itu gak benar? Apa kamu gak percaya sama aku?"


"Syukurlah kalau kamu percaya sama aku...tapi aku punya alasan kenapa aku gak bilang sama kamu. Aku takut kamu salah paham May,"


Amayra menggeleng kecewa, "Takut salah paham? Justru dengan Mas menyembunyikan malah bisa membuat aku salah paham! Aku siapa sih Mas, aku bahkan tidak tau tentang kamu? Tentang masalah ini bahkan masalah ayah saja aku gak tau! Apa Mas masih menganggapku anak kecil?"


Satria kaget melihat Amayra begitu emosional, "May, sayang... bukan seperti itu. Aku punya alasan.."


"Udahlah Mas, aku mau pulang. Aku lelah.." ucap Amayra sambil berjalan pergi dengan kecewa meninggalkan suaminya.


"Aku akan jelaskan saat di rumah," ucap Satria merasa bersalah.

__ADS_1


Amayra menoleh lalu berkata, "Aku kecewa, Mas.." Amayra melangkah pergi darisana.


"Astagfirullah Satria.. kenapa masalah terus menerus menguji rumah tangga kami?" gumam Satria sambil memegang kepalanya.


Niat hati ingin mengantar istrinya pulang, namun Satria masih ada satu kali lagi memantau operasi dan tanggungjawabnya sebagai dokter kepala yang tak bisa dia tinggalkan.


Malam itu sepulang dari rumah sakit, Satria kembali ke rumahnya. Dia tidak mendapatkan sambutan dari Amayra seperti biasanya. Satria sudah menduga bahwa Amayra sangat marah padanya.


Salahnya sendiri, kenapa dia menyembunyikan masalah pak Harun dan kejadian di Afrika. Wajar saja Amayra marah.


"Sayang, aku pulang.. kamu sudah tidur ya?" Tanya Satria pada istrinya yang berbaring diatas ranjang dengan kondisi mata tertutup.


Tidak ada jawaban dari Amayra, bahkan ketika Satria menyentuh tangan istrinya itu. "May, aku bawakan martabak coklat keju. Aku simpan di atas meja... nanti kamu makan ya. Aku akan tidur di kamar sebelah," bisik Satria pada istrinya itu.


Padahal besok adalah tanggal 15, gimana bisa aku merayakan anniversary kami? Kalau suasananya saja seperti ini.


Amayra langsung beranjak duduk dan menatap suaminya. "Jadi, Mas.. mau menghindar saja dan gak mau menjelaskan?" Tanya Amayra tajam.


Dasar, tadi aja dia diamkan aku. Sekarang dia mau bicara juga sama aku, dasar wanita..kadang aku tak mengerti.


Satria tersenyum dan menghela napasnya, "Oke, aku jelaskan. Tapi kamu jangan emosi dulu,"


...----***----...

__ADS_1


__ADS_2