
...🍀🍀🍀...
"Anna kamu kenapa?" Tanya Amayra cemas pada sahabat sekaligus keponakannya itu.
["Aku mau pulang huaahhhh.. eh..tapi aku udah pulang nih, tapi aku takut pulang huaahh.. hiks.."] Anna menangis tersedu-sedu.
"Kamu dimana Anna? Kenapa kamu nangis?" Tanya Amayra pada Anna.
["Aku lagi nunggu mobil taksi, aku pulang ke Indonesia...tapi aku takut pulang ke rumah,"]
"Kenapa An? Aku lagi di rumah mama nih, sama Rey.."
["Nanti aku ceritain deh, sekarang kamu bantu aku ya May. Pas aku pulang, tolong bukain pintu belakang diam-diam..aku takut dimarahin Opa sama Oma,"] Suara Anna terdengar ketakutan.
"Eh, kok gitu sih? Kalau kamu udah pulang. Aku suruh pak Muin jemput kamu aja ya!" Saran Amayra pada Anna.
["Gak usah, aku mau main dulu.. dah May, aku cuma mau bilang itu aja."] ucap Anna lalu menutup telponnya begitu saja.
Tut...Tut...Tut..
"Yah...kok udah dimatiin aja, aku kan belum selesai ngomong. Tapi kenapa Anna tiba-tiba pulang ya? Kenapa dia nangis dan kayak ketakutan gitu?" Gumam Amayra cemas pada Anna.
...*****...
Anna sendiri sedang naik taksi, dengan kondisi mata sembab dan merah. Rambut pendeknya kini sudah diwarnai dengan warna merah. Anna memakai rok pendek dan sepatu boots hitam, penampilannya layaknya orang luar negeri. Mungkin dia sudah terpengaruh budaya negeri orang itu.
"Gawat kalau opa, oma sama om Satria dan om Bram sampai tau kalau aku di DO dari kampus. Hiks...gimana ini. Cepat atau lambat mereka akan tau berita tentang ku. Ini semua gara-gara si Mikhael...dia menjebak ku!" Anna menundukkan kepalanya, dia masih menangis sedih. Anna mengirim pesan lagi pada Amayra, mengingatkannya kembali bahwa Amayra tidak boleh memberitahukan tentang kepulangannya dulu, juga untuk diam-diam membuka pintu belakang.
"Mau kemana neng?" Tanya si supir taksi yang belum tau arah tujuannya mau kemana.
"Berhenti didepan sana ya pak!" Ujar Anna pada si supir taksi sambil melihat ke arah luar kaca mobil.Tatapannya tertuju pada sebuah cafe, ya cafe itu berada didepan kampus Amayra.
Aku lapar, aku harusnya makan dulu.
Si supir taksi itu memberhentikan mobilnya di pinggir cafe. Anna turun dari mobil taksi itu dan hendak membayar si supir taksi. Namun dia tak punya uang cash didalam dompetnya.
"F*ck! Gak ada uang cash lagi," ucap Anna mendesis kesal. Anna yang dulunya adalah gadis polos dan sopan, kini bisa mengumpat bahkan mengucapkan kata-kata kasar.
"Neng, cepetan bayar dong! Saya mau pulang nih,"
"Pak, maaf saya gak punya uang cash. Gimana kalau saya tinggalkan nomor hp atau alamat saya sama bapak. Nanti saya bayar, saya gak bohong pak!"
__ADS_1
"Alah si eneng, bayar sekarang ah gak mau tau neng!" Kata supir taksi itu yang tidak mau tau apa-apa.
"Ish.. si bapak! Dibilangin saya gak punya uang cash. Nih lihat kalau bapak gak percaya," Anna sampai memperlihatkan isi dompetnya yang kosong itu. Hanya ada beberapa kartu kredit didalam sana.
Supir taksi tetap bersikeras bahwa Anna harus membayarnya saat itu juga. Anna mulai kesal, dia tak tahu harus menghubungi siapa untuk minta uang. Pasalnya, dia takut mengubungi orang rumah. Kalau menghubungi Amayra, takutnya terlalu lama.
Anna pun melihat 2 orang pria keluar dari cafe itu, dia menghampiri dua orang pria itu. Anna mengenali kedua pria yang ada didepannya itu.
Bukannya mereka temannya Amayra yang waktu itu melayat ke rumah?
Ken dan Anton menatap bingung kepada Anna yang tiba-tiba saja menghadang jalan mereka. Ken dan Anton memperhatikan penampilan Anna yang seksi dan bisa menggoda iman itu.
Ini cewek kayak kenal deh, pernah ketemu dimana ya?. Ken membatin.
"Pinjam uang dong 120 ribu aja," kata Anna memberanikan diri sambil menengadahkan tangannya.
"Lo ngomong sama gue?" Tanya Ken sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Atau sama gue?" Tanya Anton yang juga ada disana. Anton merasa familiar dengan sosok Anna, sama halnya seperti Ken yang merasa pernah bertemu dengan Anna.
Anna menunjuk ke arah Ken, "Lo.. gue ngomong sama Lo. Cepetan, gue pinjem uang?" Tanya Anna tak sopan.
"Pinjem uang!" Anna memaksa sambil mencekal tangan Ken. Ken menoleh ke arah Anna dengan kesal.
"Apa-apaan sih Lo?!" Tanya Ken sambil mengerutkan keningnya.
"Neng cepetan! Bapak mau pulang!" ujar si bapak supir taksi dari dalam mobilnya.
"Sabar pak, ini pacar saya mau bayarin! Cepet bayarin uang taksinya!" Anna merengek pada pria yang bahkan belum dikenalnya itu. Dia mendorong Ken ke depan mobil taksi.
Anton menahan tawa dengan kelakuan Anna pada Ken.
"Hei...Lo benar-benar ya.."
"Sorry, tapi Lo harus bayarin dulu ongkos taksi gue," Anna mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Ken.
"Lo gila ya? Gue masih jomblo, tau!" Ken protes karena Anna mengaku sebagai pacarnya. Ken sambil menggelengkan kepalanya. Dia pun mengeluarkan uang tunai di dalam dompetnya. Satu lembar berwarna merah dan satunya lagi warna biru, dia menyerahkan uang itu pada supir taksi.
"Maaf Mas, gak ada kembaliannya.." ucap supir taksi itu.
"Ambil aja semua pak," jawab Ken sambil tersenyum.
__ADS_1
Supir taksi itu pergi dari sana setelah dibayar. Ken mendengus kesal, dia mengajak Anton untuk pulang.
"Eh, tunggu! Kalian mau kemana?" Tanya Anna pada Ken dan Anton.
"Kenapa? Lo mau balikin duit gue? Gak usah!" kata Ken sarkas dan dingin.
"Bukan itu, tapi gue lapar...gue pengen makan," ucap Anna dengan wajah memelas. Dia memegang perutnya yang sudah berbunyi dari tadi.
"Terus apa hubungannya sama kita?" Tanya Ken sambil melirik ke arah Anna dengan sinis.
"Kalian teman Amayra kan? Itu artinya kalian temanku juga," ucap Anna percaya diri.
"Tunggu.. Lo kenal Amayra?" Tanya Ken langsung antusias jika soal Amayra.
"Bukan kenal lagi, dia kan istrinya om gue." Anna tersenyum lebar. "Gue Anna, keponakannya suami Amayra." Anna memperkenalkan dirinya pada Anton dan Ken.
"Oh pantesan gue kayak gak asing sama Lo. Gue Anton dan ini Ken.." ucap Anton ramah. Sementara Ken terlihat cuek pada Anna.
Sebel banget, titel jombloku di cemarkan sama cewek ini.
"Salam kenal Anton, Ken.." ucap Anna sambil tersenyum pada kedua pria itu. "Hey Ken, gue pinjem lagi uang Lo dong.."
"Apa?"
"Gue laper..gue gak ada uang cash," ucap Anna merengek pada Ken.
"Minta aja sama si Anton sana," ucap Ken menolak tegas dan dingin.
Anna mendekati Ken dengan terburu-buru sambil mendorong kopernya, tak sengaja kakinya tersandung kopernya sendiri dan dia jatuh pada tubuh Ken.
"Aduh!!" Tanpa sadar Anna memeluk tubuh Ken. Dia menengadah melihat ke arah Ken.
"Lo tuh jalan pake mata gak sih?!" Protes Ken kesal.
Gan...ganteng..banget..Oh my God!
...----****----...
Apakah ini tanda hadirnya couple baru?
Masih kurang up nya? Like tembus 150, komen tembus 25.. author up lagi.😂😉
__ADS_1