Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 158. Aku sayang kamu


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Subuh itu, setelah Satria dan Amayra selesai bersetubuh. Satria mengajak istrinya untuk mandi bersama. Namun, istrinya masih tertidur pulas karena lelah bahkan dengan posisi tengkurap. Amayra memakai piyama tidur, rambutnya tergerai panjang tanpa mengenakan hijab.


Ya, dia melepas hijabnya karena disana hanya ada dia dan suaminya saja. Suasana kamar itu benar-benar cocok dengan suasana bulan madu untuk pengantin baru, Bram sengaja memilih hotel dengan kamar paling besar dan mewah untuk adik dan adik iparnya itu agar mereka bisa berduaan.


"Sayang...bangun yuk? Bentar lagi subuh sayang, kita mandi yuk.." ajak Satria sambil memeluk istrinya.


"Ehm...ugh..." Amayra mengerang dengan malas, dia masih menutup matanya.


Ya Allah tubuhku sakit semua, walau Mas Satria sempat beristirahat dulu.. tapi dia. Ah, aku tak bisa mengimbanginya. Padahal aku lebih muda darinya, bagaimana bisa Mas Satria begitu energik? Ah.. aku malas bangun.


"Sayang, nanti udah bersih-bersih sama shalat subuh..kamu boleh tidur lagi. Yuk sekarang mandi sayang?" Ajak Satria sambil mencium leher istrinya dengan lembut.


Cup!


"Geli.." lirih Amayra.


Beberapa jejak ditinggalkan Satria di tubuh Amayra, jejak penuh tanda cinta setelah semalam yang penuh gairah. Menandakan Satria sangat menyayangi dan mencintai istrinya itu. "Yang.." panggil Satria dengan suara lembut pada istrinya.


"Aku capek Mas..jangan ngajak lagi," sahut Amayra sambil menaikkan selimutnya.


"Siapa yang mau ngajak lagi? Aku cuma mau ngajak mandi bareng," sanggah Satria atas ucapan istrinya.


"Mandi bareng itu.. ngajak juga Mas," jawab Amayra dengan mata tertutup.


"Gak kok, beneran. Cuma mandi bareng, lagian mana tega aku buat istriku kelelahan lagi setelah semalam." ucap Satria membujuk.


"Ini bukan salah satu rayuan kamu kan, Mas? Karena aku benar-benar capek.." ucap Amayra sambil membalikkan tubuhnya pada Satria.


"Iya sayang, janji..Mas gak akan ngapa-ngapain," Satria mengecup bibir istrinya dengan lembut. Kemudian dia beranjak duduk dan memegang tangan istrinya, "Ayo bangun sayang.."


Amayra kesulitan untuk bangun bahkan membuka matanya, "Iyah.. Mas, bentar.. aku lem-"


Satria tiba-tiba menggendong istrinya. "Mas??"


"Kamu tenang saja ya sayang, aku bawa kamu ke kamar mandi. Pelayan Satria akan sangat memuaskan," Satria tersenyum dan masih berenergi.


"Mas jangan macam-macam ya?" Amayra membuka matanya, lalu dia menatap Satria.


"Ish kamu ini curigaan terus, cuma mandi aja sayang."


"Awas kalau mandinya plus-plus!" Wanita itu mengingatkan dengan tegas.


"Enggak May, mandi doang!" Ucap Satria tegas.


"Oke," Amayra mengalungkan tangannya di leher Satria.


Apa yang diucapkan Satria sesuai janjinya, mereka hanya mandi bersama dan Satria bahkan memijat Amayra yang lelah itu dengan penuh kasih sayang. Selesai mandi dan bersih-bersih, keduanya melaksanakan shalat subuh berjamaah.


Mereka berdoa dalam hati masing-masing, agar selalu mendapatkan kebahagiaan keluarga. Selalu disehatkan semua orang tercinta mereka dan pernikahan mereka bertahan sampai akhir hayat.


Setelah shalat subuh, Amayra bukannya pergi tidur seperti niatnya tadi. Dia melantunkan ayat suci Alquran dan Satria mendengarkan suara indah istrinya itu.


"Masyaallah, udah cantik, pintar, istri Mas juga sholehah.. suaranya bagus," ucap Satria memuji istrinya yang baru saja selesai mengaji. "Beruntung sekali aku menikah dengan wanita yang satu dari sejuta!" ucapnya lagi.

__ADS_1


"Masyaallah, aku juga sangat beruntung bisa menikah dengan suami yang baik, pintar, sholeh, dokter ganteng dan juga yang paling penting...suamiku ini adalah penyelamat hidupku. Cahaya terang dalam kegelapan hidupku," ucap Amayra sambil menatap suaminya penuh cinta.


Dia mendekati Satria yang sedang rebahan di atas ranjang dengan piyama tidurnya.


Hati Satria berdebar diiringi rasa haru ketika mendengar pujian dari istrinya. Dia memeluk Amayra dari belakang. "Sayang,"


"Ya, Mas?" sahut wanita itu sambil tersenyum dan memegang tangan suaminya yang melingkar di perutnya.


"Tangan kamu dingin ya? Sini masukkan kesini biar hangat!" Satria membalikkan tubuh istrinya, dia memasukkan telapak tangan Amayra ke dalam saku piyamanya.


"Aku gak apa-apa kok Mas.."


Eh, kok seperti ada sesuatu di saku piyama Mas Satria?


Satria senyum-senyum melihat wajah bingung Amayra.


Sepertinya Amayra sudah menemukan itu.


"Mas, kok kayaknya ada sesuatu di saku bajumu?" Tanya Amayra bingung, dia merasakan ada sesuatu didalam saku baju suaminya.


"Oh ya? Aku gak tau tuh, coba kamu ambil..aku mau lihat," ucap Satria pada istrinya.


Amayra mengambil barang itu, yang ternyata adalah sebuah gelang dihiasi permata ungu yang indah. "Mas, apa ini?" Wanita itu terpana melihat gelang indah yang kini berada ditangannya.


"Ini gelang May, masa kamu gak tau?"


Jawaban Satria membuat Amayra terkekeh, "Ya Mas.. aku tau ini gelang, tapi kenapa gelang ini berada di sakumu?"


Satria mengambil gelang itu, dia memasangkannya di pergelangan tangan Amayra yang polos. "Kamu suka gelangnya?" tatap Satria.


"Ya, memang cocok untuk kamu. Berarti aku gak salah pilih, bagus kalau kamu suka."


"Iya aku suka kok Mas, tapi kenapa Mas kasih aku gelang?" Tanya Amayra sambil memandangi gelang yang kini terpasang ditangan kirinya.


"Ulang tahun pernikahan," jawab Satria sambil tersenyum.


"Ya?"


"Hadiah ulang tahun pernikahan kita yang ke setahun, selamat hari anniversary.." Satria meraih leher istrinya kemudian dia mencium kening Amayra penuh kasih sayang.


"Makasih Mas, tapi aku belum kasih apa-apa sama Mas.." ucap Amayra.


Itu karena aku pikir Mas Satria gak ingat, jadi aku gak menyiapkan apa-apa.


"Kata siapa kamu gak kasih apa-apa? Kamu udah kasih aku malam memuaskan dan banyak cinta. Itu udah cukup," ucap Satria sambil memeluk istrinya.


"Aku sayang kamu Mas,"


"Aku lebih sayang," ucap Satria menjawab.


Setelah honeymoon sehari itu, hubungan Amayra dan Satria semakin dekat. Amayra juga mulai disibukkan dengan membantu ibu mertuanya untuk persiapan pernikahan Diana dan Bram yang sudah tinggal 1 Minggu lagi.


Selama satu minggu itu, Bram dan Diana tidak saling bertemu satu sama lain dengan alasan sedang dipingit dan pamali. Meskipun tak saling bertemu, mereka masih menjalin komunikasi dengan telepon.


Disisi lain, dokter Candra berada dibalik jeruji besi karena kesalahannya. Sidang putusan hukumannya belum dilakukan.

__ADS_1


Hanya tinggal h-5 pernikahan Bram dan Diana. Segala sesuatu telah siap. Hari itu Amayra pergi ke kampusnya, dia sudah mau menginjak semester dua. Anna juga sekarang pindah ke kampus yang sama dengan kampus Amayra.


Mereka pun selalu berangkat bersama, Amayra berusaha membuat Anna kembali ke dirinya yang dulu.


"May, hari ini aku ada kelas sampe sore."


"Terus kenapa?" Tanya Amayra pada Anna.


"Aku malas masuk kelas, aku mau lihat konser musiknya Ken!" Kata Anna menggerutu.


Lisa dan Amayra melihat ke arah Anna, karena gadis itu selalu membahas Ken bahkan mengikuti Ken kemana-mana.


Apa jangan-jangan benar dugaanku, kalau Anna suka sama Ken?. Amayra membatin.


"Kamu udah bolos kelas dua kali An. Kali ini kamu harus masuk kelas.."


"Tapi aku malas May," ucap Anna dengan bibir yang mengerucut. Kini penampilan Anna sudah mulai tertutup, tidak seperti sebelumnya.


"Bukannya kamu ada satu kelas yang sama dengan Ken? Jadi, kamu kan bisa bertemu dengannya dulu." Ucap Lisa memberitahu.


"Oh ya ya, kelas pertama aku satu kelas sama Ken." Anna langsung tersenyum semangat, dia pun berjalan mendahului Amayra dan Lisa menuju ke kelasnya. Dia tak sabar untuk bertemu dengan Ken.


Lisa dan Amayra melihat sikap Anna. "May, kayaknya Anna..." Lisa melirik ke arah temannya itu.


"Hem, Anna suka sama Ken?" tebak Amayra.


"Ternyata pikiran kita sama May," jawab Lisa sambil mengangguk.


"Kalau Anna suka sama Ken, apa Ken juga suka sama Anna ya?" Gumam Amayra bingung. Selama ini dia melihat Ken selalu dingin pada Anna dan wanita lain yang mendekatinya.


"Maaf May, tapi dia gak suka sama keponakan kamu."


"Ah.. apa jangan-jangan dia udah suka sama seseorang? Tapi dia gak pernah kelihatan Deket sama cewek deh. Kasian kan Anna kalau dia merasa di PHP-in sama Ken." Amayra sangat memikirkan perasaan Anna. Dia takut Anna yang baru pertama kali jatuh cinta, akan patah hati.


"Iya dia udah suka sama cewek lain," sahut Lisa.


Itu kamu May, Ken masih suka sama kamu.


"Oh ya? Apa mereka pacaran?" Tanya Amayra penasaran dengan mata polosnya ia menatap Amayra.


"Mana mungkin hahaha.." Lisa malah tertawa.


Untung Amayra gak peka.


Hem...kalau Ken udah punya orang yang dia suka harusnya dia bicara sama Anna. Batin Amayra.


"Nanti aku coba deh ngomong sama Ken," ucap Amayra pelan sambil berfikir. Dia tak mau Anna tersakiti oleh Ken karena merasa di PHP kan.


"Lo mau ngomong apa sama gue?" Tanya Ken yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Amayra.


"Astagfirullah Ken! Kamu ngagetin aku," ucap Amayra sambil menoleh ke arah Ken.


Ken menatap tajam ke arah Amayra.


...----****----...

__ADS_1


__ADS_2