Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 201. Maaf aku terlambat


__ADS_3

Amayra dan suaminya dalam perjalanan kembali ke Jakarta, mereka bersenda gurau dengan bahagia. Di dalam mobil, Amayra duduk sambil makan cemilan.


Sesekali dia mengelus perut buncitnya itu dengan penuh kasih sayang. "Sayang, aku udah gak sabar pengen beli keperluan anak-anak kita. Kayaknya lucu ya kalau kita beli barang couple untuk anak kembar kita."


"Iya mas, aku juga sudah membayangkan pakaian, sepatu yang akan dipakai oleh anak kembar kita nanti. Mereka akan tumbuh besar bersama, mereka pasti sangat lucu seperti kamu."


"Kenapa kamu bilang seperti aku saja? Seperti kamu juga dong, biar gemas dan manja." Satria mencubit pipi Amayra yang gembul itu.


"Ish...mas... fokus aja menyetir." ucap Amayra dengan bibir yang mengerucut.


"Iya deh sayang, iya." Satria melepaskan cubitannya dari pipi Amayra. Dia fokus pada jalanan, sementara itu Amayra sedang makan buah apel setelah menghabiskan cemilan coklatnya.


Padahal dia sudah makan sate 50 tusuk ditambah nasi dan pecel lele. Tapi dia masih belum kenyang? Ternyata...ada dua didalam sana. Anakku kembar!


Satria melirik ke arah perut buncit istrinya. Dia bahagia melihat Amayra banyak makan dan tidak mual-mual sama seperti waktu hamil Rey dulu, Amayra begitu kuat dan sehat pada kehamilannya kali ini.


Mereka berdua kini berada di pertigaan jalan raya, lebih tepatnya di lampu stop. Ketika lampu hijau menyala, entah dari mana datangnya. Sebuah mobil truk melaju kencang ke arah mobil yang ditumpangi Satria dan istrinya.


"Mas! Awas!!" Amayra berteriak panik melihat mobil truk itu tinggal beberapa meter lagi jaraknya dari mobil yang mereka tumpangi.


Satria banting stir ke arah kiri, namun sialnya disana juga ada mobil lain dari arah berlawanan melaju ke arahnya.


Din..Din....Diiiiinnnn..


Satria memijat klakson, mobilnya terjepit diantara truk dan mobil sedan itu. Amayra panik dan mendekat ke arah suaminya.


"Mas!!" pekik wanita hamil itu sambil memegang tangan suaminya.


Kini mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan, berdoa untuk keselamatan. Mereka sudah tidak bisa bergerak dan menghindar.


Hingga beberapa mobil datang entah dari mana dan menghadang mobil Satria agar tidak tertabrak truk. Namun sayangnya, mobil yang ditumpangi Satria sudah tertabrak oleh mobil sedan.


BRAK


BRAK


Mobil Satria terseret hingga ke pembatas jalan.


"Satria!" Teriak seorang pria yang keluar dari salah satu mobil yang menghadang mobil truk itu.


Dia adalah pria bermasker dan bertato ular hitam, alias Bima. Bima dan beberapa orang anak buahnya keluar dari mobil dalam kondisi luka-luka.


Terlihat mobil Satria yang berasap, bensinnya bercucuran ke aspal. Bima berlari mendekati mobil itu dalam kondisi kepala dan tangan yang terluka.


"Bos! Bos Bima!"


"Kalian urus supir truk itu, jangan sampai lolos!" Titah Bima pada anak buahnya.

__ADS_1


Bima sudah mendekat ke arah mobil, dia melihat Satria sedang memeluk Amayra. Saudara kembarnya itu setengah sadar dalam kondisi tubuh yang berdarah-darah. "Mas...mas Satria," lirih Amayra memanggil suaminya yang terluka demi melindunginya.


"May.." lirih Satria dalam kondisi lemah.


Wanita hamil itu juga terluka, terlihat kepalanya berdarah. Samar-samar kesadarannya mulai hilang, dia melihat Bima di depan pintu mobil. Amayra jatuh tidak sadarkan diri lebih dulu di pelukan Satria.


"May? Sayang? May..." Satria memegangi istrinya, suaranya lemah. Satria sudah kehilangan tenaga untuk mengangkat istrinya. Hingga akhirnya cahaya harapan datang menghampirinya, orang itu adalah Bima. "Mas...tolong selamatkan istri saya."


"Tapi...kamu juga terluka!" Seru Bima yang ingin menyelamatkan Satria lebih dulu.


"Tolong dulu...istri saya...dia sedang hamil." ucap Satria dengan suara parau dan lemah.


Bima mengangkat tubuh Amayra dari dalam mobil sampai keluar dari sana. "Ughh... tanganku." gumam Bima merasakan tangan kanannya hampir patah.


Pria itu berhasil membawa Amayra yang tidak sadarkan diri keluar dari mobil. Kemudian dia menyelamatkan Satria yang tidak sadarkan diri. Beberapa detik kemudian, mobil itu meledak dipinggir jalan.


Blarrrrr...


Api itu begitu besar hingga asap hitamnya mengepul ke awal. Bima melihat sepasang suami istri itu tidak sadarkan diri berbaring di atas aspal.


Haahh... Satria maaf aku terlambat. Bima membatin. Dia hanya mempedulikan Satria dan acuh pada Amayra.


"Bos, kami sudah menangkap pelakunya!" kata Jack melaporkan pada Bima.


"Jangan dulu dibawa ke kantor polisi, siksa dan interogasi orang itu sampai mengaku." ucap Bima lemas.


"Baik bos. Ambulance sedang dalam perjalanan kemari,"


Mereka dilarikan ke ruang UGD dan segera ditangani oleh staf medis di rumah sakit Purwakarta karena pada saat itu mereka masih berada di Purwakarta.


Ketiganya menjalani perawatan dalam satu ruangan yang disekat oleh tirai. Satria mengalami luka paling parah, Amayra mengalami syok dan bayinya juga tegang, sementara Bima mengalami luka ringan di kepala dan patah tulang ditangan.


Dia sudah sadarkan diri lebih dulu dan melihat pasangan suami istri itu. "Dok, bagaimana keadaan adik dan adik ipar saya?" tanya Bima yang sudah melepaskan maskernya. Bima memakai baju pasien.


"Anda keluarga mereka?" tanya dokter yang memeriksa Satria dan Amayra.


"Benar, dokter bisa lihat sendiri kan? Wajah saya mirip dengan adik saya." jawab Bima dengan kening berkerut, dia mencemaskan kondisi Satria dan adik iparnya.


"Sebenarnya ini adalah hal yang serius." dokter itu menghela nafas.


Bima dan dokter itu bicara di ruangan yang lain. Dokter mengatakan bahwa Satria mengalami luka parah dan saat ini dalam keadaan koma dan tidak tahu kapan akan sadar. Bima terkejut mendengarnya, dia baru saja ingin menyapa Satria sebagai saudaranya. Namun, malah terjadi hal seperti ini. Sementara Amayra dan anaknya baik-baik saja dan hanya mengalami luka luar.


Bima melihat Satria berada diruangan tersendiri, pria itu tidak sadarkan diri terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit dengan beberapa alat medis terpasang di tubuhnya.


Kenapa Sat? Kenapa demi menyelamatkan istri dan anak kamu, kamu sampai mengorbankan nyawa? Apa sebegitu berharganya mereka untukmu?


Setelah melihat Satria, Bima pergi ke ruangan Amayra dan melihat keadaan adik iparnya itu. Sebelum sampai di ruang rawat Amayra, Bima melihat beberapa suster sedang menenangkan Amayra.

__ADS_1


"Suster...suami saya dimana sus? Saya mau bertemu dengan suami saya! Saya mau lihat keadaannya," ucap Amayra sambil menangis.


Suster itu memegang tangan Amayra, "Ibu, ibu mohon tenang dulu ya. Suami ibu masih mendapatkan perawatan... keadaan ibu juga masih belum stabil."


"Tidak! Saya mau ketemu sama suami saya, saya mau ketemu..." pinta Amayra pada suster itu.


"Suami ibu, beliau sedang dalam keadaan.."


...*****...


Hai Readers ku tersayang, mohon bersabar atas konflik ini..🤭😀


Sambil nunggu up novel ku, mampir yuk ke novel tamat punya bestieku..😍 gak usah tunggu upnya lagi. Ceritanya seru banget, coba deh mampir ya 🤭❤️


Ini dia cuplikannya 😍🙏


...*****...


Cuplikan Bab


Brugh.. Brugh ..Brugh..


Seorang gadis di lempar ke luar oleh ayah ya sendiri beserta barang barang dan pakaian nya .


"Pa..papa .. dengarkan aku dulu pa " ucap gadis itu di iringi dengan tangis .


"Dasar anak tak tahu di untung, kau memalukan ku saja" bentak laki laki yang di panggil nya papa.


"Pa.. Shila mohon jangan usir Shila pa .. Shila mau tinggal dimana pa Shila gak punya siapa siapa selain papa " ujar Shila gadis yang di usir ayah ya.


"HAlah ,udah pa gak usah di kasihani anak seperti dia memalukan keluarga saja" ujar wanita yang di samping ayah Shila dia adalah ibu tiri Shila yang memang tidak suka dengan Shila .


"Ma .. Shila mohon ma .. jangan usir Shila " ujar Shila pada ibu tiri nya .


"Aku tidak peduli kau mau tinggal dimana , anak seperti mu memang pantas di usir " bentak laki laki itu. Lalu kembali masuk ke dalam rumah meninggalkan Shila yang terduduk di tanah.


"Pa..papa .. dengarkan Shila dulu pa " teriak Shila yang tak di indahkan papa nya


"Untuk apa kau berteriak .. papa mu tidak akan mendengarkan mu kamu sungguh membuat keluarga mu malu " cibir ibu tiri nya yang tersenyum sinis


"Cepat pungut baju baju mu dan pergi dari sini " pekik ibu tiri nya , seperti nya dia begitu puas dengan memarahi Shila .


Dugh..


Ibu tiri nya masuk ke dalam rumah membanting pintu keras membuat Shila terkesiap .


Shila memungut satu persatu baju nya untuk di masukan kedalam koper setelah selesai memasukan semua baju nya Shila pergi meninggalkan rumah nya .

__ADS_1


Penasaran kan? Baca kelanjutannya disini ya❤️ nama pena nya dini Ratna dan judulnya : Anak genius ayahku CEO sombong.



__ADS_2