
Ternyata Amayra masih belum berani menatap mata Satria. Terlebih lagi setelah kejadian pertemuan dua bibir yang belum lama terjadi itu. Suasana diantara mereka menjadi lebih canggung. Ketika Satria sudah menyadari perasaan nya pada Amayra, bahwa dia tidak hanya menganggap wanita itu sebagai teman keponakan nya tapi sebagai wanita.
Satria tidak bisa memungkiri nya lagi, bahwa dia sudah jatuh cinta pada Amayra. Gadis baik, berhijab, sholehah, namun nasib nya mungkin kurang baik. Dia jatuh cinta pada kebiasaan Amayra, kebaikan hatinya, juga ketaatan nya kepada yang kuasa. Sekalipun takdir mungkin mengkhianati nya, tapi Amayra tidak pernah meninggalkan ibadahnya, meninggalkan kewajiban nya sebagai muslimah yang taat. Mungkin ada kalanya Amayra kecewa,sedih, atau marah. Namun, gadis itu cepat bangkit kembali dari keterpurukannya.
Perasaan Satria kembali menguat ketika Bram mulai menunjukkan perhatian nya pada Amayra. Saat itu dia merasa tidak nyaman, dia pun akhirnya menyadari bahwa dia cemburu. Dan cemburu adalah sebagian dari cinta. Cemburu menyadarkan nya bahwa dia telah jatuh hati pada Amayra, istrinya.
"Ka-kakak mau bicara apa?" Tanya wanita itu terbata-bata, apalagi ketika Satria memandangi nya.
"Mayra.." lirihnya dengan suara lembut yang tidak biasa.
Suara lembut yang memanggil nama nya itu membuat hatinya bergetar, hingga kedua mata indah milik nya tercekat menatap pada pria itu. Hatinya bertanya-tanya apakah ini adalah mimpi? Pria itu bersikap lembut padanya.
"Ya kak?" Sahutnya menjawab panggilan Satria.
"Kamu bisa melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri, dan aku juga akan berusaha melakukan kewajiban ku sebagai seorang suami yang baik." Satria tersenyum lembut pada istrinya.
"Ka-kakak kenapa bicara seperti ini? Sebenarnya kenapa kakak bersikap aneh hari ini? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Amayra. Dia merasa sangat aneh karena sikap Satria yang tiba-tiba berubah baik dan lembut.
"Kenapa kamu berfikir seperti itu? Apa kamu tidak suka aku bersikap begini?" Satria menatap Amayra.
"Bukannya tidak suka, tapi aku hanya merasa aneh saja. Kemarin kakak menolak perasaan ku, lalu kakak bersikap baik padaku. Apa ini karena kakak merasa bersalah padaku?" tanya Amayra keheranan.
Satria menggeleng,"Tidak, bukan karena itu."
"Lalu?"
"Aku sudah mencium mu tadi! Apa kamu tidak mengerti juga?"
"Astagfirullah! Ihhh.. kak Satria mesum!" Tiba-tiba saja kata itu meluncur dari mulutnya, sontak dia memegang bibirnya. Kata-kata Satria terdengar vulgar ditelinga nya. Membuat gadis itu malu-malu kucing.
Satria hanya tersenyum dan tertawa kecil, melihat kepolosan Amayra. Mungkin Amayra belum siap menerima ungkapan cinta yang cepat dari Satria. "Baiklah, anggap saja aku tidak bicara apa-apa. Padahal kamu sudah menyatakan perasaan mu padaku, tapi kamu sendiri tidak mengerti. Tidak apa, waktu kita masih banyak." Tangan Satria membelai kepala Amayra yang ditutupi hijab biru dengan lembut penuh kasih sayang.
Dua kata itu, aku akan mengatakan nya disaat yang tepat.
Amayra semakin terpesona oleh perlakuan lembut Satria padanya. Seperti nya hubungan diantara mereka sudah mulai terbina dengan Satria yang berjanji bahwa dia akan menjadi suami yang baik untuk Amayra, dan Amayra juga berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Satria selama mereka menikah.
__ADS_1
"Kamu mau tidur?" tanya Satria yang sedang duduk sambil membaca buku, pria itu memakai kacamata.
"Enggak, aku belum ngantuk. Tadi aku kan tidur lama." Amayra menggeleng sambil tersenyum melihat suaminya yang sedang membaca buku.
Kak Satria tampan sekali, mau pakai kacamata atau tidak. Apalagi ketika dia terlihat serius seperti ini.
"Terus kamu mau ngapain kalau gak tidur?"tanya Satria
"Aku mau mengaji dulu, tapi sepertinya aku gak bawa Al-Qur'an.." Amayra beranjak duduk.
Satria menyimpan buku nya, dia menghampiri Amayra dan meminta nya untuk diam saja. Satria mengambil tas Amayra. "Apa Al-Qur'an nya ada di dalam tas ini?"
"Iya!" Amayra tersenyum bahagia, seperti mendapat undian saja. Dia mengambil tas gendong berwarna hitam itu, lalu dia berniat mengambil Al-Qur'an kecil yang ada di dalamnya. Al-Qur'an itu lengkap dengan tasbihnya dan selalu dibawa oleh Amayra kemana-mana. Al-Qur'an itu memiliki sampul berwarna merah muda.
"Makasih ya kak." Amayra tiba-tiba terdiam ketika tangannya akan menyentuh Al-Qur'an itu.
Oh ya, aku belum ambil air wudhu. Sehabis shalat isya tadi aku kentut. Amayra tersenyum sendiri.
"Ada apa? Kenapa Al-Qur'an nya belum diambil?" tanya Satria heran melihat Amayra terdiam.
Setelah selesai mengambil air wudhu, Amayra hendak memakai jilbab nya kembali. Namun, kerudung nya jatuh ke air dan menjadi kotor.
"Innalilahi!" Amayra memekik kaget melihat kerudungnya jatuh ke air. Kini rambutnya polos tanpa sehelai kain yang menutupi kepalanya.
"May, kenapa?" tanya Satria terkejut mendengar suara memekik dari dalam kamar mandi.
"Gak apa-apa kak, cu-cuma" Amayra bingung karena jilbab nya tidak bisa dipakai lagi.
Bagaimana ini, kalau aku keluar tanpa hijab.. kak Satria bisa melihat rambut ku.
"Cuma apa? Kamu gak apa-apa kan? Apa perlu aku masuk?" tanya Satria yang sudah stay berdiri di depan pintu kamar mandi dengan wajah cemasnya.
"Kakak jangan masuk! Aku gak apa-apa kok! Tunggu!" Teriak nya dari dalam kamar mandi, dia mencari-cari sesuatu untuk menutupi kepalanya.
Akhirnya dia menemukan sehelai handuk di sana, Amayra mengambilnya kemudian membungkus rambut panjang nya dengan handuk kecil itu. Kemudian dia berjalan keluar dari kamar mandi, Satria terperanjat begitu mendengar suara pintu terbuka.
__ADS_1
"Kenapa kamu pakai handuk?" tanya Satria.
"Hehehe kerudungku jatuh ke air kak. Aku gak bawa kerudung ganti."
"Oke, aku akan pulang ke rumah dan ambil kerudung gantinya ya." Ucap Satria.
Amayra melarang Satria untuk pergi karena malam itu sudah sangat larut. Dia tidak apa-apa karena masih bisa memakai handuk itu, dia meminta Satria pergi nya besok pagi saja. Satria pun setuju dan dia kembali duduk di sofanya sambil rebahan.
Amayra juga kembali ke ranjang nya, dia mengambil Al-Qur'an berwarna pink itu, kemudian dia membaca bismillah untuk memulai nya, suara lembut dan merdu itu melantunkan ayat suci Al-Quran. Satria terpana melihat istrinya sedang membaca Al-Qur'an, sedangkan dia sendiri sudah lupa bagaimana membaca ayat suci Al Quran. Dia juga malu kalau bertanya pada Amayra.
Ini aneh, biasanya aku selalu mengantuk jika mendengar suara orang mengaji. Tapi, kenapa suaranya tidak membuatku mengantuk seperti suara mengaji orang lain? Satria tidak berhenti menatap Amayra yang sedang mengaji. Wajahnya semakin terlihat cantik dan enak di pandang. Seakan ada cahaya di wajah Amayra, membuat Satria tersenyum lembut.
****
Ketika Satria sedang bahagia karena yakin dengan perasaan nya, Bram sedang di hadapkan pada masalah hubungan nya dengan Alexis.
"Kamu gimana sih Bram? Mana bisa aku pergi ke belanja dengan uang segini? Kamu tuh sebenarnya cinta gak sih sama aku?" Alexis melempar uang recehan yang diberikan Bram padanya.
"Alexis, kamu tau kan kalau aku lagi dihukum sama papa. Jadi, aku gak punya uang banyak dan hanya mengandalkan gajiku. Kartu kredit, mobil, semuanya disita papa!" Bram memunguti uang yang berserakan di lantai itu. Bram mulai terlihat kesal dengan sikap Alexis yang akhir-akhir ini dirasa menyebalkan.
"Kapan sih papa kamu mau mengerti? Kapan papa kamu memaafkan kamu dan merestui hubungan kita? Memangnya apa sih kurang nya aku?!" Alexis kesal pada Cakra yang selalu mencari cara memisahkan nya dan Bram.
"Kamu hanya kurang berusaha mengambil hati papa ku." Ucap Bram sambil menatap tajam ke arah Alexis.
Kemana Alexis yang lemah lembut itu? Kenapa dia jadi emosi seperti ini disaat aku tidak punya uang? Apa benar kata papa, kalau Alexis tidak mencintai ku dan hanya mencintai uangku?
"Aku cape Bram, aku capek terus berusaha! Tapi papa kamu terus seperti ini sama aku!" Alexis gusar.
"Kalau kamu lelah, oke fine ya udah kita udahan aja!" Bram memberanikan diri mengucapkan kata yang sebenarnya sulit untuk diucapkan nya selama ini.
"A-Apa? Bram kamu bilang apa?!!" Alexis tercengang.
...---***---...
Hai Readers! Maaf up nya agak telat, karena review dari sana nya terlambat🙏🥺 mohon komen like, gift, rate 5 seperti biasanya ya 🥰🥰 makasih
__ADS_1