
...🍁🍁🍁...
Usai acara syukuran, keesokan harinya Amayra dan Satria pulang bersama kedua anaknya kembali ke rumah. Sebelum pulang mereka sarapan bersama terlebih dahulu.
Zahwa kembali membuat gaduh dan bertengkar Zayn, baru saja mereka akur. Kini mereka bertengkar lagi karena sosis goreng.
"Ma, lihat tuh Zahwa ngambil sosis yang ada di nasi gorengku!" protes Zayn melihat Zahwa memakan sosis goreng yang ada di nasi gorengnya.
"Zahwa, kamu kan sudah ada sosis disana. Kenapa kamu ambil punya Zayn?" Tanya Satria pada putrinya yang agak bar bar itu.
"Habisnya aku masih lapar pa, kenapa sih aku cuma dikasih dua aja?" Zahwa menatap papanya dengan mata memelas, membuat Satria bersimpati kepadanya.
"Haaahh...ya udah, ini punya papa ambil kalau kamu masih lapar."
"Mas, jangan...Zahwa sudah terlalu banyak makan," ucap Amayra melarang Satria untuk memberikan sosis di nasi gorengnya.
"Tapi sayang, kasihan dong Zahwa."
"Mama selalu gitu, selalu belain kak Zayn." Zahwa ngambek dan menundukkan kepalanya.
"Zahwa," Amayra menatap putrinya.
Tak tega melihat Zahwa begitu, Rey pun berinisiatif memberikan semua sosis yang ada di piring nasi gorengnya. Amayra protes karena Rey selalu memanjakan Zahwa.
Setelah sarapan bersama, Zahwa, Rey, Amayra dan Satria pamit untuk pulang pada semua orang yang ada di rumah. Sebelum pulang, Rey memberikan ikan Nemo dan Doris sesuai dengan janjinya kepada Zahwa.
"Zahwa, ingat ya...kamu harus jaga ikannya baik-baik. Jangan lupa kasih makan dan rajin dibersihkan akuariumnya," pesan Rey pada Zahwa untuk merawat ikan hias itu.
"Oke Kakak, makasih ya Kakak udah kasih Nemo sama Doris buatku. Hihihi..."Zahwa tersenyum, dia memegang akuarium kecil yang ada dua ikan hias disana.
Rey hanya tersenyum, dia senang adiknya senang. Selain itu Rey juga memberikan mainan kepada Zayn, sebuah mobil Tamiya yang selalu diinginkan Zayn. "Kak Rey kenapa bagi-bagi hadiah? Tumben...biasanya kakak baiknya sama Zahwa aja, kok sama aku jadi baik juga?"
"Zayn , kok ngomongnya begitu sih? Kak Rey sayang sama kamu dan Zahwa, kalian kan adik kak Rey." Kata Satria pada Zayn.
"Iya deh pa, makasih ya kak Rey..."
Zayn sama sayangnya pada Rey dengan rasa sayangnya pada Zahwa. Walau anak itu cuek dan kadang bertengkar dengan adiknya, tapi dia sayang pada Zahwa. Pernah suatu hari Zahwa sakit, Zayn yang membantu Amayra untuk merawat Zahwa.
__ADS_1
Nilam dan Cakra senang karena Rey, Zahwa dan Zayn akur sebagai adik kakak. Mereka berharap kelak ketika sudah dewasa, hubungan mereka akan tetap terjaga.
*****
Aktivitas Amayra dan Satria, kembali seperti semula. Esok harinya, Amayra harus mengajar di sekolah dan Satria bekerja di rumah sakit seperti biasa. Kedua anak mereka juga pergi ke sekolah TK.
Pagi itu semua tampak sibuk, Zahwa membantu ibunya untuk menyiapkan sarapan sebisanya. "Zahwa,"
"Ya ma?"
"Tolong bantu mama siapkan piring, sayang." pinta Amayra pada anaknya.
"Iya mama," jawab Zahwa menurut pada mamanya.
Dia menyiapkan piring seperti apa kata ibunya. Amayra menyiapkan sarapan nasi goreng dan sekalian juga untuk bekal anak-anaknya sekolah.
Zahwa dan Zayn sudah bersiap memakai seragam, mereka dan kedua orang tuanya sarapan pagi bersama. Seperti biasanya suasana pagi itu terasa begitu ramai, apalagi kalau ada Zahwa yang membuat gaduh. Ada-ada saja masalah yang dibuatnya, kadang membuat naik darah dan kadang membuat tertawa.
"Ya ampun Zahwa, kamu iseng banget sih! Udah tau kakak kamu gak suka pedes, kenapa kamu taruh sambel di nasi bekalnya?" Tegur Amayra pada Zahwa yang ketahuan menaruh sambel di kotak bekal milik Zayn.
"Dikit aja kok, Ma. Biar kak Zayn terbiasa sama pedas..hehe.." Zahwa cengengesan setelah menaruh pedas di nasi goreng Zayn.
Zahwa terdiam, matanya berkaca-kaca.
"Zahwa, kamu denger mama?" Tanya Amayra dengan suara tegas, berharap anaknya akan paham dengan apa yang dia maksud.
Kenapa sih Mama selalu belain kak Zayn? Apa karena kak Zayn lebih pintar dan lebih baik dari aku?
"May, kenapa sih pagi-pagi udah ribut? Kamu marahin Zahwa lagi?" Satria berdiri dibelakang Zahwa, seraya bertanya pada Amayra.
"Mas, aku gak marahin Zahwa...aku cuma tegur dia dan aku punya alasan kenapa aku tegur Zahwa." Amayra memberikan penjelasan pada suaminya.
"Oke, aku tau kamu menegur Zahwa. Tapi gak usah pakai teriak-teriak gitu kan?" tanya Satria sambil menatap Amayra yang berdiri didekat Zayn.
"Aku gak teriak-teriak, mas.."
"Aku denger jelas kamu teriak barusan, jangan ngeles May." Kata Satria sambil menatap tajam pada istrinya.
__ADS_1
Akhir-akhir ini Amayra suka emosi pada Zahwa bahkan sampai berteriak, aku beneran gak suka.
"Mas, aku gak teriak..." bantah Amayra kesal.
"Aku gak suka sikap kamu May, memarahi bukan cara mendidik anak yang baik. Kamu tau kan?"
"Mas, aku gak marah, aku hanya menasehati!"
"Menasehati bukan dengan berteriak kan? Aku perhatikan akhir-akhir ini kamu kasar banget sama Zahwa, aku tau dia sering buat ulah tapi kamu gak boleh bentak dan berteriak sama dia." Satria menegur sikap Amayra yang seolah-olah selalu memarahi Zahwa.
"Mas..kamu pikir aku begitu?" Amayra mendesah, menatap suaminya dengan sedih.
Zayn dan Zahwa melihat orang tua mereka bertengkar untuk pertama kalinya.
"Sudahlah, kita sudah terlambat. Zayn, kamu bawa aja kotak bekal papa...biar papa bawa punya kamu. Punya papa gak pedas nasinya," ucap Satria untuk menyudahi semuanya.
Satria dan Amayra terlihat cuek satu sama lain setelah mereka berdebat karena anak. Setelah mengantar si kembar ke sekolah, Amayra dan Satria pergi ke tempat kerja masing-masing, pulangnya si kembar akan dijemput oleh Satria jika ada waktu. Kadang mereka juga di jemput oleh Amayra, kalau Satria tak bisa menjemput.
Zahwa dan Zayn berjalan menuju lorong untuk masuk ke dalam kelas. "Kak, mama sama papa bertengkar." ucap Zahwa tiba-tiba.
"Kenapa kamu tanya aku? Kamu kan tau gara-gara siapa mama dan papa bertengkar?" Zayn balik bertanya dengan wajah dinginnya pada Zahwa.
"Kak..."
"Kalau kamu gak iseng sama aku, mama sama papa gak akan bertengkar sampai diem dieman kayak gitu. Semaunya gara-gara kamu, Zahwa!" Zayn emosi dan menyalahkan adiknya yang tengil itu.
"Aku kan cuma mau kakak gak takut makan pedas lagi, mu-mungkin aja alergi kakak bisa ilang kalau makan pedas."
"Kamu itu bodoh banget ya? Kamu dengar gak kata mama? Kalau aku makan pedas aku bisa kenapa-napa, aku gak bisa memakannya! Sudah tau pun kamu masih saja begitu ya Zahwa?"
"Ma-maaf kak..." Zahwa menundukkan kepalanya.
"Kamu tuh cuma bikin rusuh tau gak, seandainya kamu gak ada. Pasti papa dan mama gak akan bertengkar dan kita akan hidup damai!" Seru Zayn kesal.
Sakit, rasanya hati Zahwa dengan perkataan Zayn padanya. Zayn masuk ke dalam kelas setelah mengutarakan emosinya pada Zahwa.
Apa kak Zayn ingin aku menghilang? Kak Zayn gak suka aku jadi adiknya?. Zahwa masuk ke dalam kelasnya sendiri, karena dia dan Zayn beda kelas.
__ADS_1
Sepulang sekolah, Zahwa pulang lebih dulu walau dia biasanya menunggu Zayn. Dia duduk di bangku depan sekolah dan tanpa dia sadari ada seorang pria mencurigakan sedang memantaunya.
...****...