
..."Jangan pernah menyalahkan apa yang terjadi padamu dimasa lalu, karena masa lalu tidak bisa diulang kembali untuk diperbaiki.....
...Jalani saja masa depan, percayalah akan ada hal indah menantimu didepan sana"...
...🍁🍁🍁...
"Aduh.. duh kakak sakit! Galak banget sama adik sendiri!" Keluh Ken kesal pada kakaknya yang menjewer dirinya seperti anak kecil.
"Habisnya kamu sih buat masalah terus! Kamu ingat kata Oma? Jadi mahasiswa yang baik, untuk sekarang dan seterusnya! Atau kamu-"
"Ya, ya aku tau. Atau aku di kirim ke luar negeri, oke deh fine." jawab Ken memotong perkataan kakaknya.
Keisha melepaskan tangannya dari telinga Ken. Dia melihat telinga adiknya yang merah, "Bagus kalau kamu tau, tapi kamu juga harus tunjukkan yang baik! Beraninya kamu gangguin anak baik itu," ucap Keisha membela Amayra.
"Kenapa kakak bilang dia baik? Bukannya kakak baru pertama kali bertemu dengannya? Ah apa jangan-jangan karena dia berjilbab, jadi kakak pikir dia itu baik?" ucap Ken seolah merendahkan Amayra.
"Hus! Ngomong sembarangan aja kamu ya, seseorang baik bukan dari cara berpakaiannya tapi dari cara bagaimana dia bersikap. Dia itu anak baik dan jujur, karena dia memang baik!" kata Keisha menilai Amayra sebagai wanita yang baik.
"Oh gitu ya? Dia itu cewek caper kak!" kata Ken sambil mengingat Amayra yang jatuh ke tubuhnya.
"Gak usah banyak omong! Cepetan kerjain hukuman kamu, sebelum aku pecat kamu jadi adik!" bentak Keisha galak pada adiknya.
Kapan Ken akan dewasa?
"Oke kak...oke.." jawab Ken malas.
Huh, gara-gara cewek itu.. aku jadi dihukum kaya gini.
Dengan malas, Ken melakukan hukuman itu sendiri. Dia bersumpah akan membalas dendam pada Amayra yang sudah membuatnya dihukum membersihkan sampah.
Walaupun cewek jilbab itu suka sama aku, tapi aku tetap akan mempermasalahkan hal ini. Dendam tetaplah dendam.
Ken terlihat marah-marah sambil menyapu sampah di sekitar lapangan. Beberapa wanita mendekatinya dan menawarkan bantuan untuk membantunya. Ken dengan senang hati menerima bantuan mereka.
Amayra kesal karena Ken dengan curang membuat dirinya dibantu oleh para wanita itu. "Huh, padahal hukuman itu harusnya dia sendirian yang kerjakan! Kenapa dia malah meminta orang lain membantunya? Cowok rese!" Gerutu wanita itu sebal.
"Kenapa May?" tanya Lisa, teman baru Amayra.
"Gak apa-apa kok," jawab Amayra sambil tersenyum.
"Oh ya ngomong-ngomong, kamu lulusan tahun xxx, kenapa kamu baru masuk kuliah tahun ini? Apa kamu bekerja dulu ya?" tanya Lisa pada Amayra.
__ADS_1
Amayra tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu dari teman barunya. Dia tidak mau mendasari sebuah hubungan dengan kebohongan, karena jika dia tau tentang Amayra dari orang lain. Maka akan dianggap sebagai pengkhianatan, Amayra memberitahu sedikit masa lalunya pada Lisa. Alasan kenapa dia tidak langsung kuliah.
"Sebenarnya aku di D.o dari sekolahku dulu dan aku masuk kesini karena ikut ujian paket C," ucap Amayra menjelaskan.
"Ehm.. dikeluarkan? Kenapa?" tanya Lisa penasaran. "Ah, kalau kamu gak bisa cerita lebih lanjut..gak apa-apa," tambahnya lagi merasa tak enak jika menyinggung masalah pribadi lebih jauh.
"Aku.."
Amayra menceritakan pada Lisa apa yang terjadi padanya saat masa SMA dulu. Tentang dia yang hamil diluar nikah, di D.o oleh pihak sekolah, menikah di usia muda, bahkan dia sudah memiliki seorang anak.
Lisa tak percaya bahwa Amayra mengalami perjalanan hidup yang berliku, "Pasti berat sekali ya buat kamu, kalau aku jadi kamu.. aku mungkin gak akan sekuat itu. Kamu sudah melalui banyak hal. Tapi, apakah sekarang kamu bahagia? Apa suamimu baik padamu?" tanya Lisa prihatin.
"Alhamdulillah, memang aku mengalami kejadian yang buruk di masa lalu. Tapi selalu ada hikmah dibalik musibah, kalau tidak ada kejadian itu...aku tidak akan bertemu dengan suami yang baik dan ayah yang baik untuk anakku," ucap Amayra sambil tersenyum, dia mensyukuri apa yang saat ini ada di hidupnya. Orang-orang yang mencintainya dan orang-orang yang dia cintai.
"Syukurlah kalau begitu. Aku senang kamu bahagia dan menjalani hidupmu, semangat selalu ya May!" Lisa tersenyum memberikan semangat pada Amayra.
Kasihan ya Amayra, masa lalunya begitu rumit tapi dia tetap semangat dan hidup bahagia. Kagum aku sama dia.
Jam istirahat makan siang telah selesai dan semua mahasiswa baru di perintahkan untuk segera berkumpul di lapangan. Amayra yang baru saja selesai shalat duhur di mushala, buru-buru keluar dari sana untuk segera pergi ke lapangan. Dia mencari sebelah sepatunya tidak ada didepan mushala.
"Loh? Sepatuku kemana?" tanya Amayra kebingungan mencari sepatunya yang hilang sebelah.
Tak jauh dari sana Ken sedang melihat Amayra kebingungan. Ken tertawa kecil, dia membuang sebelah sepatu Amayra ke tempat sampah. "Haha rasain Lo, siapa suruh Lo berurusan sama gue! Panas panas tuh kaki Lo!" Ken tersenyum jahil.
Keisha menduga hilangnya sepatu Amayra ada hubungannya dengan adiknya yang jahil. Keisha merasa aneh karena Ken tidak pernah jahil pada wanita, biasanya dia akan tebar pesona didepan wanita bukannya jahil. Jika ada yang mengganggunya, Ken akan berubah menjadi pendendam dan suka memperpanjang masalah.
Satu jam kemudian, acara ospek hari pertama pun selesai dengan pembagian kelompok untuk game esok harinya. Amayra satu kelompok dengan Lisa, Ken dan seorang pria mahasiswa baru juga.
"Lo pasti senang kan satu kelompok sama gue?" tanya Ken seraya melirik ke arah Amayra yang sedang menulis sesuatu di bukunya.
"Ya Ken, aku senang satu kelompok sama kamu. Boleh gak aku minta tandatangan kamu?" tanya Lisa dengan semangat mengambil bolpoin dan bukunya, dia menyodorkan buku dan bolpoin itu pada Ken.
"Oke," Ken menandantangani buku Lisa. Kemudian dia mengembalikan bukunya pada Lisa. Gadis itu terlihat senang mendapat tandatangan dari Ken, artis idolanya sebelum band Ken bubar.
"Makasih ya Ken," ucap Lisa sambil tersenyum. Dia menyimpan bukunya kembali ke dalam tas.
Ken menatap Amayra yang cuek dengan kesal. Lisa dan Anton menyadari bahwa Ken menatap Amayra.
Ada pria tampan didepannya, tapi dia malah diam saja? Padahal aku bertanya padanya, tapi dia cuek saja. Ah, apa dia seperti ini karena dia sedang berusaha menarik perhatianku?
"Aku sudah kerjakan apa yang harus kita bawa untuk besok. Jadi, kalian jangan lupa bawa ya," Amayra membagikan selembar kertas pada Anton dan Lisa.
__ADS_1
"Oke May," jawab Anton dan Lisa kompak.
"Loh? Buat gue mana?" tanya Ken heran karena dia tidak dapat selebaran kertas dari Amayra.
"Kamu kan pintar, tidak usah pake selebaran juga gak apa-apa kan?" Amayra tersenyum sinis, dia masih kesal pada Ken.
"Hah..." Ken mendesis kesal.
Semua mahasiswa baru bubaran pada sore itu, saat itulah Amayra membuka tas dan mencari-cari ponselnya untuk menelpon pak Muin. "Ah, kok hp ku gak ada? Apa jangan-jangan ketinggalan di rumah?" Amayra kebingungan.
...*****...
Di rumah keluarga Calabria, Rey menangis di gendongan Nilam. "Owa.. owaaa..."
"Sayang, cucunya Oma...jangan nangis ya sayang. Kamu kangen mama ya? Bentar lagi mama kamu pulang kok," ucap Nilam dengan sabar menepuk-nepuk punggung Rey.
"Kasihan Rey nangis terus, papa akan temui pak Muin.. papa mau tanyain dia apakah Mayra ada telpon minta jemput," ucap Cakra yang khawatir dengan cucunya yang menangis, tidak mau minum susu formula. Cakra pun pergi menemui Muin yang sedang berada didepan rumah.
"Iya pa, tolong tanyain ya." Nilam berkata dengan wajah cemas. "Udah mau magrib kok dia belum pulang juga,"
"Owaa.. owaaa..."
Saat Rey masih menangis, sebuah telpon masuk ke ponsel Nilam. Dia langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon. "Halo,"
["Assalamualaikum ma,"]
"Waalaikumsalam, Satria?"
["Iya ma, ini Satria. Gimana kabar.. eh Rey nangis ma?"] tanya Satria cemas mendengar suara anaknya yang menangis.
"Iya, dia pasti mau Asi mamanya."
["Memangnya Mayra kemana ma?"]
"Istri kamu belum pulang," jawab Nilam sambil menepuk-nepuk bayi mungil itu.
"Owaa.. owaa..." Rey menangis keras.
["Belum pulang? Disana sudah mau magrib dan dia belum pulang?"] tanya Satria dengan suara yang meninggi. Dia mendesah kesal, pikirannya mulai tidak karuan memikirkan istrinya. Belum lagi dia mendengar suara Rey yang menangis.
Apakah Satria marah? Atau dia mengkhawatirkan istrinya?
__ADS_1
Bersambung dulu ya 😉....
...----****-----...